Tag Archives: Kesehatan

Denpasar, Kota Wisata dengan Tumpukan Sampah Menggunung

Akibat kebakaran di TPA Suwung, sampah menumpuk di jalan-jalan Denpasar.

Denpasar, kota wisata yang terkenal di dunia kini jadi berwajah tidak indah lagi. Bau tidak sedap menyebar di pinggir jalan dari tumpukan sampah yang meluber ke jalanan. Siapa yang disalahkan atas kebakaran ini? Apakah musim kemarau yang panjang?

Sistem pengelolaan sampah masih klasik yakni kumpulkan, angkut dan buang. Sama sekali tidak ada pengelolaanya. Apakah kita tidak mau berubah?

Kita tahu teori  3R dengan menggunakan ulang (reuse), mengurangi (reduce) dan mendaur ulang (recycle) tapi tidak dijalankan. Masyarakat diminta memisakan sampah, tetapi truk sampah malah menggabungkannya. Terus siapa yang salah?

Akibatnya sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung terus menggunung tanpa ada pengelolaan dengan baik. Bahkan semua TPA menerapkan open dumping. Sampah dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa pengelolaan. Harusnya kalau manajemen sampahnya baik bisa jadi zero waste di TPA.

Kenapa kita tidak menerapkan sanitary landfill yang benar?

Mari kita pikir lagi. Sampah organik itu tinggal dikubur selama tiga bulan sudah jadi kompos. Sampah anorganik sebagian besar bisa dijual dan di daur ulang. Hanya sedikit yang butuh dibuang ke TPA. Namun, kenyataanya berbeda. Kita sibuk membuang sampah ke TPA hingga menggunung dan mencemari lingkungan.

Sampah yang menggunung di TPA suwung adalah sampah plastik. Sudah cukup studi banding karena sekarang saatnya berbuat. Bank sampah sebenarnya ide yang baik, tetapi kapasitasnya terbatas dan masyarakat harus bawa sampah ke tempatnya. Untuk masyarakat kota yang sibuk hal ini jarang bisa dikerjakan.

Program mengurangi penggunaan plastik sudah baik tetapi coba kita lihat di tempat sampah. Masih banyak yang dijadikan pembungkus sampah adalah plastik.

Mari berubah karena kita butuh aksi bukan puisi.

Pemerintah Kota Denpasar harus hadir untuk permasalahan ini. Sediakan tempat sampah organik dan non organik di setiap rumah. Kemudian angkut dengan truk terpisah. Berdayakan tempat pembuangan sampah sementara terpadu (TPST) 3R agar sampah dikelola dengan baik, sampah organik dijadikan kompos dan anorganik di jual.

Sampah organik itu dikubur akan jadi kompos dan tidak dicari lalat. Sehingga sampah yang terbuang ke TPA sangat sedikit. Ke depannya TPA bisa jadi lahan pertanian yang subur jika sudah ditinggalkan dan tidak ada penolakan dari masyarakat.

Tidak seperti sekarang ini sampah dicampur kemudian ditumpuk menggunung. Banyak lalat bertebaran ditambah bau menyengat. Siapa daerahnya bersedia dijadikan TPA kalau seperti itu? Mari berubah karena kita butuh aksi bukan puisi.

Sebaiknya pengurangan sampah dilakukan dari rumah tangga. Sampah organik bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos dengan alat sederhana. Sampah anorganik dapat dibawa ke Bank Sampah ataupun di kelola TPST 3R terdekat. Ke depannya jumlah sampah yang dikirim ke TPA dapat diminimalisir.

Dengan perkembangan teknologi bisa saja sampah di TPA diolah menjadi listrik. Untuk itu diperlukan sosialisasi pada masyarakat secara berkelanjutan dan didukung fasilitas, pendanaan dan kebijakan yang berjalan secara sinergi. [b]

The post Denpasar, Kota Wisata dengan Tumpukan Sampah Menggunung appeared first on BaleBengong.

Kakao Menyehatkan dari Gumi Mekepung

Pengolahan cokelat siap saji di Puslitkoka. Foto Anton Muhajir.

Oleh I Made Dwi Mertha Mahendra

“Tilulit.. Tilulitt.. Tilulittt…” Telepon seluler saya berbunyi. Dengan ragu saya menjawab telepon dari nomor asing tersebut. Saya beranikan diri untuk menjawabnya. “Haloo..” Hanya satu kata itu saja yang saya katakan.

Suara perempuan terdengar dari seberang telepon sana, “Selamat yaa, Mahendra. Kamu lolos program AJS 2019.”

Dengan rasa terkejut saya pun menjawab, “Oh ya, Kak? Benar, Kak? Bisa diulang gak? Mau direkam ini.”

Hal yang tidak saya sangka-sangka. Saya lolos tahap final dalam program beasiswa Anugerah Jurnalisme Siswa (AJS) 2019. Padahal saya hanya berbekal paksaan dan rasa malas yang luar biasa serta roti serta air putih saja.

Setelah melalui proses seleksi pertama pada Juli 2019, saya ternyata lolos ke tahap final dengan sepuluh finalis dari sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Jembrana. Para finalis lalu diseleksi lagi untuk mencari tiga karya terbaik, tetapi harus mengikuti pelatihan dulu. Lokasi pelatihan di kantor koperasi di Melaya, bagian barat Jembrana.

Tepat di hari itu, saat pelatihan pada Agustus 2019 lalu, raga sulit sekali untuk bangun dari tempat tidur. Mungkin masih kepikiran tantangan yang akan dihadapi dengan teman beda sekolah. Hal yang membuat kepikiran sampai di perjalanan menuju lokasi. Apa lagi beban tugas organisasi di sekolah yang membuat gagal fokus dan panik saat kegiatan pelatihan berlangsung. Sangat mengganggu.

Tentu saja hal tersebut menjadi beban terpendam dalam diri. Di satu sisi memikirkan tugas di bagian timur, di sisi lain memikirkan tugas di bagian barat. Saya tidak bisa memilih satu di antaranya. Ingin sekali menyelesaikan satu per satu dengan maksimal. Semoga yaa..

Beradaptasi

Rasa lesu dan beban pikiran tadi terasa hilang ketika matahari menyinari. Seakan memberi semangat, mulailah! Saya pun mulai menyesuaikan untuk bisa beradaptasi dengan teman baru serta mencoba.

“Jalani saja dahulu. Hidup ini pembelajaran,” kata yang pernah terdengar di telinga untuk menjadi penyemangat belajar walaupun belum memahami betul. Yaa namanya juga belajar.

Masih di hari pertama saya diperkenankan bertatap muka dengan Pak Ketut Wiadnyana, orang nomor satu di Koperasi Kerta Semaya Samaniya (Koperasi KSS). Bukan hanya tatap saling menatap saya juga berkesempatan untuk bertukar pikiran dengannya.

Di tengah acara tatap muka langsung itu Pak Tut menceritakan bagaimana sejarah usahanya hingga saya sangat terngiang dengan kata beliau. “Bersatu, bersama.” Itu yang beliau katakan sebagai modal untuk sukses di usahanya.

Ketua Koperasi KSS ini menjelaskan arti nama koperasinya yaitu sejahtera, berjanji, bersatu atau bersama. Arti itu bukan sembarang arti, Pak Tut bercerita, tetapi memang diperuntukkan untuk petani yang mau berubah di tengah susahnya mengubah cara pandang para petani. Jika ingin maju di bidang kakao, khususnya di Jembrana, caranya adalah dengan cara bersatu dan bersama.

Saya sungguh terkejut mendengar pernyataan Pak Tut tadi. Di tanah kelahiran saya ternyata masih terdapat orang-orang yang peduli kepada rakyat kecil dan ingin bangkit bersama-sama dengan cara memberikan pemahaman kepada mereka yang belum paham di bidang tersebut. Mengubah mindset para petani kakao untuk menuju kesuksesan sangat susah. Sebab petani di sekitar kita belum memahami betul proses yang bisa dilakukan untuk mendapat lebih banyak keuntungan.

“Masyarakat cenderung terlalu berpikir instan. Contohnya hanya menjemur biji kakao dari kebunnya. Padahal, jika menggunakan metode fermentasi jelas keuntungan mereka akan bisa membantu perekonomian petani kakao di Jembrana,” kata Pak Ketut.

Muda, Beda, dan Berkarya

Saat program seleksi beasiswa AJS pada Juli 2019 panitia pernah mensosialisasikan bahwa kakao Jembrana adalah kakao yang terbaik di Indonesia. Bahkan, dia diekspor ke negara-negara asing. Cerita panitia itu sungguh membuat saya heran. Saya teruna (remaja) Jembrana malah tidak pernah tahu kekayaan yang dimiliki di tanah tempat saya dibesarkan.

