Tag Archives: kehamilan

Lakukan Cara Cara Ini Untuk Tes Dan Memantau Kehamilan

Menjadi seorang wanita tentunya diberikan anugerah terindah untuk bisa mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak-anaknya. Terlepas dari itu, proses untuk merencanakan kehamilan tidaklah mudah apalagi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan yang sulit untuk mendapatkan keturunan.

Bagi Anda saat ini yang sudah dipercaya Tuhan untuk mengemban amanh dikaruniai calon bayi yang akan lahir ke dunia, tentu harus dijaga dengan baik dan dipantau perkembangannya. Saat ini teknologi sudah semakin canggih, tak terkecuali untuk Pantau Kehamilan Dengan Aplikasi yang sering digunakan oleh ibu-ibu jaman now. Caranya mudah sekali, Anda tinggal mengunduhnya, kemudian install di smartphone Anda, lakukan pengaturan mulai dari terakhir menstruasi, usia beberapa minggu hingga masa kelahiran.

Dengan memantau perkembangan kehamilan ini ibu-ibu hamil bisa memantau secara digital, memang tidak langsung memberikan informasi mengenai janin yang dikandungnya, namun hanya memberikan informasi perkembangan janin secara umum di usianya setiap hari-setiap minggu hingga setiap bulan. Uniknya lagi, setiap perkembangan tersebut diberikan deskripsi mengenai tumbuh kembang janin, dari pertumbuhan organ, foto janin, hingga hal-hal yang mesti dilakukan oleh sang ibu.

Kemudahan ini memang tidak sepenuhnya mutlak menjadi acuan bahwa bayi yang dikandung ibu sehat atau tidak, tapi Anda pun harus konsultasi secara berkala kepada dokter untuk memastikan bahwa bayi sehat dan mengalami perkembangan yang cukup baik. Begitu juga dengan Tes Kehamilan yang dilakukan pun bisa menggunakan alat khusus yang dijual di pasaran, alat untuk mengukur apakah Anda hamil atau tidak bisa dilakukan dengan cara menggunakan alat yang dicelupkan kedalam urine yang telah ditampung dalam wadah, hasilnya pun cukup akurat.

Namun, untuk lebih lanjutnya lagi Anda bisa memeriksakan langsung ke dokter kandungan agar tidak penasaran. Proses kehamilan dari awal hingga akhir memang membutuhkan waktu yang cukup lama, pengorbanan hingga kekuatan bagi ibu menjalani setiap prosesnya hingga sang bayi lahir ke dunia. Dengan berbagai kemudahan dan kecanggihan teknologi, kejamilan pun bisa dipantau dengan menggunakan aplikasi yang dengan pudah kita dapatkan.

The post Lakukan Cara Cara Ini Untuk Tes Dan Memantau Kehamilan appeared first on BlogDokter.

Mengenal Episiotomi, Dipotong Biar Rapi

Episiotomi adalah pemotongan atau pengguntingan perineum saat proses persalinan. Perineum adalah jaringan yang terletak antara liang vagina dengan lubang dubur. Episiotomi merupakan prosedur rutin yang dilakukan saat seorang ibu melahirkan secara normal.

Baca juga: Penyebab Kematian Ibu Pasca Persalinan Yang Paling Sering

Tradisi episiotomi

Beberapa tahun yang lalu, episiotomi dianggap dapat membantu mencegah kerusakan vagina saat proses persalinan. Dengan dilakukan episiotomi, luka pada vagina juga lebih cepat sembuh bila dibandingkan dengan luka yang disebabkan oleh persalinan tanpa episiotomi. Selain itu, episiotomi juga dianggap bisa mempertahankan kekuatan otot dan jaringan ikat pada dasar panggul.

Namun, saat ini anggapan itu sudah dibantah oleh beberapa penelitian terbaru. Menurut penelitian tersebut, episiotomi tidak mencegah semua masalah yang dulu dianggap mampu dicegah oleh prosedur episiotomi. Itu sebabnya kini episiotomi tidak lagi menjadi prosedur rutin yang dianjurkan selama proses persalinan.

Kapan episiotomi dibutuhkan?

Meskipun tidak lagi menjadi prosedur rutin, ada beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan dokter untuk melakukan episiotomi. Kondisi tersebut terutama bila dibutuhkan proses persalinan yang lebih cepat, misalnya:

  • Bayi mengalami hambatan pada bahu saat proses persalinan (distosia bahu).
  • Bayi mengalami gangguan detak jantung saat proses persalinan.
  • Proses persalinan memerlukan tindakan operatif seperti penggunaan forsep dan vakum.

Bagaimana prosedur episiotomi?

Sebelum dilakukan episiotomi, dokter biasanya akan melakukan penyuntikan obat bius lokal pada daerah yang akan dipotong. Pembiusan lokal menyebabkan ibu yang sedang melahirkan tidak akan merasakan daerah perineumnya dipotong.

Terdapat dua jenis pemotongan yang dilakukan pada episiotomi:

Insisi tengah (midline). Pemotongan dilakukan di bagian tengah secara vertikal. Insisi tengah lebih mudah untuk diperbaiki, tetapi berisiko merobek daerah dubur.

Insisi mediolateral. Insisi ini dilakukan membentuk sebuah sudut miring. Insisi ini sangat bagus untuk mencegah robekan pada daerah dubur, tetapi umumnya lebih terasa sakit dan susah diperbaiki.

Apa risiko episiotomi?

Proses pemulihan pasca episiotomi memang sangat tidak nyaman dan terkadang robekan yang terjadi bisa lebih lebar bila dibandingkan dengan proses persalinan tanpa episiotomi. Kemungkinan infeksi juga cukup besar. Pada beberapa orang wanita, episiotomi dapat menyebabkan keluhan nyeri saat berhubungan intim beberapa bulan pasca persalinan.

Pada insisi midline, episiotomi berisiko menyebabkan robekan vagina yang melebar sampai dengan daerah dubur. Komplikasi dari kondisi ini antara lain dapat menyebabkan gangguan buang air besar.

Baca juga: Waspadai Penyebab Mengapa Bayi Tidak Menangis Saat Lahir

Penyembuhan episiotomi

Benang jahitan episiotomi umumnya akan diserap oleh tubuh. Pasca persalinan, pasien biasanya diberikan obat pereda rasa sakit. Jika selama proses penyembuhan pasien mengalami ketidaknyamanan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Apalagi pada luka episiotomi terdapat tanda tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak dan bernanah.

The post Mengenal Episiotomi, Dipotong Biar Rapi appeared first on BlogDokter.