Tag Archives: musik indie bali

Take Me, Deritan Lagu Terbaru Dromme

Grup DROMME meluncurkan tunggalan dan klip baru mereka, Kabut Rasa. Foto Dok DROMME.

Di awal lagu, pendengar seolah diajak melayang. Selama sepersekian detik terdengar derit-derit elektronik ramuan Jeyra punggawa synthesizer dan programer Dromme. Dengung demi dengungan menenggelamkan suara sampler bottom bass, seakan mencegah pendengarnya untuk berhiporia.

Kemudian suara nan syahdu khas Yuniorika menembang perlahan, dipadu petikan bass Kharisma mematangkan lagu ini menjadi lagu wajib saat hendak menikmati kesendirian.

Setelah berhasil melahirkan single dan video klip Kabut Rasa, Dromme grup band asal Bali ini kembali unjuk karya, yakni merilis single anyar mereka yang berjudul “Take Me”. Masih setia dengan musik elektronik, ambient dan downtempo Take Me pun diracik sedemikian rupa hingga mampu menghipnotis pendengarnya lalu membawa mereka ke batas-batas imaji.

Take Me mengisahkan tentang seseorang yang sangat mencintai kesendiriannya. Pada suatu waktu ia melihat gulungan ombak besar menuju kearahnya, hingga ia merasa kerdil di bawahnya. Gulungan ini seolah ingin menerkamnya, membawanya ke dunia antah berantah. Ia pun hanya pasrah, kemudian menikmati segala kemungkinannya dengan indah.

Lebih jauh, lagu ini mengajarkan kita bahwa dalam menghadapi suatu situasi tertentu. Ada kalanya kita tidak menghindar, tapi sekali waktu membiarkan situasi tersebut menguasai. Lalu tugas kita selanjutnya, menikmati saja. Seperti menikmati hujan, kadang riang kadang pula sendu melagu.

“Lagu Take Me pengalaman pribadi saya, awalnya Jey meramu musiknya dan saya menulis liriknya, kemudian di Dromme kami menyatukannya dengan rasa,” ujar Yuniorika.

Berdurasai 3.31 menit Take Me lahir bukan sebagai penantang namun hadir lalu mencoba melukis warna baru bagi skena musik di Bali. Kendati grup band ini terbilang baru yakni terbentuk pertengahan tahun 2016, konsistensi pilihan musik serta eksplorasi pertunjukan mereka di atas panggung selalu mengejutkan.

Tidak jarang penampilan mereka dihiasi visual video art. Beberapa waktu lalu (April-2017) Dromme sempat berkolaborasi bersama seniman Visual Mapping Vj Macula, di acara Ruang Gembira Vol.2 di Two Fat Monks, Denpasar.

Lagu Take Me sudah bisa diunduh di iTunes, Spotify, Google Play Music, Deezer dan platoform musik digital lainnya “Semoga semua musik kami di dengar oleh banyak orang dan semoga menghibur” ujar Jey singkat.

Contact Person : 08982669182 (WA) & 082247417299

Twitter : https://twitter.com/DrommeMusic
Facebook : https://www.facebook.com/drommebali/
Soundcloud : https://soundcloud.com/drommemusic
Instagram : https://www.instagram.com/drommemusic/
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCEnzDrHzAOitoVlc-OTmyhg

The post Take Me, Deritan Lagu Terbaru Dromme appeared first on BaleBengong.

PICA Fest 2017; Festival Clothing Terbesar di Bali Dilaksanakan Selama 4 Hari.

Festival anak muda Bali yang paling ditunggu ini kembali digelar pada 2-5 Maret 2017 mendatang di Lapangan Parkir Gor Ngurah Rai, Jalan Melati Denpasar.

Poster PICA Fest 2017

Berawal dari awal tahun 2014 ketika dibentuknya asosiasi pengusaha clothing indie pulau dewata atau Paradise Island Clothing Association (PICA) yang dibentuk untuk menyatukan para pemilik clothing di Bali yang kemudian sepakat untuk membuat sebuah festival. Maka diselenggarakanlah PICA Fest.
Kesepakatan ini ternyata memanen kesuksesan besar bagi komunitas ini, peningkatan jumlah kunjungan tiap tahunnya sampai mencapai 25%. “Kami tahun ini menargetkan kunjungan sebanyak 20.000 orang setiap harinya.” Ujar Febry Iswara, PR PICA Fest saat konferensi pers Senin, 27 Februari 2017 di Mangsi Coffee, Jl. Merdeka, Renon, Denpasar. Sebagai perbandingan di awal PICA Fest 2014 dikunjungi 20.243 orang selama 3 hari, PICA Fest 2015 mencapai 34.980 selama 3 hari, Pica Fest 2016 meningkat menjadi 58.384 orang selama 3 hari.

PICA Fest 2017 menargetkan kunjungan sebanyak 20.000 orang setiap harinya.

