Tag Archives: Kebesaran Allah

Kreatif Atau Mati? Menjalani Pendemi Corona Covid-19

Tulisan ini mencoba ikatkan aktivitas saya, keluarga, bisnis, teman, dan pernak-pernik peristiwa menantang (kiasan dari kata gelab/menyeramkan/menyedikan) yang pernah menimpa dalam peradaban manusia. Ya, saat saya tulis ini penduduk bumi sedang dilanda virus penyakit bernama Corona Covid-19. Virus mematikan yang pertama muncul di Wuhan, China. Kini tengah berlangsung “jaman pageblug” entah versi keberapa.

Saya ingin tulisan ini bisa terbaca lagi di masa datang sebagai renungan, betapa manusia itu ringkih di mata Allah SWT. Segala glamour dunia tidak berdaya terhadap makhluk super kecil ini. Perekomian jatuh tersungkur. Termasuk saya tertatih-tatih berusaha tegak kan perusahaan BOC Indonesia untuk tetap tegak berdiri.

BOC Lawan Covid-19

Bisnis sekelas KFC menutup ribuan gerai nya. Hotel, restoran merumahkan karyawannya. Banyak sektor bisnis terkena dampak dari virus ini. Kenapa bisa? Kebijakan pemerintah suruh warga nya #dirumahsaja dan media gembar-gembor dampak berbahaya nya virus ini dengan update jumlah manusia yang sakit, sembuh dan jumlah yang meninggal.

Lingkungan tempat tinggal manusia pun sunyi, sepi. Lebih-lebih kawasan pariwisata di Bali yang pernah saya rekam kondisi jalanannya. Dalam situasi normal, jalanan ini super ramai!

Well apa saja peristiwa yang saya alami? Begitupula istri alami, anak-anak saya, bisnis saya, komunitas, teman-teman saya, dll. Saya coba ikatkan dalam tulisan ini sebagai nostalgia ataupun bahan perenungan.

Disuruh Pemerintah #WorkFromHome dan #DirumahSaja

Pemerintah menyerukan lakukan kerja dari rumah dan diam diri di rumah sebagai langkah pencegahan penyebaran virus covid-19. Saya pun mulai beri kebijakan #WorkFromHome kepada team BOC sejak 24 Maret 2020. Tadinya cuma 14 hari. Eh belum selesai juga pendemi ini. Nambah lagi masa nya. Berkali-kali hingga tak terasa sampai 30 Mei 2020. Mungkin juga besok akan nambah lagi. Lha wong saat ini angka manusia yang terjangkit dan kematiannya tinggi.

Pengumuman BOC workfromhome

Saya sendiri tidak punya meja kursi khusus untuk kerja di rumah. Main laptop bisa disembarang tempat. Akibatnya ya berpindah-pindah tempat untuk tongkrongan laptop. Yang penting dekat dengan Wi-fi. Telpon kantor untung nya GSM jadinya bisa saya bawa ke rumah. Kami sebagai team koordinasinya via chat di WA, email, dan tawk. Kemudian pelanggan bisa kontak kami via phone, email, chat di tawk. Kadang harus ke kantor jika ada pelanggan yang meminta stempel cap basah.

Workfromhome boc work from home boc

Ada satu hal yang saya sesali yaitu tidak bisa menghadiri akad nikah team BOC Indonesia, Richo Sadewa. Hanya bisa berkirim doa dan kue sebagai tanda ikut berbahagia. Ya Allah mohon ampunanmu. Maafkan saya Richo. Juga sudah minta maaf sih. Cuma menyesal saja rasa hati ini.

Kue Richo

Saya merekam ada pihak-pihak yang menentang kebijakan ini. Work From Home atau disingkat WFH cocok untuk orang kerja kantoran. Pedagang, buruh, petani, Ojol, dan pekerja informal sungguh tidak bisa terapkan WFH ini. Terlihat pula diskriminasi pengusiran pedagang musiman yang ada di pinggir jalan. Mereka kan orang-orang yang kena PHK dan berusaha untuk sambung hidup. Indomaret dan Alfamart dibiarkan buka namun rakyat kecil diusir. Duh. Kasihan.

