Tag Archives: minikino

Inilah Para Nominasi Begadang Filmmaking Competition

Foto karya Mohamad Vector Rahmawan (Syahdu Cinema Nusantara) salah satu pemenang Instagram Photo Contest, sebuah kompetisi pengiring Begadang Filmmaking Competition 2017 pada 2 – 3 September 2017.

Begadang Filmmaking Competition adalah kompetisi unik.

Kompetisi dengan skala nasional ini menantang para pesertanya untuk menyelesaikan film pendek mereka dengan batas waktu produksi 34 jam. Penyelenggara kompetisi ini adalah organisasi film pendek Minikino sebagai kegiatan pra-event dari acara tahunan Minikino Film Week, Festival Film Pendek Internasional yang akan dilangsungkan pada 7-14 Oktober 2017 mendatang di Bali.

Pendaftaran dibuka pada 20 Juli 2017 sampai 25 Agustus 2017 secara on-line. Tercatat 40 tim peserta mendaftar, namun hanya 30 tim yang memenuhi persyaratan untuk maju ke tahap produksi.

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimatan Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali.

Kegiatan utama kompetisi adalah pembuatan film yang dilakukan para peserta di lokasi mereka masing-masing. Proses ini telah berlangsung pada Sabtu (2/9) tepat pukul 8 pagi WITA. Panitia memberi aba-aba mulai secara on-line dengan memberitakan panduan-panduan elemen audio visual yang sebelumnya dirahasiakan.

Berita ini dilakukan serentak di berbagai kanal milik Minikino, termasuk Instagram, Facebook, Twitter dan website resmi. Juga diberitakan melalui nomer SMS pribadi masing-masing peserta.

Dengan menggunakan panduan ini, para peserta mulai membangun ide cerita mereka, merancang produksi, melakukan shooting, editing dan seluruh proses yang diperlukan untuk menyelesaikan film pendek dengan durasi maksimal 5 menit.

Tiga puluh empat jam kemudian, pada Minggu (3/9) pukul 6 sore, seluruh film karya peserta yang berhasil menyelesaikan filmnya harus sudah diterima panitia di Posko Begadang. Secara fisik, posko ini berada di sekretariat Minikino di Denpasar, Bali. Pengiriman file film juga dilakukan secara on-line.

Akhirnya, tersaring hanya 17 tim produksi yang berhasil membuktikan kehandalan menyelesaikan film pendek mereka sesuai batas waktu yang diberikan. Dari ke 17 karya ini, tim seleksi memilih 6 karya terbaik untuk masuk ke penilaian tim juri final, yang akan menentukan juara 1, 2 dan 3 Nasional.

Berikut ini daftar judul karya dari enam kelompok produksi yang menjadi nominasi pemenang:
1. 1 YANG TERSISA (Bali Atmosphere Film Sukasada, Buleleleng, Bali / 06:02)
2. ALMARI (Guru Banjarmasin, Kalimantan Selatan /2 menit)
3. DIA (D’ Lapan Tuju Malang, Jawa Timur / 4 menit)
4. KAMBING HITAM (Syahdu Cinema Nusantara Bekasi, Jawa Barat / 5menit)
5. MANTAP JIWA (YPS Studios Pictures Medan, Sumatera Utara / 5menit)
6. MIBER (Gunungan Cine Surabaya, Jawa Timur / 5 menit)

Keenam finalis tersebut juga diundang ke Bali pada saat festival film pendek internasional 3rd Minikino Film Week berlangsung di Bali 7 – 14 Oktober 2017. Mereka menerima penggantian biaya kedatangan sebesar Rp 1 juta serta akomodasi gratis untuk hadir dalam malam penganugerahan Internasional pada 14 Oktober 2017 di Denpasar.

Dalam acara ini akan diumumkan film pendek terbaik pertama, kedua dan ketiga, memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta.

Foto karya Muhammad Rofiqi (Laperkuy).

