Tag Archives: Kewirausahaan

Antara Business Matching dan Guna-Guna Sembuh ‘Berkat Youtube’

4 rejeki yang saya terima dari Silaturahmi hadiri undangan Business Matching nya Inkubator Bisnis (INBIS) Universitas Udayana, almamater tercintah. Terima kasih Tuhan, terima kasih Bu Sutrisna Dewi.

Business Matching Inkubator Bisnis Universitas Udayana

Pertama!

Bertemu dan berbincang dengan Pak Wayan Magnum, undangan dan juga anggota TDA Bali. Ah dunia ini tak selebar daun kelor. TDA tuh plesetan dari Temannya Dimana Aja wkwkwk. Pak Magnum cerita habis jatuh sakit akibat guna-guna (sihir). Mungkin bukan asumsi ya karena sekelas RS Siloam pun tak mampu diagnosa jenis penyakitnya. Namun bagian dari upaya penyembuhan, Pak Magnum seminggu sekali ke dokter spesialis dari tahun 2014 hingga 2018.

Sekali ke dokter habis 2juta! Penyakit itu perlahan sirna setelah Pak Magnum menerapkan terapi minum air hangat sebelum tidur, tengah malam dan pagi hari sebelum sarapan. Dari awal 2019 hingga pertemuan tadi, Pak Magnum merasa sehat bugar! Tanpa ke dokter lagi. Terapi air hangat ini ditemukan oleh Pak Magnum dari Youtube! Jeddaarrrr. #GoOnlineOrGoAway. Saya jadi semangat konsumsi air hangat nok!

Hendra dan Wayan Magnum

Kedua!

Bertemu dan berbicang dengan Orlando Nandito Nehemia. Usia masih milenial namun dia founder & CEO Miracle Gates Indonesia, perusahaan games animasi dengan anak buah 18 orang. Semuanya fix cost! Mrinding! Perusahaan nya di inkubasi oleh INBIS Univ Udayana. Dia bangun bisnis nya dari modal Dengkul, Otak dan Tuhan. Semuanya dimulai ketika dia putuskan Out Duluan alias OD dari kampus IT di Bali pada semester 2 di tahun 2014. Ya, dia tak bergelar dan saya langsung salaman hahaha. Senasib wkwkwk. Bedanya, dia OD pada semester 2, saya semester 16!

Hendra dan Nando

Bisnis game dan animasi di Indonesia masih terbuka lebar. Dia berani punya impian untuk bisa ke Amerika dan itu terwujud! Pokoknya bermimpilah dan konsisten dengan bidangnya, Tuhan akan beri jalan. Segala hal teknis dunia game dia pelajari dari internet. Kemudian mau untuk networking, hadiri acara-acara yang berkaitan dengan dunia nya. Informasi monetizing game pun terbuka. Jadi merintis bisnis itu harus berani keluar kamar. Itu pesan dari obrolan tadi. Soal OD, jangan ditiru!

Ketiga!

Saya bertemu dengan network-network baru dan lama. Ada beragam perusahaan besar yang diundang oleh INBIS Univ Udayana. Begitu juga bertemu dengan pak bro Rudi Luo dan para pejuang-pejuang INBIS Universitas Udayana. Ini rejeki!

Undangan dan Peserta Business Matching INBIS Universitas Udayana

Keempat!

Bertemu dan berbincang dengan Bu Sayu, Ketua INBIS Universitas Udayana. Memberikan penawaran peluang kolaborasi. Ahay! Saya suka saya suka! Kemudian bisa mencicipi kue, buah dan minum. Segarnyoo. Tak lupa team beliau berikan bingkisan untuk dibawa pulang. Sebutin gag ya? Ada deeeh. Thanks Bu! telah undang saya atas nama BOC Indonesia.

Hendra, Sutrisna Dewi dan Wayan Magnum

Selamat dan sukes untuk Business Matching nya INBIS Universitas Udayana. Tetaplah memrindingkan para wirausahawan dengan arahan nya. Semoga tenan nya mampu jadi perusahaan besar dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salam #KolaborAksiUntukNegeri

Saya baru sadar setelah beberapa jam sampai rumah. Foto-foto bersama di lokasi pengennya menjulurkan tangan untuk salam KolaborAksi Untuk Negeri, eh ternyata acung jemari nya tuh salam DONGKRAK! hahahaha. Duh lupa euy.