Melihat peluang di sekitar bisa menjadi modal efektif bagi generasi muda berbisnis dengan bahan lokal. Mereka juga harus berinovasi dan memikirkan kualitas produk yang akan diterima konsumen serta pantang menyerah untuk mau maju.

Maka dari itu kita harus bisa bersinergi membangkitkan kakao Jembrana sehingga bisa menciptakan kakao yang menjamin kesehatan pengonsumsinya. Sinergi itu mulai dari cara penjemuran, alat, dan proses untuk mencapai hasil berkualitas dan sehat. Salah satu caranya adalah melalui fermentasi karena dia bisa menciptakan aroma khas sehingga permintaan dari pasar pun meningkat. Harapannya, ekonomi petani kakao juga akan meningkat.

Selain menciptakan aroma khas, petani juga memikirkan kesehatan produk yang akan dibuat dengan menjaga kebersihan.

Hari Kedua

Di hari kedua, saya dan teman-teman berkesempatan mengunjungi agrowisata yang juga pembeli kakao produksi Koperasi KSS. Lokasi agrowisata ini di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

Di sana kami disambut dengan senyuman oleh pegawai. Kami diajak keliling di agrowisata, melihat pohon kakao beserta buahnya. Pemandangan yang asri dan sejuk itu membuat kami menyempatkan untuk berselfie ria mengabadikan momen menyenangkan ini. Setelah capek berfotoria, saya dan teman-teman diajak untuk makan siang ditambah untuk berbincang-bincang dengan pemilik agrowisata tersebut. Saya menanyakan beberapa pertanyaan mengenai manfaat cokelat bagi kesehatan.

Info yang saya dapat dari Bapak Alit Artha Wiguna, pemilik Cau Chocolate, adalah cokelat juga bisa digunakan produk kecantikan seperti lulur danmasker untuk mempercantik tubuh. Bukan hanya itu, kulit kakao juga bisa digunakan untuk teh yang menyehatkan selama diolah dengan baik.

Selain kepada Pak Alit, saya juga menanyakan manfaat cokelat itu kepada narasumber lain yaitu Kakak Sri Auditya Sari dari Yayasan Kalimajari, Luh Komang Desita Anggraeni yang juga finalis AJS 2019, dan pegawai spa yang menggunakan cokelat untuk layanannya.

Pengolahan cokelat di pabrik Chau Chocolate. Foto Bagus Ryan.

Sehat dan Cantik

Menurut Kak Tya, mengonsumsi olahan kakao dari segi kesehatan ternyata bisa membuat kita senang dan itu sudah terbukti secara sains. Karena di dalam olahan kakao, khususnya cokelat murni, banyak mengandung senyawa kimia. Pertama, flavonols yang mempercepat metabolisme tubuh. Jadi tubuh lebih cepat memproses makanan yang masuk menjadi energi. Kita jadi lebih aktif sehari-harinya.

Kedua, theobroma yang merangsang otak untuk memproduksi hormon endorfine, serotonin dan dopamine. Ketiga hormon ini memegang kendali atas perasaan bahagia, tingkat komunikasi verbal dan kinetis. “Senyawa ini bisa membuat konsumennya bisa lebih aktif, ceria dan bahagia,” kata Kak Tya.

Menurut Kak Tya, kakao Jembrana adalah kakao spesial. Kenapa begitu? Bukan hanya karena Jembrana secara alami sudah dikaruniai nutrisi tanah yang luar biasa kaya, Tapi juga karena rantai nilai yang sarat akan kualitas, dan aspek pemberdayaan.

Kakao Lestari Jembrana bukan hanya bicara tentang kualitas produk cokelat, tetapi juga tentang kualitas petani kakaonya. Contohnya adalah proses fermentasi yang menjadi sebuah senjata besar mengantarkan Jembrana untuk diakui sebagai Cacao Of Excellence secara internasional.

Enak atau tidaknya cokelat bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang asa petani sebagai produsen utama produksi cokelat. Kualitas produk sudah jelas menjadi fokus program kakao lestari melalui fermentasi. Namun, pendampingan petani agar lebih berdaya dan mampu bersaing di pasar global adalah cita-cita yang harus diwujudkan. “Cita-cita itu dimulai dari Jembrana, kemudian Bali, dan semoga mimpi Kakao Lestari ini dapat diadaptasi oleh semua petani kakao di Indonesia,” kata Kak Tya.

Olahan kakao juga bisa digunakan produk kecantikan, lhoo, sahabat. Dengan menggunakan masker cokelat dua bulan sekali dan lulur cokelat selama dua minggu sekali. Selain itu cokelat juga bisa diolah sebagai lulur. Apa lagi narasumber menceritakan bahwa bahan yang digunakan sebagai lulur tersebut dipakai dari biji cokelat sisa buangan dari seleksi biji yang ada di Koperasi KSS.

Selain lulur cokelat juga bisa digunakan sebagai masker organik teman-teman. Lagi-lagi narasumber mengatakan bahwa masker cokelat yang digunakan 100 persen organik dan membuat sendiri dari bahan biji kakao yang tidak layak jual atau bahan contoh yang sudah selesai dipakai.

Narasumber memberikan testimoni setelah memakai produk kecantikan dari cokelat, wahh ternyata tidak mengecewakan.
Enak banget, kulit rasanya halus. Karena mengandung lemak nabati (chocolate butter), dan itu bisa mengecilkan pori-pori. Selain itu, antioksidan yang dikandung di dalam cokelat bisa menghambat pertumbuhan radikal bebas di dalam tubuh. Jadi kulit lebih sehat dan terlihat lebih muda.

Wah tidak terduga. Kandungan di dalam cokelat ternyata sangat ampuh untuk mempercantik diri.

Namun, manfaat itu bisa berkurang kalau ada hama masuk ke dalam kakao. Maka dari itu, pemeliharaan harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Dari masa pembibitan, perawatan sampai panen juga harus diperhatikan untuk menciptakan olahan kakao berkualitas. Jawaban sangat jelas dan padat, ya. Maka dari itu kesehatan pohon dan buah kakao sangat penting untuk kualitas produk dari buah kakao tersebut.

Ter.. Terr.. Ternyata lagi cokelat juga bisa digunakan untuk diet karena memiliki kandungan senyawa kimia flavanoit, khusus di buah kakao itu disebut flavanol yang mengakibatkan tubuh lebih giat bermetabolisme. Pencernaan menjadi lebih bagus dan lancar. Senyawa kedua adalah teobroma yang membuat otak memproduksi hormon serotonik, dopamin, dan endorvin. Kandungan itulah membuat orang yang memakan biji kakao dan cokelat menjadi lebih bahagia serta semangat dalam beraktivitas dan mengeluarkan keringat.

Dari energi berlimpah tersebut kita bisa beraktivitas dan mengeluarkan keringat dan aktif berkegiatan, kalau kita aktif berkegiatan otomatis lemak akan keluar lewat keringat yang kita keluarkan dan juga sangat berpengaruh terhadap metabolisme dikarenakan sebenarnya diet tersebut adalah sarana memperlancar metabolisme tubuh.

Bukan berarti saat diet kita hanya mengonsumsi cokelat berkualitas premium, tetapi juga harus diseimbangi dengan karbohidrat serta buah-buahan dan butuh olahraga teratur.

Hitam atau Putih?

Gengs… Kalo pilih warna, hitam atau putih? Wkwkwk. Maksudnya lebih sehat mana yaa.. dark chocolate atau white chocolate?

Begini, gengs. Dark chocolate bisa dianggap cokelat dalam bentuk paling murni. Dia mengandung persentase padatan kakao dan cocoa butter tertinggi. Bahan tambahan lainnya adalah bubuk biji kakao dan gula.

Milk chocolate mengandung padatan cokelat dan cocoa butter, tetapi dalam persentase yang jauh lebih kecil. Ini juga mengandung susu bubuk dan gula yang memberikan rasa lebih halus, lembut dan manis. Tetapi, orang mungkin bertanya apakah white chocolate itu cokelat asli? Sejujurnya, cokelat putih tidak mengandung padatan kakao sama sekali. Hanya mengandung sebagian kecil mentega kakao dengan gula dan susu.

Jadi intinya dari segi kesehatan dark chocolate mengandung banyak nutrisi yang baik buat tubuh dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya.

Kita lanjut ke narasumber yang milenial abis yukk.. Bersama Desita, yang juga cucu petani kakao di Melaya sekaligus milenial yang menggemari cokelat.

Saya sangat penasaran dengan sosok satu ini. Dia sangat menarik perhatian saya ketika ia mengatakan suka sekali dengan produk cokelat. Saya pun menanyakan beberapa pertanyaan dan langsung saya jabarkan di sini ya..

