Tag Archives: Kesehatan

Laporan Minggu II: Bantuan APD untuk Tenaga Kesehatan

Rasanya hari-hari belakangan masih sama dengan minggu lalu.

Juga makin miris karena di sana sini pemerintah dan anggota dewan makin getol mengesahkan Omnibus Law. Ditambah lagi memunculkan wacana pembebasan napi korupsi. Menghimpit yang terjepit. Seharusnya setiap elemen pemerintah berlomba memberikan jaminan dan rasa nyaman kepada masyarakat bukan sebaliknya, menambah kecewa ditengah keterpurukan.

Semakin lama semakin wajib bagi kita tuk saling menumbuhkan harapan dan lingkungan yang berenergi baik. Di saat-saat tidak mudah begini, gerakan-gerakan kebaikan muncul dan menjadi tumpuan harapan akan hari esok yang lebih baik.

Menyenangkan sekali, melihat muda-mudi saling tolong untuk memberi bahan pangan pada masyarakat, warga yang memberi makan gratis kepada pengemudi gojek, dan gerakan-gerakan berdonasi lain. Kebaikan-kebaikan yang lahir dan tumbuh menjadi secercah sumber harapan, senyum dan kelegaan, bahwa pertiwi tak sepenuhnya gulita.

Jauh Di Mata, Dekat Di Hati, melalui kegiatan #KonserdiRumahAja pun masih berlangsung dengan antusiasme tak kendur. Musisi yang terlibat makin bertambah. Ide-ide baru terus bermunculan untuk menjaga semangat perjuangan.

Minggu kedua kami memulai fitur #DiskusidiRumahAja dengan mengundang tim Post Santa Jakarta yakni Maesy dan Teddy bergabung melalui instagram Post Santa dan diskusi tsb dimoderatori oleh Man Angga Nosstress. Diskusinya asyik. Empuk. Menambah begitu banyak wawasan dan juga daftar judul buku yang patut dibaca selama masak Physical Distancing ini.

Konser di edisi 2 ini dimulai dengan penampilan Dewa Gede Krisna pada Senin, disusul Wayan Sanjay melalui akun Pygmos, dilanjutkan anggota The Dissland yakni Made Ardha. Pada hari Kamis, ada diskusi buku dengan Post Santa dan Man Angga. Jumat dengan penampilan merdu Mas Iksan Skuter dan diakhiri dengan penampilan syahdu Fajar Merah.

Semangat berbagi, bersolidaritas dan menabung harapan menjadi pondasi yang menautkan setiap penampil pun kami. Minggu kedua ini juga kami berkolaborasi dengan Mayhem Art & Apparel. Mereka mengeluarkan kaos edisi khusus #StayatHome dengan harga 170 ribu rupiah, dan setiap hasil penjualannya sepenuhnya akan disumbangkan melalui tim Putih Hijau.

Mayhem sungguh bersemangat. Antusiasme pembeli pun tak kalah. Dalam empat hari masa pemesanan mereka berhasil menjual kaos sebanyak 88 buah dengan nilai total sumbangan Rp 14.960.000.

Semakin hari, laporan masuk dari instansi rumah sakit pun makin banyak. Cerita kekurangan alat pengaman diri (APD) pun masih menjadi lagu di banyak rumah sakit. Angka kematian pun terus bertahan di atas 8 persen. Tenaga medis yang berpulang pun meningkat. Sampai hari ini terdapat 20 tenaga medis yang tumbang di medan perang.

Ini jelas tragedi.

Kemarahan, kekecewaan, nestapa tapi tak punya pilihan adalah hal yang para medis hadapi sehari-hari. Ditambah lagi ancaman terinfeksi, kelelahan beban kerja dan stress psikologis yang semakin menambah beban.

Kami tahu bahwa apapun yang gerakan #KonserdiRumahAja ini lakukan sungguh kecil dibanding jasa para garda terdepan yakni pejuang medis, pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, petani, petugas kebersihan rumah sakit dan petugas-petugas yang tidak bisa #DiRumahAja. Namun, dalam usaha kita yang sedikit ini, marilah kita menabung doa dan harapan agar segala niat kita dan doa dapat menjadi harapan dan juga kekuatan bagi siapapun disekitar kita, terutama mereka garda terdepan.

