Tag Archives: Kewirausahaan

Tugas MasterTrainer di GapuraDigital Dan WomenWill

Salah satu cara saya belajar dan mendalami ilmu adalah dengan membagikannya. Konteks membagikan salah satunya jadi narasumber atau pembicara di sebuah acara (event). Sebelum bicara, ada proses persiapan membuat materi. Disitulah saya mengingat kembali pengalaman dan mendalami ilmu kekinian yang mutakhir sehingga terwujud dalam materi presentasi.

Prinsip itu saya sampaikan ketika diberi tanggung jawab oleh Google Indonesia bertugas sebagai Master Trainer di Train The Trainer (TTT) program Google Women Will Bali dan Gapura Digital Bali, yang terselenggara pada tanggal 2 – 3 dan 9 – 10 Februari 2019 di Hotel Grand Mirah, Jl. Kaliasem, Denpasar – Bali. Mereka yang mengikuti TTT adalah para pembicara dan narasumber potensial di Bali yang nantinya akan jadi fasilitator (trainer) program Google tersebut.

Kami para fasilitator (bisa juga disebut trainer) mengikuti program dari Google ini mengedepankan jiwa sosial karena status nya sukarelawan (volunter). Google sendiri punya tujuan membantu UKM di Indonesia secara gratis, agar memanfaatkan teknologinya agar mereka bisa go online dan tumbuh berkembang karenanya.

Ya, program Gapura Digital dan Women Will ini gratis tidak berbayar bagi UKM Indonesia. Maka Saya sampaikan juga tugas berat jadi trainer yang berstatus sukarelawan (volunter), yaitu berbagi ilmu dan pengalaman menggunakan teknologi Google dengan penuh keikhlasan tanpa memikirkan kecilnya honor yang diterima.

Yakinlah Tuhan sudah mempersiapkan rencana indah buat Anda diluar program ini. Rejeki itu niscaya akan mengalir di luar sana.”

Walaupun Google adalah brand besar dunia namun program ini mengutamakan nilai-nilai sosial sebagai motor penggeraknya. Sengaja fakta volunterisme ini saya sampaikan di awal sebagai filter para calon fasilitator. Ya, jika mereka berjiwa sosial, besok pasti akan masuk lagi mengikuti materi TTT. Ternyata ada beberapa yang tidak nongol lagi hehehe. Ya sudahlah, proses penilaian sedang berjalan.

Mereka para pembicara dan narasumber potensial Bali ini tidak langsung diterima sebagai fasilitator Google. Setelah materi TTT saya sampaikan, masih ada tes dan ujian diakhir program. Tes jadi pembicara dan ujian pemahaman materi TTT. Nilai (score) yang dihasilkan akan jadi bahan evaluasi project officer (PO) Gapura Digital dan Women Will Bali untuk memilih fasilitator yang pantas dan sesuai Key Performance Indicator (KPI).

* Apa Sih Gapura Digital dan Women Will?

Gapura Digital adalah program yang mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia untuk memajukan bisnis melalui digital. Terdapat serangkaian topik yang lengkap mulai dari tren digital, membangun portal usaha hingga SEO/SEM. Lihat website nya disini.

Women Will adalah program global dari Google yang dilakukan serentak di  beberapa negara seperti Brazil, India, Jepang, Meksiko, dan Indonesia, yang bertujuan mendukung wanita wirausaha, mengurangi kesenjangan gender dalam peluang ekonomi dan melalui beberapa kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kesehjateraan wanita wirausaha melalui bantuan teknologi. Lihat website nya disini.

* Proses Rekruitmen Fasilitator

Definisi fasilitator atau trainer oleh Google untuk program Gapura Digital dan Women Will adalah tokoh-tokoh UKM yang sudah sukses menggunakan digital. Disampaikan oleh Head of Small Medium Business (SBM) Marketing Google Indonesia Fida Heyder.

Tercatat sudah 3 kali PO Gapura Digital melakukan seleksi fasilitator baru. Yang pertama dulu menggunakan teknik lowongan volunter jadi fasilitator. Para calon fasilitator dikumpulkan bersama untuk mengikuti TTT yang dibawakan oleh Master Trainer pilihan Google Indonesia. Selanjutnya diadakan tes dan ujian. Nilai yang dihasilkan ternyata bukan parameter pokok. Masih ada tes lanjutan yaitu membawakan materi TTT langsung ke peserta program Gapura Digital. PO mendapatkan feedback dari peserta tentang kualitas fasilitator plus penilaiannya sendiri. Yang kurang greget dipastikan tidak jadi fasilitator lagi.