Desita sangat suka mengkonsumsi cokelat dari umur lima tahun. Mungkin bukan Desita saja anak-anak yang dulu umurnya 5 tahun ke atas suka mengonsumsi cokelat.

Desita suka mengonsumsi cokelat karena harganya sangat terjangkau dan rasanya enak. Beberapa merk cokelat yang pernah ia konsumsi. Satu yang paling ia cintai adalah produk cokelat dari Cau di daerah Tabanan yang pernah ia kunjungi bersama teman-temannya saat mencari data di sana.

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Desita sangat menyukai cokelat, tetapi dia tidak pernah sakit karena mengonsumsi cokelat. Hal itu karena Desita menjaga asupan yang masuk di dalam tubuhnya. Apalagi Desita sangat takut untuk mengonsumsinya saat pemilik Cau Chocolate bilang, cokelat yang dicampur dengan gula dan susu tersebut sangat tidak baik bila dikonsumsi oleh tubuh.

Namun, Desita tidak pantang mundur untuk menyukai cokelat. Hanya saja dia lebih selektif dalam membeli cokelat dengan cara melihat komposisinya terlebih dahulu. Menurut Desita cokelat membuat dirinya senang, menghilangkan stres dan membuat bahagia karena sensasi yang ia dapatkan dari memakan cokelat tersebut.

Desita memberikan cara ampuh untuk mengkonsumsi cokelat agar bermanfaat bagi tubuh. Caranya dengan cara lebih memperhitungkan kandungan cokelat yang kita makan karena semakin pahit cokelat semakin bagus kandungan kesehatan di dalamnya.

Sangat menarik wawancara di atas, ya, guys.

Saya juga ingin menyampaikan informasi tentang olahan cokelat yang bisa digunakan untuk kecantikan kulit. Saya mencari informasi tentang Spa Cokelat yang sangat baik untuk anak berusia 5-10 tahun dengan terapis cokelat di Jembrana.

Menurut terapis tersebut cokelat memiliki kandungan antioksidan khususnya dark chocolate yang bisa membantu menjaga kulit wajah dari serangan racun maupun kuman yang kerap hinggap pada kulit. Menggunakan bahan baku cokelat untuk kesehatan kulit anak berumur 5-10 tahun yang bisa menyehatkan kulit mereka.

Tempat spa anak ini sangat jarang ditemui. Mungkin hanya ada di kota besar. “Andaikan pemahaman menggunakan cokelat sebagai penyehatan kulit ini sudah banyak yang tahu tidak memungkiri banyak yang membuka jasa spa anak,” kata seorang terapis yang pernah mengikuti seminar dan pelatihan spa.

Sumber lainnya, menurut para ahli dari American Health Foundation, antioksidan utama dalam cokelat hitam mampu melindungi kulit tubuh hampir 100 kali lebih efektif dari pada vitamin C dan 25 kali lebih ampuh dari vitamin E. Selain itu cokelat juga bisa menutrisi dan mencerahkan kulit wajah dan tubuh.

Jadi, untuk teman-teman, cokelat juga bisa menjadi bahan baku kesehatan kulit anak. Bukan hanya remaja dan orang dewasa saja, tetapi anak juga bisa menggunakan jasa tersebut sebagai pencegahan penyakit kulit.

Wahh… Begitu besar kandungan buah kakao yang bisa kita manfaatkan. Ayo! Maju terus kakao Gumi Mekepung! [b]

The post Kakao Menyehatkan dari Gumi Mekepung appeared first on BaleBengong.

Kakao Berkualitas dan Cokelat Menyehatkan

Olahan buah kakao dalam bentuk es krim.

Oleh Dewa Ayu Komang Tri Aprilliani

“Tak kenal maka tak sayang”

Mungkin itulah ungkapan yang cocok untuk saya sebagai warga Jembrana yang tidak tahu potensi kakaonya. Selama ini saya hanya memandang kakao sebagai tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tidak stabil.

Kadang-kadang harganya naik. Kadang-kadang turun. Itulah yang menyebabkan masyarakat Jembrana termasuk orang tua saya tidak merawat tanaman kakao mereka.

Namun, semakin saya mengenal kakao, semakin berubah pandangan saya tentangnya. Semua berawal dari 18 September 2018 lalu.

Ketika itu, SMKN 2 Negara, khususnya jurusan pertanian mendapat undangan seremonial pelepasan biji kakao ke Perancis di Gedung Kesenian Soekarno, Negara. Bukan hanya SMKN 2 Negara, SMAN 1 Negara dan SMAN 2 Negara juga diundang. Dari situlah saya mulai melihat potensi kakao Jembrana.

Bahkan, saya sendiri baru mengetahui rasa cokelat yang sebenarnya. Iya, pahit.

Entah ini hanya kebetulan atau tidak, saya memilih magang di Koperasi Kerta Semaya Samaniya (Koperasi KSS) yang berlokasi di Kecamatan Melaya. Koperasi ini yang menangani pengolahan pascapanen kakao Jembrana. Di pikiran saya langsung terlintas acara seremoni itu. Saya juga berpikir untuk melihat dan mempelajari tentang kakao.

Tidak disangka-sangka saya lolos sepuluh besar dalam lomba bertajuk Anugerah Jurnalisme Siswa (AJS) yang diadakan di koperasi KSS pada Agustus 2019 lalu. Ternyata tulisan amatiran saya juga bisa lolos, sebuah keberuntungan.

Hari pertama mengikuti pelatihan AJS, saya dan peserta lainnya diajak ke kebun kakao milik Wayan Rata, seorang petani yang saat ini memiliki kurang lebih lima belas cucu. Beliau sudah aktif membudidayakan kakao pada tahun 2002-2003. Dalam berbudidaya beliau belajar secara otodidak, yang diwarnai dengan jatuh bangunnya usaha beliau.

“Sebenarnya saya merasa sedikit malu ketika berbicara di depan siswa SMK dan SMA, karena saya tidak tamat SD,” ucapnya dengan sedikit tersenyum dan menunduk malu, ketika kami ramai-ramai mengajukan pertanyaan kepada beliau.

WOW! Kata itulah yang pertama kali terbesit dipikiran saya. Saya seorang siswi pertanian belum tentu bisa menandingi beliau. Terlebih lagi beliau sudah berhasil menemukan klon baru yang diberi nama RTNJ 01, singkatan dari Rata Nusa Jembrana 0. Kenapa 01? Karena ini adalah klon pertama yang ditemukan oleh Pak Rata.

Karena kerja sama antara petani dan koperasi KSS dengan didampingi oleh Yayasan Kalimajari, dapat menghasilkan kakao fermentasi dengan aroma khas dan berkualitas sampai dikenal dunia. Kuncinya pada penanganan pascapanen yaitu fermentasi untuk meningkatkan kualitas kakao.

Kakao fermentasi ternyata telah berhasil membawa nama Jembrana ke ajang bergengsi dunia yaitu Cocoa Excellence di Perancis pada tahun 2017. Kakao Jembrana bahkan masuk 50 besar kakao terbaik dari 166 sampel dari 44 negara. Kakao Jembrana juga telah berhasil mendapatkan sertifikat UTZ, USDA Organic, dan EU.

“Sertifikat UTZ adalah sertifikat yang dilihat dari budidaya yang baik, penanganan yang baik, petani yang baik dan proses yang baik,” ujar I Ketut Wiadnyana, atau kerap disapa Pak Mancrut, selaku Ketua Koperasi KSS.

Sedangkan sertifikat USDA Organik (Amerika Serikat) dan EU (Eropa) merupakan sertifikat organik yang mendampingi para petani agar tetap menggunakan bahan organik tanpa bahan kimia tambahan. Jadi koperasi KSS dapat mengimpor kakao mereka ke Amerika Serikat dan Eropa.

Kenapa perlu sertifikat? Karena untuk menghasilkan kakao yang terjamin kesehatannya. Koperasi KSS memerlukan sertifikat seperti EU dan USDA Organic untuk membuktikan kepada pembeli bahwa biji kakao fermentasi yang dihasilkan di koperasi KSS tidak terkontaminasi atau terdeteksi bahan kimia berbahaya, baik oleh proses budidaya maupun lingkungan kakao.

Rahasia Kakao Menyehatkan

Di sini saya juga mulai mengenal tentang fermentasi kakao. Caranya pun cukup sederhana yaitu dengan meletakkan biji kakao dalam kotak fermentasi yang terbuat dari kayu. Kakao di balik setiap 2 hari sekali dalam 3 kali pembalikan. Setelah itu dijemur selama 4-6 hari di bawah sinar matahari.