Business Matching dan Guna-Guna Sembuh ‘Berkat Youtube’

4 rejeki yang saya terima dari Silaturahmi hadiri undangan Business Matching nya Inkubator Bisnis (INBIS) Universitas Udayana, almamater tercintah. Terima kasih Tuhan, terima kasih Bu Sutrisna Dewi.

Business Matching INBIS Universitas Udayana

Pertama!

Bertemu dan berbincang dengan Pak Wayan Magnum, undangan dan juga anggota TDA Bali. Ah dunia ini tak selebar daun kelor. TDA tuh plesetan dari Temannya Dimana Aja wkwkwk. Pak Magnum cerita habis jatuh sakit akibat guna-guna (sihir). Mungkin bukan asumsi ya karena sekelas RS Siloam pun tak mampu diagnosa jenis penyakitnya. Namun bagian dari upaya penyembuhan, Pak Magnum seminggu sekali ke dokter spesialis dari tahun 2014 hingga 2018.

Sekali ke dokter habis 2juta! Penyakit itu perlahan sirna setelah Pak Magnum menerapkan terapi minum air hangat sebelum tidur, tengah malam dan pagi hari sebelum sarapan. Dari awal 2019 hingga pertemuan tadi, Pak Magnum merasa sehat bugar! Tanpa ke dokter lagi. Terapi air hangat ini ditemukan oleh Pak Magnum dari Youtube! Jeddaarrrr. #GoOnlineOrGoAway. Saya jadi semangat konsumsi air hangat nok!

Wayan MAGNUM di Business Matching INBIS Universitas Udayana

Kedua!

Bertemu dan berbicang dengan Orlando Nandito Nehemia. Usia masih milenial namun dia founder & CEO Miracle Gates Indonesia, perusahaan games animasi dengan anak buah 18 orang. Semuanya fix cost! Mrinding! Perusahaan nya di inkubasi oleh INBIS Univ Udayana. Dia bangun bisnis nya dari modal Dengkul, Otak dan Tuhan. Semuanya dimulai ketika dia putuskan Out Duluan alias OD dari kampus IT di Bali pada semester 2 di tahun 2014. Ya, dia tak bergelar dan saya langsung salaman hahaha. Senasib wkwkwk. Bedanya, dia OD pada semester 2, saya semester 16!

Nando Nandito Miracle Gates di Business Matching INBIS Universitas Udayana

Bisnis game dan animasi di Indonesia masih terbuka lebar. Dia berani punya impian untuk bisa ke Amerika dan itu terwujud! Pokoknya bermimpilah dan konsisten dengan bidangnya, Tuhan akan beri jalan. Segala hal teknis dunia game dia pelajari dari internet. Kemudian mau untuk networking, hadiri acara-acara yang berkaitan dengan dunia nya. Informasi monetizing game pun terbuka. Jadi merintis bisnis itu harus berani keluar kamar. Itu pesan dari obrolan tadi. Soal OD, jangan ditiru!

Ketiga!

Saya bertemu dengan network-network baru dan lama. Ada beragam perusahaan besar yang diundang oleh INBIS Univ Udayana. Begitu juga bertemu dengan pak bro Rudi Luo dan para pejuang-pejuang INBIS Universitas Udayana. Ini rejeki!

Business Matching INBIS Universitas Udayana

Keempat!

Bertemu dan berbincang dengan Bu Sayu, Ketua INBIS Universitas Udayana. Memberikan penawaran peluang kolaborasi. Ahay! Saya suka saya suka! Kemudian bisa mencicipi kue, buah dan minum. Segarnyoo. Tak lupa team beliau berikan bingkisan untuk dibawa pulang. Sebutin gag ya? Ada deeeh. Thanks Bu! telah undang saya atas nama BOC Indonesia.