Tahun ini PICA Fest mengambil thema karakter hikayak rakyat Bali yaitu Jatayu. Jatayu sendiri ialah tokoh protagonis dari wiracarita Ramayana. Tapi yang paling mendasar kenapa karakter ini dipilih karena tokoh ini bagi PICA Fest diharapkan dapat memotifasi anak muda Bali untuk tetap bersemangat melakukan hal-hal positif. Bertepatan dengan tahun 2017 adalah tahun ayam, tentu saja pemilihan Jatayu masih sangat relevan.

Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya PICA Fest tidak hanya merangkul para anak muda penggiat clothing indie di Bali, tetapi juga melibatkan banyak sekali komunitas-komunitas kreatif Bali. Dari komunitas perduli lingkungan, otomotif, sosial, tattoo, photography tentu saja musik dan komunitas lainnya.

Tentu saja yang paling ditunggu-tunggu di PICA Fest 2017 adalah produk fashion indie Bali yang tidak segan-segan memberikan diskon. Amah-amah, Dynamite, Mars Radiance, Oompa, Slashrock, Videma, Voordurend hanya beberapa contoh brand yang akan memamerkan produk-produk fashion terbaik mereka. Karena PICA Fest 2017 memfasilitasi sekitar 56 brand, ini menjadi keuntungan buat pengunjung mendapatkan banyak pilihan. Selain itu akan ada juga tenda khusus dari Bali Indie Movement yang mewadahi band-band indie Bali. Di tenda ini akan dijual produk-produk merchandise asli dan rilisan fisik dari band-band yang tampil di PICA Fest 2017. Kurasi pemilihan brand peserta festival dilakukan dengan memperhatikan banyak faktor, selain kualitas brand-brand ini juga harus secara aktif menunjukan eksistensinya. Keterbatasan luasan lokasi festival juga menjadi pertimbangan pembatasan dari 100 brand dalam list hanya 56 brand yang bisa diikut sertakan. Panitia bahkan tahun ini menambah total jumlah tenda menjadi sekitar 120 tenda. Dari total jumlah tenda ini tentu saja sudah dibagi untuk peruntukan brand, komunitas, kuliner dan fasilitas pendukung.

Brand-brand Peserta PICA Fest 2017

Tidak salah kalau festival ini juga disebut sebagai festival indie terbesar di pulau ini, ini dilihat dari jumlah band yang akan tampil. Tidak tanggung-tanggung total 60an band akan memeriahkan dan menghibur pengunjung selama 4 hari berturut-turut. Barisan band-band lokal yang paling ditunggu-tunggu diatas panggung seperti Lolot, Jonny Agung, Navicula, Scared Of Bums, Devildice & Dialog Dini Hari. Lolot sendiri sangat menyambut positif festival ini, “Terima kasih selalu melibatkan Lolot di PICA Fest dari tahun ke tahun.” apresiasi Lanang basis dari Lolot.

Pintu festival dibuka setiap harinya mulai pukul 10.00 – 22.00 wita, tiket masuk perorang perhari dijual seharga Rp. 20.000 di pintu masuk festival.

Band-band pendatang baru yang akhir-akhir ini mencuri banyak perhatian skena musik indie Bali seperti Zat Kimia, Rollfast, Marco, Dromme, Janggar dan Lili of The Valley juga tidak bisa dilewatkan begitu saja penampilannya di PICA Fest 2017. Untuk melengkapi kemeriahan panitia juga mengundang beberapa band luar pulau seperti Burgerkill, Devide, Last Goal Party & Sunrise. Yang berbeda dari tahun ini PICA Fest 2017 juga menyisipkan konten Group lawak Celekontong Mas sebagai bentuk keterbukaan festival ini dengan budaya traditional.

Daftar band-band di PICA Fest 2017

PICA MAGZ

Berkembangnya komunitas PICA tidak terlepas dari upaya-upaya konsisten dari mereka, PICA Magz adalah salah satu bentuk dukungan paling berpengaruh membesarkan komunitas ini. Majalah sub-culture yang sekarang sudah sampai di edisi ke 18 ini selalu memberikan informasi produk-produk terbaru dari brand-brand anggota PICA. Selain itu informasi terbaru tentang trend fashion, musik dan life style menjadi andalan menu majalah ini. Tapi jangan salah media ini juga sangat kritis dengan isu-isu sosial yang terjadi di Bali, coba baca bagian “Editorial Notes”. Adanya sisipan program Talk Show di panggung PICA Magz juga menjadikan PICA Fest akan lebih interaktif. Semua penampilan band dan aktifitas lainnya akan dibagi di dua panggung PICA Fest 2017, panggung PICA Fest dan panggung PICA Magz. Dari lineup di Panggung PICA Magz bisa dipastikan kalau panggung ini akan lebih intim dan hangat. Tapi tentu saja bagi pengunjung yang ingin menikmati kekuatan sound-system oleh Cahya Enterprise tidak akan melewatkan panggung utama.

Rundown Acara PICA Fest 2017

*gunakan icon tanda panah untuk melihat hari berikutnya
Jadwal Rundown PICA Fest 2017 Hari Pertama Jadwal Rundown PICA Fest 2017 Hari Kedua Jadwal Rundown PICA Fest 2017 Hari Ketiga Jadwal Rundown PICA Fest 2017 Hari Keempat

Tunjukan dukunganmu terhadap skena indie lokal dengan menggunakan produk brand lokal. Selamat mengunjungi PICA Fest 2017.