Kenapa perlu difermentasi? Pertanyaan pertama yang muncul tanpa diundang. Yang saya tahu jika sudah panen kakao cukup dibelah, jemur, jual dan uang. Praktis dan simpel. “Kakao yang baik adalah kakao dengan proses fermentasi,” ujar I Gusti Agung Widiastuti atau kerap disapa Gung Widi, Direktur Yayasan Kalimajari yang mendampingi langsung Koperasi KSS.

Tujuannya tidak hanya menghilangkan daging buah, tetapi juga untuk menciptakan aroma kakao yang sebenarnya, membuat kakao menjadi lebih sehat, mengurangi pahit dan asam pada kakao.

Indonesia adalah penghasil biji kakao terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia adalah Sulawesi (dipetik dari laman GenPI.co). Namun, Jembrana adalah penghasil kakao fermentasi yang berhasil menembus pasar internasional (dipetik dari Feri Kristianto-Bisnis.com)

Petani kakao di sini juga mendapatkan harga sesuai kualitas kakao mereka. Semakin bagus kualitasnya, makin mahal harganya. Petani pun menjadi lebih sejahtera dengan meningkatkan kualitas kakao melalui proses fermentasi.

Wah, selain itu dengan menambahkan proses fermentasi kakao, Jembrana bisa go international dan menambah nilai ekonomis serta nutrisi pada kakao. Karena pada proses fermentasi, nutrisi yang ada pada biji kakao akan keluar.

“Di dalam biji kakao terdapat polifenol yang berwarna ungu. Polifenol inilah yang diindikasi sebagai obat anti kanker,” ucap Bu Agung Widi.

Pada saat kakao difermentasi, bagian atas ditutupi daun pisang dan pandan sebagai penambah aroma dan juga sebagai penahan panas. Sebenarnya ini merupakan kreasi dari setiap petani. Tetapi di Koperasi KSS sendiri menggunakan daun pisang dan pandan. Penambahan bahan ini, tidak ada kaitannya dengan kesehatan.

Kakao dengan proses fermentasi lebih menyehatkan dari pada kakao yang nonfermentasi. Tidak heran jika kakao disebut sebagai salah satu super food, yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Karena, manfaatnya dapat diambil ketika sebelum diolah maupun sesudah diolah.

“Seorang pasien menderita penyakit jantung, disarankan memakan 2 biji kakao yang fermentasi dan kering. Untuk terapi penguatan jantung,” jelas Bu Gung.

Bahkan ketika tamu dari perusahaan produsen cokelat Valrhona datang mengunjungi KSS, mereka tidak ragu untuk memakan nibs di botol. Ada pula yang memakan biji kakao yang masih dalam proses penjemuran, yang pastinya sudah kering. Masyarakat awam seperti saya merasa aneh melihatnya. Namun, lain halnya dengan mereka yang sudah tahu manfaat dari kakao yang sudah difermentasi.

Valrhona merupakan salah satu pembeli biji kakao fermentasi di Koperasi KSS. Selain sebagai pembeli, mereka juga sebagai guru. Mereka mengajarkan tentang proses-proses pengolahan kakao yang baik, dan membuat kualitas kakao semakin baik. Mereka juga menjadi jaminan para pembeli kakao, bahwa kakao dari koperasi KSS merupakan kakao berkualitas. Jika petani mau membuat kakao yang baik, maka para pembeli akan mau membeli kakao mereka.

Pada saat Valrhona berkunjung pada Sabtu, 20 Juli 2019, saya baru saja magang di Koperasi KSS. Saya masih awam tentang kakao maupun pembeli. Saya merasa beruntung dapat bertemu langsung dengan CEO dari Valrhona.

Hari kedua saat pelatihan AJS, saya diajak berkeliling pabrik cokelat yaitu Cau Chocolates yang belokasi di Jl. Raya Marga-Apuan, Cau, Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Saya merasa menjadi orang yang beruntung mendapatkan golden ticket, dan diajak berkeliling pabrik cokelat. Seperti film Charlie And Chocolate Factory. Baik, lupakan tentang film.

Di sana terdapat berbagai macam cokelat dari ukuran, rasa, dan yang pastinya harga beragam. Karena harga per cokelat itu lumayan, saya mengurungkan niat untuk membelinya. Lumayan menguras kantong maksudnya. Tidak hanya melihat cokelat yang sudah jadi, saya juga melihat proses pembuatan kakao menjadi cokelat siap santap.

Di hari ketiga saya mulai menulis tentang cokelat dan kesehatan. Dan dari sinilah saya mulai mencari tentang apa saja manfaat dari cokelat.

Kandungan Cokelat

Masyarakat pada umumnya mengira cokelat mengandung banyak gula dan susu, yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Pernyataan tersebut tidak semua benar. Jika tahu kandungan cokelat secara detail, maka anggapan tersebut bisa dibilang hoax separuh. Ingat masih separuh. Jadi tidak semuanya tidak benar.

Di dalam cokelat terdapat zat kimia yang bernama flavanoid, khusus pada cokelat bernama flavanol. Yang berfungsi untuk merangsang metabolisme dalam tubuh. Metabolisme dan pencernaan yang bagus akan mudah diekstraksi menjadi tenaga. Begitu menurut Sri Auditya Sari, Koordinator Program SUBAK Yayasan Kalimajari, yang kerap disapa Tya.

Alit Artha Wiguna, pemilik Cau Chocolate, menamnah, antioksidan yang tinggi pada cokelat dapat menangkal radikal bebas penyebab kanker. Selain kanker, cokelat juga dapat mencegah penuaan dini, kulit kusam, dan pori-pori besar. Maka dari itu cokelat cocok digunakan sebagai produk kecantikan. Hal ini karena dalam cokelat premium terkandung vitamin E dan antioksidan. Selain bisa menjadi penyambung rantai nilai, produk olahan juga bisa mengurangi limbah.

Dr. Soetanto Abdoellah, Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia, menuturkan bahwa cokelat mengandung karbohidrat, protein, lemak kakao, antioksidan dan lain-lain. Lemak kakao dapat meningkatkan kolesterol baik. Antioksidan yang banyak terdapat di kakao dapat meningkatkan insulin, mengurangi penyakit jantung, dan stres.

Kandungan lainnya yaitu theobroma untuk merangsang otak menghasilkan serotonin, dopamin, dan endorphin. Hormon-hormon tersebutlah yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Kandungan ini membuat orang yang memakan cokelat menjadi lebih bahagia. Ketika seseorang bahagia, maka ia bisa mengerjakan sesuatu menjadi lebih optimal. Hal ini bisa membakar kalori dan lemak dalam tubuh.

Dark chocolate di Cau Chocolate.

Nikmat sekaligus Menyehatkan

Cokelat juga membuat konsumen menjadi lebih bergairah dan semangat. Memakan cokelat sebelum belajar juga dapat meningkatkan daya ingat kita. Setelah ini, jika tiba musim ulangan saya akan menambah stok cokelat di rumah.

Dikutip dari laman CNN Indonesia, di dalam cokelat terdapat zat kimia phenylethylalanine. Ini merupakan senyawa yang sama dengan diproduksi otak saat jatuh cinta. Terkadang senyawa ini disebut obat cinta, karena membangkitkan perasaan mirip ketika seseorang jatuh cinta. Pantas saja, ketika hari Valentine banyak pasangan yang saling menukar cokelat mereka.

Hati yang senang dan gembira dapat membuat seseorang menjadi lebih semangat dalam menjalani hari-harinya. Serotonin antidepresi merupakan zat pada kakao yang dapat mengurangi stres dan depresi.

Menurut Soetanto, zat yang dapat membuat konsumen bahagia tentu saja berbeda dengan zat pada obat-obatan terlarang. Karena ini merupakan zat alami yang hampir tidak mempunyai efek samping dan dosisnya juga alami. Lain halnya dengan narkoba yang sudah dicampur dengan bahan-bahan lain yang tentunya dapat berefek buruk bagi si konsumen.

Jadi, jika depresi jangan sekali-kali melirik atau malah jatuh hati dengan racun mematikan si narkoba, karena dia bukanlah yang terbaik didunia ini.

Tanggapan Berbeda-beda

Tanggapan mengenai cokelat pada setiap orang pun berbeda. Ada yang menyukai cokelat karena rasanya dan ada pula yang tidak menyukainya. Saya mencoba menanyakan pertanyaan sederhana kepada teman saya, yang kebetulan suka cokelat dan tidak suka cokelat.

Suka cokelat? Kenapa?

”Karena rasanya manis, gurih, lembut dan juga kalau gratis memang paling enak,” ucap Pasek Sujana, salah satu teman saya yang memang suka cokelat.

“Enggak, karena cokelat membuat saya gendut,” ucap Aris Budi, teman saya yang tidak terlalu suka cokelat.

Pemikiran kalian pasti tidak jauh berbeda kan dengan teman-teman saya, tetapi jawaban mereka tidak semua benar dan salah. Cokelat dengan rasa manis merupakan cokelat dengan campuran susu dan gula. Jadi yang kalian makan dengan rasa manis itu dominan susu dan gula, bukan cokelat.