Minikino Film Week pada tahun ketiga menghadirkan kompetisi unik ini dengan harapan optimis, untuk menghubungkan lebih banyak lagi para pembuat film pendek di Indonesia, serta menawarkan sebuah pengalaman produksi yang dapat dikenang. Begadang Filmmaking Competition 2017 menjadi catatan yang penting dalam perjalanan waktu perkembangan film pendek di Indonesia dan akan menjadi ajang tahunan bersama-sama festival Minikino Film Week. [b]

The post Inilah Para Nominasi Begadang Filmmaking Competition appeared first on BaleBengong.

Program S-EXPRESS 2017: Indonesia

Program tahunan S-Express Indonesia datang kembali.

Program Minikino ini telah dilakukan di Indonesia sejak 2003. Sampai saat ini, dia masih menjadi jalur distribusi satu-satunya yang menghubungkan berbagai negara-negara di Asia Tenggara dalam bentuk pertukaran program film pendek secara rutin satu kali tiap tahunnya.

S-Express juga meliputi kegiatan (pemutaran program film pendek) dan diskusi terbuka. Pesertanya para programmer dan filmmaker yang karyanya terpilih pada tahun tersebut. Kegiatan ini juga terbuka untuk penonton umum di masing-masing negara yang terlibat.

Program S-Express 2017 Indonesia secara resmi telah selesai dikurasi dan siap untuk didistribusikan kepada penonton. Telah terpilih 5 film pendek Indonesia yang tahun ini menampilkan esensi kemanusiaan dalam persaingan, harapan, kepercayaan dan agama, di mana sifat-sifat dasar manusia terlihat jelas.

Berikut adalah detail ke-5 film pendek dalam S-Express 2017 Indonesia:

  1. Ijum Balogo (sutradara: Husin / 2017 / durasi 02:20)
  2. Bunga dan Tembok (sutradara: Eden Junjung / 2016 / durasi: 16:27)
  3. Reform (sutradara: M. Ramza Ardyputra / 2016 / durasi: 6:06)
  4. Sepanjang Jalan Satu Arah (sutradara: Bani Nasution / 2016 / durasi: 16:00)
  5. Pangreh (sutradara: Harvan Agustriansyah / 2016 / durasi: 16:33)

Penyusun dan penanggung jawab program S-EXPRESS 2017 INDONESIA adalah Fransiska Prihadi, yang juga Direktur Program Festival Film Pendek Internasional the 3 Minikino Film Week, Bali, pada 7 – 14 Oktober 2017 nanti. Dalam acara tersebut akan diputar seluruh program film S-Express dari negara Asia Tenggara yang terlibat tahun ini yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Vietnam.

Program S-Express 2017 Indonesia direncanakan akan berkeliling dan diputar di berbagai negara. Beberapa festival film telah mengumumkan bahwa program ini akan diputar dan jadi bagian program di Thai Short Film & Video Festival di Bangkok (29 Agustus – 10 September 2017) serta Wathann Film Festival di Yangon, Myanmar (6-11 September 2017).

Minikino juga membangun kerja sama dengan beberapa festival film pendek dunia, yang saat ini  sedang dalam tahap kurasi serta programming. Karena itu tetap terbuka kemungkinan program S-Express 2017 Indonesia juga diputar di wilayah Internasional lebih luas lagi.

Tentang S-Express

Memperkenalkan program S-Express Indonesia lebih mudah disampaikan dengan memperkenalkan sejarah MINIKINO, sebuah organisasi film pendek yang lahir di Denpasar, Bali, tahun 2002.

Minikino dibentuk untuk memfokuskan kegiatannya pada penyebaran dan sosialisasi budaya film pendek. Secara konkret Minikino melakukan kegiatan rutin, sebuah bentuk festival film pendek sepanjang tahun berupa pemutaran program film pendek yang diikuti dengan diskusi yang dimoderasi.

Secara berkala Minikino juga mengadakan lokakarya dan secara intensif membuka jaringan-jaringan kerja baru dengan melakukan programming, menjalin hubungan pertukaran film pendek dengan organisasi-organisasi lain yang bersinggungan dengan kegiatan film pendek maupun film secara umum, serta juga menawarkan program film pendek untuk berbagai festival baik Nasional maupun Internasional.