Sutrisna Dewi di Business Matching INBIS Universitas Udayana

Selamat dan sukes untuk Business Matching nya INBIS Universitas Udayana. Tetaplah memrindingkan para wirausahawan dengan arahan nya. Semoga tenan nya mampu jadi perusahaan besar dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salam #KolaborAksiUntukNegeri

Saya baru sadar setelah beberapa jam sampai rumah. Foto-foto bersama di lokasi pengennya menjulurkan tangan untuk salam KolaborAksi Untuk Negeri, eh ternyata acung jemari nya tuh salam DONGKRAK! hahahaha. Duh lupa euy.

Kebacut! The Keranjang Milik Siapa?

Pukul 22.15 WITA, saya menerima sebuah kata, “Kebacut!” Namun saya mau ekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT lewat tulisan ini akibat sore tadi bertemu dengan beberapa orang penting dan hebat. Adalah Mas Ibnu Riyanto dan Pak Gede Indra.

Ibnu Riyanto dan Hendra W Saputro

Bertemu dan sempat berbincang dengan mereka di acara nya Deputi Pengembangan dan Penguatan Usaha, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kemenkop UKM RI). Berlangsung di Hotel Mercure Harvest Kuta, Sabtu 21 September 2019.

Siapa sih Mas Ibnu dan Pak Indra? Mas Ibnu tuh CEO dan owner The Keranjang Bali. Ya, pusat oleh-oleh The Keranjang Bali miliknya Mas Ibnu Riyanto. Tapi ada 4 orang lagi pemilik The Keranjang. Cukup saya aja yang tahu hehehe. Nggak seru kalau saya omongkan disini. Karena para pemilik itu ada dalam materi presentasi nya Mas Ibnu di acara tadi.

Ketika Mas Ibnu didaulat untuk bicara di acaranya Kemenkop UKM RI tadi, The Keranjang baru 2 bulan buka dengan status soft opening. Belumlah grand opening! Mas Ibnu berbicara tentang kisah sejarah wirausaha nya dan beri wawasan berbisnis serta memotivasi para UKM.

Ibnu Riyanto The Keranjang Bali

Ya, peserta acara tadi adalah para UKM dari Bali. Tidaklah banyak, mungkin sekitar 50 an dan pastinya itu pilihan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali.

Mas Ibnu menikah muda. Lulus SMA langsung menikah. Berbekal uang hasil resepsi pernikahan sebesar Rp. 17 juta, Mas Ibnu memulai bisnis jualan kain kafan (mori). Beh ngeri-ngeri sedap juga hehehe. Namun itu ada unsur sosialnya juga siy. Kain Kafan itu kain untuk bungkus jenazah.

Karena ketekunan, konsistensi, dan inovasi hingga akhirnya jadi besar bisnis nya. Sampai punya batik trusmi di Cirebon sana. Hingga The Keranjang Bali.

UKM Bali

Sebelum acara, sempat saya berbincang dengan Mas Ibnu. Namun saya yang gencar memulai percakapan. Termasuk singgung soal komunitas wirausaha Tangan Di Atas (TDA). Ya, Mas Ibnu terkenal di kalangan teman-teman TDA. Jadi langsung saja saya giring topiknya ke TDA.

Mas Ibnu begitu tahu saya anggota TDA Bali, beliau langsung sumringah berbinar. “Kita satu DNA! TDA!” gitu komentar Mas Ibnu pada saya. “Saya ikut TDA pas jaman Presiden TDA Mustofa Romdloni,” cerita Mas Ibnu.

Kami pun terlibat obrolan seru tentang TDA. Termasuk saya ceritakan tentang TDA Bali dan pernah jadi ketua nya. Saat ini sudah lengser dan digantikan Mas Sidik. Di sela-sela pembicaraan, saya ‘todong’ meminta Mas Ibnu untuk meetup dengan teman-teman TDA Bali. “Iya lah, ayo, kita kan sama-sama satu DNA.” Lagi bilang soal satu DNA hahaha. Alhamdulillah.