Seleksi ke 2 masih menggunakan teknik lowongan volunter jadi fasilitator. Para pelamar diberikan kesempatan presentasikan beberapa topik teknologi Google yang mereka kuasai. Yang jadi juri adalah fasilitator hasil rekruitmen pertama sesuai pilihan PO. Yang menentukan kelayakan adalah para juri tadi. PO tidak diberikan wewenang. Selanjutnya diadakan TTT ke dua yang dihadiri oleh fasiliator lama dan baru. Dulu saya yang diberi tanggungjawab menjadi Master Trainer dari perwakilan Bali. Sebelumnya saya harus datang ke Google Indonesia di Jakarta untuk menerima materi TTT pada 8 – 9 Mei 2018.

Seleksi ke 3 rupanya beda strategi. Calon fasilitator didapatkan dari rekomendasi oleh para fasilitator pilihan PO. Para PO juga membuka rekomendasi dari para tokoh yang dianggap kompeten. Harapan nya, pribadi yang memberikan rekomendasi itu lebih memahami medan dunia public speaking dan tahu kapasitas serta kompetensi diri para calon fasilitator.

Setelah terpilih, calon fasilitator di undang mengikuti TTT yang saya bawakan sebagai tugas selaku Master Trainer dan dibantu oleh Bu Indra, Bli Agas serta Bli Yudha. Terima kasih ya brosist 🙂 Mereka bertiga juga mengikuti TTT yang terselenggara di kantor nya Google Indonesia di Jakarta selama 3 hari pada 29 – 31 Januari 2019.

Terima kasih atas kesempatannya telah menunjuk saya sebagai Master Trainer Gapura Digital dan Women Will Bali. Sudah hampir 3 tahun saya membersamai program mulia ini. Saat nya saya memberikan tongkat estafet Master Trainer kepada para sahabat fasilitator lain (yang lebih muda hehehe). Begitupula saya meminta kepada PO ditempatkan sebagai fasilitator di bangku cadangan saja. Berikan kesempatan fasilitator (yang lebih muda lagi hehehe) untuk mendampingi UKM Bali melek teknologi Google, dan tumbuh berkembang karenanya.

Thanks Google Indonesia!
Thanks istri dan anak-anak saya!
Thanks team BOC Indonesia!

Gaes! Hutang Pesta Wirausaha Bali 2018 Lunas!

Menyisakan hutang dari minus Rp. 27.000.000 (27 juta) setelah acara Pesta Wirausaha (PW) Bali 2018 itu hal baru bagi kami di komunitas wirausaha TDA Bali. Khususnya bagi saya dan para pejuang PW Bali 2018. Ya, anggota kepanitiaan PW Bali kami sebut pejuang PW.

Tapi tenang, hutang yang tercipta pada 25 Februari 2018 itu per 14 Mei 2019 Alhamdulillah sudah lunas! Gimana cara kami melunasinya? Baca terus tulisan saya.

PW Bali sebelumnya, tahun 2016 menyisakan kelebihan uang alias surplus Rp. 3.000.000 (3 juta) dari total pembiayaan kurang lebih Rp. 75.000.000 (75 juta). Sedangkan pembiayaan PW Bali 2018 adalah kurang lebih Rp. 170.000.000 (170 juta). Dua kali lipat lebih. Kok bisa?

* PW Rasa Sosial dan Ingin Beda!

PW adalah agenda tahunan dari pengurus pusat TDA dan diikuti oleh TDA daerah di Indonesia. Setelah TDA Bali laksanakan PW Bali 2016, harusnya 2017 ada. Kami pun mulai pasang waktu pelaksanaan pada 23-24 Desember 2017. Namun sayangnya harus ditunda karena alasan gencarnya letusan Gunung Agung.

Berbekal prediksi cuaca yang cerah dari website cuaca (klo tidak salah Accuweater dot com), kami umumkan ke publik bahwa PW Bali bakal terlaksana kembali pada 24 – 25 Februari 2018. Dikemudian hari saya menyesal pakai prediksi itu, tidak akurat! Hari pertama PW isinya hujan deras di siang hari. Menyusul hujan pas sore hari! Hancur rasanya hati ini. Kenapa? Baca terus ceritanya.

Konsep PW 2016 kebelakang selalu gunakan 2 tema acara yaitu seminar/workshop dan expo (pameran UKM). Sesuai tujuan diadakannya PW yaitu sebagai ajang cari ilmu, berjejaring (networking), promosi produk, dan menjaga konsistensi semangat berwirausaha.

Kami punya impian! Adakan PW Bali dengan konsep beda dari sebelumnya. Sebenarnya konsep yang ditambahin sih. Konsep lama tetap ada namun ada penambahan. Maka harus ada alasan kuat kenapa kok ada tambahan konsep. Alasan kuatnya adalah Gunung Agung!

