Tag Archives: Kewirausahaan

SERTINAH, Serah Terima Amanah TDA Bali

Komunitas wirausaha TDA Bali telah lakukan pergantian ketua untuk periode 2019 – 2021. Para pembina TDA Bali (Mas Yana dan Kang Fajar) telah memilih Mas Sidik Prastowo. Selanjutnya harus ada proses serah terima tanggungjawab dari ketua lama ke ketua baru.

Kika para Ketua TDA Bali: Mas Sidik, Saya, Mas Yana & Kang Fajar. Minus Mas Yayak πŸ™ Saya wakili acungkan 3 jari hehehe

Komunitas TDA tidak mengenal istilah serah terima jabatan. Karena kata jabatan mungkin terdengar terlalu feodal kali ya. Menjadi ketua bukanlah keinginan ataupun impian. Namun ketua di TDA adalah pelayanan. Penuh dengan amanah. Proses pemilihan nya pun atas dasar penunjukan dari senior TDA yang lebih dahulu memimpin. Ngeri nya, tidak boleh menolak hehehe.

Oleh KBBI, kata amanah ini disamakan dengan kata setia dan diartikan sebagai sifat yang bisa dipercaya, sesuatu hal yang bisa untuk ditipkan atau dipercayakan pada orang lain dan sebagainya. Maka serah terima ‘jabatan’ di TDA diberi nama SERTINAH singkatan dari SERah TerIma amaNAH.

SERTINAH ini kegiatan yang dilakukan oleh semua kepengurusan TDA baik itu di level nasional, wilayah maupun daerah-daerah di Indonesia dan luar negeri. Format acaranya pun bisa beragam baik itu secara formal maupun informal. Saya dulu mendapatkan SERTINAH dari Mas Yayak terjadi di warung. Kumpul-kumpul disaksikan para ketua terdahulu dan jabat tangan. Gitu aja hahaha.

Kumpul Keluarga di Acara SERTINAH

Selama di kepengurusan saya dari pertengahan 2016 hingga menjelang akhir pada Juni 2019 belum pernah adakan acara kumpul bersama dengan keluarga. Artinya, selama kemarin kumpul-kumpul nya ya sesama anggota TDA Bali saja. Ingin rasanya ajak anak, istri, suami ataupun keluarga untuk berkumpul di acaranya TDA Bali.

Anggota TDA Bali saat saya menulis ini berjumlah 140 an orang. Bisa juga diartikan 140 an KK (Kepala Keluarga). Kalau semua keluarga nya diajak berkumpul, bisa jadi berjumlah 3 kali lipatnya hmmm kurleb 420 orang. Terdiri dari anak-anak, istri ataupun suami.

Sayang nya di acara SERTINAH TDA Bali yang terselenggara Minggu, 7 Juli 2019 di Kebun Raya Bedugul kemarin baru dihadiri oleh 21 KK. Mungkin akan jadi tantangan bagi pengurus baru untuk membuatnya lebih besar lagi. Biar ber TDA itu bisa bersinergi juga dengan keluarga.

Barbekyuan dan Banjir Hadiah Doorprize

Kepengurusan saya menawarkan SERTINAH di Kebun Raya Bedugul, Bali. Kumpul semua keluarga, anak, istri, suami. Family gathering lah. Format acara nya santai. Gelar tikar, barbekyuan, acara game, serah terima amanah dan bagi-bagi hadiah doorprize.

Kami pilih tempat yang agak dalam dan tinggi di Kebun Raya Bedugul. Sehingga terlihat pemandangan danau beratan/bedugul. Semua anggota boleh bawa makanan pendukung. Namun makanan wajib adalah memanggang daging sapi, ayam, sosis, kentang, wortel, nasi, mayonise, dan saos. Ada pula anggota yang inisiatif bawa ayam betutu, gorengan dan aneka jajanan.

Selama acara dipandu oleh MC kondang Bali Mas Oman. Begitupula yang pimpin game dan memandu rentetan acara. Pembagian hadiah doorprize juga dipandu Mas Oman yang mendapati hadiah nggak putus-putus dibagikan hehehe. Ini akibat provokasi Bu Eka (saat ini jadi Bendahara TDA Bali 5.0) yang merangsang anggota TDA Bali untuk lakukan sedekah brutal sebagai hadiah doorprize. Mrinding!