Video Dokumentasi Singkat Profile PICA Fest

Video Promosi PICA Fest 2016

Instagram: @pica_fest
Twitter: @pica_official

The post PICA Fest 2017; Festival Clothing Terbesar di Bali Dilaksanakan Selama 4 Hari. appeared first on BaleBengong.

Nosstress Rilis Single dan Album Digital

Selain single baru, Nosstress juga meluncurkan versi digital album-album sebelumnya. Foto Nosstress.

“Tahun Baru Lagi”, beraksi atau sekadar beresolusi?

Dua tahun berselang sejak Nosstress meliris album kedua bertajuk “Perspektif Bodoh II”. Kini trio folk Bali itu meluncurkan single terbaru “Tahun Baru Lagi”. Menariknya, band ini juga merilis versi digital album-album sebelumnya.

Pun di tahun 2017 menjadi momentum tersendiri bagi band yang digawangi Man Angga (gitar/vokal), Guna Kupit (gitar/vokal), dan Cok Gus (kajon/harmonika/pianika/vokal) ini. Selain merilis single terbaru, band yang terbentuk pada 2008 ini sekaligus merilis digital album penuh “Perspektif Bodoh”, “Perspektif Bodoh II” serta mini album kolaborasi bersama Mitra Bali Fair Trade berjudul “Viva Fair Trade”.

Secara resmi Nosstress telah merilis single terbaru versi digital akhir Januari 2017 kemarin. Selain single, mereka juga merilis album Nosstress versi digital. “Single dan album kami sudah bisa diunduh melalui Apple Music dan beberapa gerai musik digital seperti Spotify, dan lainnya,” jelas Man Angga.

Mengenai single terbaru ini berawal dari ide Man Angga, di mana sebelumnya dia telah mempunyai sketsa lagu yang kemudian dirasa cocok untuk digarap dan dikeluarkan tahun ini. “Mumpung jadwal masih santai, jadi momentum untuk menggarap lagu ini,” ujarnya.

Secara aransemen musik, tidak banyak berubah jika dibandingkan karya-karya Nosstress sebelumnya. Masih dengan sentuhan musik yang easy listening, tidak mengilangkan kesan kesederhanaan. Dan tentunya diimbangi dengan lirik yang tak muluk-muluk.

Mengangkat tema keseharian sekitar, persoalan personal dan yang dirasa kebanyakan orang. Pun tetap menyelipkan semangat perlawanan menolak reklamasi Teluk Benoa.

“Banyak hal atau persoalan yang kami rangkum dalam lagu baru ini. Misalnya melawan ketakutan akan hal yang tak perlu. Ketakutan karena kita tidak mau mencari tahu. Hoax dan berita bohong lainnya subur, kan karena ketidaktahuan dan tidak mau mencari tahu yang sebenarnya,” tutur Man Angga.

“Lagu ini juga menunjukkan keresahan kami, mungkin juga orang banyak. Apalagi jelang menghadapi pilkada. Rakyat disuguhkan janji-janji manis politikus, entah ditepati atau hanya bualan untuk menarik simpati,” imbuh Man Angga.

Menurut Man Angga, dari proses pengerjaan lirik masing-masing personel mempunyai perannya. Jika disimak lirik yang dilantunkan, Cok Gus dengan keresahan angan yang kian tinggi hingga pusing karena tak kunjung terpenuhi. Kupit dibayangi dengan pertanyaan standar namun berulang dari tahun sebelumnya. Misalnya kapan menikah, karena umur sudah kian bertambah (tua).

“Persoalan standar yang dialami banyak orang. Kami juga mengangkat perjuangan menolak reklamasi yang kini sudah menginjak tahun keempat. Dengan harapan di tahun ini, semakin banyak yang tergerak dan beraksi,” paparnya.

Untuk proses rekaman, Nosstress mengerjakan single terbarunya di Antida Music. Sedangkan foto dan cover artwork digarap oleh Ida Bagus G Wibawa atau akrab disapa Gus Wib dan Esha Satrya.

Dengan dirilisnya single ini apakah menjadi sinyal di tahun 2017 Nosstress akan beraksi mengeluarkan kembali karya baru dan album terbarunya, atau sekadar beresolusi?

“Apalagi aksi utama dari seorang musisi kalo bukan berkarya? Semoga di tahun 2017 Nosstress banyak aksi, menelorkan karya yang banyak dan berguna bagi banyak orang,” ujar Man Angga. [b]

The post Nosstress Rilis Single dan Album Digital appeared first on BaleBengong.

Musik Indie Bali cara cepat untuk menjadi popular?

Hemmm kalian ngaku anak musik indie Bali? Rasanya tak cukup berbekal hanya dengan menjual album fisik kalian door to door, titip disistro apalagi yang mau praktis baru sehari rilis album/ single sudah ditebarkan di jejaring sosial, hemmm disini bukan ngomongin masalah bajakan atau nggak ya guys, ini ngomongin masalah kenyataan alias fakta yang ada. Coba […]