Adapun hasil donasi miggu ke 1 hingga kedua adalah:

NoViaJumlah
1Bank BPD33.100.014
2Mayhem14.960.000
3OVO1.808.467
4GoPay2.100.00
5PayPal1.878.800
TOTAL53.847.281

Adapun pengeluarannya sebagai berikut:

NoKeterangan BelanjaBiaya
1Pembelian masker N95 I (250 buah)5.000.000
2Pembelian masker N95 II (16 buah)800.000
3Uang muka baju coverall 50% (210 buah)5.250.000
4Pembelian kacamata proteksi (92 buah)930.000
5Pembayaran faceshield (200 buah)3.050.000
6Pembayaran masker bedah (25 kotak)7.090.000
7Admin transfer 8x @ 6.50052.000
TOTAL22.172.000

Kendala

Terdapat beberapa kendala terutama saat pembelian masker bedah. Pertama, harga menjulang di luar akal. Misalnya salah satu merk masker bedah yang baik adalah SENSI. Harga merek ini di Denpasar bisa mencapai Rp 650.000 per kotak. Jumlahnya pun terbatas.

Akibatnya, masker yang kami beli adalah produk dalam negeri yang di bawah kualitas Sensi, tetapi masih dapat dikenakan.

Contoh lain untuk masker N95. Merek standar terbaik adalah 3M dengan harga saat ini per buah sekitar 150.000. Itu pun jumlahnya tak kalah sedikit. Kami pun terpaksa membeli merek lain karena jumlah lebih banyak.

Untungnya baju coverall dan faceshield masih lebih mudah diperoleh karena banyak pengrajin lokal yang tampak bahu membahu mengandalkan penjahit harian dengan bahan yang juga cukup baik.

Harapan kami, semoga kami mampu membeli masker N95 yang terbaik. Ini penting mengingat bahwa jika nanti banyak rumah sakit yang menerima pasien suspek, maka makser tipe inilah yang cukup efektif untuk mencegah infeksi.

Semoga, segera semakin banyak distributor masker bedah dan N95. Dengan demikian kami bisa segera membeli dan menyebarkan donasi tahap kedua. Adapun donasi tahap pertama segera didistribusikan oleh tim kami pada Rabu atau Kamis ini, segera setelah masker bedah tiba.

Pengiriman ke puskesmas di luar kota akan melalui paket pengiriman yang akan segera kami rilis nama penerima jika barang telah terkonfirmasi sampai dan diterima. Adapun tiga rumah sakit besar di Denpasar dan Gianyar, akan diantar oleh tim kami langsung kepada dokter penanggung jawab. Kami akan rilis juga jika sudah terkonfirmasi sampai melalui foto tim kami.

Semoga donasi akan terus mengalir sesuai dengan kebutuhan APD di lapangan. Juga semoga semangat kita tak kendur meski kabar berakhirnya physical distancing belum jua muncul. Semoga #KonserdiRumahAja dan #DiskusidiRumahAja dapat memberi sedikit jeda, pun menambah wawasan tentang bagaimana masa depan kita setelah pandemi berakhir.

Sampai jumpa Senin depan dengan laporan selanjutnya pun kolaborasi-kolaborasi lain yang semakin asyik dan beragam. Jangan ragu untuk memberi kami saran, kritik pun ide, mari bersama-sama menjaga kewarasan.

Salam sehat selalu, mari menabung harapan dan bersolidaritas.

Tim Hijau Putih.

Waspada Corona, Bukan Berarti Parno

Jenazah ditolak masyarakat untuk dikubur. Tim medis yang merawat pasien juga ada yang ditolak pulang ke rumah. Orang terkapar di jalan tak ada yang berani mendekat.

Rupanya stigma terhadap Covid-19 bermunculan. Betapa sosialisasi dan edukasi yang benar harus terus dilakukan. Jika tidak, informasi yang tidak benar, banyaknya hoax, akan membuat masyarakat menjadi semakin memberi cap buruk terhadap pasien beserta orang-orang terdekatnya.

Bahkan saat ini juga banyak kejadian orang pingsan atau terkapar di jalan tidak ada yang berani menolong. Masyarakat mengaitkan dengan disebabkan virus corona. Tentu saja tidak benar. Banyak kejadian adalah karena kelelahan, epilepsi yang kambuh, serangan jantung, hingga kecelakaan tunggal. Jangan sampai akhirnya malah tidak ada yang membantu dan terlambat memberikan pertolongan.

Lalu apa yang bisa dilakukan?