Acara SERTINAH ini mulai jam 09.00 dan berakhir pada 16.30 WITA. Saya selaku perwakilan pengurus TDA Bali 4.0 serahkan secara simbolis 2 buku tabungan rekening TDA Bali beserta ATM dan token nya.

Alhamdulillah jadi perjalanan hidup saya. Terima kasih TDA Bali. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama saya menjadi pelayan TDA Bali 4.0. Selamat berkarya dan melayani untuk Mas Sidik beserta kepengurusan TDA Bali 5.0 yang mempunyai tagline: FUN EMPHATY COLABORACTION. Mrinding!

Anggota TDA Bali dan keluarga yang hadir SERTINAH

1. Hendra W Saputro + 4 orang keluarga
2. Eka Delicacao + 5 org
3. Irman beta + 8 orang
4. Anton + 1 angel
5. Yana +1 bidadari+3 krucil
6. OmanLindiaRaffa
7. desu+ istri+anak
8. Fajar +klg
9. Darma + klg
10. Sandro + 5kepala?
11. nizar + ny.besar+Putri
12. Rifky + istri + anak
13. Fitria + 2pax
14. Lids , Alone ?
15. Sidik + 4 fam
16. Ditta + 6 orang
17. Ticka + 5 anggota family
18. Robby & Junior
19. Fatkur Rohman
20. Hendro + 4 anggota
21. Kholik + fam

Kalian semua berada dalam sejarah saya. Proud of you πŸ™‚

SERTINAH, Serah Terima Amanah TDA Bali

Komunitas wirausaha TDA Bali telah lakukan pergantian ketua untuk periode 2019 – 2021. Para pembina TDA Bali (Mas Yana dan Kang Fajar) telah memilih Mas Sidik Prastowo. Selanjutnya harus ada proses serah terima tanggungjawab dari ketua lama ke ketua baru.

Kika para Ketua TDA Bali: Mas Sidik, Saya, Mas Yana & Kang Fajar. Minus Mas Yayak. Saya wakili acungkan 3 jari hehehe

Komunitas TDA tidak mengenal istilah serah terima jabatan. Karena kata jabatan mungkin terdengar terlalu feodal kali ya. Menjadi ketua bukanlah keinginan ataupun impian. Namun ketua di TDA adalah pelayanan. Penuh dengan amanah. Proses pemilihan nya pun atas dasar penunjukan dari senior TDA yang lebih dahulu memimpin. Ngeri nya, tidak boleh menolak hehehe.

Oleh KBBI, kata amanah ini disamakan dengan kata setia dan diartikan sebagai sifat yang bisa dipercaya, sesuatu hal yang bisa untuk ditipkan atau dipercayakan pada orang lain dan sebagainya. Maka serah terima β€˜jabatan’ di TDA diberi nama SERTINAH singkatan dari SERah TerIma amaNAH.

SERTINAH ini kegiatan yang dilakukan oleh semua kepengurusan TDA baik itu di level nasional, wilayah maupun daerah-daerah di Indonesia dan luar negeri. Format acaranya pun bisa beragam baik itu secara formal maupun informal. Saya dulu mendapatkan SERTINAH dari Mas Yayak terjadi di warung. Kumpul-kumpul disaksikan para ketua terdahulu dan jabat tangan. Gitu aja hahaha.

Kumpul Keluarga di Acara SERTINAH

Selama di kepengurusan saya dari pertengahan 2016 hingga menjelang akhir pada Juni 2019 belum pernah adakan acara kumpul bersama dengan keluarga. Artinya, selama kemarin kumpul-kumpul nya ya sesama anggota TDA Bali saja. Ingin rasanya ajak anak, istri, suami ataupun keluarga untuk berkumpul di acaranya TDA Bali.

Anggota TDA Bali saat saya menulis ini berjumlah 140 an orang. Bisa juga diartikan 140 an KK (Kepala Keluarga). Kalau semua keluarga nya diajak berkumpul, bisa jadi berjumlah 3 kali lipatnya hmmm kurleb 420 orang. Terdiri dari anak-anak, istri ataupun suami.

Sayang nya di acara SERTINAH TDA Bali yang terselenggara Minggu, 7 Juli 2019 di Kebun Raya Bedugul kemarin baru dihadiri oleh 21 KK. Mungkin akan jadi tantangan bagi pengurus baru untuk membuatnya lebih besar lagi. Biar ber TDA itu bisa bersinergi juga dengan keluarga.