Jika terlalu sering, tubuh kalian tidak menerima asupan gizi dari cokelat melainkan efek samping dari campuran cokelat dan susu.

Bagi kalian yang menyukai cokelat manis, sebaiknya dikurangi, ya. Terlebih lagi yang menderita penyakit obesitas dan diabetes, sebaiknya kalian memakan cokelat dengan kadar kakaonya 70 persen. Rasanya akan terasa sedikit lebih pahit, tetapi baik untuk kesehatan. Untuk dikonsumsi anak-anak juga aman, tidak akan menyebabkan gigi anak berlubang.

”Cokelat murni adalah cokelat yang pahit. Para konsumen lebih menyukai cokelat manis. Padahal cokelat ditambah susu kurang bagus,” ucap Pak Alit.

Menurut I Nengah Kardika, Bendahara Koperasi KSS, beberapa perusahaan mengganti lemak kakao dengan lemak nabati, karena lemak nabati jauh lebih murah dari pada lemak kakao. Namun, lemak nabati merupakan lemak jenuh yang kurang baik dikonsumsi. Terlebih lagi dengan ditambahkan susu yang juga merupakan lemak jenuh.

Untuk jawaban dari teman saya Aris Budi, sebenarnya makan cokelat itu tidak membuat tubuh tambah gendut. Tapi, campuran gula dan lemak nabati pada cokelat yang menambah berat badan kamu. Lain kali, pilihlah cokelat yang memiliki kadar gula dan lemak nabati lebih sedikit.

“Cokelat dengan sedikit kakaonya kemungkinan bisa menambah berat badan, jadi pilih-pilihlah cokelatnya,” ucap Pak Tanto, panggilan akrab Soetanto, saat itu saya wawancarai lewat telepon.
Eits, cokelat sehat yang saya maksud di sini adalah cokelat premium ya, bukan cokelat asalan. Cokelat yang sehat itu, adalah cokelat yang berasal dari kakao yang telah difermentasi. Tanpa fermentasi, tidak akan ada cokelat yang berkualitas dan sehat.

Ketika sudah mengetahui bahwa cokelat itu sehat, jadi jangan takut lagi ketika memakan cokelat. Jangan takut akan isu-isu miring cokelat yang beterbaran di mana-mana.

Cara Memilih Cokelat

Cara untuk memilih cokelat sehat yaitu dengan memilih dark chocolate. Sebenarnya ini sesuai selera masing-masing orang, tetapi kandungan cokelat murni dalam dark chocolate lebih banyak dari pada white chocolate.

Lalu cek label kemasan berapa persen kandungan kakao yang tedapat dalam cokelat tersebut. Dipetik dari laman mybest, biasanya cokelat premium memiliki persentase 70 persen ke atas. Cokelat biasa hanya 30 persen sampai dengan 40 persen, sedangkan untuk snack rasa cokelat mengandung 10 persen atau kurang.

Maka dari itu cokelat yang mengandung 70 persen kakao cenderung terasa pahit. Tetapi cokelat ini baik untuk kesehatan karena kandungan gula dan susunya lebih sedikit. Bagi yang menderita diabetes tidak ada salahnya mencoba dark chocolate. Malah disarankan memakannya.

Kenapa? Menurut penuturan Pak Tanto, orang yang menderita diabetes sejatinya kekurangan insulin. Dark chocolate dapat membantu memacu insulin dalam tubuh. Memang rasanya pahit, tapi bermamfaat.

Ingat, yang manis-manis belum tentu menyehatkan.

Selanjutnya lihat lemak nabati yang digunakan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa ada produk cokelat yang dicampur dengan lemak nabati. Beberapa produsen menggunakan lemak nabati agar tekstur cokelat menjadi lembut. Biasanya digunakan sebagai campuran kue. Jadi jika dikonsumsi sebaiknya pilihlah cokelat yang memiliki sedikit lemak nabati.

“Cokelat yang bagus, adalah dark chocolate. Dengan kandungan kakao 50 persen ke atas, berkomposisi pasta dan lemak kakao di atas 50 persen juga,” ucap Pak Tanto.

Ribet kah? Pasti! Karena sehat itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Tapi, ketika kalian tahu bahwa makan cokelat itu sehat, bukan berarti kalian harus makan cokelat setiap hari. Itu juga salah.

Apapun yang berlebihan pastinya tidak baik. Bukan hanya makan cokelat saja, makan nasi yang berlebihan juga bisa membuat perut sakit.

Karena di dalam cokelat juga mengandung kadmium, yaitu logam berat yang bersifat karsiogenik (penyebab kanker). Pada pohon kakao dapat mengandung kadmium dari nutrisi tanah yang terpapar senyawa kimia ini.

Dalam sertifikat UTZ dan organik European Union (EU) yang dimiliki oleh Koperasi KSS ada batasan kandungan kadmium, yaitu:

1. Batasan kandungan kadmium untuk produk cokelat susu <30% dari total padatan kakao : 0,10 mg/kg

2. Batasan kandungan kadmium untuk produk cokelat murni <50% : 0,30 mg/kg

3. Batasan kandungan kadmium untuk produk cokelat murni >=50%: 0.80 mg/kg

4. Batasan kandungan kadmium untuk produk cokelat bubuk 0.6 mg/kg

Informasi di atas saya dapatkan dari Kak Tya. Terlalu banyak mengkonsumsi cokelat pun tidak baik, karena zat tersebut bisa menumpuk dan terakumulasi di dalam tubuh.

Jika tetap ingin memakan cokelat setiap hari, berarti dosisnya yang perlu dikurangi. Misalnya 1 bar, dimakan sedikit-sedikit dan dihabiskan dalam waktu satu minggu. Jika memakan cokelat 1 bar setiap hari porsi di dalam tubuh tidak seimbang.

Kebutuhan tubuh agar tetap seimbang itu sangat perlu diperhatikan, walaupun tahu tentang manfaat dari cokelat premium. Apabila menderita alergi terhadap cokelat sebaiknya jangan dipaksakan untuk mengkonsumsinya. Waktu mengkonsumsinya juga perlu diperhatikan. Makanlah cokelat di saat waktu luang. Jangan makan cokelat sambil berenang apalagi salto. Kan susah..

Produk Kakao dan Cokelat

Tidak hanya enak disantap, cokelat juga bisa digunakan sebagai produk kecantikan remaja kekinian.

“Kulit biji kakao kebanyakan digunakan untuk pupuk. Untuk scrub dicampur butter, susu, cendana hasilnya cukup bagus,” ucap Pak Alit.

Namun, saat ini beliau belum tahu kandungan apa saja yang ada didalam kulit biji kakao. Inovasi lainnya dengan menggunakan kulit biji kakao adalah untuk pembuatan teh herbal. Cukup ambil kulit biji kakao satu sendok teh dalam gelas, tambahkan gula (bila perlu), tuang air hangat, saring dan sajikan. Cukup mudah kan?

Bahkan di Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) menggunakan daging buahnya sebagai jus. Wah, memang kreatif dan bermanfaat. Tapi jika di sini masih pro dan kontra, karena pada proses fermentasi diperlukan daging buah itu untuk menguraikannya. Dan tingkat kestrilisasiannya juga harus tinggi.

Nah, ada juga yang menjadikannya sebagai masker dan scrub wajah karena adanya antioksidan ini. Antioksidan mampu menutup pori-pori wajah, mengurangi wajah kusam, melembabkan kulit, dan mendetoks kulit.

Adapula sabun yang terbuat dari lemak kakao dan juga mempunyai fungsi untuk mengurangi penguapan yang berlebihan pada kulit. Jika mengoleskan lemak cokelat di bibir sesudah menggunakan lipstik, maka lipstik tersebut akan mampu bertahan lebih lama. Karena dapat menjaga kelembaban bibir. Nah, jika ingin naik haji ke Arab disarankan untuk memakai produk lotion atau sabun berbahan lemak kakao. Informasi ini saya dapatkan dari Pak Tanto sendiri.

Selain itu, produk kecantikan yang dihasilkan oleh kakao dan cokelat bisa menjadi solusi zero (nol limbah) karena produk tersebut dibuat dengan cokelat grade C (non food), yang biasanya dijual murah oleh para produsen atau koperasi cokelat seperti di KSS.

Menjadi penyambung rantai nilai produk olahan. Semakin banyak produk olahan dari cokelat, akan menambah nilai dari konsep keberlanjutan yang dianut KSS. Salah satunya dijadikan produk kecantikan.