Ya, Gunung Agung selama 2017 meletus berkali-kali. Warga yang tinggal di lereng sana harus mengungsi meninggalkan rumah dengan persediaan hidup yang semakin menipis. Terlunta-lunta di posko pengungsian. Terpaksa menggantungkan hidup dari santunan warga dan donatur lainnya.

Penerbangan di bandara I Gusti Ngurah Rai kadang buka tutup. Wisatawan banyak menunda kunjungan nya ke Bali. Otomatis bisnis di Bali ikut merasakan dampaknya. Banyak pembatalan (cancellation) dan sepi nya transaksi. Contoh istri saya yang bisnis catering juga merasakan cancellation dari pelanggannya dari luar Bali. Acara akhir tahun yang padat harus cancel karena dampak letusan Gunung Agung.

Maka TDA Bali harus berbuat sesuatu!

Kami harus merumuskan maksud dan tujuan PW Bali 2018 agar punya dampak positif bagi Bali. Yaitu:

1. Sarana untuk para wirausahawan khusus nya Bali dalam meningkatkan pengetahuan (knowledge) bisnisnya, memperluas jejaring (networking), promosi produk dan menjaga konsistensi semangat berwirausaha.

2. Menumbuhkan jiwa sosial berbagi dan menciptakan psikologi positif, sehat jiwa dan raga bagi masyarakat Bali.

3. Sebagai bagian kegiatan untuk pemulihan ekonomi dan psikologi semua elemen masyarakat Bali disaat terjadinya erupsi Gunung Agung.

4. Mempromosikan Bali yang tetap aman untuk hidup dan berbisnis ke seluruh Indonesia dan dunia.

* Take Double Action di PW Bali 2018

Take Double Action itu kami artikan sebagai action dulu mikir nya belakangan hehehe. Untuk mewujudkan PW Bali 2018 rasa sosial dan sesuai tujuan nya maka harus banyak acara yang tercipta. Yaitu: Ada seminar dan talkshow, ada pameran promosi bisnis, ada lomba mewarnai untuk anak, ada acara demo masak untuk ibu-ibu, ada nge-jam musik oleh band undangan, ada konser musik sosial dimana 2 artis papan atas Bali akan aksi untuk penggalian dana. Pemusik itu Jun Bintang dan Nanoe Biroe yang pentas pada hari berbeda. Kemudian ada lomba lari dan senam Zumba masal.

Khusus lomba lari, kami menciptakan kejuaraan berhadiah sejauh 5 kilometer dan pelaksanaannya mirip untuk para profesional. Lengkap dengan medali-medali nya, water station, ada racepack, penjagaan dari kepolisian dan dinas perhubungan, pengawalan voorider untuk sang juara, wuaah mewah dan seperti lomba lari beneran seperti di tipi-tipi hehehe.

Lomba lari itu kami namakan TDA EntrepreneRun! The first entrepreneur run in Indonesia!

Katanya, seumur-umur adakan PW di seluruh Indonesia, baru kali ini di TDA Bali mampu adakan lomba lari dalam rangkaian PW. Mrinding! Akhirnya di kemudian hari konsep lomba lari ini diadopsi oleh PW Nasional 2019 lalu. Alhamdulillah hehehe.

* Out of the box!

PW Bali 2018 punya 2 tempat pelaksanaan acara! Berlokasi di area lapangan Bajra Sandhi dimana didalamnya ada Museum Perjuangan Rakyat Bali dan dikelilingi oleh lapangan-lapangan. Kami gunakan Museum untuk seminar dan talkshow. Kemudian lapangan sebelah timur sebagai arena pameran promosi produk. Terpisah jarak 200 meter saja.

Kami undang 13 pembicara! Mereka adalah:

1. Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi & UMKM RI)
2. Drs. Ketut Sudikerta (Wakil Gubernur Bali)
3. IB Rai Dharmawijaya (Rai Mantra, Walikota Denpasar)
4. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Tjok Ace, Ketua PHRI Bali)
5. Ahmad Baidillah Thariq Barra (Presiden TDA 5.0)
6. Dewa Eka Prayoga (CEO Billionaire Corp)
7. Gus Agung Gunarthawa (2015 National President JCI Indonesia & Pakar Branding)
8. Nyoman Sukadana (Founder Elizabeth International)
9. Dodi Zulkifli (CEO Neyma Brand Identity)
10. Windu Segara Senet (Founder Mangsi)
11. Hendra W Saputro (CEO BOC Indonesia)
12. Gusti Made Adnyana Kepandean (CEO Banyuatis Bali Coffee)
13. Yana Sandhi (CEO SAM Digital Marketing)

Mereka semua diawal confirm hadir namun Pak Menteri tiba-tiba membatalkan di last minute. Begitupula Pak Rai Mantra. Masih tertahan di acara lain katanya. Para ajudan nya kontak saya. Sedih sih. Pak Sudikerta pun diwakilkan ke Pak Gus Adhi (Anggota DPR RI Fraksi Golongan Karya). Akhirnya acara PW Bali 2018 dibuka oleh Pak Gus Adhi.