1. Pastikan dulu dari tampilan visual apakah benar orang yang terkapar membutuhkan pertolongan dengan memperhatikan jarak aman atau physical distance.

2. Secepatnya menelpon atau menghubungi RS atau pusat layanan kesehatan terdekat. Dapat juga menghubungi kepolisian.

3. Bantu meminggirkan yang terkapar ke posisi aman, sehingga bisa tidur terlentang lurus dalam keadaan rileks. Pastikan saat menolong menggunakan masker dengan baik serta jangan sesekali membuka masker untuk memegang mulut, hidung, dan mata. Jika ada sarung tangan, akan lebih baik gunakan sarung tangan.

4. Jika dugaannya adalah serangan jantung dan yang berniat menolong pernah mendapatkan pelatihan kegawatdaruratan jantung, pastikan melakukan bantuan tidak dengan nafas buatan, tetapi dengan pijatan dada. Pastikan menggunakan masker, dan area mulut yang ditolong ditutup terlebih dahulu.

5. Selanjutnya tunggu bantuan datang. Pastikan orang di sekitar menjaga jarak.

6. Demikian juga jika ternyata akhirnya meninggal di tempat, lakukan langkah 2,3,5.

7. Setelah tuntas, pastikan segera mencuci tangan. Sampai di rumah segera ganti baju semua, juga masker dan mandi.

Ini semua untuk menghindari risiko penularan jika yang ditolong kemungkinan seorang yang mengidap Covid-19, yang bisa jadi ada di sekitar karena tanpa gejala. Ini bisa tetap dilakukan untuk tetap menjalankan kepedulian untuk menolong seseorang yang mengalami musibah di jalan. Tanpa kemudian kita ikut menyebar stigma.

Sementara Majelis Adat di Bali sendiri sudah memberi panduan yadnya di tengah pandemi ini.

 

Bedah Rumah; dari ODGJ untuk ODGJ

Memperbaiki rumah untuk meningkatkan martabat orang dengan gangguan jiwa.

Rumah Berdaya Denpasar siang itu tampak lebih sepi dari hari biasa. Hanya tampak beberapa pegawai yang bertugas. Di masa pembatasan sosial karena wabah Covid-19 memang warga Rumah Berdaya diimbau untuk lebih banyak di rumah. Hanya pada saat berobat datang ke komunitas orang dengan gangguan jiwa yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Pegok, Denpasar Selatan ini.

Saya menemui Nyoman Sudiasa, Koordinator Rumah Berdaya Denpasar. Kami berbincang tentang kegiatan bedah rumah yang baru saja selesai dan diserahterimakan pada akhir Maret 2020 lalu. Bedah rumah adalah program baru Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali, induk organisasi Rumah Berdaya Denpasar.

Biasanya, program bedah rumah diinisiasi pemerintah. Namun, kali ini berbeda. Bedah rumah dikerjakan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) khususnya skizofrenia. Mereka adalah warga Rumah Berdaya Denpasar yang telah pulih.

Pak Nyoman, panggilan akrab Nyoman Sudiasa dengan semringah menceritakan pengalamannya. Ia adalah penyintas skizofrenia dan salah satu pendiri KPSI simpul Bali.

“Saya merasa bahagia bisa membantu orang yang senasib dengan saya. Kebetulan saya punya pengalaman menjadi tukang bangunan jadi mengerti tentang bedah rumah,” katanya.

Sudiasa menuturkan, kegiatan bedah rumah ini rumah keluarga Wayan, Orang dengan Skizofrenia (ODS) di Pegok, Sesetan, Denpasar Selatan. Selama beberapa bulan ia dibuatkan kamar berterali dan terpisah dengan keluarga inti. Kondisinya kurang layak, WC dan toilet menjadi satu dengan tempat tidur. Kawat berduri menghiasi pintu dan jendela yang memberi kesan penghuninya berbahaya.

Dari informasi dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, SP.KJ, psikiater dan pendiri KPSI simpul Bali, pihaknya bersepakat untuk merenovasi rumah Wayan. Biaya berasal dari para donatur yang terketuk hatinya untuk membantu Wayan agar bisa hidup layak dan bermartabat.

“Pekerjaan dilakukan warga Rumah Berdaya di sela-sela waktu lowong, jadi tidak setiap hari, mulai dari memasang tegel, mengganti pintu dan jendela hingga mengecat ruangan. Waktu pengerjaan selama sebulan,” kata Nyoman Sudiasa.