Dalam perjalanan waktunya, Minikino semakin menyadari pentingnya kesadaran pada bentuk karya Film Pendek atau dalam termin bahasa Inggris disebut “Short Film”. Ketika Minikino didirikan oleh Tintin Wulia, Kiki Zayin dan Judith Goeritno oleh pada tahun 2002, sebuah trend populer di kalangan remaja Indonesia memberi label “Film Indie” atau “Film Independen” kepada sejenis film.

Namun, sayangnya, penggunaan istilah Film Indie di Indonesia tidak diikuti dengan penjabaran arti ataupun pemahaman lebih dalam terhadap istilah ini. Juga tidak ada kesadaran lebih dalam terhadap sejarah film dunia, dari mana istilah “independent film” ini berasal.

S-Express Short Film Program Exchange lahir pada 2002, diinisiasi oleh Yuni Hadi yang pada masa itu masih bekerja untuk Substation di Singapura, kemudian Amir Muhammad yang bekerja untuk Malaysian Shorts, dan Chalida Uabumrungjit  dari Thai Film Foundation.

S-Express adalah sebuah kegiatan tahunan yang melakukan pertukaran program film pendek secara regional . Film-film pendek yang dinilai menjadi tolok ukur perkembangan produksi film pendek di negara-negara yang terlibat didistribusikan. Diinisiasi oleh penggerak dari Singapura, Malaysia dan Thailand pada 2002, pertukaran ini secara resmi terjadi pada 2003 dalam bentuk screening dan diskusi di negara masing-masing. Program ini terbuka untuk masyarakat dan para penggiat film untuk berkesempatan menonton produksi film pendek negara tetangga mereka.

Minikino mempresentasikan kegiatan tersebut pada 2003 dan membuka pintu untuk mengirim program pendek Indonesia keluar, dipresentasikan kepada negara-negara lain.

Penayangan program S-Express merupakan kegiatan tahunan yang melibatkan kinerja yang bertahap, mulai dari pengurusan izin penggunaan karya, proses kurasi yang dilanjutkan dengan programming, kemudian dilanjutkan dengan penayangan program-program ini kepada masyarakat. Karena proses kurasi dan programming yang biasanya memakan waktu sepanjang tahun, program pada tahun sama biasanya baru bisa masuk ke jadwal-jadwal pemutaran pada tahun berikutnya. Kondisi ini umumnya terjadi pada tahun-tahun awal S-Express dijalankan.

S-Express pertama untuk Indonesia pada 2004 mengusung tema sebuah pertanyaan yang sering mengganggu para filmmaker, “What is the next step after I finished my film?”. Program ini ditayangkan di Indonesia pada September 2004 di Jakarta.

Programming dan penayangan program S-Express dilakukan  secara rutin setiap tahun sampai saat ini. Sejak tahun 2015, jaringan kerja dan program S-Express menjadi salah satu sub-program dari festival tahunan Minikino Film Week.

Tahun 2017, merupakan tahun ke 15 sejak S-Express pertamakali diinisiasi. MINIKINO dan semua programmer S-Express menjadi saksi sejarah perkembangannya, melihat berbagai film festival di regional Asia Tenggara yang bermunculan dan tumbuh, dan menggunakan program ini.

Bagi masing-masing negara yang terlibat, Program tahunan S-Express memiliki beragam makna yang berbeda-beda, dan lebih jauh merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan film pendek di Asia Tenggara. S-Express adalah sebuah gerakan penting dengan jaringan kerja yang mencengangkan. [b]

Kontak:
Edo Wulia, Minikino Director
Email: [email protected], [email protected]
Hp: +62 813 5322 9865

Fransiska Prihadi, Program Director of Minikino
email: [email protected]
Hp: +62 8123 866 228

web: minikino.org.

The post Program S-EXPRESS 2017: Indonesia appeared first on BaleBengong.

Tantangan Unik Begadang Filmmaking Competition

Berani terima tantangan ini, membuat film pendek dalam waktu 34 jam?

Begadang Filmmaking Competition adalah kompetisi pembuatan film pendek dengan skala nasional. Kompetisi ini akan berlangsung pada 2-3 September 2017. Dia merupakan rangkaian kegiatan yang mencapai puncak acaranya pada festival film pendek Internasional Minikino Film Week yang ke-3 di Bali pada 7 – 14 Oktober 2017.