Barbekyuan dan Banjir Hadiah Doorprize

Kepengurusan saya menawarkan SERTINAH di Kebun Raya Bedugul, Bali. Kumpul semua keluarga, anak, istri, suami. Family gathering lah. Format acara nya santai. Gelar tikar, barbekyuan, acara game, serah terima amanah dan bagi-bagi hadiah doorprize.

Kami pilih tempat yang agak dalam dan tinggi di Kebun Raya Bedugul. Sehingga terlihat pemandangan danau beratan/bedugul. Semua anggota boleh bawa makanan pendukung. Namun makanan wajib adalah memanggang daging sapi, ayam, sosis, kentang, wortel, nasi, mayonise, dan saos. Ada pula anggota yang inisiatif bawa ayam betutu, gorengan dan aneka jajanan.

Selama acara dipandu oleh MC kondang Bali Mas Oman. Begitupula yang pimpin game dan memandu rentetan acara. Pembagian hadiah doorprize juga dipandu Mas Oman yang mendapati hadiah nggak putus-putus dibagikan hehehe. Ini akibat provokasi Bu Eka (saat ini jadi Bendahara TDA Bali 5.0) yang merangsang anggota TDA Bali untuk lakukan sedekah brutal sebagai hadiah doorprize. Mrinding!

Acara SERTINAH ini mulai jam 09.00 dan berakhir pada 16.30 WITA. Saya selaku perwakilan pengurus TDA Bali 4.0 serahkan secara simbolis 2 buku tabungan rekening TDA Bali beserta ATM dan token nya.

Alhamdulillah jadi perjalanan hidup saya. Terima kasih TDA Bali. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama saya menjadi pelayan TDA Bali 4.0. Selamat berkarya dan melayani untuk Mas Sidik beserta kepengurusan TDA Bali 5.0 yang mempunyai tagline: FUN EMPHATY COLABORACTION. Mrinding!





















Anggota TDA Bali dan keluarga yang hadir SERTINAH

1. Hendra W Saputro + 4 orang keluarga
2. Eka Delicacao + 5 org
3. Irman beta + 8 orang
4. Anton + 1 angel
5. Yana +1 bidadari+3 krucil
6. OmanLindiaRaffa
7. desu+ istri+anak
8. Fajar +klg
9. Darma + klg
10. Sandro + 5kepala?
11. nizar + ny.besar+Putri
12. Rifky + istri + anak
13. Fitria + 2pax
14. Lids , Alone ?
15. Sidik + 4 fam
16. Ditta + 6 orang
17. Ticka + 5 anggota family
18. Robby & Junior
19. Fatkur Rohman
20. Hendro + 4 anggota
21. Kholik + fam

Kalian semua berada dalam sejarah saya. Proud of you ?

Tugas MasterTrainer di GapuraDigital Dan WomenWill

Salah satu cara saya belajar dan mendalami ilmu adalah dengan membagikannya. Konteks membagikan salah satunya jadi narasumber atau pembicara di sebuah acara (event). Sebelum bicara, ada proses persiapan membuat materi. Disitulah saya mengingat kembali pengalaman dan mendalami ilmu kekinian yang mutakhir sehingga terwujud dalam materi presentasi.

Prinsip itu saya sampaikan ketika diberi tanggung jawab oleh Google Indonesia bertugas sebagai Master Trainer di Train The Trainer (TTT) program Google Women Will Bali dan Gapura Digital Bali, yang terselenggara pada tanggal 2 – 3 dan 9 – 10 Februari 2019 di Hotel Grand Mirah, Jl. Kaliasem, Denpasar – Bali. Mereka yang mengikuti TTT adalah para pembicara dan narasumber potensial di Bali yang nantinya akan jadi fasilitator (trainer) program Google tersebut.

Kami para fasilitator (bisa juga disebut trainer) mengikuti program dari Google ini mengedepankan jiwa sosial karena status nya sukarelawan (volunter). Google sendiri punya tujuan membantu UKM di Indonesia secara gratis, agar memanfaatkan teknologinya agar mereka bisa go online dan tumbuh berkembang karenanya.

Ya, program Gapura Digital dan Women Will ini gratis tidak berbayar bagi UKM Indonesia. Maka Saya sampaikan juga tugas berat jadi trainer yang berstatus sukarelawan (volunter), yaitu berbagi ilmu dan pengalaman menggunakan teknologi Google dengan penuh keikhlasan tanpa memikirkan kecilnya honor yang diterima.