Edukasi Sederhana

Program bedah rumah yang dilakukan pertama kali oleh KPSI simpul Bali berlangsung lancar. Hal ini tak lepas dari dukungan keluarga Wayan yang setelah diberikan edukasi sederhana tentang kesehatan mental mengizinkan membawa kembali Wayan ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Kabupaten Bangli untuk berobat, dan tak lagi mengurungnya seperti beberapa bulan belakangan.

Rai Putra Wiguna menyebut kondisi kesehatan Wayan berangsur membaik. Sebelumnya pihak keluarga terpaksa mengurungnya karena relaps (kambuh) akibat putus pengobatan. Wayan mengidap skizofrenia sejak hampir 20 tahun lalu saat ia remaja, dan telah bolak-balik ke RSJ.

“Kini dengan pengobatan rutin kondisinya pulih, mendapat bedah rumah dari Rumah Berdaya Denpasar yang dikerjakan oleh ODS dari dana yang terkumpul. Kelengkapan kamar berupa lemari dan tempat tidur berasal dari Ibu Walikota Denpasar Selly Mantra yang juga ketua K3S Kota Denpasar, juga pakaian layak pakai dari para donatur. Terima Kasih kami ucapkan kepada semua pihak,” ujar Rai Putra Wiguna.

Ia menambahkan, program bedah rumah dari dan untuk ODGJ ini merupakan bukti bahwa penyandang disabilitas mental yang telah pulih mampu berdaya, membantu orang lain dengan kemampuan mereka.

“Ini tantangan bagi orang dan masyarakat yang disebut normal dan sehat, membantu warga yang sering distigma dengan sebutan ‘gila’. Masalah kesehatan mental tanggung jawab kita bersama, sudah bukan zamannya lagi saling menyalahkan,” pungkasnya.

Bagi Rai Putra Wiguna, saat ini waktu yang tepat untuk saling bersinergi antara pemerintah, layanan kesehatan dan juga komunitas serta LSM bahu-membahu mengatasi permasalahan kesehatan mental di lingkungan masing-masing dan menekan angka pemasungan dan penelantaran ODGJ.

“Untuk membuat hidup mereka lebih bermartabat,” katanya.

Kader Kesehatan Jiwa

Berdasarkan data, saat ini di Denpasar terdapat 529 ODGJ. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Denpasar bekerja sama dengan KPSI Simpul Bali, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI), dan STIKES Bina Usada mengadakan pelatihan kader kesehatan jiwa untuk puskesmas se-kota Denpasar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes mengatakan, pelatihan kader kesehatan jiwa nantinya akan dirancang untuk mewujudkan desa sadar sehat jiwa. Namun, katanya, yang perlu dicatat adalah bukan berarti di desa atau kelurahan tersebut tidak ada warga yang mengalami gangguan jiwa.

“Jadi, yang sehat tetap sehat, dan yang mengarah ke gangguan jiwa tidak menjadi sakit jiwa, atau jika pun didiagnosis mengalami gangguan jiwa akan tetap diobati. Hal ini perlu digarisbawahi agar tidak salah kaprah,” katanya.

Ia menambahkan, di Kota Denpasar para ODGJ telah tertangani dengan baik, apalagi kini Puskesmas telah menyediakan layanan kesehatan mental termasuk penyediaan obat gangguan jiwa. Juga, bagi ODGJ yang telah pulih telah disediakan tempat pemberdayaan yakni di Rumah Berdaya Denpasar.

Rai Putra Wiguna menyebut, pelatihan ini adalah langkah untuk mewujudkan Denpasar bebas pasung. Jadi setiap desa atau kelurahan diharapkan memiliki kader kesehatan jiwa, yang salah satu tugasnya melakukan deteksi dini ke rumah-rumah untuk mengetahui apakah ada warga yang mengalami gangguan jiwa berat dan belum berobat Termasuk juga mendeteksi juga orang dengan masalah kesehatan jiwa.

“Istilahnya ODMK, yakni orang yang belum mengalami penyakit jiwa tapi berpotensi besar memiliki masalah kesehatan jiwa misalnya setelah kehilangan orang terdekat, perceraian, atau mengalami kekerasan. Jadi baru masalah saja dan itu akan dideteksi oleh kader kesehatan jiwa. Termasuk nanti jika sudah mendapat pengobatan juga ikut mendukung keluarga untuk mengawasi pemberian obat secara rutin,” ujar psikiater RSUD Wangaya, Denpasar ini.