Agenda seminar dan talkshow berjalan sesuai rundown. Aman. Arena pameran sempat menyedihkan di hari pertama. Khususnya dari siang sampai malam. Lapangannya becek karena hujan deras mengguyur. Namun Nanoe Biroe tetap goes on dengan lagu-lagunya yang interaktif dan ngocol abis. Terhibur. Saya lihat Pres Barra tak henti-hentinya video kan Nanoe dan tertawa terpingkal-pingkal.

Hari kedua PW Bali 2018 diawali pada dini hari untuk perlombaan lari. Banyak drama di hari ke dua ini. Mulai snack dan sarapan yang sering ditagih oleh para bapak polisi hingga pecah nya suasana akibat senam Zumba. Rameee banget! Apalagi teman-teman dari TDA dan organisasi wirausaha lainnya pada berkumpul. Selebihnya aman sesuai rundown hingga Jun Bintang menutup gelaran PW Bali 2018 dengan lantunan musik nya. Membius para penonton.

* Panas Dingin Karena TDA EntrepreneRun

Kami pikir diawal buat lomba lari bakal mudah. Mengingat dalam rapat persiapan ada panitia dari TDA Bali yang hobi dan jadi aktivis lari. Ikut di sebuah komunitas lari dan pernah menangani lomba lari 5 K Telkomsel. Lokasinya persis sama di area jalanan lapangan Bajra Sandhi.

Ketika pelaksaan PW Bali 2018 kurang 3 minggu, terkuaklah dalam rapat panitia tentang prosedur lomba lari itu. Harus ada ijin dari pengelola lapangan Bajra Sandhi, lanjut ke Desa, Pos Polisi Sub Rayon Renon, Polsek Denpasar Timur, Polresta Denpasar, Polda Bali. Kemudian ijin lagi penggunaan jalan ke Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Provinsi! Untuk desa pun harus urus di desa dinas dan desa adat. Fyuh.

Pernak-pernik lainnya harus urus kaos lari, medali lari, penyediaan sepeda, voorider polisi, tempat ambil racepack yang harus tersedia selama 2 hari hahaha. Sewa cone untuk pembatas jalan. Daaaan semua hal itu ada pos-pos pembiayaannya. Bengkak kurang lebih Rp. 25.000.000 an. Dana itu sudah termasuk nego habis-habisan dengan para pihak. Nego cuek bebek itu menghemat hampir hmm 40% duit.

Mungkin jika tanpa ada lomba lari, budget PW Bali 2018 bakal impas hehehe. Namun dikemudian hari kami sadar dan bersyukur bahwa impact dari TDA EntrepeneRun sungguh out of the box! InshaAllah semua pihak akan mengenang lomba lari tersebut. Terlihat mak-nyess raut kegembiraan dari para peserta lari yang upload aksi nya di media sosial. Alhamdulillah.

Mungkin juga lagi, bila kami mampu meminimalkan bentuk panggung dan bentuk booth-booth pameran, akan menghemat lebih banyak biaya.

Namun fakta minus Rp. 27 juta tetaplah harus dihadapi. Syukurnya pihak vendor-vendor pendukung PW Bali 2018 memberikan tengat waktu 2 minggu dan ada yang 1 bulan untuk pelunasannya. Sebelumnya memang sudah nego-nego waktu pelunasan sih.

* Cara Melunasi Hutang PW Bali 2018

Curhatan tidak populer terpaksa saya ambil sebagai ketua TDA Bali. Saya curhat di grup anggota TDA Bali bahwa PW Bali 2018 minus dan meminta tolong partisipasi nya untuk meminjamkan dana dingin nya. Dana yang tidak ditagih-tagih dalam waktu 1 tahun.

Sebagai kontra prestasi saya tawarkan slot iklan di website TDA Bali selama hutang itu belum terbayar kembali. Akhirnya ada yang meminjamkan 10 juta, 5 juta, 2 juta, ada yang hibahkan 1 juta. Ya Allah. Hingga akhirnya terkumpul 27 juta dalam waktu 1 minggu. Kami bayarkan ke para vendor tadi dan lunas.