Begadang Filmmaking Competition mengundang kelompok produksi film pendek di Indonesia. Mereka ditantang untuk menggarap sebuah proyek film pendek fiksi dengan tantangan tidak terduga namun memberikan ruang kreativitas yang luas. Harapannya akan lahir karya-karya menarik dari berbagai pelosok Indonesia.

Kompetisi ini juga memberikan kesempatan untuk ajang uji soliditas tim kerja yang tahan banting dan siap bersaing! Kompetisi ini memberikan sebuah pengalaman dunia nyata kepada semua peserta, bagaimana para profesional di industri film dan televisi bekerja.

Begadang Filmmaking Competition adalah kompetisi yang unik dan jarang terjadi di Indonesia. Keunikannya terletak pada persyaratannya, di mana para peserta akan mendapatkan elemen audio visual yang wajib menjadi bagian dalam film, membuat film berdurasi maksimal 5 menit dan membuatnya dalam waktu terbatas yaitu hanya 34 jam.

Batasan waktu 34 jam adalah terhitung mulai 2 September 2017 pukul 8:00 WITA sampai dengan 3 September pukul 18:00 WITA. Selama 34 jam para peserta akan melakukan proses pembuatan film pendek dari awal, mulai membangun cerita, merancang adegan, shooting dan merekam suara, kemudian segera melakukan proses editing.

Tiap peserta diharapkan bekerja keras untuk mengejar kualitas hasil semaksimal mungkin.

Pada menit-menit terakhir para peserta harus segera mengirim file film digital tersebut secara online, sehingga pada akhir batas waktu 3 September 2017 pukul 18:00 WITA, karya peserta telah diterima oleh panitia Begadang Filmmaking Competition. Batas waktu ini bersifat mutlak dan menjadi tantangan untuk membuktikan manajemen waktu, kesiapan peralatan dan kerja sama tim kerja.

Untuk menjamin bahwa film pendek tersebut memang benar-benar dibuat dalam jangka waktu yang ditentukan, elemen-elemen audio visual yang wajib tampil dalam film, dirahasiakan dan baru dibuka tepat pada 2 September 2017 pukul 8:00 WITA. Inilah waktu penanda dimulainya Begadang Filmmaking Competition, serentak di seluruh Indonesia. Elemen-elemen tersebut meliputi nuansa sebagai ide awal cerita, karakter tertentu, serta penyisipan kalimat dalam dialog, dan lain-lain.

Pendaftaran dibuka mulai 20 Juli 2017 dan ditutup pada 25 Agustus 2017. Proses pendaftaran Begadang Filmmaking Competition dilakukan oleh yang bertanggung jawab sebagai produser, dengan mengisi formulir pendaftaran online termasuk membaca detail persyaratannya di Minikino Begadang. Setiap calon peserta juga harus membayar biaya pendaftaran 100.000 (Seratus Ribu) Rupiah saat melakukan pendaftaran.

Jumlah peserta Begadang Filmmaking Competition tidak dibatasi, tetapi hanya boleh diikuti sutradara yang memegang KTP atau paspor Indonesia. Bagi sutradara Indonesia yang masih di bawah umur, harus memiliki pendamping dewasa selama mengikuti jalannya kompetisi. Lebih lanjut, produksi juga harus dilakukan di wilayah Indonesia.

Fokus penilaian untuk menentukan pemenang mencakup penerapan elemen audio visual yang disyaratkan, kreativitas dan orisinalitas cerita yang dikembangkan, serta penilaian-penilaian lain yang lebih umum seperti kualitas gambar, kualitas suara serta bagaimana film pendek tersebut ditampilkan. Film-film yang berhak untuk masuk dalam tahap penjurian adalah film yang selesai dan dikirim tepat waktu. Film yang terlambat, hanya akan masuk dan dipertimbangkan dalam kurasi untuk pemutaran saja.