Dijelaskan, pelatihan kader kesehatan jiwa ini sebelumnya sudah dilaksanakan di dua puskesmas berjumlah 57 orang termasuk pelatihan bagi dokter umum dan para perawat kesehatan jiwa. Semua ini akan mengarah ke pembentukan desa atau kelurahan sadar sehat jiwa.

“Kami punya data yang terintegrasi, baik yang berobat di puskesmas atau rumah sakit di mana jumlah pengidap gangguan jiwa di Kota Denpasar yang sudah tertangani adalah 529 orang. Data meliputi nama, alamat, jenis obat dan kapan habisnya. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya pemasungan,” terangnya.. [b]

MAKANAN DAN MINUMAN UNTUK MENGECILKAN PERUT BUNCIT SECARA ALAMI

8 Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami

Sebagian pria akan merasa terganggu ketika berat badan semakin naik bahkan semua pria pasti akan merasa terganggu dengan keadaan perut buncit. Bukan soal penampilan tidak menjadi menarik, ancaman kesehatan pun tak terelakan karena memiliki perut buncit. Kondisi perut buncit yang terjadi pada pria biasanya terlihat pada usia diatas 30 tahun atau setelah menikah. Hal ini sangat berpengaruh karena berbagai faktor diantaranya yaitu hormon, stres, jarang berolahraga, jadwal makan berantakan, kurang tidur hingga bakteri di usus. 

Jangan sepelekan perut buncit karena  tidak hanya mempengaruhi penampilan, namun juga beresiko lebih besar menderita penyakit jantung, diabetes melitus, kanker kolorektal, serta henti napas saat tidur. Untuk itu kami akan berikan cara mengecilkan perut buncit secara alami dengan olahan makanan. Simak penjelasannya !

  1. Smoothie Semangka

Smoothie adalah pilihan yang tepat untuk membuat pagimu semakin semangat. Smoothie semangka bisa kamu coba untuk mengecilkan perut buncit lho karena buah semangka mempunyai asam amino yang bernama arginie yang bermanfaat untuk mengurangi lemak dalam tubuh dan merampingkan massa otot. Jika kamu tidak suka dengan semangka, kamu bisa menggantinya dengan smoothie nanas yang kaya akan bromelain yaitu enzim yang mampu mengurai protein dan mencegah perut kembung.

  1. Atur mengonsumsi sayuran dan buah mentah

Untuk mengurangi lingkar perut yang semakin melebar, disarankan untuk tidak mengonsumsi sayuran dan buah mentah terlalu banyak ya. Akan lebih baik juga memakannya dalam porsi kecil dan dilakukan secara berkala. Sebaiknya konsumsi buah yang sudah matang dan sayur berwarna hijau seperti bayam, kangkung dan lainnya.

  1. Mengurangi produk susu

Nah untuk kamu yang doyan dengan susu atau olahan susu, sebaiknya kurangi terlebih dahulu. Susu dapat membuat perut begah karena susu menghasilkan gas di dalam perut. anjuran terbaiknya memang bagus dikonsumsi setiap hari akan tetapi dalam batas yang normal ya guys!

  1. Mengonsumsi makanan yang mengandung potasium

Konsumsilah makanan yang mengandung potasium yang tersedia di beberapa makanan pada yogurt, pisang, mangga, pepaya, dan alpukat. Pottasium baik untuk mengecilkan perut karena pottasium merupakan diuretik alami yang membantu mengurangi penimbunan air dalam perut.

  1. Air lemon

Seperti yang kita tahu jika lemon memang sangat bagus untuk kesehetan tubuh. Ternyata lemon memiliki manfaat yaitu untuk membasmi lemak yang ada pada tubuh. Lemon membantu kita dalam detoksifikasi pencernaan. Dan selain itu juga lemon bisa meningkatkan kinerja organ liver. Hal ini tentu dapat membantu sistem pencernaan untuk meluruhkan lemak dan membuat perut terlihat kecil.

 

  1. Kacang-kacangan

Konsumsi kacang-kacangan ternyata bisa mengecilkan perut loh guys dan manfaat kacang-kacangan ternyata membuat perut menjadi kencang. Untuk itu cobalah konsumsi secara rutin kacang-kacangan setidaknya dua kali dalam seminggu.

