Tag Archives: lolot

Lolot Band segera release album format DVD

Setelah sukses meluncurkan Album terbarunya yang berjudul “Manusa Raksasa” dan video clip “Beda Tipis”, pada 15 Maret 2017 lalu mereka secara resmi meluncurkan kembali sebuah video clip teranyar mereka yang berjudul “Tresna Ngemasin Tiwas” dikawasan taman kota Lumintang – Denpasar. Baca Juga : D’Story, cerita menarik dari sebuah kisah dan cerita. single yang di garap […]

KITA KINTAMANI: ACARA AMAL BAGI KORBAN LONGSOR KINTAMANI

Press Release

KITA KINTAMANI: Acara Amal bagi Korban Longsor Kintamani

Pemerintah negara Indonesia beserta gurita jajaran birokrasi di bawahnya merupakan salah satu institusi yang paling tidak becus dalam menangani bencana. Baik pra, di Hari H, serta pasca.

Apa pun jenis bencananya, tak pernah pemerintah benar-benar mampu menanggulanginya secara baik. Hampir selalu sifatnya reaksioner. Begitu bencana terjadi langsung kalang kabut mengambil tindakan. Segala cara dilakukan. Sebagian sukses, sebagian kurang efektif. Tapi yang paling sering terjadi: bantuan melimpah namun jenis bantuannya kurang tepat. Akhirnya hanya terbuang percuma, menumpuk membusuk.

Dan kala bencana yang sama datang, seharusnya bisa dicegah adanya korban yang jatuh serta segala gerak cepat yang efisien-efektif. Atau akan lebih baik jika bencana tersebut bisa dicegah sama sekali karena manuver preventif yang kompak dan menyeluruh.

Kita, rakyat biasa, seyogianya jangan terpengaruh menjadi gamang seperti pemerintah. Kita tetap mesti lugas pro-aktif menolong sesama. Dengan terukur dan terstruktur.

Setelah sebelumnya kami bergotong royong membantu korban bencana Aceh—berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp40 juta lebih—maka kali ini kami tergerak lagi untuk kembali bergerak membantu sesama. Tragedi tanah longsor di Kintamani, kabupaten Bangli, Bali; yang menimpa lima desa—Songan, Batur Selatan, Sukawana, Awan, dan Subaya—yang menewaskan hingga 13 orang pada 10-11 Februari 2017 silam menjadi fokus kami kali ini.

Strategi kami mirip dengan apa yang telah kami lakukan sebelumnya: menyelenggarakan acara amal dengan menggunakan musik sebagai media penegas pesan. Hasil sumbangan nanti sepenuhnya bakal digunakan untuk membantu pembangunan rumah bagi para korban yang tertimpa musibah.

Besok, Jumat, 24 Februari kami akan menyelenggarakan KITA KINTAMANI di Rumah Sanur – Creative Hub dengan menampilkan mulai dari grup-grup kebanggaan Pulau Dewata macam Devildice feat. Lolot, The Hydrant, The Crotochip, hingga si cantik bersuara sendu-menghipnotis dari Los Angeles, Leanna Rachel. Selain itu bakal ada juga lelang barang-barang seni milik seniman-seniman berbakat lokal seperti Apel, Bayak, Aswino Aji, dsb.

Untuk turut berpartisipas di acara ini anda diharapkan membeli tiket seharga Rp50 ribu di hari penyelenggaraan di pintu masuk.

Sampai jumpa besok. Kita semua cinta Kintamani!

• Narahubung: Rudolf Dethu 08111882502

Lolot Rayakan valentine dipinggir jalan?

14 februari merupakan hari yang diperingati sebagai hari kasih sayang, tidak hanya kaum muda saja bahkan dari berbagai element masyarakat pun ikut merayakannya, tak terkecuali musisi Bali yang bergendre rock alternative ini. Ya Lolot yang notabene merupakan salahsatu punggawa band rock asli Bali tersebut pada tanggal 14 Februari malam mengadakan event yang diberitajuk Bali Rocker […]

RUDOLF DETHU 2017-01-19 03:13:54

Kita masuk kisah pendek ke-4 soal rock-n-roll maksimum Bali di masa awal.

Sebelumnya, foto ini sempat diunggah oleh kawan saya tapi saya kembali naikkan karena saya pikir lebih wowza jika dibarengi dengan narasi−the art of storytelling!