Yakinlah Tuhan sudah mempersiapkan rencana indah buat Anda diluar program ini. Rejeki itu niscaya akan mengalir di luar sana.”

Walaupun Google adalah brand besar dunia namun program ini mengutamakan nilai-nilai sosial sebagai motor penggeraknya. Sengaja fakta volunterisme ini saya sampaikan di awal sebagai filter para calon fasilitator. Ya, jika mereka berjiwa sosial, besok pasti akan masuk lagi mengikuti materi TTT. Ternyata ada beberapa yang tidak nongol lagi hehehe. Ya sudahlah, proses penilaian sedang berjalan.

Mereka para pembicara dan narasumber potensial Bali ini tidak langsung diterima sebagai fasilitator Google. Setelah materi TTT saya sampaikan, masih ada tes dan ujian diakhir program. Tes jadi pembicara dan ujian pemahaman materi TTT. Nilai (score) yang dihasilkan akan jadi bahan evaluasi project officer (PO) Gapura Digital dan Women Will Bali untuk memilih fasilitator yang pantas dan sesuai Key Performance Indicator (KPI).

* Apa Sih Gapura Digital dan Women Will?

Gapura Digital adalah program yang mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia untuk memajukan bisnis melalui digital. Terdapat serangkaian topik yang lengkap mulai dari tren digital, membangun portal usaha hingga SEO/SEM. Lihat website nya disini.

Women Will adalah program global dari Google yang dilakukan serentak di  beberapa negara seperti Brazil, India, Jepang, Meksiko, dan Indonesia, yang bertujuan mendukung wanita wirausaha, mengurangi kesenjangan gender dalam peluang ekonomi dan melalui beberapa kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kesehjateraan wanita wirausaha melalui bantuan teknologi. Lihat website nya disini.

* Proses Rekruitmen Fasilitator

Definisi fasilitator atau trainer oleh Google untuk program Gapura Digital dan Women Will adalah tokoh-tokoh UKM yang sudah sukses menggunakan digital. Disampaikan oleh Head of Small Medium Business (SBM) Marketing Google Indonesia Fida Heyder.

Tercatat sudah 3 kali PO Gapura Digital melakukan seleksi fasilitator baru. Yang pertama dulu menggunakan teknik lowongan volunter jadi fasilitator. Para calon fasilitator dikumpulkan bersama untuk mengikuti TTT yang dibawakan oleh Master Trainer pilihan Google Indonesia. Selanjutnya diadakan tes dan ujian. Nilai yang dihasilkan ternyata bukan parameter pokok. Masih ada tes lanjutan yaitu membawakan materi TTT langsung ke peserta program Gapura Digital. PO mendapatkan feedback dari peserta tentang kualitas fasilitator plus penilaiannya sendiri. Yang kurang greget dipastikan tidak jadi fasilitator lagi.

Seleksi ke 2 masih menggunakan teknik lowongan volunter jadi fasilitator. Para pelamar diberikan kesempatan presentasikan beberapa topik teknologi Google yang mereka kuasai. Yang jadi juri adalah fasilitator hasil rekruitmen pertama sesuai pilihan PO. Yang menentukan kelayakan adalah para juri tadi. PO tidak diberikan wewenang. Selanjutnya diadakan TTT ke dua yang dihadiri oleh fasiliator lama dan baru. Dulu saya yang diberi tanggungjawab menjadi Master Trainer dari perwakilan Bali. Sebelumnya saya harus datang ke Google Indonesia di Jakarta untuk menerima materi TTT pada 8 – 9 Mei 2018.

Seleksi ke 3 rupanya beda strategi. Calon fasilitator didapatkan dari rekomendasi oleh para fasilitator pilihan PO. Para PO juga membuka rekomendasi dari para tokoh yang dianggap kompeten. Harapan nya, pribadi yang memberikan rekomendasi itu lebih memahami medan dunia public speaking dan tahu kapasitas serta kompetensi diri para calon fasilitator.

Setelah terpilih, calon fasilitator di undang mengikuti TTT yang saya bawakan sebagai tugas selaku Master Trainer dan dibantu oleh Bu Indra, Bli Agas serta Bli Yudha. Terima kasih ya brosist πŸ™‚ Mereka bertiga juga mengikuti TTT yang terselenggara di kantor nya Google Indonesia di Jakarta selama 3 hari pada 29 – 31 Januari 2019.