Saya jadi tidak sabar. Foto selfie bersama Mas Ibnu saya share ke grup TDA Bali. Teman-teman pun antusias untuk bisa meetup dengan Mas Ibnu. Ketika sudah pulang, Mas Ibnu saya WA dan kami membuat janji meetup. Ah indahnya! Alhamdulillah Ya Allah, atas karunia rejeki di sore tadi.

Lantas siapa Pak Gede Indra? Beliau adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Yay! Beliau sempat mendengarkan materi presentasi saya tentang Digital Marketing. Ya, saya diundang sebagai pembicara dan hampir 45 menit presentasi tentang “Solusi Kemudahan dan Membangun Usaha di Era Digital.”

Hendra W Saputro Pembicara Internet Marketing

Selesai acara, kami sempat berbincang tentang UKM di Bali. Jumlah dan statistik nya. Menurut BPS, Bali punya kurang lebih 30.000 UKM. Namun itu data lama. Belum lah mutakhir kekinian.

Saya sempatkan memasukkan komunitas wirausaha TDA Bali kepada Pak Kadis. Beliau bilang, “Ya bagus-bagus itu. UKM harus saling memperkuat diri satu sama lain.” Saya pun punya keinginan untuk bisa berbincang, audiensi dengan beliau. Tentunya bersama-sama dengan teman-teman TDA Bali. Langsung beliau memberikan nomor WA nya dan bisa bikin janji bertemu. Nanti akan disesuaikan jadwalnya dengan ajudan. Gitu katanya. Waw menarik nih! Tanpa birokrasi.

Gede Indra Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dan Hendra W Saputro

Selain bertemu dengan kedua tokoh penting tadi, saya juga bertemu dan berbicang dengan pejabat Deputi Kemenkop. Sayangnya saya lupa namanya lho. Tadi sih sudah kenalan. Dasar lemah nya memori saya, jadi lupa deh. Beliau berdua bilang materi saya bagus untuk membuka mindset para UKM untuk Go Online. Ah syukurlah. Alhamdulillah. Ditunggu undangannya lagi ya, batin saya hehehe.

Terima kasih Ya Allah!

Undangan KEMENKOP

Gede Indra Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali UKM Bali

MUKERNAS 6.0 TDA #LOMBOKBANGKIT

MUKERNAS, Musyawarah Kerja Nasional 6.0 Komunitas Wirausaha TDA (Tangan DiAtas) periode kepengurusan Presiden TDA 6.0 Donny Kris Puriyono berlangsung 28 – 30 Agustus 2019 di Hotel Puri Indah, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Presiden TDA 6.0 Donny Kris Puriyono

Pemilihan lokasi MUKERNAS tidak lepas dari kepedulian TDA sebagai salah satu upaya recovery pasca bencana bagi masyarakat Lombok. Gunakan hashtag #LombokBangkit, TDA ingin berkontribusi positif untuk Lombok. Teman-teman TDA Mataram sebagai panitia lokal MUKERNAS mempersiapkan kegiatan tersebut dengan sangat ciamik! Kolaborasi dengan panitia pusat menghadirkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka MUKERNAS. Demikian hal kegiatan sosial juga terselenggara dengan membagikan 1000 paket sekolah untuk anak-anak terdampak gempa Lombok. Mrinding!

MUKERNAS 6.0 TDA dihadiri oleh 245+ delegasi, mewakili 11.457 Anggota TDA yang terdaftar dalam aplikasi TDA Passport. Dari unsur Board of Directors (BOD), Majelis Wali Amanah (MWA), Pengurus atau dalam istilah TDA disebut sebagai “Pelayan” dari 5 Negara dimana TDA tersebar, 15 TDA Wilayah dan 90 TDA Daerah se Indonesia.

TDA Bali Goes To Lombok

TDA Bali sendiri sebagai bagian dari TDA pernah jadi tuan rumah MUKERNAS 5.0 pada tahun 2017. Perbedaan yang saya rasakan dengan MUKERNAS 6.0 adalah adanya acara pembukaan oleh pejabat pemerintahan setempat yaitu Gubernur NTB. Kemeriahan ditambah dengan live music dimana anggota TDA bisa partisipasi bernyanyi.