Remaja kekinian pastinya sudah sadar dan tahu manfaat dari cokelat untuk kecantikan. Tetapi untuk membeli cokelat premium dengan 100 persen cokelat murni, tentunya tidak murah. Semoga saja ke depannya tersedia produk kecantikan dari cokelat, khusus untuk kecantikan.

Karena cokelat yang baik untuk kecantikan bukan cokelat yang biasanya dikonsumsi. Dalam cokelat itu sudah tercampur berbagai bahan lain, seperti gula dan susu. Carilah pasta cokelat yang murni, jika memang akan digunakan sebagai produk kecantikan.

Tentunya dengan kualitas kakao yang baik, yaitu dengan melaui proses fermentasi. Sekali lagi, tidak ada cokelat terbaik tanpa fermentasi. Seperti kakao di Koperasi KSS misalnya.

Saya berharap ke depannya Koperasi KSS bisa lebih maju lagi. Dengan peningkatan kualitas kakao dan menjadi pelopor kakao berkualitas bagi koperasi-koperasi kakao di Indonesia. Mendapat pengakuan dunia pastilah bukan hal yang mudah, semangat terus Koperasi KSS. [b]

Keterangan: Artikel ini salah satu dari tiga karya terbaik dalam Anugerah Jurnalisme Siswa (AJS) 2019 yang diadakan Yayasan Kalimajari dan Koperasi Kerta Semaya Samaniya.

The post Kakao Berkualitas dan Cokelat Menyehatkan appeared first on BaleBengong.

Sejauh Mana Cakupan Pengobatan ARV di Indonesia?

Seorang bapak dan anaknya di Tabanan yang mengonsumsi ARV untuk terapinya sehari-hari. Foto Anton Muhajir.

ODHA di Indonesia tergolong kurang beruntung di dunia.

Terapi antiretroviral (ARV) dianggap telah menjadi penolong bagi orang dengan HIV AIDS (ODHA). Namun, hal ini tak berjalan mulus. Hingga saat ini, ARV merupakan pencegahan HIV AIDS yang paling efektif. Sayangnya, distribusi ARV untuk ODHA di Indonesia masih terganjal.

Cakupan pengobatan ARV di Indonesia tercatat hanya 17 persen. Angka ini adalah terburuk di regional Asia Pasifik bahkan dunia. Dengan hanya ada sekitar 140 ribu ODHA berada dalam pengobatan ARV. Artinya ada 500.000 ribu lain masih belum ada dalam pengobatan. Bahkan masih belum mengetahui dirinya terinfeksi HIV.

Capaian yang buruk ini dipengaruhi banyak faktor. Yang utama adalah kurangnya kemauan politik dari pemerintah dan layanan untuk memberlakukan test and treat (tes dan penanganan). Selain itu, akibat keterlambatan dalam mengadopsi pembelajaran terbaik dari negara lain yang mendukung program AIDS.

Penyebab lain adalah masih tingginya stigma dan diskriminasi kepada kelompok terdampak AIDS. Misalnya pada ODHA, pekerja seks, lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), pengguna narkotika, serta perempuan dan anak.

Hal itu menjadi penyumbang faktor capaian ini. Mahalnya harga obat ARV yang dibeli oleh pemerintah Indonesia dari industri farmasi BUMN turut mempengaruhi distribusi pengobatan.

Indonesia AIDS Coalition (IAC), sebuah organisasi kelompok aktivis kesehatan menyerukan agar Menkes segera melakukan audit menyeluruh terhadap program penanggulangan AIDS termasuk pelaksananya.

“Dengan hanya 17 persen cakupan obat ARV, tidak heran jika angka kematian akibat AIDS berdasarkan permodelan akan terus meningkat sampai dengan 2020 nanti,” kata Aditya Wardhana, Direktur Eksekutif IAC.

UNAIDS, sebagai badan PBB yang bertanggung jawab untuk program AIDS, telah membuat sebuah permodelan. Dengan perkiraan kematian akibat AIDS akan meningkat dari 45 ribu di tahun 2018 menjadi 48 ribu di tahun 2020. Angka ini akan terus meningkat seiring dengan rendahnya cakupan ARV pada ODHA.

Tanda Bahaya

IAC menilai ini adalah sebuah tanda bahaya bagi Indonesia. Sebab dengan angka cakupan ARV yang rendah, potensi penularan juga akan menjadi tinggi. Hal ini karena obat ARV selama ini diyakini secara ilmiah mampu mencegah penularan HIV baru.

Masih banyak prosedur yang dijalankan oleh layanan kesehatan sebelum memberikan obat ARV kepada ODHA. Diyakini juga turut menjadi pemicu rendahnya cakupan pengobatan ARV ini.

“Begitu tahu status HIV-nya, seharusnya berdasarkan evidence global, ODHA itu bisa langsung diberikan obat ARV. Namun, dalam faktanya, ODHA masih diminta untuk melakukan tes-tes penyerta lain sebelum bisa diberikan obat ARV. Sementara semestinya tes-tes ini bisa dilakukan belakangan,” ungkap Sabam Manalu, Kordinator Advokasi dan Hak Asasi Manusia IAC.

ODHA di Indonesia sendiri, tergolong sebagai ODHA yang kurang beruntung di dunia. Sebab pengobatan ARV yang diberikan pada ODHA masih menggunakan jenis-jenis regimen obat ARV yang jadul.

“Masih banyak ODHA yang diberikan obat-obatan ARV dari jenis regimen AZT. Sementara AZT sendiri telah digunakan sejak tahun 1960-an sebagai obat kanker dan terapi HIV. AZT digunakan pada tahun-tahun awal epidemi AIDS ditemukan di dunia tahun 1980-an. Sedangkan saat ini telah ada obat-obatan baru yang berdaya kerja tinggi seperti Dolutegravir namun belum diperkenalkan di Indonesia,” tambah Aditya yang juga biasa dipanggil Edo.

Obat ARV jenis Dolutegravir ini selain lebih ampuh. ARV jenis ini bisa lebih cepat memulihkan kondisi kesehatan ODHA. Selain itu, harganya jauh lebih murah dibanding obat-obatan ARV yang saat ini digunakan dan dibeli oleh Kementerian Kesehatan.

Dalam pertemuan Fast Track Cities minggu lalu di London, banyak kota di dunia yang telah melaporkan keberhasilan mereka dalam cakupan obat ARV ini. Sampai pada keberhasilan memberikan pengobatan ARV kepada sebesar 90% dari total orang dengan HIV di wilayahnya seperti kota London, Amsterdam, Manchester dan Brighton.

Berdasarkan data yang dilaporkan kepada UNAIDS, ada 16 kota yang telah sukses mencapai target 90 persen ODHA dalam pengobatan. Sementara Jakarta masih tertinggal jauh terbelakang dengan angka yang terburuk di Asia.

Bahkan negara seperti India saja melaporkan telah berhasil memberikan obat ARV kepada 1,2 juta ODHA di negaranya. Kamboja telah berhasil mencapai target 90 persen angka pengobatan ARV. Dengan memberikan ARV kepada 62 ribu ODHA dari total 67 ribu ODHA yang ada di Cambodia.

Audit

Pemerintahan Jokowi sendiri, dalam rancangan teknokratik RPJMN 2019-2024 dengan percaya diri memberikan target bisa menurunkan angka insiden penularan HIV. Dari 0,24 persen menjadi 0,18 persen.

“Kami yakin bahwa Indonesia akan gagal mencapai target RPJMN mendatang yaitu penurunan angka penularan HIV baru ini, jika berkaca pada buruknya cakupan pengobatan ARV sekarang,” tambah Aditya. Oleh karena itu, pemerintah harus segara melakukan audit program jika masih ingin on-track dalam mencapai target RPJMN mendatang.

Terhadap pemerintah baru yang nanti akan dibentuk pemerintah Jokowi-Amien, IAC mengimbau agar Menteri Kesehatan sesegera mungkin melakukan audit menyeluruh terhadap program penanggulangan AIDS. Hal ini sangat diperlukan agar pemerintahan yang baru nanti bisa mengambil langkah-langkah cepat penyelamatan sehingga angka kematian ODHA akibat AIDS bisa terkoreksi menjadi lebih rendah.

Selain itu, IAC juga menghimbau kepada pemerintah untuk bekerja lebih serius dalam menurunkan harga obat ARV. Sebab ODHA yang membutuhkan obat ARV ini masih banyak.

“Dengan tingginya harga obat ARV seperti sekarang ini, tahun 2019 pemerintah harus menganggarkan dana sebanyak 1,2 trilyun hanya untuk memberikan pengobatan ARV pada 150 ODHA. Sementara berdasarkan hitungan kami, harga yang rasional itu hanya 40 persen dari tingkat harga yang sekarang,” kata Aditya.