Sekarang memikirkan cara mengembalikan hutang organisasi TDA Bali kepada para anggota nya. Kami para pejuang PW Bali 2018 dan para pengurus TDA Bali sepakat untuk lakukan penggalian dana melalui workshop dan penjualan asesoris TDA Bali. Contoh nya jualan kaos polo, seragam, jualan buku 8WS. Surplus kegiatan tersebutlah yang jadi amunisi untuk bayar hutang perlahan-lahan ke para anggota. Butuh waktu 1 tahun lebih.

Terima kasih kepada para pembicara internal TDA Bali yang merelakan energinya tak terbayar. Terima kasih para anggota TDA Bali yang mau beli pernak-pernik asesoris TDA. Terima kasih para sponsor dan organisasi rekanan. Semoga Tuhan YME membalas segala amal kebajikan yang telah diperbuat untuk TDA.

Tahun 2019 harusnya ada PW Bali namun saya menegaskan bahwa tidak akan ada PW sebelum hutang itu lunas! Entah di akhir 2019 nanti. Akan jadi urusan pengurus baru hehehe.

Terima kasih Ya Allah 🙂

Baca laporang PW Bali 2018 dan semoga bisa MRINDING! Tapi videonya saya tunjukin disini deh.

Video

Indonesia Raya Berkumandang di TDA EntrepreneRun

Senam ZUMBA yang Getarkan Lapangan Renon!

Kenapa Kegiatan di TDA (Selalu) BerBayar?

Ijinkanlah saya sebagai pelayan komunitas wirausaha TDA Bali yang saat ini diberikan amanah jadi ketua periode 2016 hingga 2019, memberikan jawaban atas pertanyaan yang jadi judul artikel ini.

Saya ulangi lagi “Kenapa kegiatan di TDA (selalu) berbayar?” Kalimat ini timbul dari pertanyaan beberapa anggota TDA Bali. Mungkin juga timbul dari anggota TDA daerah lain / masyarakat umum.

Acara atau kegiatan di komunitas wirausaha TDA ternyata ada yang berbayar dan ada yang TIDAK berbayar alias GRATIS. Kalimat saya ini sudah saya diskusikan dengan para ketua TDA daerah di seluruh Indonesia. Dan juga diketahui oleh pengurus pusat TDA.

Saya mencoba menjawab sesuai lingkup di TDA Bali. Bisa jadi di TDA daerah lain juga mirip-mirip karena pada dasarnya program kerja TDA itu diadopsi dari pusat dan juga hasil inspirasi dari daerah-daerah lain.

Pada kepengurusan di TDA Bali, pengurus telah melaksanakan program kerja: Saling Sharing (SALSHA), Kuliah WhatsApp (KULWA), TDA Visit Preneur, TDA Peduli, TDA Perempuan, TDA Leadership Camp (TLC), Pesta Wirausaha Bali, Kelompok Mentoring Bisnis (KMB), 8 Workshop Series, Seminar, Kopi Darat (KOPDAR), TDA EntrepreneRun, Event Insidentil/dadakan. Download Profil TDA Bali ya.

* Kegiatan TDA apakah yang Tidak Berbayar alias Gratis?

– Yang tidak memerlukan biaya.
– Yang bisa ditanggung oleh seseorang/donatur/sponsor.
– Yang TDA tidak perlu mengeluarkan uang kas.

Contoh kegiatan yang bisa digratiskan adalah SALSHA, KULWA, TDA Visit Preneur, KMB, KOPDAR. SALSHA ini berlangsung di grup WhatsApp dan berupa sharing dari masing-masing anggota TDA tentang cerita hidup dan bisnis nya. KULWA berlangsung di grup WhatsApp berupa presentasi materi teknis bisnis.

TDA Visit Preneur

TDA Visit Preneur adalah kunjungan ke kantor/pabrik/unit bisnis salah satu member TDA. KMB ini kelompok intensif untuk memajukan bisnis. KOPDAR adalah ajang bertemu silaturahim para anggota dan biasanya berkumpul makan bersama dengan biaya sendiri-sendiri.

* Kegiatan TDA apa yang TIDAK bisa digratiskan/harus bayar?

– Yang memerlukan biaya belanja.
– Yang TIDAK bisa ditanggung oleh seseorang/donatur/sponsor.
– Yang pengurus TDA perlu mengumpulkan kas (penggalian dana).
– Dengan tujuan tertentu misal agar peserta jadi lebih serius, menghargai acara, memorable.

Contoh kegiatan yang berbayar, tidak bisa digratiskan: TDA Leadership Camp (TLC), Pesta Wirausaha, 8 Workshop Series, Seminar, TDA EntrepreneRun. Mayoritas kesamaan kegiatan ini adalah harus menggunakan gedung yang ber AC, harus ada makan siang, coffee break, undang pembicara (butuh tiket transportasi, akomodasi dan konsumsi).