Ada pula para aktivis yang mengkaitkan pendemi covid-19 ini dengan kepentingan elit global. Salah satunya yang diserang adalah WHO dan Bill Gates. Ahli komputer pencipta Microsoft begitu rajin bicara tentang pendemi dan berujung bicara tentang vaksin ciptaannya. Padahal Bill Gates bukan dari latar belakang kedokteran. Ternyata dia juga pendonor paling besar WHO. Para aktivis menuduh elit Global memanfaatkan pendemi bahkan ada kemungkinan menciptakan pendemi ini untuk tujuan bisnis semata. Apa? Jualan vaksin!

Perekonomian Mulai Lesu

Kekawatiran tertular virus dan meninggal adalah latar belakang berhentinya aktivitas bisnis dan perekonomian. Pernah ada kabar satu pabrik milik Sampoerna di Surabaya tutup gara-gara ada yang meninggal karena virus covid-19 dan ada yang tertular.

Istri saya yang bisnis catering Bali di Catering Kita, mengalami cancellation hingga puluhan juta akibat dibatalkannya kunjungan ke Bali akibat pendemi ini. Tentunya konsumen nya ketakutan dan mengikuti kebijakan nya pemerintah.

Akhirnya yang dilakukan untuk tetap bertahan hidup adalah dengan jualan ayam. Jualan paket masakan. Setiap istri masak, saya potret. Kemudian gabungkan dengan database masakan-masakan nya istri saya di Catering Kita. Lalu, saya buatkan portal online untuk paket-paket masakan di https://warung.in.

Jualan Ayam
Lauk A Lauk B

Kemudian menjelang lebaran, kurang 2 minggu, istri saya minta dibuatkan brosur digital mau jualan paket lebaran. Saya posting juga di website nya Catering Kita. Eh nongol di Google search untuk keywords: Paket Catering Lebaran di Bali 2020. Alhamdulillah ada yang order.

Paket lebaran di Bali

Paket lebaran besek Paket besek b

Beberapa hari sebelum lebaran, istri dikontak oleh stasiun televisi CNN Indonesia yang ingin meliput Catering Kita. Nanti akan muncul di berita dengan tajuk makanan online laris manis jelang lebaran. Istri OK dan pas syuting disuruh bilang laku 42 an paket. Padahal laku nya 22 aja. Fyuh ada-ada aja si CNN. Hmmm kayaknya begini cara konspirasi media mainstream dalam memuluskan agenda tertentu ya. Manipulasi berita. Ah yang penting sudah jujur disini walaupun blum bisa menolak pas disana (waktu syuting) wkwkwk.

Ini lho beritanya:

Bagaimana BOC Indonesia? Perusahaan saya? Fyuh semenjak akhir maret mulai terasa sepi nya. Saya harus efisiensi memangkas beberapa dedicated server. Mayoritas pelanggan saya adalah bergantung pada pariwisata. Alhamdulillah anak buah masih utuh. Ketika menulis inipun lagi berjuang sekuat-kuatnya. Kami benar-benar mengencangkan ikat pinggang.

Empati Untuk Berbagi

Begitu banyak PHK di Bali. Mengingat katanya hampir 80% perekonomian Bali ditopang oleh pariwisata. Tidak ada tamu yang datang. Ternyata keadaan susah ini semuanya melanda di Indonesia. Bahkan dunia.

Bersyukur nya ada beberapa dermawan yang berkenan menyisihkan hartanya untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Saya bersama teman-teman Pesantren Digital Indonesia berusaha membantu menyalurkan bantuan tersebut. Ada masker, sembako, bahkan nasi ayam goreng, dll.

Berbagi dengan Pesantren Digital Indonesia

Kegiatan berbagi ini banyak dilakukan oleh warga negara di Indonesia. Begitu masif nya yang jatuh kekurangan sehingga kegiatan berbagi ini banyak bertumbuhan. Semoga Allah memberikan berkah bagi para donatur.