  1. Teh hijau

Teh hijau adalah salah satu cara untuk mengecilkan perut tanpa perlu ribet. Teh hijau mengandung antioksidan yang disebut katekin. Katekin memiliki manfaat untuk melawan lemak perut. Cara menikmati teh hijau sangat mudah. Cukup seduh dan nikmati teh hijau sebelum olahraga. Dan kamu akan mendapatkan hasil yang lebih baik dengan cara ini.

  1. Menjauhi minuman alkohol

Tips terakhir yaitu jauhi minuman beralkohol. Selain membahayakan untuk organ hati dan ternyata meminuman alkohol membuat perut kita menjadi buncit. Kebanyakan peminum minuman keras pasti perutnya buncit karena kandungan alkohol dapat memperlambat proses pembakaran lemak dalam tubuh.

The post MAKANAN DAN MINUMAN UNTUK MENGECILKAN PERUT BUNCIT SECARA ALAMI appeared first on Devari.

Laporan Minggu I: Bantuan APD untuk Tenaga Kesehatan

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda bumi rasanya sungguh suram.

Seperti cerita yang sulit dipercayai tapi nyata dirasakan. Infeksi virus SARS-COV 2 yang berawal pada akhir Desember lalu menyebar dengan cepat dan trengginas. Tanah air pun tak luput oleh serangannya.

Ada begitu banyak perasaan gemas, ironis hingga tak tenang. Tentang bagaimana dan apa saja langkah yang akan pemerintah eksekusi untuk mengatasi pandemi ini.

Virus ini telah menjadi pemberitaan di mana-mana sejak akhir tahun lalu. Namun, bahkan sejak akhir tahun tidak ada cukup edukasi yang meyakinkan tentang langkah konkret apa yang akan diambil oleh otoritas. Alhasil, saat virus tersebut tiba di negeri ini, semua tampak bingung dan panik.

Hal-hal mendasar yang seharusnya sudah diatasi jauh-jauh hari sebelum virus ini meraja, seperti memproduksi alat pelindung kesehatan yang cukup dan terstandar guna mencegah terbatasnya stok dan melindungi segala lapisan warga, pun gagal ditangani. Sesuatu yang paling dasar.

Alhasil, saat ini masker dan cairan desinfektan pun menjadi barang langka. Akhirnya, harga pun menjulang. Celakanya ini berdampak lebih tragis lagi. Alat pelindung diri yang menjadi senjata utama para medis di rumah sakit pun langka. Paramedis berjuang tanpa senjata. Ironis.

Sebagai seorang dokter, saya menyaksikan hal ini nyata dalam keseharian di rumah sakit. Saya juga banyak mendengar keluh kesah kawan yang bertugas di rumah sakit berbeda. Saya pun menyaksikan kekhawatiran paramedis lain tentang bagaimana mereka takut akan terinfeksi ataupun membawa virus ini ke rumah mereka.

Namun, apa daya. Sebagai para medis, panggilan kemanusian adalah landasan tugas.

Bertambah Nyata

Keluhan ini semakin bertambah nyata dari hari ke hari seiring bertambahnya jumlah pasien suspek. Bahkan, teman-teman yang bertugas di puskesmas pun mengeluhkan hal serupa. Begitu banyak pasien yang datang dan alat pelindung yang seadanya. Tak jarang mereka menggunakan jas hujan, bola dipotong dan disambung dengan plastik mika untuk menggantikan face shield guna melindungi mereka dari droplet penderita.

Pengalaman pribadi dan keluhan-keluhan rekan saya menjadi sesuatu yang saya pikirkan dengan serius. Membebani hari-hari apalagi saat harus berjibaku.

Saya masih beruntung, karena bertugas di rumah sakit pusat yang walau terbatas, masih lebih mudah untuk memperoleh masker dan cairan pencuci tangan. Namun, bagaimana dengan rekan-rekan yang bertugas di pelosok atau daerah yang lebih terdampak?

Keresahan- keresahan ini membuat saya mengeluh kepada seorang teman, Guna Warma yang kebetulan seorang vokalis dari sebuah band indie asal Bali. Kami memikirkan beberapa ide dan memikirkan teman-teman yang kami tahu akan bisa membantu kami.