Kadangkala untuk menekan biaya investasi anggota, pengurus mencari sponsorship. Secara pendanaan, masing-masing kegiatan tersebut ada yang surplus dan ada yang merugi. Kalau surplus maka dana nya masuk ke kas. Kalau minus maka kas harus siap berkorban untuk menutupi kerugiannya. Kadang anggota TDA tidak harus mengetahui kondisi tersebut. Pengurus lah yang tahu. Dana kas biasanya dilaporkan pas periode kepengurusan berakhir.

Kegiatan yang berbayar manfaatnya juga dikembalikan lagi kepada anggota. Mereka merasakan manfaat ikut kegiatan dengan nyaman, konsumsi terjamin, ATK ada, ilmu ‘daging’ semua, dan mungkin beberapa penghargaan atau manfaat lainnya.

Kegiatan berbayar juga merupakan komitmen dari anggota dan pengurus/panitia. Komitmen untuk melayani yang terbaik, berikan acara yang berkualitas, kenyamanan dan aura spirit untuk scaleup.

Ada yang bilang, “Lalu apa bedanya kegiatan berbayar oleh EO dengan TDA?” Jawabannya: Kalau EO mencari profit, namun kalau TDA mencari benefit. EO untuk shareholder, TDA utk stakeholder.

* Sosial di TDA dan Kas untuk Apa?

TDA punya divisi bernama TDA Peduli dan TDA Perempuan. Rata-rata divisi ini dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial. Apakah anggotanya bayar? Ya, mereka bayar dengan status sedekah, donasi. Contoh di Bali kita menggerakkan anggota dan masyarakat umum untuk santunan korban letusan Gunung Agung. Kemudian pernah ke korban kebakaran. Pernah juga ke Yayasan Kanker Anak.

Selain dari anggota, TDA melalui kas nya juga ikutan membantu di kegiatan sosial. Tak hanya di Bali. Misal ada bencana gempa di Lombok, Palu, dan banjir di Sentani Papua, rekening kas TDA Bali pun ikutan dikuras.

Organisasi tanpa uang kas dipastikan bakal sulit berkembang. Bahkan tinggal menunggu mati saja. Kas di TDA Bali kadang dipergunakan untuk memberangkatkan perwakilan pengurus nya untuk mengikuti acara-acara TDA nasional. Semisal ada Rakernas TDA. Perwakilan pengurus ditanggung transport dan akomodasi nya oleh kas. Kadang pula kas digunakan untuk menjamu tamu penting TDA dari pusat maupun daerah lainnya.

* Pembicara dari internal TDA dibayar 2M

Menjadi narasumber atau pembicara sebuah workshop atau seminar itu enak! Dapat honor lho. Langsung dapat amplop atau kadang ditransfer. Itu saya rasakan sendiri selama jadi pembicara disana, disini, disono.

Namun kalau saya berbicara di TDA, akan dapat 2M. Makasih Mas! Ya, ini budaya yang serius menahun ada di TDA. Budaya ini berlaku juga bagi pembicara TDA lainnya.

Artinya, jika pembicara itu adalah masih anggota TDA maka dia hanya berhak dapatkan tanggungan transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Paling mewah adalah dapat oleh-oleh.

Kenapa kok tidak dapat honor? Bakal bertentangan dengan Visi, Misi dan Value TDA. TDA menjunjung tinggi budaya berbagi. Memberi adalah mulia.

Omongin pengalaman saya aja ya. Saya jadi pembicara di Pesta Wirausaha TDA Bali dan tak pernah dapat honor. Saya diundang jadi pembicara di Pesta Wirausaha TDA Sangatta, Kalimantan Timur sono juga tidak dapat honor. Saya mengisi 8 Workshop Series 2 hari tentang internet marketing di TDA Bali juga tidak dapat honor. Bahkan di level nasional, saya diundang jadi pembicara pada kelas teknis di Pesta Wirausaha Nasional pun tidak dapat honor! Saya hanya dapat 2M saja. Makasih Mas! Hehehehe.

Apakah saya tertekan? Tidak! I’m Happy! Saya bisa berbagi. InshaAllah itu kontribusi positif yang saya pertanggungjawab kelak dihadapan Allah SWT.

Ada cerita unik di TDA daerah lain, yang jelas bukan Bali ya hehehe, pembicara dari TDA malah ‘ditodong’ ikut urunan uang untuk menambal kerugian acara hahaha. Udah capek cuap-cuap, ikut nanggung ruginya acara. Hahaha, itulah unik nya TDA!

