Tag Archives: keluarga

Nindi Ikut Porjar Renang

Beberapa waktu yang lalu untuk pertama kalinya Nindi mengikuti Porjar khususnya di cabang renang. Keikutsertaan Nindi ini sebenarnya tidak kami rencanakan karena dulu pada awal mengikutkan Nindi les renang tujuan kami hanya sekedar agar Nindi bisa renang sehingga lebih leluasa kalau kebetulan ada kesempatan bermain di kolam renang. Selain itu kami juga yakin nanti saat SMP kemampuan renang akan diperlukan, jadi agar tidak malu nantinya.

Setelah sekitar setahun lebih ikut les renang, itupun tidak rutin, Nindi sepertinya sudah tidak cocok lagi di level pemula. Walau mungkin sebenarnya perkembangan Nindi tidak secepat anak-anak lainnya tapi untuk di level pemula dia sudah tidak cocok. Jadi pelatihnya menyarankan Nindi ikut di kelas intermediet, tetapi kami terkendala dengan waktu. Jadwal latihan kelas tersebut adalah hari Senin, Rabu, Jumat pukul 4 sore dan Sabtu, Minggu pukul 10 pagi, dimana setiap anak diharapkan latihan minimal 4 kali seminggu. Sedangkan Nindi dari Senin-Jumat sekolah siang sampai sore sehingga tidak memungkinkan ikut kelas tersebut. Memang sih latihan renang kelas tersebut sebenarnya ditujukan untuk persiapan lomba dan mencari prestasi di cabang renang.

Awal Januari kemarin atas saran pelatihnya, apakah Nindi tidak coba diikutkan Porjar dari sekolahnya. Setelah kami cari info di sekolahnya ternyata memang ada Porjar dan Nindi pun kami daftarkan, apalagi kebetulan ternyata dari sekolahnya sama sekali tidak ada atlet renang di tahun ini. Jadi Nindi satu-satunya peserta cabang renang di sekolahnya.

Nindi kemudian ikut seleksi di tingkat gugus bersama dengan 8 orang anak dari sekolah lainnya. Nindi ikut di nomor 50 meter gaya bebas dan nomor 50 meter gaya dada. Jadwal seleksinya agak mendadak kami terima sehingga Nindi tidak sempat banyak latihan di tempat les renangnya. Nindi bahkan belum bisa melompat. Prediksi pelatihnya, Nindi mungkin tidak akan lolos mengingat catatan waktunya masih jauh dari ideal, untuk gaya bebas 50 meter catatan waktu Nindi di tempat latihan adalah 1 menit 15 detik. Tapi tidak apalah, yang kami cari hanya pengalaman dan sekedar penggembira saja.

Saat seleksi kami cukup gugup mengingat ini pengalaman pertama dan persiapan yang sangat minim. Hasilnya Nindi tidak lolos di nomor 50 m bebas, catatan waktunya hanya 1 menit 14 detik, sedangkan dari 4 anak lainnya catatan waktu yang terbaik sekitar 37 detik, tentu jauh sekali. Sedangkan di nomor 50 m gaya dada, karena Nindi sendiri maka otomatis dia lolos. Wah, kami merasa cukup senang, Nindi juga sangat antusias walau sebenarnya dia lolos karena tidak ada lawan.

Seleksi selanjutnya adalah di tingkat kecamatan Kuta Utara. Kali ini Nindi sudah lebih siap karena sudah berlatih di club tempat lesnya. Nindi bahkan beberapa kali mendapat dispensasi di sekolah untuk ikut latihan, dia juga untuk pertama kalinya mendapat uang saku/konsumsi sebesar 9 x 5 ribu rupiah.

Skip, langsung saja ke tahap seleksi. Pelaksanaan seleksinya kini jauh lebih ramai dan lebih menegangkan. Ada sekitar 30 anak yang ikut di berbagai nomor, Nindi hanya ikut di nomor 50 m gaya dada. Pelatihnya Nindi pun ikut hadir karena ada juga beberapa anak dari clubnya yang ikut disini, termasuk salah satu temannya yang kelas 5 SD ikut di nomor 50 m dada. Hasilnya, kami cukup bangga karena target kami yang penting finish. Nindi akhirnya finish dengan waktu sekitar 1 menit 8 detik. Dari 5 anak yang terjun tahap pertama, Nindi finish nomor 4 dan tidak terlalu jauh ketinggalan, jadi kami cukup senang dengan hasilnya dan sesuai prediksi.

Selanjutnya, mungkin Nindi akan break dulu renang karena ternyata cukup banyak menyita waktu karena Nindi juga ada kegiatan lainnya seperti sekolah, les keyboard, les Kumon dan juga dance. Ke depan kami akan lihat situasi, harapan saya tahun depan Nindi bisa ikut Porjar lagi, sedangkan untuk lomba bersama club renangnya mungkin tidak usah dulu. Sekian.

Baca Juga:

Mengintip Matahari Terbit Lalu Mendaki Bromo

Ini cerita lanjutan tentang liburan akhir tahun lalu. Setelah sempat tertunda karena telanjur lupa atau pura-pura sibuk mengerjakan yang lain, mari lanjutkan lagi ceritanya. Kali ini tentang lokasi kedua, Bromo. Sebelumnya aku sudah dua kali ke Bromo. Pertama kali sendirian. Hanya jalan-jalan setelah ada acara di Bondowoso. Kedua kali sama Bunda dan dua teman lain Continue Reading

Habis Blusukan Lalu Ngopi di Jember

Kafe Kolong memberikan kejutan pada malam terakhir di Jember. Semula aku pikir tempat ini hanya serupa tempat nongkrong dengan banyak warung kopi. Serupa angkringan atau lesehan begitu. Namun, begitu tiba di sana, ternyata aku salah. Kafe Kolong melebihi apa yang aku bayangkan. Merujuk namanya, Kafe Kolong memang berada di kolong jembatan. Lokasinya di tengah kota. Continue Reading

Catatan Ringkas Perjalanan di Dua Ribu Delapan Belas

Foto Wayan Martino untuk BaleBengong Seperti biasa, waktu terasa cepat sekali melaju. Tahu-tahu, hari ini sudah 31 Desember 2018. Kok rasanya cepat sekali waktu berlalu. Pada hari terakhir ini, penting rasanya untuk mencatat apa saja yang sudah terjadi selama setahun perjalanan di 2018. Soal keluarga, salah satu guncangan mental tahun ini adalah soal sekolahnya Bani. Continue Reading

Menjelajah Tempat Asyik Tetangga Sendiri

Tak ada liburan ke luar negeri tahun ini. Semula kami merencanakan akan liburan ke Vietnam akhir tahun ini. Liburan sok-sokan kelas menengah ngehek ini melanjutkan tradisi dua tahun terakhir di Thailand (2016) dan Malaysia (2017). Namun, rencana itu berubah begitu dolar terus naik sementara kami belum membeli tiket pesawat. Ketika kami memeriksa tiket pesawat Denpasar Continue Reading