MUKERNAS 6.0 TDA di Ballroom Hotel Puri Indah, Mataram

Lokasi pembukaan berbeda tempat dengan ruangan ballroom MUKERNAS yaitu terselenggara di area kolam renang yang punya halaman luas. Mrinding! Ruangan pameran nya luas juga. Wow pokok nya. Selamat TDA Mataram! Kalian buat MUKERNAS yang spesial.

Para pengurus dan anggota TDA Bali yang berangkat ke MUKERNAS 6.0 diantara nya saya, Mas Sidik (Ketua TDA Bali), Mas Eko, Bu Yani, Bu Eka dan putra nya Paul, Mbok Putu Cita, Mbak Lidia, Desu, Bli Yusa, Pak Nizar, Pak Anton, Kang Fajar (Ketua TDA Bali 1.0), Pak Hendro, Mas Fatkur, Mas Didien, dan Mas Khairul. Jadi ada 17 orang dari TDA Bali membersamai MUKERNAS 6.0 TDA di Mataram. Saya sudah lengser dari Ketua TDA Bali, lantas dalam kapasitas apa berangkat ke MUKERNAS? Saya ternyata ditarik jadi anggota TDA Wilayah Bali Nusra dimana Pak Bambang dari TDA Mataram sebagai ketua wilayah nya.

Delegasi TDA Bali di MUKERNAS 6.0 TDA

Agenda MUKERNAS 6.0

MUKERNAS ini dijadikan ajang penyampaian program-program kerja yang diawali dengan pemaparan visi kepengurusan oleh Presiden 6.0 : Donny Kris Puriyono. Sam DK panggilan akrabnya menginginkan TDA melaksanakan narasi besar bertema KolaborAksi Untuk Negeri. Jadikan TDA sebagai pusat literasi kewirausahaan melalui konten-konten digital. Makanya ada channel TDA TV di Youtube. Demikian pula konten-konten kewirausahaan lebih detail akan termuat dalam aplikasi TDA Passport. Didalamnya juga akan ada gerakan #beliTDA dimana para anggota nya jadikan aplikasi itu sebagai marketplace, penanda lokasi usaha, buat meeting, dll. Ciamik deh aplikasi ini.

Sam DK juga menantang para anggotanya untuk mencipta konten positif, karena sejatinya everybody is content creator. Terkhusus untuk berkontribusi bagi masyarakat Lombok, Sam DK berpesan untuk ciptakan konten yang bertemakan #lombokbangkit dan #kolaboraksiuntuknegeri, dan sebarkan melalui jagat media sosial. Agar semua tahu bahwa pulau Lombok sudah layak dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata andalan Indonesia.

Saya pun sesuai kemampuan membuat konten video dan foto yang terunggah di FB, IG dan Youtube dengan hashtag yang disampaikan oleh Sam DK. Disela-sela MUKERNAS, ada beberapa anggota TDA yang diminta untuk mengisi konten bagi channel TDA TV. Salah satunya saya yang bicara tentang Menjadi top 10 di Google. Ternyata bicara didepan kamera tidak semudah bicara di panggung hehehe.

Presentasi dan diskusi program juga dilakukan oleh Sekretaris Umum Wisnu Sakti Dewobroto, Bendahara Umum Ibrahim M. Bafagih dan para BOD (Board of Director) dari Direktorat Pengawasan & Kepatuhan Lutfiel Hakim, Direktorat Pelayanan Keanggotaan Daeng Faqih, Direktorat Marketing & Komunikasi Rawi Wahyudi, Direktorat Edukasi & Peningkatan Kapasitas Anggota : Rizki Rahmadianti, Direktorat Program Khusus Wahyu Agus Ariadi, Direktorat Penggalangan Sumberdaya & Kerjasama Yeti Riyadi, Direktorat Pengembangan Wilayah Roskar, Direktorat Badan Usaha Abraham Syah, Direktorat Kebijakan Publik Rudi Sahputra, Direktorat Urusan Luar Negeri Teguh Atmajaya dan Direktorat Pesta Wirausaha Deliyana Oktaviani. Ya ada 11 direktorat di kepengurusan TDA pusat. Masing-masing punya staf khusus juga yang diperkenalkan oleh para direktur nya.