Dewan juri akan memilih 6 finalis untuk secara khusus diundang ke Bali pada saat festival film pendek internasional 3rd Minikino Film Week berlangsung, yaitu 7-14 Oktober 2017 dengan menerima penggantian biaya sebesar Rp 1 Juta dan akomodasi gratis selama 2 malam.

Mereka akan hadir dalam malam penganugerahan Internasional pada 14 Oktober 2017. Dalam acara ini akan diumumkan film pendek terbaik pertama, kedua dan ketiga, memperebutkan hadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah.

Begadang Filmmaking Competition bukanlah sebuah ide orisinil, juga bukan pertama kalinya diadakan di Indonesia. Pada tahun 2003 dan 2004, Minikino telah menjadi penyelengara Nasional sebuah kompetisi Internasional bertajuk 15/15 (Fifteen/Fifteen) Film Festival, yang berpusat di Australia. Dalam kompetisi ini, kelompok peserta berlomba membuat film dengan waktu yang dibatasi 15 jam, artinya produksi film yang dilakukan peserta berlangsung seharian.

Minikino Film Week pada tahun ketiga, berhasil menghadirkan kembali kompetisi unik ini dalam bentuk yang sedikit berbeda, namun lebih meriah daripada sebelumnya. Dengan harapan optimis, menghubungkan lebih banyak lagi para pembuat film pendek di Indonesia dan menawarkan mereka sebuah pengalaman produksi yang dapat dikenang. Begadang Filmmaking Competition 2017 menjadi catatan yang penting dalam perjalanan waktu perkembangan film pendek di Indonesia.

Informasi lebih lanjut, kunjungi situs minikino.org/begadang atau kontak melalui surel [email protected]. [b]

The post Tantangan Unik Begadang Filmmaking Competition appeared first on BaleBengong.

Tantangan Unik Begadang Filmmaking Competition

Berani terima tantangan ini, membuat film pendek dalam waktu 34 jam?

Begadang Filmmaking Competition adalah kompetisi pembuatan film pendek dengan skala nasional. Kompetisi ini akan berlangsung pada 2-3 September 2017. Dia merupakan rangkaian kegiatan yang mencapai puncak acaranya pada festival film pendek Internasional Minikino Film Week yang ke-3 di Bali pada 7 – 14 Oktober 2017.

Begadang Filmmaking Competition mengundang kelompok produksi film pendek di Indonesia. Mereka ditantang untuk menggarap sebuah proyek film pendek fiksi dengan tantangan tidak terduga namun memberikan ruang kreativitas yang luas. Harapannya akan lahir karya-karya menarik dari berbagai pelosok Indonesia.

Kompetisi ini juga memberikan kesempatan untuk ajang uji soliditas tim kerja yang tahan banting dan siap bersaing! Kompetisi ini memberikan sebuah pengalaman dunia nyata kepada semua peserta, bagaimana para profesional di industri film dan televisi bekerja.

Begadang Filmmaking Competition adalah kompetisi yang unik dan jarang terjadi di Indonesia. Keunikannya terletak pada persyaratannya, di mana para peserta akan mendapatkan elemen audio visual yang wajib menjadi bagian dalam film, membuat film berdurasi maksimal 5 menit dan membuatnya dalam waktu terbatas yaitu hanya 34 jam.

Batasan waktu 34 jam adalah terhitung mulai 2 September 2017 pukul 8:00 WITA sampai dengan 3 September pukul 18:00 WITA. Selama 34 jam para peserta akan melakukan proses pembuatan film pendek dari awal, mulai membangun cerita, merancang adegan, shooting dan merekam suara, kemudian segera melakukan proses editing.

Tiap peserta diharapkan bekerja keras untuk mengejar kualitas hasil semaksimal mungkin.

Pada menit-menit terakhir para peserta harus segera mengirim file film digital tersebut secara online, sehingga pada akhir batas waktu 3 September 2017 pukul 18:00 WITA, karya peserta telah diterima oleh panitia Begadang Filmmaking Competition. Batas waktu ini bersifat mutlak dan menjadi tantangan untuk membuktikan manajemen waktu, kesiapan peralatan dan kerja sama tim kerja.