Terima kasih atas kesempatannya telah menunjuk saya sebagai Master Trainer Gapura Digital dan Women Will Bali. Sudah hampir 3 tahun saya membersamai program mulia ini. Saat nya saya memberikan tongkat estafet Master Trainer kepada para sahabat fasilitator lain (yang lebih muda hehehe). Begitupula saya meminta kepada PO ditempatkan sebagai fasilitator di bangku cadangan saja. Berikan kesempatan fasilitator (yang lebih muda lagi hehehe) untuk mendampingi UKM Bali melek teknologi Google, dan tumbuh berkembang karenanya.

Thanks Google Indonesia!
Thanks istri dan anak-anak saya!
Thanks team BOC Indonesia!

Hendra Lengser Terbitlah Sidik Prastowo

Pemilihan Ketua komunitas wirausaha TDA Bali bukan berdasar voting ataupun coblosan dari para anggota. Namun hasil musyawarah para ketua ketua sebelumnya yang kami sebut tetua hehehe. Kita sebut pembina TDA Bali. Semacam Majelis Wali Amanah nya daerah lah.

Para kandidat calon ketua muncul dari aspirasi pengurus TDA Bali di kepengurusan saya. Ada 3 nama yang muncul yaitu Mas Fatkur Rohman #SahabatFatkur, Mas Sidik Prastowo #KawanSidik, dan saya Hendra W Saputro #2019OgahGantiKetua.

Ketiga nama itulah yang dimusyawarahken oleh para pembina TDA Bali. Diumumkan semalam setelah rangkaian acara Kopdar TDA Bali pada Jumat 17 Mei 2019. Mas Sidik Prastowo lah yang melanjutkan nahkoda pelayanan TDA Bali 2019 – 2021.

Selamat mengemban amanah Mas. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Jadi ketua di TDA Bali itu mewaqafkan sebagian waktu, pikiran dan tenaga. Tidak ada gaji atau honor. Hanya Tuhan lah yang memberikan rahmatNya.

Menjadi ketua adalah ujian selama hidup di dunia dan berkah yang tiada tara ketika menghadapNya nanti. Tuhan pasti tanya, waktumu untuk apa? Fikiranmu untuk apa? Tenaga dan hartamu untuk apa? Di TDA lah tempat ladang amal ibadah. Asalkan melakukan pelayanan setulus hati.

Semoga TDA Bali membawa berkah bagi para anggota nya dan masyarakat Bali. Serta menjadi inspirasi Indonesia. Amin YRA.

Saya, selama periode 2016 – 2019, merasa cukup dan memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama melayani TDA Bali. Terima kasih tiada terhingga bisa berkarya dan berbagi di keluarga TDA. Sebuah rumah untuk tumbuh dan berkembang bersama.

* Perjalanan Jadi Pelayan TDA dari 2016 – 2019

Seharusnya menurut AD/ART TDA, masa jabatan ketua dalam satu periode adalah dua tahun. Namun ada kejadian spesial di TDA Bali pada kisaran Mei 2016. Ketua TDA Bali yang sebelumnya diemban baru 1 tahun oleh Mas Yayak E Cahyanto terpaksa harus dipindahkan ke saya, karena Mas Yayak harus hijrah ke Jember – Jawa Timur.

Penetapan ketua pengganti pun atas musyawarah para ketua terdahulu, Kang Fajar Cahyadi dan Mas Yana Sandhi. Katanya para senior, jika sudah ditunjuk, pantang untuk menolak. Menjadi ketua adalah pelayanan dan amanah di organisasi nirlaba ini. Merunut sejarah maka 3 tahun lamanya saya menjabat heizzz. Sudah hampir 2 periode hehehe.

Saya mencoba untuk menemukan jejak digital SERTINAH (Serah Terima Amanah) ini namun blank. Hanya menemukan foto kumpul-kumpul bersama di angkringan milik Bang Rahman 31 Mei 2016 silam, dalam rangka Mas Yayak sekeluarga pamitan untuk berangkat ke Jember. Duh sayang ya.

Selanjutnya di kepengurusan saya, berusaha melaporkan segala kegiatan yang terjadi di TDA Bali melalui media bernama website www.tdabali.com. Sehingga pas lengser tidak perlu buat LPJ lagi. Cukup lihat dan baca-baca berita kegiatan di website nya saja hehehe.

Mendekati lengser, anak saya Sang W Altaf AS yg baru kelas 2 SD merasa heran dan bilang sama maminya, β€œPapi sekarang tidak seperti bang thoyib ya mam, sering dirumah.” Hahahaha.