Trus jadi pembicara di TDA tidak dapat duit dong? Hey, Tuhan sudah persiapkan duit diluar TDA. Contoh jadi pembicara di event Sampoerna, saya dapat honor juta’an. Balai Diklat Industri, dll dapat honor kok. Allah Maha Adil dan Maha Penyayang.

TDA adalah salah satu tempat mencetak amal ibadah berkualitas tinggi! Kemudian TDA adalah keluarga baru bagi saya. Ibarat keluarga, kita bicara apa saja namun nilai plus di TDA adalah kita bisa bicara bisnis juga. Ilmu dan kolaborasi cring-cring nya.

Jika Anda bergabung di TDA dengan niat dapat duit, maka Anda tidak akan bertahan lama.

Itu!

TDA Leadership Camp di TDA Bali 2019

Sebuah tantangan di akhir kepengurusan saya di TDA Bali adalah mensukseskan hajatan terakhir dari gelaran TDA Leadership Camp (TLC), yang telah menjadi kerjasama nasional antara Komunitas TDA dan Kubik Leadership sejak 2 November 2017.

Kubik Leadership adalah lembaga training Sumber Daya Manusia (SDM) yang didirikan oleh motivator nasional Bapak Jamil Azzaini. Spesialisasi Kubik Leadership adalah di bidang Leadership dan Pengembangan Diri (Personal Development).

Kubik Leadership sudah banyak membantu banyak perusahaan besar dan ternama di Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya. Saatnya tim Kubik Leadership membantu pengembangan UKM sebagai bentuk kepedulian kepada kemajuan para wirausahawan Indonesia.

Kerjasama kedua institusi ini fokus kepada TLC yang akan akan mengasah aspek self leadership para pelaku UKM yang menjadi member TDA. Selanjutnya tim Kubik Leadership melakukan roadshow mengisi acara TLC di seluruh TDA wilayah di Indonesia.

Puluhan acara TLC terlaksana di beberapa wilayah kerja komunitas TDA di seluruh Indonesia. Saya pernah mengikuti acara ini sebelumnya di TDA Mataram pada 28 – 29 Juli 2018. Pas hari ke 2, terjadi gempa pertama yang terjadi di Pulau Lombok.

Goal dari TDA Leadership Camp (TLC)

Kemampuan untuk memimpin diri sendiri mutlak diperlukan sebelum memimpin orang lain. Kemampuan memimpin diri sendiri adalah modal untuk memimpin orang lain.

Kemampuan memimpin diri sendiri, akan mampu mencipta visi diri, accountability dan integritas yang kuat, serta memiliki responsibility. Sehingga jiwa leadership yang telah tercipta ini mampu mengembangkan bisnisnya di masa yang akan datang.

Kemudian di dalam kegiatan TLC juga memuat pemahaman pentingnya nilai-nilai TDA, yaitu; Silaturahim, Integritas, Open-minded, Action-oriented, dan Keseimbangan.

TLC Penutup di Bali

Ya, rangkaian roadshow TLC sejak 2 November 2017 akan ditutup langsung oleh Pak Jamil Azzaini di TLC Bali pada 27 April 2019. Beruntung sekali! Mengingat Babe (panggilan Pak Jamil Azzaini) terhitung baru 2 kali saja mengisi di TLC. Selebihnya dibawakan oleh para trainer senior Kubik lain nya. Contoh TLC Mataram yang saya ikuti dibawakan oleh Pak Syaiful Hamdi Naumin (Senior Kubik Trainer, mantan komisaris Olympic Group).

Acara TLC di Denpasar, Bali berlangsung 2 hari pada Sabtu dan Minggu, 27 – 28 April 2019. Bertempat di ballroom Gayatri Hotel Inna Bali Heritage, Jl Veteran, Denpasar. Babe full sehari membawakan materi leadership. Hari berikutnya dipandu team Kubik yaitu Mas Dhika dan Mas Rama. Founder TDA Pak Badroni Yuzirman juga mengisi materi ke-TDA-an.

Alhamdulillah seru! TLC Bali diikuti oleh 44 peserta. Mayoritas dari TDA Bali sendiri dan 1 dari TDA Kendari, Sulawesi Tenggara. Ada 5 orang fasilitator dari TDA Bali yang menjadi pendamping kelompok dari para peserta. Saya bertugas sebagai penyebar koin hehehe. Lebih ke bagian mondar-mandir memastikan acara berlangsung lancar.

TLC Bali bisa terlaksana berkat pendanaan dari peserta dan para sponsor. Ludes hehehe untuk menanggung biaya tiket pesawat (yang tidak lagi murah) dan akomodasi 4 trainer dari Jakarta, biaya sewa ruangan berikut makan siang dan coffee break nya. Peralatan ATK, kaos, cetak workbook dan beberapa konsumsi panitia. Semua pembiayaan itu kembali lagi manfaatnya untuk para peserta.