#LOMBOKBANGKIT

Tidak lanjuti arahan dari Sam DK, kami rombongan TDA Bali lakukan kunjungan wisata di sekiataran Mataram untuk mencipta konten positif dan mengabarkan bahwa Pulau Lombok sudah move on. Saya juga melihat beberapa delegasi TDA dari seluruh Indonesia juga lakukan kunjungan wisata di Pulau Lombok.

TDA di Pantai Kuta Mandalika Lombok

Saya yang satu rombongan dengan Pak Ketua TDA Bali berkunjung ke Pantai Seger dan Kuta Mandalika. Kami bertemu dengan para delegasi dari TDA daerah lain. Sempat membuat konten juga disana. Ini video nya:

Kami dari TDA Bali berangkat ke Lombok hari selasa 27 Agustus 2019 pukul 22.00 WITA. Menyeberang dari pelabuhan Padang Baik ke Lembar, Lombok selama 6 jam. Berlabuh disana pukul 06.30 WITA pada hari rabu 28 Agustus 2019.

Selanjutnya menuju ke Pantai Pandanan daerah utara nya Senggigi untuk bergabung dengan rombongan bermobil Sam DK. Pada pukul 11.00 WITA rombongan kurang lebih 8 mobil konvoi bersama menuju Hotel Puri Indah Mataram.

Kekuatan Afirmasi Menolak Tidur

Sebenarnya setelah checkin hotel dan mandi, saya capek luar biasa mengingat cuma tidur 3 jam saja di kapal penyeberangan. Setelah mandi, pikiran ini saya berikan kalimat motivasi gini, “Hendra! Rugi besar kalau kamu ke MUKERNAS cuma untuk menuruti nafsu tidur. Keluarlah dari kamar dan yakin kamu dapat rejeki di arena MUKERNAS.

Ah benar saja, setelah mengikuti sesi sharing dengan Mas Witjaksono saya bertemu Mas Khairul dan Mas Ricky (TDA Mataram). Saya bilang lapar belum makan siang ke mereka. Atas skenario Allah SWT, Mas Ricky ajak saya, Mas Khairul plus bonus Mas Witjaksono dan Mas Fais Afrianto (TDA Palu) makan bersama di Sate Rembiga.

Mas Witjaksono di MUKERNAS 6.0 TDA

Siapa Mas Witjaksono? Kandidat calon menteri milenial di kabinet Presiden Joko Widodo! Ah rejeki bisa berbincang dengan beliau. Mas Witjaksono juga pengusaha muda yang melistingkan 2 perusahaannya di bursa efek dengan status Tbk. Aktif juga jadi Ketua KorNas Pertanian PBNU.

Di pertengahan makan siang, datang pula rombongan Ustad Syaikhu ditemani oleh Presiden TDA 5.0 Ahmad Baidillah Bara. Wuaaah bisa bersalaman dan sempat berbincang dengan kandidat wakil Gubernur Jakarta Ustad Ahmad Syaikhu. Benar-benar rejeki dari Allah atas afirmasi pasca mandi di hotel hehehe. Coba kalau saya tidur menuruti hawa nafsu kecapekan setelah mandi tadi? Takkan ada cerita diatas! Hanya sebuah kata untuk menggambarkan peristiwa afirmasi itu, MRINDING!

TDA Entrepreneurstory

Beberapa bulan sebelum lengser dari ketua TDA Bali, saya dihubungi oleh Dirmarkom TDA 5.1 Mas Faizal Alfa melalui WA untuk kolaborasi menulis buku untuk TDA. Begini kalimatnya:

Salam kangen dari Presiden TDA 5.1 : Bimo Prasetio

Diajak Presiden Bimo Prasetio, untuk berkontribusi, menulis artikel, yang akan dikompilasi dalam sebuah buku. Luangkan waktu, sempatkan menulis, dan kirim segera ya.