Untuk menjamin bahwa film pendek tersebut memang benar-benar dibuat dalam jangka waktu yang ditentukan, elemen-elemen audio visual yang wajib tampil dalam film, dirahasiakan dan baru dibuka tepat pada 2 September 2017 pukul 8:00 WITA. Inilah waktu penanda dimulainya Begadang Filmmaking Competition, serentak di seluruh Indonesia. Elemen-elemen tersebut meliputi nuansa sebagai ide awal cerita, karakter tertentu, serta penyisipan kalimat dalam dialog, dan lain-lain.

Pendaftaran dibuka mulai 20 Juli 2017 dan ditutup pada 25 Agustus 2017. Proses pendaftaran Begadang Filmmaking Competition dilakukan oleh yang bertanggung jawab sebagai produser, dengan mengisi formulir pendaftaran online termasuk membaca detail persyaratannya di Minikino Begadang. Setiap calon peserta juga harus membayar biaya pendaftaran 100.000 (Seratus Ribu) Rupiah saat melakukan pendaftaran.

Jumlah peserta Begadang Filmmaking Competition tidak dibatasi, tetapi hanya boleh diikuti sutradara yang memegang KTP atau paspor Indonesia. Bagi sutradara Indonesia yang masih di bawah umur, harus memiliki pendamping dewasa selama mengikuti jalannya kompetisi. Lebih lanjut, produksi juga harus dilakukan di wilayah Indonesia.

Fokus penilaian untuk menentukan pemenang mencakup penerapan elemen audio visual yang disyaratkan, kreativitas dan orisinalitas cerita yang dikembangkan, serta penilaian-penilaian lain yang lebih umum seperti kualitas gambar, kualitas suara serta bagaimana film pendek tersebut ditampilkan. Film-film yang berhak untuk masuk dalam tahap penjurian adalah film yang selesai dan dikirim tepat waktu. Film yang terlambat, hanya akan masuk dan dipertimbangkan dalam kurasi untuk pemutaran saja.

Dewan juri akan memilih 6 finalis untuk secara khusus diundang ke Bali pada saat festival film pendek internasional 3rd Minikino Film Week berlangsung, yaitu 7-14 Oktober 2017 dengan menerima penggantian biaya sebesar Rp 1 Juta dan akomodasi gratis selama 2 malam.

Mereka akan hadir dalam malam penganugerahan Internasional pada 14 Oktober 2017. Dalam acara ini akan diumumkan film pendek terbaik pertama, kedua dan ketiga, memperebutkan hadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah.

Begadang Filmmaking Competition bukanlah sebuah ide orisinil, juga bukan pertama kalinya diadakan di Indonesia. Pada tahun 2003 dan 2004, Minikino telah menjadi penyelengara Nasional sebuah kompetisi Internasional bertajuk 15/15 (Fifteen/Fifteen) Film Festival, yang berpusat di Australia. Dalam kompetisi ini, kelompok peserta berlomba membuat film dengan waktu yang dibatasi 15 jam, artinya produksi film yang dilakukan peserta berlangsung seharian.

Minikino Film Week pada tahun ketiga, berhasil menghadirkan kembali kompetisi unik ini dalam bentuk yang sedikit berbeda, namun lebih meriah daripada sebelumnya. Dengan harapan optimis, menghubungkan lebih banyak lagi para pembuat film pendek di Indonesia dan menawarkan mereka sebuah pengalaman produksi yang dapat dikenang. Begadang Filmmaking Competition 2017 menjadi catatan yang penting dalam perjalanan waktu perkembangan film pendek di Indonesia.

Informasi lebih lanjut, kunjungi situs minikino.org/begadang atau kontak melalui surel [email protected]. [b]

The post Tantangan Unik Begadang Filmmaking Competition appeared first on BaleBengong.

Sutradara Bali Tampil di Ajang Film Bangkok

Film Jagawana salah satu yang terpilih tahun ini untuk program S-Express 2016.

Film Jagawana salah satu yang terpilih tahun ini untuk program S-Express 2016.

Tiga sutradara film pendek Indonesia adu karya ke Bangkok. 