Iya, imej ini kemungkinan akhir 2001 atau awal 2002. Lokasinya di Cafe Luna, Seminyak. Acaranya The Beat Rock Fest edisi ke-2. Yang manggung kala itu adalah band saya, Emocore Revolver, Lolot, serta SID.

Emocore adalah proyekan hura-hura antara saya dengan Lolot. Didirikan untuk merespons album kompilasi kolektif terbitan 1999 (atau 2000? Lupa) bertajuk 100% Attitude: A Definitive Guide to Rock ‘n’ Roll Radio Stars.
Tadinya saya cuma semacam salah satu konseptor bagi album tersebut: membuatkan nama grup Emocore Revolver serta menuliskan lirik untuk Lolot. Tapi kemudian Lolot memaksa saya untuk mengambil alih posisi vokal.

“Nasklenk, Lot, aku ndak bisa nyanyi.”
“Ini gak nyanyi kok, Dek, cuman teriak-teriak aja.”

Roy, biduan The Dji Hard (dulu masih bernama Djihad), tampil berduet dengan saya.

Memang, konsep Emocore bukan bersenandung tapi lebih ke rapcore. Bayangkan campursari antara Rage Against the Machine dengan Beastie Boys. Lolot menyeret saya menjadi seksi koar-koar karna lirik yang saya tulis untuk dia (dalam Bahasa Inggris) tak sanggup ia brojolkan. Ultra belepotan. Makanya lalu dilimpahkan ke saya. Hihi.

Emocore formasi rekaman selain saya pada vokal, Lolot gitar & vokal, Yudi gitar, Martin (?) bas, dan Kadek Astina drum. Ketika konser formasinya sedikit berganti jadi Dedut drum dan Tokes bas.

Walau genre Emocore tergolong aggro namun dandanan biduannya duh gusti glam: padu padan busana Bryan Ferry/Dave Gahan/Duran Duran, serta Strummer/Simonon plus sedikit Setzer/Phantom/Rocker. Alias Glampunkabilly.

#MaximumRocknrollMonarchy

NB: untuk mendengarkan tembang Emocore Revolver “Confrontational Behaviour” silakan klik https://soundcloud.com/bobby-mandela/tracks (trims banyak, Bob, sudah susah-susah mendokumentasikan lagu ini ke jagat maya!)

LOLOT BAND : Sempat Tertunda, “Manusa Raksasa” di album 8.

foto by kabarportal.com

foto by kabarportal.com

Kabarportal.com- LOLOT akhirnya resmi luncurkan album teranyarnya yang diberi judul Manusa Raksasa melalui pementasan khusus di Sun Island kawasan Hardrock Hotel Bali, sabtu 20 Agustus 2016. Dan sekaligus Lolot Band dinobatkan sebagai band berbahasa Bali pertama yang berkesempatan untuk tampil di Hotel yang berjaringan International itu, serta di sela-sela perfome Lolot juga akan guitar signing atau menandatangani guitar yang nantinya akan di pajang sebagai Memorabilia hotel.

Lanang Botax sang pembentot Guitar Bass mengatakan selepas chek sound kepada awak media, “ya kami ucapkan syukur dan terimakasih untuk semua pihak yang telah mendukung kami dan ini hal yang sangat luar biasa bagi kami, yang bisa memacu semngat kami untuk terus berkarya”.

Menjawab pertanyaan dari awak media soal apakah aka nada musisi Bali lainnya setelah lolot akan tampil di Sun Island, saat acara press conference, melalui siaran Realeasenya menyapaikan jika pihaknya akan terus berusaha menjadi landasan untuk industry music local. Dan pihaknya juga sangat bangga untuk menjad bagian dari peluncuran album terbaru lolot band. Ungkap Shane Coates selaku General Manager dari Hard Rock Hotel Bali.

Meski sempat tertunda, akhirnya album yang rencana di luncurkan antara bulan Maret dan April kemarin ini, diluncurkan pada bulan agustus ini, prihal penundaan pelucuran album dikarenakan banyaknya event dan waktu yang belum mendukung. Dan materi dialbum kedelapan lolot ini juga sebenarnya sudah rampung sejak tahun lalu, dan baru di bulan agustus inilah lolot baru bisa menepati janjinya kepada Bali Rocker sebutan penggemarnya.

Terdapat tiga belas lagu baru didalam album kedelapan lolot, dibawah naungan Bola Kutus Management, lolot optimis akan selalu menggunakan Bahasa Bali dalam bermusicnya, dan nantinya lagu beda tipis akan dibuatkan music videonya.[G14]