Tag Archives: kolaborasi

Indonesia Raja Memanggil Para Filmmaker Indonesia

Catat tenggat pengiriman karyanya: 21 April 2018.

Indonesia Raja, kolaborasi antar-wilayah di Indonesia dalam bentuk pertukaran program film pendek yang diinisiasi Minikino, siap digelar kembali menyongsong tahun 2018 ini.

Setelah melalui proses seleksi programmer sejak 4 Maret 2018 lalu, akhirnya telah dilantik 9 programmer mewakili 9 daerah di Indonesia. Saat ini para programmer telah mulai bertugas untuk mengumpulkan dan nantinya akan melakukan kurasi atas film-film pendek dari daerahnya masing-masing. Hasilnya akan disusun menjadi sebuah program film pendek utuh, lengkap dengan tema dan tulisan pengantar.

Mereka yang terpilih, antara lain: Rickdy Vanduwin S untuk wilayah Bali, Aldino Kamaruddin Santoso (Balikpapan), Gerry Fairus Irsan (Bandung), Arlinka Larissa (Jabodetabek), Kemala Astika (Jawa Barat), Canggih Setyawan (Jawa Tengah), Nofita Sari (Jember), Mohammad Ifdhal (Palu), dan Nur Ulfati (Surabaya).

Selanjutnya, para filmmaker Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam Indonesia Raja 2018 sudah bisa menyerahkan karyanya ke para programmer sesuai daerah masing-masing. Penyerahan karya film pendek dibuka sejak 1 April hingga 21 April 2018. Proses kurasi dan programming film pendek di masing-masing wilayah akan dimulai 22 April 2018.

Untuk itu, diimbau agar para filmmaker Indonesia tidak melewatkan tanggal submisi film pendek untuk Indonesia Raja 2018.

Proses mengundang dan memilih programmer di tahun ke-4 ini Minikino berusaha semakin selektif. Pengalaman dalam mengatasi berbagai kendala di tahun-tahun sebelumnya membuahkan berbagai catatan penting untuk diuji kembali tahun ini.

Selain menegaskan kesamaan visi, Minikino juga berusaha mencari calon programmer yang memiliki wawasan serta pemahaman teknis, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Yang juga berbeda pada edisi kali ini adalah persyaratan rentang usia produksi cukup panjang, yaitu semua film pendek yang diproduksi sejak 2010 bisa diikutsertakan.

Sembilan programmer mewakili 9 daerah di Indonesia yang akan mengkurasi karya-karya dalam Indonesia Raja 2018. Foto Minikino.

Sekadar informasi, proses programming film pendek diperlukan untuk menyusun suatu tema yang dapat menghubungkan film-film pendek itu agar lebih nyaman ditonton. Selanjutnya diharapkan dapat merangsang diskusi produktif di antara penonton. Untuk tujuan ini, programmer juga perlu memikirkan urutan filmnya, mana yang lebih tepat sebagai pembuka, dan mana yang lebih tepat untuk mengakhiri.

Demikianlah tugas kesembilan programmer Indonesia Raja 2018 yang terpilih.

Para programmer dapat dihubungi langsung melalui informasi resmi Minikino untuk Indonesia Raja, juga berbagai persyaratan untuk mendaftarkan film pendeknya.

Pengumuman final untuk program Indonesia Raja 2018 akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat pada 3 Juni 2018 mendatang melalui berbagai kanal pemberitaan. Setelah itu, program-program tersebut siap untuk disebar pada acara-acara screening di seluruh wilayah di Indonesia. [b]

The post Indonesia Raja Memanggil Para Filmmaker Indonesia appeared first on BaleBengong.

Rayakan hari jadi 3th, Leeyonk Sinatra berikejutan kota Denpasar.

3 tahun bergelut di industry music Bali, membuat Leeyonk Sinatra tidak merasa berpuas diri, inovasi dan kreativitas dalam berkarya terus digali dari masing-masing personel. Suguhan lagu-lagu terbaik pun sudah dipersiapkan untuk album berikutnya. Namun ada hal berbeda yang akan mereka berikan bukan hanya untuk timpal sederhana (sebutan untuk penggemar Leeyonk Sinatra) saja lebih dari itu […]

DDHEAR: Jangan Berhenti bernyanyi, sampai “Terang, BerpijarHarapan”.

Foto by Releas

Foto by Releas

Kabarportal.com – Siapa yang tidakmengenal Dialog DiniHari (DDH) dan Endah n Reza? Dua band Indie Indonesia yang tidak perlu di ragukan lagi kemampuannya. Setelah sukses bermetamorfosis menjadi DDHEAR, dengan meluncurkan mini album yang diberitajuk Paritha. DDHEAR baru-baru ini kembali menyapa para penggemarnya dengan single kedua yang berjudul Terang, Berpijar Harapan, dimana single ini juga merupakan jawaban dari single pertama yang diberijudul Jangan Berhenti bernyanyi nanti pasti yang sudah menghiasi tangga lagu di berbagai radio di tanah air.

Dalam siaran rileasnya, Endah Mengatakan, “Rasanya sulit mengimbangi keindahan lirik yang ditulis Mas Dadang Pranoto pada lagu”Jangan Berhenti Engkau Bernyanyi”. Namun saya berusaha jujur dengan apa yang saya tulis pada lagu “Terang, Berpijar Harapan”, yaitu keinginan untuk kembali bermain bersama teman-teman DDH, merasakan pengalaman dan gairah yang berbeda setelah belasan tahun hanya bermain berdua dengan Rhesa.”

Lagu Terang, Berpijar Harapan ini sendiri direkam secara live di ruang tengah kediaman Zio di Bali, dan dalam lagu ini sendiri masih didominasi nuansa akustik yang dalam kolaborasi ini. Kekayaan permainan instrumentasi, harmoni dengan menghadirkan aransemen yang transparan mampu menghidangkan sebuah lagu utuh dan matang meskipun pada prosesnya hanya digarap dalam hitungan jam sebelum kemudian direkam. Intro gitar akustik yang di slide dimainkan Dadang dan piano sentuhan Zio memberi nuansa folk ballad yang khidmat. Suara vokal Endah dan Dadang yang memiliki perbedaan timbre terdengar saling melengkapi. Tidak mudah untuk memainkan lagu ballad dan mengatur dinamika permainan dalam tempo lambat. Namun, berkat jam terbang serta pengalaman keduagrup, lagu ini berhasil tereksekusi dengan baik.

Ketika ditanya prihal pemilihan Paritha sebagai judul dari mini album tersebut, Dadang mengatakan, “Kata Parahita sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti saling menyejahterakan, saling membahagiakan dan saling memberikan manfaat.”,

Selainterdapatdualagubaru yang digarapbersama, Dialog DiniHaridanEndah N Rhesajugasalingbertukarlaguyaitu “Wish You Were Here” dan “TemuiDiri” yang dibawakansesuaigayamasing-masing.

Dan mini album Parahita sendiri telah dirilis dalam bentuk fisik dan digital yang bisa didapatkan ditoko-toko CD/digital serta www.earmerch.com. Video musikbisadinikmati di website www.ddhear.com, danuntukpertamakalinyaFormat DDHEAR akandimainkan di Bali padapanggung yang lebihbesarpadasaat Jazz Market by The Sea 2016. [KB/ GA4/ Rls]