Ketiganya adalah I Putu Oka Sudarsana, Tunggul Banjaransari dan Jeihan Angga. Mereka ditemani I Made Suarbawa, tim programmer Minikino, organisasi yang berfokus pada diseminasi film pendek di Indonesia.

Keempat pegiat film pendek itu berangkat pada Rabu (24/8) ini. Mereka menghadiri 20th Thai Short Film and Video Festival di Film Archive and Bangkok Art & Cultural Center yang diadakan pada 20-28 Agustus 2016.

Setiap tahunnya, Thai Short Film & Video Festival bekerja sama dengan Minikino dalam jaringan kerja program S-Express yaitu sebuah kegiatan pertukaran program film pendek tahunan antar negara-negara di Asia Tenggara yang telah dilakukan sejak tahun 2003.

Hal yang hendak dicapai dari pembentukan jaringan S-Express ini tidak sekadar memperkenalkan film-film pendek masing-masing Negara di Asia Tenggara, melainkan membentuk pula ruang dan diskusi film yang makin menipis keberadaannya.

Progam S-Express diprakarsai Yuni Hadi (Substation, Singapore), Amir Muhammad (Malaysian Shorts), dan Chalida Uabumrungiit (Thai Film Foundation).

Tahun 2016 ini, Minikino memilih empat film pendek Indonesia dari sekian banyak film pendek Indonesia yang masuk dalam database Minikono serta rekomendasi dari berbagai festival dan penggiat film lainnya.

Dengan durasi total program 73 menit, S-Express 2016: INDONESIA dalam koordinasi Fransiska Prihadi (Minikino) merancang program dengan benang merah tentang hubungan kita pada sebuah kuasa yang lebih besar daripada diri manusia.

Keempat film pendek yang berhasil terpilih tahun ini untuk program S-Express 2016: Indonesia adalah:

SINAMPURA
Sutradara: I Putu Oka Sudarsana | 2015 | 11 minutes | Dokumenter
Dalam upacara “wrspatikalpa” yang suci dan langka di Pura Nataran, Br. Belang Sembung Village, Mengwi-Bali, ternyata ada kesalahan warga yang tidak menyenangkan para leluhur yang berkuasa.

UDHAR
Sutradara: Tunggul Banjaransari | 2014 | 15 minutes | Fiksi
Sekembali dari perjalanan Haji, seorang ibu bermimpi bahwa cincinnya yang hilang ditemukan seseorang di Mekkah.

JAGAWANA
Sutradara: Svetlana Dea | 2015 | 25 minutes | Fiksi
Arjani mengikuti seorang nenek di dalam hutan dan ia tersesat ke dalam dunia misterius Jagawana.

NENG KENE AKU NGENTENI KOE (HERE, I’M WAITING FOR YOU)
Sutradara: Jeihan Angga | 2015 | 22 minutes | Fiksi
Intan dan adiknya, Bondan ingin pergi ke Jakarta menyusul orangtuanya. Mereka diantar oleh Anjar, pacar Intan yang ragu dengan niatan itu.

Tentang Minikino
Minikino, sebuah organisasi yang berfokus pada diseminasi film pendek yang berbasis di Denpasar, Bali, menjadi bagian dari jaringan kerja S-Express sejak tahun 2004 atau setahun setelah S-Express diluncurkan untuk pertama kalinya.

Minikino mengelola jaringan S-Express untuk wilayah Indonesia dengan kerja meliputi proses seleksi film pendek hingga dikemas menjadi satu bagian program tematik.

Minikino memiliki bidang kerja pada diseminasi film pendek di Indonesia. Didirikan pada Septermber 2002 yang diprakarsai Tintin Wulia, Kiki Moechtar dan Judith Guritno.

Fokus diseminasi yang sudah berjalan reguler tersebut meliputi kerja distribusi, programasi film-film pendek Indonesia, pemutaran film pendek, dan membentuk ruang diskusi sebagai satu bagian yang tidak terpisahkan dari aspek programasi.

Hal ini sebagai cara membangun jaringan antara pembuat film, penonton, dan organisasi lainnya di seluruh dunia.

