Tag Archives: makanan

5 Tempat Makan Khas Sunda Bernuansa Alam di Lembang

Sumber : tempatwisataindonesia22.blogspot.co.id Jalan-jalan ke ke Lembang tentu incaran utamanya adalah berwisata di alam. Mencari kesejukan udara dan ademnya suasana khas Lembang yang ngangenin. Usai berwisata tentu perut perlu diisi, berada di tanah parahyangan tak lengkap jika tak menyantap menu Sundaan yang khas dengan sambel terasi dan lalapan segarnya. Biasanya di tempat wisata juga dilengkapi […]

Hepatitis A

Hepatitis A adalah radang pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA). Virus hepatitis A umumnya menular dari satu orang ke orang lain melalui perantara makanan atau minuman yang terkontaminasi feses atau kotoran penderita hepatitis A. Tipe penularan seperti ini disebut dengan istilah “fecal-oral”.  Virus hepatitis A sangat mudah menular pada daerah dengan sanitasi yang buruk. Pada daerah daerah seperti ini, hepatitis A kerap menjadi wabah.

Selain melalui makanan dan minuman, virus hepatitis A juga bisa menular pada pria yang berhubungan intim dengan sesama pria. Wabah hepatitis A pada pria yang berhubungan intim dengan sesama pria mulai banyak dilaporkan akhr akhir ini. Virus hepatitis A juga ditemukan menular pada para pengguna obat obatan terlarang.

Hepatitis A terjadi dua bulan setelah tubuh terpapar virus hepatitis A. Rata rata masa inkubasi virus ini adalah 28 hari (antara 15 sampai 50 hari) sampai munculnya gejala hepatitis A. Gejala yang muncul pada penderita hepatitis A bisa ringan atau tanpa gejala, bisa juga berat sampai menimbulkan kematian. Gejala hepatitis A yang berat biasanya dialami oleh orang lanjut usia. Kematian pada hepatitis A diakibatkan karena adanya gagal hati, namun kondisi seperti ini relatif jarang.

Beberapa gejala tidak khas dari hepatitis A antara lain lemah, kehilangan selera makan, mual, diare, nyeri perut, demam, jaundice (kekuningan pada kulit dan mata), dan warna urine gelap. Gejala hepatitis A mulai membaik setelah 2 bulan atau kurang. Pada beberapa kasus, penderita hepatitis A bisa mengalami gejala hepatitis A sampai 6 bulan. Hepatitis A umumnya dapat sembuh dengan baik.

Diagnosis hepatitis A, selain dengan anamnesa dan pemeriksaan fisik, juga dipastikan dengan pemeriksan darah (IgM anti HAV). Pemberian imunoglobulin pada kasus kasus hepatitis A akut bermanfaat untuk melindungi penderita dari infeksi lebih lanjut. Imunoglobulin juga bermanfaat untuk melindungi orang orang di sekitar penderita agar tidak terinfeksi hepatitis A.

Saat ini telah tersedia vaksin hepatitis A yang bermanfaat untuk mencegah seseorang terinfeksi virus hepatitis A atau meringankan gejala yang muncul saat terinfeksi hepatitis A. Vaksin hepatitis A disarankan untuk orang orang yang bepergian ke daerah daerah dengan sanitasi yang buruk.

kabarportal 2017-01-27 03:41:26

Ada yang sempat bertanya kepada redaksi kabarportal.com di jl. Nangka – Denpasar ada gak sih kuliner Bali yang recommended dan halal? Hemmmm redaksi mencoba menelusuri sepanjang jalan Nangka – Denpasar [ nangka Selatan hingga Nangka Utara ] memang cukup banyak disini tempat kuliner yang tersedia malah sudah cukup terkenal dan hamper melegenda pun ada di […]

Apakah Vitamin C Bermanfaat Untuk Melawan Flu?

Saat terserang cold dan flu, tidak sedikit yang mengonsumsi Vitamin C dengan harapan agar penyakitnya lekas sembuh. Banyak pula yang minum tablet Vitamin C secara rutin agar terhindar dari serangan cold dan flu. Benarkah Vitamin C bermanfaat untuk melawan cold dan flu?

Kalau dicari dengan seksama, ada banyak studi yang menyebutkan manfaat Vitamin C dalam melawan cold dan flu. Salah satunya adalah studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition edisi 2005. Studi ini menggunakan sampel sebanyak 305 orang yang diamati selama 5 tahun. Sampel ini kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama sebanyak 144 orang mengonsumsi Vitamin C dosis rendah (50mg sehari), sedangkan kelompok kedua sebanyak 161 orang mengonsumsi Vitamin C dosis tinggi (500mg sehari).

Ketika ada anggota dari kedua kelompok ini sakit, tidak ditemukan adanya perbedaan berat dan lamanya mereka sakit. Yang berbeda adalah seberapa sering mereka sakit. Kelompok yang mengonsumsi Vitamin C dosis tinggi lebih jarang sakit bila dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi Vitamin C dosis rendah.

Apakah hal ini merupakan berita gembira? Belum tentu. Peneliti pada studi diatas mengingatkan, mereka yang jarang sakit disebabkan karena mengonsumsi Vitamin C dosis tinggi secara rutin. Bila gejala cold dan flu sudah muncul, konsumsi Vitamin C menjadi sangat terlambat dan tidak begitu bermanfaat.

Ada lagi studi yang lebih besar tentang kekuatan Vitamin C melawan cold dan flu yang dilakukan tahun 2013. Studi ini dilakukan dengan metode meta analisis sebanyak 20 studi yang melibatkan 11.306 sampel sepanjang 70 tahun. Kesimpulannya, ada beberapa bukti yang menyebutkan konsumsi Vitamin C secara rutin dapat membantu mengurangi parahnya gejala cold dan flu, tapi hal ini tidak berlaku bila gejala cold dan flu telah muncul.

Kesimpulan studi diatas memang terdengar menyakitkan bagi mereka yang telah mengonsumsi Vitamin C dosis tinggi untuk meredakan gejala cold dan flu yang mereka rasakan.

Seberapa banyak sih konsumsi Vitamin C yang dianjurkan?

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, artinya Vitamin C tidak seberbahaya vitamin yang larut dalam lemak bila dikonsumsi secara berlebihan. Kelebihan Vitamin C akan dibuang melalui ginjal berupa urine.

Mengonsumsi Vitamin C lebih dari 1000mg setiap hari berisiko menyebabkan batu ginjal pada sebagian orang, meskipun hal tersebut sangat jarang. Bila yang dikonsumsi adalah Vitamin C yang berbentuk suplemen, pastikan juga jumlah Vitamin C yang masuk tubuh melalui makanan.

Berikut dosis maksimal Vitamin C yang dianjurkan:

  • Bayi sampai usia 12 bulan : belum diketahui dosisnya.

  • Anak usia 1 sampai 3 tahun : 400 mg

  • Anak usia 4 sampai 8 tahun : 650 mg

  • Anak usia 9 sampai 13 tahun : 1.200 mg

  • Remaja usia 14 sampai 18 tahun : 1.800 mg

  • Dewasa : 2.000 mg

Kelebihan konsumsi Vitamin C dapat menyebabkan masalah pada pencernaan seperti diare, mual dan nyeri lambung. Kelebihan Vitamin C juga menyebabkan kadar zat besi dalam tubuh ikut ikutan meningkat yang berpotensi menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Jadi, apakah konsumsi Vitamin C bermanfaat untuk melawan cold dan flu? Yap, bila dikonsumsi secara rutin disertai dengan pola hidup yang sehat. Dan usahakan mendapatkan Vitamin C dari makanan.