April ini, 99 artikel sedang dikumpulkan dari anggota TDA di Indonesia dan Mancanegara, lembar demi lembar dipersatukan u/ kemudian diolah dan diwujudkan dalam sebuah buku berjudul : TDA ENTREPRENEURSTORY.

Buku yang akan dicetak secara fisik ini, dirancang sebagai #TDALegacy yang dicatat dalam sejarah TDA dan dijadikan warisan dari TDA 5.1 untuk TDA di generasi berikutnya.

Satu tambahan kebahagiaan di MUKERNAS 6.0 TDA di Mataram adalah mengetahui buku tersebut sudah jadi dan penulis berhak gratis mendapatkan buku itu. Ahay! Saya buka buku itu dan cerita saya berada di halaman 103. Total ada 420 halaman! Ah Mrinding lagi!

Buku TDA Entrepreneurstory

Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Selamat buat TDA Mataram atas kesuksesan penyelenggaraan MUKERNAS 6.0 TDA. Semoga kita semua mampu berkontribusi positif untuk peradaban ini. Amin YRA.

Lumpuh di Kaki Berjalan Tegak Hidup Mandiri

Kaki nya lumpuh sejak awal Sekolah Menengah Atas (SMA) di tahun 2003. Padahal dia terlahir normal hingga merasakan keanehan melemahnya daya otot kaki pada akhir SMP. Semenjak waktu itu hingga sekarang, dia berjalan sambil/seperti duduk. Untuk bepergian jauh gunakan kursi roda.

Wahyu Diatmika Difable Disabilitas Entrepreneur

Dia kini berlabel manusia berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Bukan nya terkurung dengan keterbatasannya namun dia sudah piawai berbisnis (entrepreneur). Punya game center, toko komputer, beristri dan sudah punya 2 anak. Mrinding!

Saya terpana! Tak menyangka sama sekali. Kok bisa? Lanjut baca ya …

Dia bernama lengkap I Made Wahyu Diatmika dan saya panggil Wahyu. Di kampung Tabanan sana, dia dipanggil Dekwah. Doi sempat ragu dengan masa depan nya. Sempat pula tidak terima dengan kelumpuhannya.

Berawal Dari Suka Komputer Hingga Jadi Web Designer

Selesai tamat SMA, dia suka dengan komputer dan bermain game. Hingga suatu saat ada LSM PUSPADI memberinya kesempatan ikut Program Pelatihan Persiapan Keterampilan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas. Salah satu silabus training nya adalah dunia blogging dan internet marketing.

Bali Blogger Community menugaskan saya dan teman sesama blogger, Gus Tulank namanya, memenuhi undangan dari PUSPADI untuk jadi pembicara internet marketing. Berlangsung di Gedung Annika Linden Centre Batubulan, 24 Januari 2013, peserta disabilitas ternyata dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Wahyu Diatmika Pelatihan Internet Marketing

Disitulah saya bertemu dengan Wahyu. Pada akhir pelatihan, Wahyu tanya ke saya, “Pak, bolehkah saya magang di BOC?

Boleh, sekalian aja tidur di kantor BOC selama magang,” jawab saya. Rumah Wahyu kan jauh di Tunjuk, Tabanan. Maka dari pada bolak-balik saya tawarkan kamar yang ada tempat tidur nya. Bukan hanya di kantor Google aja yang punya nap room, BOC pun punya hehehe.

Wahyu magang di kantor saya selama 3 bulan dan selanjutnya hampir 2 tahun kerja bersama saya di BOC Indonesia sebagai web designer. Selama itu pula tidur di kantor saya.

Wahyu Diatmika, BOC

Selain jago buat website, Wahyu juga bisa memperbaiki laptop dan rakit komputer. Dia juga sering terlibat jual beli gadget, software dan pernak-pernik game. Awalnya dia mengerjakan itu karena dapat titipan dari teman-teman nya di Tabanan dan Denpasar. Saya mempersilahkan dia seperti itu di sela-sela tugas utama nya sebagai web designer. Karena proyek website di BOC berdasarkan target waktu. Selama bisa tepat waktu ya silakan atur saja kesibukannya.