IAC meminta kepada Menteri Kesehatan dan juga kepada pemerintahan yang baru, Jokowi-Amin agar membuka ruang pelibatan dari ODHA sebagai penentu kebijakan program AIDS mendatang. Sebab di banyak negara, keterlibatan ODHA dalam level tertinggi di program penanggulangan AIDS telah terbukti mampu memberikan masukan-masukan yang membumi dan dibutuhkan.

Masukan yang memberikan daya ungkit keberhasilan program penanggulangan AIDS. Di banyak negara, ODHA sudah bukan lagi sekadar dijadikan obyek, namun sudah menjadi pembuat keputusan dalam program penanggulangan AIDS di pemerintahan. [b]

The post Sejauh Mana Cakupan Pengobatan ARV di Indonesia? appeared first on BaleBengong.

Kenapa Kita Harus Tidur? Inilah Jawabannya

Setiap orang memiliki kebutuhan hidup berbeda-beda, antara 7-8 jam. Ilustrasi foto Hello Sehat.

Tidur adalah salah satu cara tubuh mencapai titik seimbang.

Seperti kita ketahui saat ini dunia modern datang dengan motto “kerja, kerja, kerja”. Dunia modern seolah-olah adalah tempat bagi segala yang produktif, berjaya dan rajin. Dunia modern tak memiliki cukup ruang bagi orang yang suka tidur, meskipun dunia modern juga tak suka mempertanyakan, mengapa pelaku dunia modern ini (kita) harus cukup tidur?

Dalam dunia modern pertanyaan-pertanyan tersebut tidak menarik.

Dunia yang kita huni, lebih menyukai pertanyaan-pertanyan yang memicu semangat untuk terus bangun. Cerita-cerita seperti Elon Musk yang enggan tidur jika target hariannya belum ia penuhi. Kita lebih menyukai cerita-cerita yang memecut semangat kita untuk bangun, bekerja dan menghasilkan apapun untuk kembali lagi dibagikan pada layar ponsel.

Tuntutan-tuntutan dunia modern ini menghasilkan sebuah pandemik yang dianggap normal yakni “insomnia”. Masyarakat tidak terlalu menanggapi katastropi ini sebagai suatu masalah. Beberapa justru merasa “insomnia” adalah tanda pekerja keras dan sebaliknya orang yang suka tidur dianggap sebagai si malas.

Banyak hal menyebabkan insomnia: media sosial, ponsel pintar, komputer, televisi, dunia kota, beton, dan polusi udara. Begitu pula kabel-kabel listrik yang melintasi hidup modern ditambah konsumsi kopi, alkohol dan gula yang meningkat, kemudian tekanan sosial, masalah psikologi dan beban pekerjaan.

Semuanya secara serentak berkontribusi pada insomnia. Apakah hal tersebut tidak menakutkan?

Insomnia terkait erat dengan kesehatan manusia. Pada tahun 1960, penelitian American Cancer Society menyebutkan bahwa durasi tidur pada masyarakat sekitar 8 – 9 jam per hari. Sementara pada tahun 1995, sebuah penelitian serupa oleh National Sleep Foundation menunjukkan durasi tidur masyarakat telah menurun yakni menjadi 7 jam per hari.

Penelitian kembali dilakukan pada 2004 dengan hasil bahwa durasi tidur manusia rata-rata 6 jam tiap hari. Beberapa penelitian terbaru juga menyebutkan 30 persen dari populasi orang dewasa saat ini memiliki durasi tidur bahkan kurang dari 6 jam per harin. Baru-baru ini WHO telah menetapkan pekerjaan dengan jadwal jaga malam sebagai karsinogen (berpotensi menyebabkan kanker).

Saya menulis ini, bukan untuk menyebarkan rasa takut. Rasanya belakangan ini kita sudah punya cukup alasan untuk takut dan cemas. Sama seperti setiap data dan penelitian diharapkan dapat memberi gambaran pun solusi, saya berharap artikel ini dapat membuat teman-teman kembali bertanya: berapa jamkah Anda tidur tadi malam? Apakah Anda ingat mimpi yang Anda miliki semalam? Atau, apakah Anda pernah mempertanyakan hal ini kepada tubuh Anda?

Berkurangnya durasi tidur manusia, meningkatnya obesitas dan diabetes, penyakit jantung hingga stroke dan merebaknya kanker selama sekian dekade terakhir tentu bukan sebuah kebetulan. Kehidupan modern tidak serta merta menjadi penyebab tunggal. Tentu peningkatan tersebut juga karena meningkatnya teknologi diagnostik dunia kedokteran yang membawa kita pada penemuan secara dini berbagai penyakit kronis.

Namun, sekali lagi, banyak keterkaitan antara tidur dan kesehatan vital manusia dan hal tersebut tidak bisa hanya kita pasrahkan pada ilmuwan. Kita semua bertanggung jawab untuk menghadirkan sebuah sistem kehidupan yang manusiawi. Yang tidak hanya mengandalkan pada obat-obat pembuat kantuk, obat-obat penenang dan terapi lainnya. Kita semua harus mampu menghadirkan kesadaran pada setiap tubuh dan hari Kita.

Tidur yang Kita Butuhkan

Menurut Susan Zafarlotfi, Direktur Klinis pada Institut Gangguan Kesehatan dan Tidur di Fakultas Kedokteran Universitas Hackensack New Jersey, setiap orang memiliki kebutuhan durasi tidur berbeda.

Pada beberapa orang yang secara alami memiliki sistem pertahanan tubuh sangat kuat, mereka tidak mudah mengantuk meski memiliki aktivitas padat. Pada sebagian lain, mereka akan mudah pilek jika mengalami kurang tidur. Dari banyaknya variasi tersebut, sangat sulit menentukan tingkat ideal tidur seragam. Namun, 7-8 jam waktu tidur setiap harinya akan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan.

Secara garis besar, tidur dibagi menjadi dua fase yakni REM dan Non REM (Rapid Eye Movement). Untuk menuju fase REM, terdapat lima tahapan. Jika tahapan tersebut terganggu, akan menyebabkan perasaan lelah atau gangguan mood saat bangun.

Fase pertama: saat Anda meletakkan badan, menutup mata dan otot tubuh mulai meregang santai. Suara-suara maupun gerak yang berasal dari lingkungan sekitar masih dengan mudah membangunkan Anda pada fase ini.

Fase kedua: Anda mulai jatuh tertidur, suara maupun gerak bukan hal yang mudah Anda sadari lagi. Hal mengagumkan lain, pada fase ini suhu tubuh kita berada di bawah suhu tubuh biasanya. Gelombang-gelombang aktivitas otak pelan-pelan berkurang meski letupan gelombang sesekali muncul.

Fase ketiga: Anda mulai memasuki fase tidur dalam. Ayunan gelombang otak jauh sekali berkurang. Otot-otot pernapasan meregang rileks membikin pernafasan Anda melambat. Pada anak-anak keadaan rileks ini membuat mereka kerap mengompol dan sulit dibangunkan.

Fase keempat adalah fase terdalam pada tidur manusia. Ditandai dengan sangat lambatnya aktivitas gelombang otak tanpa letupan acak sama sekali. Inilah fase dimana manusia sangat sulit untuk dibangunkan. Ajaibnya, pada fase ini tidur membantu tubuh melakukan pekerjaan lain yakni melepaskan hormon-hormon yang pertahanan dan pertumbuhan tubuh Kita.

Fase kelima (fase REM) adalah fase di mana mimpi hadir. Mata kita bergerak cepat dan tangkas. Denyut nadi perlahan naik. Tekanan darah meningkat. Meskipun begitu otot Anda lumpuh sementara. Kemampuan lumpuh sementara ini adalah alasan mengapa meski kita bermimpi berlari, kita tidak pernah benar-benar berlari di alam sadar.

Tubuh kita adalah tempat segala keajaiban dari Sang Empunya kehidupan. Foto Anton Muhajir.

Mengapa Harus Tidur?

Tubuh kita adalah tempat segala keajaiban dari Sang Empunya kehidupan. Sebuah mahakarya maha teliti. Tak satu pun luput dan tak satupun tertinggal tanpa makna dan guna.

Bayangkan, saat tertidur pulas, tubuh kita tetap bekerja memperbaiki sel-sel yang tua. Melepaskan hormon pertumbuhan agar sel sehat segera lahir. Sistem pertahanan tubuh kita dibaharui agar selalu dalam keadaan siap bertempur melawan virus, bakteri dan jamur.

Kembali mengimajinasikan hal ini, seringkali rasa kagum muncul, betapa hebatnya tubuh kita dan betapa hakikinya fungsi tertidur pulas.

Saat kita meneguk satu gelas teh manis, tubuh akan mengeluarkan insulin (hormon untuk menormalisasi gula darah). Insulin akan menawar gula ini sehingga gula darah kita berada dalam ambang normal.

