Keluarga Kami yang Tak Lengkap Lagi

Sampai lupa kapan Lebaran paling lengkap bagi kami. Sudah lama sekali rasanya keluarga kami berkumpul bersama dalam formasi lengkap di kampung halaman, Mencorek. Kalau tak salah terakhir kali saat aku masih SD. Artinya, sudah lebih dari 25 tahun lalu. Saking lamanya, aku bahkan tak punya ingatan jelas tentang waktu itu. Kami delapan bersaudara. Empat laki-laki. Empat Continue Reading

Continue ReadingKeluarga Kami yang Tak Lengkap Lagi

Keluarga Kami yang Tak Lengkap Lagi

Sampai lupa kapan Lebaran paling lengkap bagi kami. Sudah lama sekali rasanya keluarga kami berkumpul bersama dalam formasi lengkap di kampung halaman, Mencorek. Kalau tak salah terakhir kali saat aku masih SD. Artinya, sudah lebih dari 25 tahun lalu. Saking lamanya, aku bahkan tak punya ingatan jelas tentang waktu itu. Kami delapan bersaudara. Empat laki-laki. Empat Continue Reading

Continue ReadingKeluarga Kami yang Tak Lengkap Lagi

Muramnya Masa Depan Tanah Kelahiran Kami

Tembok itu runtuh pelan-pelan. Tidak ada yang melakukannya. Tembok itu ambrol begitu saja sore itu. Sebagian pasir dan batu dari tembok itu jatuh di sisi barat rumah tua tersebut. Tembok itu pun menyisakan lubang berdiameter sekitar setengah meter. Rumah tersebut persis di sebelah rumah kami di kampung kelahiran. Pemilik rumah tersebut Yai Bau, panggilanku untuk [...]

Continue ReadingMuramnya Masa Depan Tanah Kelahiran Kami

Hancur Leburnya Jalan Kampung Kami

Tolong siapa saja yang memegang jabatan di Pemkab Lamongan atau yang punya kenalan pejabat-pejabat Pemkab Lamongan suarakan keresahan ini. Terhitung sudah 5 tahun, jalan menuju dusun kami rusak parah dan tidak ada penanganan. Jalan ini menjadi penghubung Desa Sedayulawas, Dusun Mencorek, Dusun Benges, dan sampai di Desa Laren, Lamongan, Jawa Timur. Inilah sebagian gambaran aktivitas [...]

Continue ReadingHancur Leburnya Jalan Kampung Kami

Satu Akar dengan Aneka Camilan

Tak hanya tradisi, camilan kami pun sama. Anggap saja tulisan ini oleh-oleh usai Lebaran di kampung halaman, Lamongan pada 16 – 21 Agustus kemarin. Setelah sebelumnya menulis soal tradisi mengantarkan makanan untuk keluarga yang lebih tua, biasa disebut ater weweh atau memunjung, kali ini soal banyaknya makanan yang sama antara Lamongan dan Bali. Kenapa susah-susah [...]

Continue ReadingSatu Akar dengan Aneka Camilan