Belajar di rumah

Anak-anak saya Dhea, Adel dan Altaf pada sekolah dan belajar dari rumah. Guru nya aktif mengajar via online. Media nya whatsapp, website dan video conference. Cukup membuat istri saya kerepotan juga karena harus ada kolaborasi antara orang tua dan anak. Kegiatan belajar di rumah pun harus divideokan dan disetor ke guru-gurunya hehehe. Jadi harus ada yang ngefotoin dan ngevideoin. Olahraga pun harus disyuting dan wajib melaporkan ke guru. Gimana dengan SPP? Sekolah nya Altaf Pelita Bangsa SPP nya bayar utuh. Sekolah nya Adel JB School didiskon 15% kayaknya. Dhea yang kuliah, entah. Juni ini waktunya bayar.

Meeting dan Berjumpa online dengan Video Conference

Pendemi Covid-19 melahirkan tindakan physical distancing atau jaga jarak. Meski disuruh jaga jarak tetap saja gaung #dirumahsaja jadi favorit. Maka kegiatan yang bersifat kumpul bersama ditiadakan. Pemerintah tegas dengan menurunkan aparatnya untuk melarang setiap kegiatan kumpul-kumpul. Agar bisa berkumpul maka harus online pakai aplikasi video conference. Aplikasi yang laris manis adalah Zoom Meeting. Ada pula Google Meet.

Saya dan teman-teman Pesantren Digital Indonesia yang biasanya tiap rabu kumpul untuk Tilawah Al-Qur’an akhirnya kumpulnya online via Zoom Meeting. Kami gantian baca Al-Qur’an satu persatu. Kemudian dilanjutkan dengan obrolan santai.

Baca AlQuran

Pernah diminta oleh komunitas wirausaha TDA Bali untuk sharing tentang internet marketing di tengah pendemi. Akhirnya juga seminar nya online gunakan Zoom meeting. Saya bisa presentasi gunakan powerpoint dan terlihat di layar semua peserta. Baik itu pake laptop atau komputer atau smartphone.

Sharing TDA
Zoom TDA Bali zoom utk tda

Pernah juga presentasi yang diinisiasi oleh Gapura Digital dan Persatuan Pelajar Indonesia di China menggunakan Google Meet. Klo presentasi ini ada yang jadi moderator untuk atur slide presentasi nya. Ya orang dari Gapura Digital.

webinar

Komunitas pun juga rame-rame menggunakan fasilitas Zoom meeting untuk berkumpul secara online. Pernah dari Pro Indonesia mengadakan reuni akbar nasional. Juga gunakan Zoom yang dihadiri ratusan orang online! Ada pula DSM (Dompet Sosial Madani) juga berkumpul bersama secara online konsultasi dengan saya tentang optimasi kumpulkan infaq dan zakat secara online. Tak ketinggalan pula ada alumni IMTPI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia), PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), dll.

Komunitas DSM

Ibadah di rumah dan Dekat dengan Keluarga

Pemerintah dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga menghimbau (atau melarang ya? hmm lupa) untuk tidak melakukan sholat jama’ah di Musholla/Masjid. Hal ini berlaku juga untuk sholat Jum’at dan Idul Fitri.

Akhirnya ada nilai positif yang berhasil kami bangun di rumah. Sholat jamaah bersama anak-anak dan istri. Kemudian bisa ajarin anak adzan dan mengaji Al-Qur’an juga. Alhamdulillah. Harus bersyukur nih walaupun diluaran sana Allah kirimkan bala tentara Covid-19 yang merajalela mengukir takdir manusia. Fyuh.

Altaf Ngaji

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H / 2020

Tibalah akhirnya saya harus jadi imam sholat Idul Fitri berjamaah di rumah. Pukul 7 pagi pada 24 Mei 2020 bertempat di rumah, diikuti oleh ibu mertua, istri, ketiga anak dan satu ponakan. Kami lantunkan takbir kepada Allah SWT.

Materi khutbah Idul Fitri yang saya sampaikan adalah tentang Replika Kemenangan. Bahwa Idul Fitri ini akan menjadi seperti kemenangan hakiki di akhirat nanti. Bulan Ramadan adalah ibaratnya pertarungan dunia. Sebanyak-banyak nya manusia mengumpulkan pahala dan berkah di dunia. Jangan silau dan bermegah-megahan di dunia. Akhirat harus menjadi prioritas utama dalam hidup ini.