Saat Anda lapar, perut akan berdendang ribut. Air ludah Anda akan berkumpul di sudut bibir. Anda akan pergi ke dapur mengambil sepiring nasi lengkap dengan lauk dan sayur mayur. Kemudian Anda mengunyah, menelan dan merasa kenyang. Sesuatu di perut memberi tahu Anda bahwa semua cukup. Anda meminum segelas air lalu menaruh alat makan di wastafel.

Segala keteraturan dan informasi yang bagi Anda lumrah, adalah sebuah pekerjaan terstruktur dan rapi yang dikerjakan oleh usus, otak dan persarafan. Dan tidur dengan sebuah mekanisme kompleks berkelindan terhadap segala keteraturan ini.

Pertama, berkurangnya durasi tidur akan menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh. Metabolisme ini adalah sebuah mekanisme maha rumit dalam tubuh manusia. Di mana setiap kelenjar tubuh menghasilkan hormon yang mengatur tinggi badan, keringat, hingga kadar gula darah Anda, dan ratusan lainnya.

Pada perut bagian kiri, terdapat sebuah kelenjar hebat yang menghasilkan banyak enzim dan hormon yang membuat setiap makanan kita akan menjadi zat gizi. Namanya pankreas. Dia memproduksi insulin (hormon yang berfungsi menormalisasi gula darah).

Nah, saat tidur Anda berkurang, maka aktivitas saraf simpatik pada pankreas ini meningkat. Merangsang pengeluaran sel-sel peradangan (inflamasi). Hasilnya tubuh Anda akan berada pada fase peradangan yang pelan dan berkepanjangan. Aktivitas yang berlebihan dan berlarut ini juga menyebabkan kemampuan insulin merespon terhadap gula darah menurun dan meningkatkan risiko kita untuk mengalami kadar gula darah tinggi.

Kedua, ada dua hormon yang mengatur kenyang dan lapar manusia: leptin yang membikin kita kenyang dan ghrelin yang membuat lapar. Saat tidur tidak optimal, produksi ghrelin meningkat dan sebaliknya terhadap leptin. Kita akan selalu merasa ingin mengunyah dan perut berkeroncong semakin sering. Anda akan membuka kulkas tengah malam. Mencoba mencari apa saja yang bisa dimasukkan ke perut, mengunyah, duduk menyaksikan Netflix kemudian lapar lagi, dan tertidur hanya sekian jam.

Setelah beberapa waktu, pakaian favorit Anda tidak muat lagi untuk dikenakan, dan otot-otot Anda mulai ditimbun oleh lemak. Benar sekali, berat badan Anda sudah naik. Tahukan Anda: saat mengalami kegemukan, maka hormon pembuat kenyang yaitu leptin, akan semakin sulit diproduksi?

Ketiga, jam tidur yang tidak cukup juga terkait erat dengan depresi. Ada dua mekanisme yang dipercaya yakni insomnia sebagai salah satu gejala depresi dan insomnia yang berdampak pada perubahan mood yang pada jangka panjang juga menjadi salah satu faktor penyebab depresi.

Sepertiga dari usia manusia dihabiskan untuk tidur. Tidur begitu vital untuk fungsi tubuh manusia termasuk mengatur bagaimana mood dan perilaku Kita. Terdapat dua proses yang mengatur tidur yakni sikardian yang diatur pada salah satu bagian hipotalamus.

Pengaturan sikardian ini sangat dipengaruhi cahaya dan suhu. Pada malam hari sikardian ini tidak membutuhkan cahaya dan pada pagi hari sikardian ini membutuhkan cahaya.

Mengapa? Melatonin adalah salah satu neurotransmitter yang berfungsi menjaga siklus tidur-bangun dan suhu manusia. Melatonin akan terbentuk saat tidak ada cahaya dan membuat tubuh manusia siap untuk tidur.

Kemudian saat pagi tiba, melatonin memerlukan cahaya untuk meningkatkan produksi sehingga tubuh siap untuk beraktivitas. Bayangkan jika irama yang sempurna ini terinterupsi oleh gangguan tidur, maka tidak mengherankan jika kita menjadi kelelahan.

Jam tidur yang kurang juga menyebabkan perubahan pada reseptor serotonin, sebuah neurotransmitter yang bertanggung jawab pada rasa bahagia dan rileks pada tubuh manusia. Insomnia menggangu serotonin dan meningkatkan hormon stres, yang pada akhirnya akan membuat manusia tersebut sulit untuk rileks dan mudah untuk gugup dan marah.

Coba bayangkan, Anda hanya tidur tiga jam, kemudian harus pergi menerobos macet jalanan menuju kantor, sementara Anda masih harus menunjukkan laporan bulanan. Anda akan melihat macet dan laporan tersebut sebagai beban yang sungguh memberatkan pundak bahkan hidup Anda.

Karena tubuh Anda belum mencapai relaksasi istirahat, juga hormon serotonin yang terganggu dan hormon stres yang membludak hasil, akhirnya wajah Anda tampak tegang dan otot leher Anda menegang. Anda sulit tersenyum hari ini.

Keempat, tidur dan sistem imun memiliki hubungan dua arah. Salah satu fungsi sistem imun adalah menjaga tubuh dari serangan bakteri, vitus, jamur dan parasit serta melawan pertumbuhan sel berlebihan. Sering kita berada dalam keadaan di mana saat kurang tidur maka kita rentan mengalami batuk dan pilek.

Sebaliknya, pada awal tubuh dihinggapi virus penyebab sakit dan tubuh kalah berjuang, maka umumnya kita juga akan sulit jatuh tidur.

Kurangnya tidur menyebabkan gangguan pada produksi sistem pertahanan tubuh. Misalnya terjadi penurunan produksi dari kompartmen imunitas, berkurangnya kemampuan fagositosis (memakan mikroorganisme asing) oleh sel dari sistem imun kita, penurunan jumlah calon sel darah putih dan kemampuan sel natural untuk membunuh kuman.

Pada banyak pasien infeksi, para dokter akan selalu menganjurkan untuk tidur dengan cukup dan pulas. Itu seperti sebuah nasihat sederhana yang kita anggap remeh temeh, tapi justru hal tersebut adalah nasihat sederhana yang banyak manfaatnya.

Kurangnya tidur menyebabkan gangguan pada produksi sistem pertahanan tubuh. Foto ilustrasi Anton Muhajir.

Setitik dari Ribuan

Apa yang saya tulis di atas, masihlah setitik dari ribuan fakta yang sudah terungkap dan belum terungkap tentang tidur dan manfaatnya. Para dokter dan ilmuwan membagi-bagi diri mereka untuk mempelajari tentang tidur, Ada yang mempelajari mimpi, ada yang mempelajari mengorok dan ada yang mencari tahu tentang manfaat dan mekanismenya.

Namun, semua sepakat bahwa tidur adalah salah satu cara tubuh mencapai titik seimbang. Keseimbangan ini akan membantu manusia mengambil keputusan, melewati hari-hari, memandang tantangan bahkan melihat masa depan.

Mengetahu betapa vitalnya tidur pada keseimbangan tubuh maupun kehidupan manusia akan membantu Kita untuk mengambil langkah memperbaiki kualitas hidup dan tidur Kita. Ada beberapa langkah untuk memperbaiki tidur yaitu:

  1. Pergilah ketempat tidur 30 menit sebelum jam tidur Anda,
  2. Matikan lampu atau sumber pencahayaan, televisi, komputer dan telepon genggam,
  3. Hindari mengkonsumsi kafeine setelah jam makan siang,
  4. Hindari konsumsi gula di atas pukul 7 malam, dan
  5. Olahraga teratur.

Saya seringkali membenci hal ini, bermain Instagram sebelum tidur. Sungguh setengah mati rasanya ingin membunuh kebiasaan ini. Selain cahaya layar yang berhasil menambah minus mata saya, juga membuat kepala terasa berat dan kualitas tidur yang kurang.

Saat terbangun, hal yang saya rasakan adalah otot bahu yang lelah dan ingatan-ingatan akan gambar-gambar Instagram yang tertinggal di labirin-labirin otak. Sungguh menyebalkan. Saya merindukan sebuah tidur yang tanpa penghntar layar ponsel pintar. Seperti masa kanak-kanak, saat suara Ibu di balik tembok memaksa Anda menutup mata dan suaranya pula yang memaksa Anda bangun.

Sebagai seorang mahasiswi spesialisasi kedokteran, tidur adalah barang mahal. Jika Anda memilikinya berlebihan maka nikmatilah dengan maksimal. Karena tidur yang pulas sungguh sesuatu yang hakiki untuk keberadaan Anda secara utuh setiap harinya. [b]

The post Kenapa Kita Harus Tidur? Inilah Jawabannya appeared first on BaleBengong.