Berani Jatuh Cinta!

Di suatu sore, Wahyu mendekati saya yang lagi duduk santai di depan kantor. “Pak Hendra, saya berencana mau menikah Pak. Bagaimana pendapat Pak Hendra? Apakah saya mampu menjalani nya Pak?” tanya Wahyu.

Out of the box batin saya. Wahyu yang difabel, masih belia dan berani berencana. “Wahyu. Kamu harus hadapi. Ajak bicara keluargamu untuk melamar minta pacarmu itu ke keluarganya. Jika kamu sudah mampu secara finansial, bertanggungjawab, dan niatan nya baik, meski tidak tahu masa depan seperti apa, namun yakin Tuhan akan memberikan kemudahan.” Tutur saya sok bijak.

Pernikahan Wahyu Diatmika Mayuni

Alhamdulillah jalan selanjutnya tetaplah mulus. Buktinya Wahyu dan Mayuni menikah pada 6 februari 2014. Kami di BOC turut hadir di pernikahan yang berlangsung dirumahnya Tunjuk, Tabanan.

Resign, Modal Tabungan dan Semangat Ubah Nasib

Setelah menikah, usia kehamilan istrinya makin membesar dan Wahyu mulai berdiam di Tunjuk, Tabanan. Minta ijin sama saya untuk 2 minggu di kantor dan 2 minggu menemani istri. Saya kabulkan. Hingga akhirnya Wahyu resign ketika istri sudah melahirkan. Tak mungkin lagi berkantor di BOC.

Berbekal tabungan dari gaji ketika di BOC, Wahyu beranikan diri buka rental PS3. Setelah 4 bulan rentalan tersebut berjalan, Wahyu mengajukan pinjaman KUR ke BRI untuk bikin warnet. Pinjamannya cukup untuk beli 5 PC saja. Seiring berjalan nya waktu nambah jadi 10 PC. Wow!

Sambil menjaga warnet nya sendiri, Wahyu juga bisnis online. Membuatkan website, jual beli PC dan laptop, gadget, dll yang semua sumber nya dari online.

Sebuah bank nasional, Maybank namanya pernah undang Wahyu ke Yogyakarta untuk ikut pelatihan entrepreneur. Alasan nya Wahyu punya omzet tertinggi dari para disabilitas lainnya. Wow lagee!

Seminggu setelah saya ikut pelatihan dari Maybank, entah dari mana datangnya ada orang yang mau bikin warnet dan dipercayakan kepada saya untuk membuatkan 5 komputer dan langsung seting jaringannya, setelah itu ada dari Lombok sebuah yayasan disuruh bikin webnya, dan setelah itu ada yang rakit komputer lagi dan ada 3 pesanan HP.” Cerita Wahyu mengukir nasib nya.

Saat ini Wahyu terlihat mondar-mandir dari Tunjuk Tabanan ke kantor saya. Kerjakan rakitan komputer dan jadikan tempat datang nya gadget-gadget yang di order dari seluruh Indonesia dan belahan dunia luar untuk pelanggan nya di Bali 🙂

Well, Wahyu tahun 2003 apakah menyadari nasib nya pada tahun 2019 akan beda? Ingatkah dia pernah putus asa? Ada 2 kata kunci yang saya amati yang mungkin orang lain bilang sebagai keberuntungan hidup. Padahal keberuntungan itu berasal dari kata MAU dan GERAK.

Wahyu MAU untuk membuka diri dan GERAK ikut pelatihan. Wahyu MAU untuk tanya ke saya untuk GERAK magang di BOC. Wahyu MAU untuk terima saran saya dan GERAK melamar pacar nya. Wahyu MAU untuk tanggungjawab dan GERAK untuk bekerja. Wahyu MAU untuk mikir, buat strategi hidup dan GERAK meminjam uang di bank. Wahyu MAU untuk ubah NASIB dengan GERAK kerjakan rakitan komputer, buat web, jual beli gadget, dll yang berkaitan dengan bisnis.

How about me? How about you? Tertampar bukan?

Nasib itu ada di tangan manusia. Takdir ada ditanganNya.