Saya pribadi sebagai pelayan TDA Bali berterima kasih kepada Tuhan YME, Babe Jamil Azzaini, Pak Badroni Yuzirman, Mas Dhika dan Mas Rama, para peserta, fasilitator (Pak Nizar, Kang Fajar, Mas Yana, Mas Didien, dan Bro Jefry) dan tentunya para sponsor sebagai berikut:

1. Marzi Kreasi
2. Babe Printing
3. Jaens Spa
4. Bali Shipping Cargo
5. Delicacao
6. Kangge
7. Prozco
8. Campus BETA
9. Jamu Sehat Segar
10. Jenewa Paper Bag
11. Nyawan Kreatif
12. BIPI HR Expert

Agenda selanjutnya memikirkan regenerasi Ketua TDA Bali. Saya harus serahkan tongkat pelayanan kepada ketua baru. Semoga Tuhan YME memberikan kelancaran. Amin.

Berikut video seru nya TLC Bali 2019! Foto-foto lengkapnya bisa lihat di website TDA Bali. Alhamdulillah …

Mentoring SEO Untuk Startup INBIS Tohpati

Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar memanggil saya lagi. Sebelumnya pernah berurusan dengan BDI ketika didaulat menjadi trainer Smart Business Map (SBM), untuk penguatan proses bisnis para tenant (startup binaan) agar naik kelas.

Mentoring SEO

Kali ini saya diminta menjadi mentor untuk beberapa startup yang meminta pendampingan tentang SEO (Search Engine Optimization). Saya diminta untuk mentorship mereka selama 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan berbeda-beda startup.

BDI sebagai sebuah institusi dibawah Kementrian Perindustrian RI diberikan wewenang untuk membina generasi muda agar menjadi wirausahawan memperkuat bidang ekonomi kreatif. Ya, BDI Denpasar memang dikhususkan membina bidang kreatif. Untuk mencetak dan membina wirausaha baru, BDI mempunyai divisi bernama Inkubator Bisnis (INBIS) Tohpati.

Para tenant INBIS Tohpati diharuskan mempunyai website sebagai salah satu kanal marketing bisnis nya. Setelah mengikuti mentorship, saya jadi tahu ternyata fokus website para tenant adalah lebih kepada estetika. Keindahan saja. Namun masih jauh untuk urusan SEO dan keefektifan website. Website yang efektif lebih kepada kemudahan penggunaan oleh konsumen (users).

Mentoring SEO

Users disini bukan hanya manusia namun juga robot-robot nya mesin pencari (search engine). Website efektif harus mampu melayani manusia dan melayani robot. Kurang lebihnya seperti itu.

Jika melayani manusia, harus menarik dan mengundang manusia itu untuk melakukan aksi. Maka harus ada unsur call to action (CTA) pada website. Misal nomor HP/WA, formulir kontak, dll. Sebelum manusia akan aksi, website harus lah menarik. Unsur menarik ini terwakili oleh penyajian data dalam website yaitu ada data teks, gambar dan video. Manusia tentunya kurang perhatian jika website itu isinya text saja.

Kemudian jika melayani robot search engine, maka website harus punya meta title dan description yang relevan dengan isi website. Penggunaan nama file yang jelas dan alternative text juga harus relevan dengan isi website. Struktur data yang sangat beragam juga menambah nilai plus secara SEO. Misal mengatur heading 1, 2, 3 dst, kemudian ada text, gambar, video, dll.

Menurut saya, Google tidak membaca/melihat design website sebagai penilaian SEO. Google itu ‘buta’, dia akan menilai data-data text yang ada dalam website. Ini sesuai penelitian yang saya lakukan.

Apakah SEO hanya bertarung di posisi search engine saja? Menurut saya sih tidak. SEO yang baik itu akan membawa potensi omzet kepada pemilik website. Percuma saja nomor 1 di Google namun website nya nggak jelas. Bikin manusia bingung. Maka ada trik-trik pendukung agar website menarik dan merangsang terciptanya omzet. Mau tahu lebih dalam? Bisa undang saya hehehe.

Mentoring ini terjadi pada 19 Desember 2018 dan beberapa hari minggu kemudian di akhir tahun 2018 bertempat di Gedung Animasi lantai 2 Balai Diklat Industri Denpasar.

Semoga mentoring yang saya bawakan untuk generasi muda binaan INBIS Tohpati dan Balai Diklat Industri Denpasar membawa manfaat bagi peradaban ini. Amin.

Dokumentasi Video

Mentoring SEO Mentoring SEO