 

Gaes! Hutang Pesta Wirausaha Bali 2018 Lunas!

Menyisakan hutang dari minus Rp. 27.000.000 (27 juta) setelah acara Pesta Wirausaha (PW) Bali 2018 itu hal baru bagi kami di komunitas wirausaha TDA Bali. Khususnya bagi saya dan para pejuang PW Bali 2018. Ya, anggota kepanitiaan PW Bali kami sebut pejuang PW.

Tapi tenang, hutang yang tercipta pada 25 Februari 2018 itu per 14 Mei 2019 Alhamdulillah sudah lunas! Gimana cara kami melunasinya? Baca terus tulisan saya.

PW Bali sebelumnya, tahun 2016 menyisakan kelebihan uang alias surplus Rp. 3.000.000 (3 juta) dari total pembiayaan kurang lebih Rp. 75.000.000 (75 juta). Sedangkan pembiayaan PW Bali 2018 adalah kurang lebih Rp. 170.000.000 (170 juta). Dua kali lipat lebih. Kok bisa?

* PW Rasa Sosial dan Ingin Beda!

PW adalah agenda tahunan dari pengurus pusat TDA dan diikuti oleh TDA daerah di Indonesia. Setelah TDA Bali laksanakan PW Bali 2016, harusnya 2017 ada. Kami pun mulai pasang waktu pelaksanaan pada 23-24 Desember 2017. Namun sayangnya harus ditunda karena alasan gencarnya letusan Gunung Agung.

Berbekal prediksi cuaca yang cerah dari website cuaca (klo tidak salah Accuweater dot com), kami umumkan ke publik bahwa PW Bali bakal terlaksana kembali pada 24 – 25 Februari 2018. Dikemudian hari saya menyesal pakai prediksi itu, tidak akurat! Hari pertama PW isinya hujan deras di siang hari. Menyusul hujan pas sore hari! Hancur rasanya hati ini. Kenapa? Baca terus ceritanya.

Konsep PW 2016 kebelakang selalu gunakan 2 tema acara yaitu seminar/workshop dan expo (pameran UKM). Sesuai tujuan diadakannya PW yaitu sebagai ajang cari ilmu, berjejaring (networking), promosi produk, dan menjaga konsistensi semangat berwirausaha.

Kami punya impian! Adakan PW Bali dengan konsep beda dari sebelumnya. Sebenarnya konsep yang ditambahin sih. Konsep lama tetap ada namun ada penambahan. Maka harus ada alasan kuat kenapa kok ada tambahan konsep. Alasan kuatnya adalah Gunung Agung!

Ya, Gunung Agung selama 2017 meletus berkali-kali. Warga yang tinggal di lereng sana harus mengungsi meninggalkan rumah dengan persediaan hidup yang semakin menipis. Terlunta-lunta di posko pengungsian. Terpaksa menggantungkan hidup dari santunan warga dan donatur lainnya.

Penerbangan di bandara I Gusti Ngurah Rai kadang buka tutup. Wisatawan banyak menunda kunjungan nya ke Bali. Otomatis bisnis di Bali ikut merasakan dampaknya. Banyak pembatalan (cancellation) dan sepi nya transaksi. Contoh istri saya yang bisnis catering juga merasakan cancellation dari pelanggannya dari luar Bali. Acara akhir tahun yang padat harus cancel karena dampak letusan Gunung Agung.

Maka TDA Bali harus berbuat sesuatu!

Kami harus merumuskan maksud dan tujuan PW Bali 2018 agar punya dampak positif bagi Bali. Yaitu:

1. Sarana untuk para wirausahawan khusus nya Bali dalam meningkatkan pengetahuan (knowledge) bisnisnya, memperluas jejaring (networking), promosi produk dan menjaga konsistensi semangat berwirausaha.

2. Menumbuhkan jiwa sosial berbagi dan menciptakan psikologi positif, sehat jiwa dan raga bagi masyarakat Bali.

3. Sebagai bagian kegiatan untuk pemulihan ekonomi dan psikologi semua elemen masyarakat Bali disaat terjadinya erupsi Gunung Agung.