Selain kegiatan reguler, Minikino juga melakukan kerja workshop pemutaran film dan pembuatan film pada wilayah audiensi pelajar SD-SMA hingga mahasiswa dan umum. Tidak jarang pula, kerja workshop tersebut juga melibatkan organisasi-organisasi nirlaba internasional. Hal ini ditujukan untuk diseminasi film pendek melalui sektor pendidikan.

Tahun 2016 ini, program S-Express Indonesia mendapatkan undangan resmi untuk diputar dalam satu program khusus di rangkaian acara Thai Short Film & Video Festival 2016. Sebuah kesempatan bagus untuk bertemu dengan penonton lebih luas, memberi tawaran cara pandang program dan pembuat film tentang Indonesia, dan membangun kerja sama baik film maupun program internasional pada jangka panjang.

Thai Short Film & Video Festival pun bukanlah festival film pada umumnya yang sebatas menggelontorkan perayaan atau kegemerlapan dunia hiburan. Namun festival ini memiliki fokus dan statement yang kuat dan formulaic tentang film pendek dan keberadaannya yang makin terpinggirkan atau dianggap batu loncatan ke dunia industri. Festival ini lebih mendekati film pendek sebagai ilmu pengetahuan, strategi budaya, dan wacana diskrusus yang beragam.

Festival ini diinisiasi oleh Chalida Uabumrungiit, aktivis film di Thailand (Thai Film Foundation) yang fokus memberikan mediasi terhadap film-film di Thailand untuk memproduksi wacana diskursus tertentu, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, dan bukan sebatas bagian dari simplifikasi moda keuntungan.

Atas undangan dari Thai Short Film & Video Festival tersebut, program S-Express Indonesia 2016 mengirimkan tiga pembuat film dan perwakilan Minikino selaku programmer S-Express Indonesia 2016.

Menghadiri festival film, bertemu penonton, berdiskusi dalam lingkaran tersebut merupakan kebutuhan utama bagi seluruh elemen film di semesta ini. Hal ini merupakan cara untuk melenggangkan perkembangan terhadap film itu sendiri, membuka etalase berupa referensi baru terhadap penonton mengenai cara melihat sebuah persoalan di masing?masing Negara.

Lebih dalam lagi, membentuk citra Indonesia yang memiliki aset berupa manusia yang konsisten menggerakkan pengetahuan, proses diskusi baik mengenai film maupun melalui film. Bentukan citra dari bangunan elemen terkait merupakan ciri Negara yang visioner, sebagai Negara yang disegani secara utuh karena mengedepankan pengetahuan dan produksi wacana yang beragam.

Tahun ini Kemendikbud RI mengabulkan proposal bantuan dana hibah yang diajukan Minikino bersama para sutradara ini untuk menanggung biaya perjalanan memenuhi undangan 20th Thai Short Film and Video Festival. Kesempatan ini makin istimewa karena bagi I Putu Oka Sudarsana, Jeihan Angga, dan Tunggul Banjaransari, pemutaran film pendek mereka di acara tersebut adalah momen perdana ditayangkannya film mereka pada layar lebar di luar Indonesia.

Jadwal pemutaran program S-Express 2016: Indonesia pada festival tersebut adalah hari Kamis, 25 Oktober 2016 pukul 17:00-19:00 dan Sabtu 13:00-20:30 (sebagai S-Express Combo: Myanmar, Indonesia, Vietnam, Malaysia, Phillipines, Singapore) bertempat di Bangkok Art & Culture Centre – Auditorium.

Kita masih akan menantikan banyak karya dari para sutradara muda Indonesia ini. Tunggul Banjaransari,saat ini sedang dalam tahap produksi (shooting) sebuah film pendek. Jeihan Angga sedang mengerjakan naskah film panjang serta memproduseri 2 buah film pendek. Sementara I Putu Oka Sudarsana, saat ini sedang menggarap sebuah film pendek dokumenter.

Adapun Minikino, saat ini sedang mempersiapkan acara tahunan festival film pendek internasional 2nd Minikino Film Week yang akan diadakan di Bali, 8-15 Oktober 2016 mendatang. [b]

The post Sutradara Bali Tampil di Ajang Film Bangkok appeared first on BaleBengong.