Pada pertengahan Maret, saya menghubungi tim BaleBengong dan menyampaikan keluhan ini serta apa saja yang mungkin bisa kita lakukan. Beberapa hari setelah itu, sebut saja kami Tim Hijau Putih yakni saya, tim BaleBengong, rekan dokter saya Ni Wayan Desy Lestari, Frischa Aswarini, Putu Deoris & Fenty Lilian pun sepakat untuk memulai #KonserdiRumahAja melalui penampilan langsung via Instagram Nosstress.

Penampilan langsung ini bertujuan untuk menggalang dana yang akan kami salurkan untuk pengadaan alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit pusat pendidikan di Bali, salah satu rumah sakit umum daerah kabupaten di Bali dan beberapa puskesmas di pelosok nusantara.

KonserdiRumahAja dimulai pada Minggu, 22 Maret 2020 oleh penampilan langsung Guna Warma Nosstress. Malam berikutnya Cok Bagus Nosstress dan kemudian malam ketiga Angga Nosstress.

Sempat beristirahat selama sehari untuk merayakan Nyepi, #KonserdiRumahAja juga dilanjutkan dengan penampilan penyanyi delta blues Made Mawut, Sandrayati Fay hingga vokalis Superman is Dead, Bobby Kool.

Selain menampilkan #KonserdiRumahAja para penonton juga bisa bertanya langsung di kolom komentar para artis saat mereka tampil dengan tagar #TanyaDonasiCOVID. Adapun donasi dibuka sejak 21 Maret 2020 melalui rekening Bank BPD Bali atas nama Ni Wayan Desy Lestari 02000215109141, via GoPay dan OVO atas nama Fenty Lilian 0895 3787 3600 dan via Paypal alpha_nya@yahoo.com.

Hingga Minggu siang, 29 Maret 2020 adapun total sumbangan adalah sebagai berikut:

NoViaJumlah
1BPD17.113.00
2GoPay1.738.000
3OVO1.513.000
4Paypal
T O T A L20.364.000

Ladang Semangat

Donasi sudah bertahap kami gunakan untuk membiayai uang muka pemesanan baju coverall, membeli masker N95 & membiayai uang muka pembelian masker bedah. Kami akan rilis lebih lengkapnya setelah semua barang tiba di rumah sakit dan puskesmas yang menerima donasi tersebut.

Pemesanan baju coverall pun memerlukan waktu, yang syukurnya kami menggunakan produk dari garmen lokal Denpasar sehingga kami hanya menunggu 3 hari. Namun, masker bedah yang kami pesan sebanyak 20 box harus menunggu sekitar 1 minggu karena antrean di distributor. Itu pun termasuk cepat untuk masker bedah yang memang terstandar baik yang seperti kita ketahui sangat langka.

Kami berharap, minggu ini kami bisa mengirim ke rumah sakit dan puskesmas tujuan agar segera dapat dipergunakan oleh rekan tenaga kesehatan yang membutuhkan. Kami akan merilis nama instansi jika barang telah sampai di tujuan dan diterima dengan selamat dan terdapat bukti berupa foto. Kami juga berharap gerakan dari tim kami.

Besar harapan agar #KonserdiRumahAja ini bukan hanya menggalang dana, tapi menjadi ladang semangat di tengah keringnya harap dan niscaya. Kami pun ingin agar setiap tayangan langsung tidak hanya mengimbau untuk berdonasi melainkan juga meyakinkan bahwa penting sekali bagi kita untuk #DiRumahAja guna memutus tali penularan #COVID19.

Juga yang lebih penting #KonserdiRumahAja menjadi tempat bagi kita saling bersolidaritas, menabur optimisme dan berbincang tentang hari esok yang kami yakini akan lebih baik.

Semoga setiap semangat dan energi selalu ada pada kita. Agar gerakan ini dapat panjang umur dan APD dapat terus mengalir kepada para medis baik yang berasal dari gerakan ini ataupun dari gerakan-gerakan solidaritas lain.

Sampai jumpa minggu depan dengan laporan berikutnya. Semoga teman-teman tidak bosan dengan #DiRumahAja. Semoga tetap produktif dan tetap mendoakan kami yang bekerja di garda terdepan agar sehat selalu untuk keluarga dan nusa bangsa.

Akan ada banyak kejutan di hari-hari yang akan datang melalui #KonserdiRumahAja. Semoga kalian tak sungkan memberi kami ide, saran hingga kritik.

Salam sehat selalu, mari menabung harapan dan bersolidaritas.

Tim Hijau Putih