4. Mempromosikan Bali yang tetap aman untuk hidup dan berbisnis ke seluruh Indonesia dan dunia.

* Take Double Action di PW Bali 2018

Take Double Action itu kami artikan sebagai action dulu mikir nya belakangan hehehe. Untuk mewujudkan PW Bali 2018 rasa sosial dan sesuai tujuan nya maka harus banyak acara yang tercipta. Yaitu: Ada seminar dan talkshow, ada pameran promosi bisnis, ada lomba mewarnai untuk anak, ada acara demo masak untuk ibu-ibu, ada nge-jam musik oleh band undangan, ada konser musik sosial dimana 2 artis papan atas Bali akan aksi untuk penggalian dana. Pemusik itu Jun Bintang dan Nanoe Biroe yang pentas pada hari berbeda. Kemudian ada lomba lari dan senam Zumba masal.

Khusus lomba lari, kami menciptakan kejuaraan berhadiah sejauh 5 kilometer dan pelaksanaannya mirip untuk para profesional. Lengkap dengan medali-medali nya, water station, ada racepack, penjagaan dari kepolisian dan dinas perhubungan, pengawalan voorider untuk sang juara, wuaah mewah dan seperti lomba lari beneran seperti di tipi-tipi hehehe.

Lomba lari itu kami namakan TDA EntrepreneRun! The first entrepreneur run in Indonesia!

Katanya, seumur-umur adakan PW di seluruh Indonesia, baru kali ini di TDA Bali mampu adakan lomba lari dalam rangkaian PW. Mrinding! Akhirnya di kemudian hari konsep lomba lari ini diadopsi oleh PW Nasional 2019 lalu. Alhamdulillah hehehe.

* Out of the box!

PW Bali 2018 punya 2 tempat pelaksanaan acara! Berlokasi di area lapangan Bajra Sandhi dimana didalamnya ada Museum Perjuangan Rakyat Bali dan dikelilingi oleh lapangan-lapangan. Kami gunakan Museum untuk seminar dan talkshow. Kemudian lapangan sebelah timur sebagai arena pameran promosi produk. Terpisah jarak 200 meter saja.

Kami undang 13 pembicara! Mereka adalah:

1. Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi & UMKM RI)
2. Drs. Ketut Sudikerta (Wakil Gubernur Bali)
3. IB Rai Dharmawijaya (Rai Mantra, Walikota Denpasar)
4. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Tjok Ace, Ketua PHRI Bali)
5. Ahmad Baidillah Thariq Barra (Presiden TDA 5.0)
6. Dewa Eka Prayoga (CEO Billionaire Corp)
7. Gus Agung Gunarthawa (2015 National President JCI Indonesia & Pakar Branding)
8. Nyoman Sukadana (Founder Elizabeth International)
9. Dodi Zulkifli (CEO Neyma Brand Identity)
10. Windu Segara Senet (Founder Mangsi)
11. Hendra W Saputro (CEO BOC Indonesia)
12. Gusti Made Adnyana Kepandean (CEO Banyuatis Bali Coffee)
13. Yana Sandhi (CEO SAM Digital Marketing)

Mereka semua diawal confirm hadir namun Pak Menteri tiba-tiba membatalkan di last minute. Begitupula Pak Rai Mantra. Masih tertahan di acara lain katanya. Para ajudan nya kontak saya. Sedih sih. Pak Sudikerta pun diwakilkan ke Pak Gus Adhi (Anggota DPR RI Fraksi Golongan Karya). Akhirnya acara PW Bali 2018 dibuka oleh Pak Gus Adhi.

Agenda seminar dan talkshow berjalan sesuai rundown. Aman. Arena pameran sempat menyedihkan di hari pertama. Khususnya dari siang sampai malam. Lapangannya becek karena hujan deras mengguyur. Namun Nanoe Biroe tetap goes on dengan lagu-lagunya yang interaktif dan ngocol abis. Terhibur. Saya lihat Pres Barra tak henti-hentinya video kan Nanoe dan tertawa terpingkal-pingkal.

Hari kedua PW Bali 2018 diawali pada dini hari untuk perlombaan lari. Banyak drama di hari ke dua ini. Mulai snack dan sarapan yang sering ditagih oleh para bapak polisi hingga pecah nya suasana akibat senam Zumba. Rameee banget! Apalagi teman-teman dari TDA dan organisasi wirausaha lainnya pada berkumpul. Selebihnya aman sesuai rundown hingga Jun Bintang menutup gelaran PW Bali 2018 dengan lantunan musik nya. Membius para penonton.

