Tag Archives: kepolisian

Urus Sendiri Mutasi dan Balik Nama… (2)

1 menit waktu bacaCerita ini adalah kelanjutan dari cerita saya sebelumnya yang berjudul Urus Sendiri Mutasi dan Balik Nama Kendaraan di Jakarta. Sesuai arahan dari petugas di Gedung Biru Polda Metro, maka saya berangkat ke kantor Samsat Jakarta Timur beberapa hari kemudian. Prosesnya sebagai berikut: Saya baru tau saat itu bahwa kendaraan harus dibawa ke kantor … Continue reading "Urus Sendiri Mutasi dan Balik Nama… (2)"

Urus Sendiri Mutasi dan Balik Nama Kendaraan di Jakarta

2 menit waktu bacaCatatan penting: tidak perlu pakai jasa calo. Setelah sekian lama saya tinggal dan menetap di Jakarta, akhirnya saya memutuskan untuk mengubah nomor plat sepeda motor saya menjadi nomor kendaraan wilayah Jakarta, alias plat B. Jadi, saya harus mengurus BPKB baru atas nama saya (sebelumnya atas nama ibu saya) dan STNK serta plat … Continue reading "Urus Sendiri Mutasi dan Balik Nama Kendaraan di Jakarta"

Kami Tak Pernah Takut

Setelah lama beristirahat, aksi terorisme kembali mengguncang Jakarta. Kalau dulu menyerang gereja, hotel, kedutaan besar negara lain dan bandara internasional Soekarno-Hatta, kali ini menyerang pusat perbelanjaan tertua di Indonesia, Sarinah. Untunglah rencana itu meleset, serangan yang tadinya ditujukan ke Sarinah, meleset karena keberanian seorang satpam yang menggiring salah satu pelaku ke pos polisi terdekat karena […]

Heboh Video Polisi Minta Suap di Bali

Sejak sekitar dua hari lalu masyarakat di hebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menayangkan seorang polisi di Bali yang tampak meminta “uang damai” kepada seorang turis yang melanggar lalu lintas. Video tersebut di upload di Youtube dan ramai disebarkan melalui jejaring sosial. Karena kejadiannya di Bali dan video itu tampak jelas menampilkan seorang polisi yang melakukan tindakan tidak terpuji maka orang-orang di jejaring sosial pun ramai membicarakannya khususnya orang Bali. Video tersebut bahkan diberitakan beberapa kali di stasiun televisi nasional. Untuk lebih jelas, silahkan coba simak pada link berikut :

http://www.youtube.com/watch?v=M8LfLtHtLvc

Mungkin video semacam ini cukup banyak di internet tapi yang ini cukup menarik perhatian saya karena kejadiannya di Bali dan juga lokasinya saya lewati hampir setiap hari. Jaraknya hanya sekitar 4 km dari rumah saya. Dan bahkan saya sangat mengenal wajah polisi yang terekam itu karena saya sering melihatnya mengatur lalu lintas di perempatan itu atau di persimpangan lain di sekitarnya.

Dari apa yang sering saya lihat, jujur saja di persimpangan itu memang saya relatif sering melihat bule yang di stop oleh polisi. Entah karena tidak menggunakan helm atau melakukan pelanggaran lainnya. Bahkan saya menduga bule memang meinjadi semacam sasaran oleh petugas karena mungkin mereka memang sering melanggar. Dalam hal itu, saya merasa cukup wajar bule sering ditilang apalagi saya pribadi bule biasanya kalau berkendara sering grasa-grusu, kalau dalam bahasa Bali disebut “rengas”.

Tapi apa yang tampak jelas pada video itu membuat saya sebagai orang Bali dan juga masyarakat biasa merasa sangat amat kecewa. Kecewa karena polisi itu ternyata seperti begitu akrab dengan bule yang jelas-jelas melakukan pelanggaran. Jelas-jelas polisi itu seperti menjual harganya dirinya hanya dengan beberapa ratus ribu. Seperti yang tampak dalam video, polisi itu bahkan menawarkan dan mengajak bule yang tadinya melanggar lalu lintas untuk minum bir bersama, di pos polisi! What the f**k!

Bahkan dengan polos dan tertawa-tawa polisi itu mengaku telah menerima bayaran dari dua orang lainnya di hari itu. Coba bayangkan, kalau seandainya benar seorang polisi seperti itu mendapat “uang damai” beberapa ratus ribu sehari, maka sebulan jadi berapa? Dan kalau lagi, seorang polisi kelas teri seperti itu bisa korup sebesar itu, bagaimana dengan polisi yang pangkat dan wewenangnya lebih tinggi? Parah!!

Ya, parah… Mungkin tulisan ini terkesan negatif thinking. Tapi bagaimana kita tidak menjadi negatif thinking kalau melihat video yang jelas-jelas seperti itu. Memang sih itu hanya oknum dan tidak semua polisi seperti itu dan pasti masih ada polisi yang jujur. Tapi dengan beredarnya video ini menjadi sampel bagaimana kejadian di lapangan yang sebenarnya terjadi sehari-hari.

Terlepas dari rekaman itu yang memang sudah disiapkan untuk direkam sedemikian rupa, dan juga mungkin bule itu menjebak tapi dalam rekaman jelas polisi itu yang menawarkan/meminta uang damai, bukan si bule yang ingin menyuap. Kita pun sebagai masyarakat sebaiknya tidak perlu membela si polisi itu walaupun mungkin ada rasa kasihan karena nasibnya yang benar-benar apes. Sudah jelas si polisi itu salah dan layak mendapat hukuman, entah diturunkan pangkatnya atau bahkan dipecat.

Lalu, apa makna yang sebaiknya kita ambil dari rekaman video itu? Marilah mulai dari diri sendiri, berhenti melakukan penyuapan, kalau pun tidak bisa mari mencoba mengurangi. Karena saya pribadi yakin, polisi atau pun petugas lainnya melakukan tindak korupsi karena adanya kesempatan. Mungkin seperti di ekonomi, ada permintaan maka ada penawaran. Ada pembeli maka otomatis akan ada penjual.

Untuk polisi itu, semoga saja dia kapok dan mendapat sangsi setimpal. Juga untuk yang lainnya semoga tidak mencoba meminta uang damai lagi.

Baca Juga:

Share