* Panas Dingin Karena TDA EntrepreneRun

Kami pikir diawal buat lomba lari bakal mudah. Mengingat dalam rapat persiapan ada panitia dari TDA Bali yang hobi dan jadi aktivis lari. Ikut di sebuah komunitas lari dan pernah menangani lomba lari 5 K Telkomsel. Lokasinya persis sama di area jalanan lapangan Bajra Sandhi.

Ketika pelaksaan PW Bali 2018 kurang 3 minggu, terkuaklah dalam rapat panitia tentang prosedur lomba lari itu. Harus ada ijin dari pengelola lapangan Bajra Sandhi, lanjut ke Desa, Pos Polisi Sub Rayon Renon, Polsek Denpasar Timur, Polresta Denpasar, Polda Bali. Kemudian ijin lagi penggunaan jalan ke Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Provinsi! Untuk desa pun harus urus di desa dinas dan desa adat. Fyuh.

Pernak-pernik lainnya harus urus kaos lari, medali lari, penyediaan sepeda, voorider polisi, tempat ambil racepack yang harus tersedia selama 2 hari hahaha. Sewa cone untuk pembatas jalan. Daaaan semua hal itu ada pos-pos pembiayaannya. Bengkak kurang lebih Rp. 25.000.000 an. Dana itu sudah termasuk nego habis-habisan dengan para pihak. Nego cuek bebek itu menghemat hampir hmm 40% duit.

Mungkin jika tanpa ada lomba lari, budget PW Bali 2018 bakal impas hehehe. Namun dikemudian hari kami sadar dan bersyukur bahwa impact dari TDA EntrepeneRun sungguh out of the box! InshaAllah semua pihak akan mengenang lomba lari tersebut. Terlihat mak-nyess raut kegembiraan dari para peserta lari yang upload aksi nya di media sosial. Alhamdulillah.

Mungkin juga lagi, bila kami mampu meminimalkan bentuk panggung dan bentuk booth-booth pameran, akan menghemat lebih banyak biaya.

Namun fakta minus Rp. 27 juta tetaplah harus dihadapi. Syukurnya pihak vendor-vendor pendukung PW Bali 2018 memberikan tengat waktu 2 minggu dan ada yang 1 bulan untuk pelunasannya. Sebelumnya memang sudah nego-nego waktu pelunasan sih.

* Cara Melunasi Hutang PW Bali 2018

Curhatan tidak populer terpaksa saya ambil sebagai ketua TDA Bali. Saya curhat di grup anggota TDA Bali bahwa PW Bali 2018 minus dan meminta tolong partisipasi nya untuk meminjamkan dana dingin nya. Dana yang tidak ditagih-tagih dalam waktu 1 tahun.

Sebagai kontra prestasi saya tawarkan slot iklan di website TDA Bali selama hutang itu belum terbayar kembali. Akhirnya ada yang meminjamkan 10 juta, 5 juta, 2 juta, ada yang hibahkan 1 juta. Ya Allah. Hingga akhirnya terkumpul 27 juta dalam waktu 1 minggu. Kami bayarkan ke para vendor tadi dan lunas.

Sekarang memikirkan cara mengembalikan hutang organisasi TDA Bali kepada para anggota nya. Kami para pejuang PW Bali 2018 dan para pengurus TDA Bali sepakat untuk lakukan penggalian dana melalui workshop dan penjualan asesoris TDA Bali. Contoh nya jualan kaos polo, seragam, jualan buku 8WS. Surplus kegiatan tersebutlah yang jadi amunisi untuk bayar hutang perlahan-lahan ke para anggota. Butuh waktu 1 tahun lebih.

Terima kasih kepada para pembicara internal TDA Bali yang merelakan energinya tak terbayar. Terima kasih para anggota TDA Bali yang mau beli pernak-pernik asesoris TDA. Terima kasih para sponsor dan organisasi rekanan. Semoga Tuhan YME membalas segala amal kebajikan yang telah diperbuat untuk TDA.

Tahun 2019 harusnya ada PW Bali namun saya menegaskan bahwa tidak akan ada PW sebelum hutang itu lunas! Entah di akhir 2019 nanti. Akan jadi urusan pengurus baru hehehe.

Terima kasih Ya Allah πŸ™‚

Baca laporang PW Bali 2018 dan semoga bisa MRINDING! Tapi videonya saya tunjukin disini deh.

Video

Indonesia Raya Berkumandang di TDA EntrepreneRun

Senam ZUMBA yang Getarkan Lapangan Renon!