Haizzz ternyata bisa nok jadi imam dan berkhutbah. Tak lupa saya pimpin untuk doa diakhir khutbah. Yay! Allahu Akbar!

Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya kepada pembaca hendra.ws. Semoga kita semua mendapatkan dari Allah SWT kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan. Aamiin YRA. Terima kasih telah membaca blog saya.

Saya pribadi merasa bahagia apabila Indonesia sudah ramai lagi. Masyarakatnya pada keluar semua kembali beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah. Saatnya kita berdampingan hidup bersama virus itu ya. InshaAllah virus itu berada dalam dekapan Allah SWT. Tetap berjuang dan berhati-hati ya. Yuk kembali normal.

Obati Mata Ikan Alami Tanpa Operasi, Saya Sembuh!

Benjolan itu makin tumbuh dan terasa sakit di kaki. Apalagi kalau pakai sepatu. Saya penasaran penyakit apa itu. Ternyata kata dokter spesialis kulit dan kelamin, saya sakit MATA IKAN!

Mata Ikan di Kaki

Kisaran September 2019 ada yang aneh pada kaki kiri saya. Benjolan di sisi luar kaki sebelah kiri makin membesar. Seolah tumbuh dan saya kawatir itu tumor. Aktivitas lari dan pencak silat jadi terganggu gara-gara benjolan ini. Fyuh sakiiiit sekali.

Selanjutnya saya menyerah dengan datangi dokter spesialis kulit dan kelamin pada Oktober 2019. Dokter itu berikan obat yang harus saya habiskan selama 5 hari. Jika tidak kempes, maka tindakan akhir adalah operasi. Whaaaat? Saya paling takut sama operasi. Terakhir operasi itu pas khitan saja. Tuh motongin belalai tempur wkwkwk.

Beh benar nggak sembuh. Curhatlah saya ke sahabat di Pesantren Digital Indonesia. Pak Nizar namanya. Langsung saya dikasih minyak herbal sasak. Minyak kesehatan multi fungsi untuk segala jenis penyakit. Langsung saya terapkan resepnya.

Minyak Sasak

Cara obati mata ikan alami tanpa operasi adalah:

  1. Oleskan/labur Minyak Sasak 3x sehari pada bagian yang sakit.
  2. Minum 3 tetes minyak sasak tiap pagi dengan 1 gelas air hangat, dalam kondisi perut kosong.
  3. Meminum minyak sasak sebagai upaya penyembuhan dari dalam.
  4. Berdoa meminta kesembuhan kepada Tuhan YME.
  5. Mulai gunakan terapi minyak sasak pada November 2019.
  6. Pada bulan Januari 2020 benjolan sudah mengering dan tidak sakit kalau dipencet.
  7. Total kempes tanpa ada benjolan alias sembuh pada bulan April 2020.

Alhamdulillah tanpa operasi.

Obati Mata Ikan Obati Mata Ikan Obati Mata Ikan Obati Mata Ikan

Selain obati mata ikan, minyak sasak ini multi fungsi. Bahkan ada testimonial mampu sembuhkan diabetes hingga kangker. Puluhan penyakit InshaAllah bisa sembuh. Beragam penyakit yang bisa diatasi oleh minyak sasak. Bahan bakunya rempah-rempah asli Indonesia. Lihat di website nya Minyak Sasak.

Manfaat lain yang saya rasakan selain sembuh dari sakit mata ikan, imunitas dan stamina meningkat. Saya rentan kena flu. Semenjak terapi Minyak Sasak, Alhamdulillah sehat. Kemudian bisa juga grengggg untuk stamina seksualitas. NgeJOSS juga lho!

Saya pikir harus share/sebarkan berita ini. Biaya operasi itu mahal sedangkan saya Alhamdulillah bisa sembuh, kempes mata ikan nya. Terima kasih Pak Nizar, terima kasih Minyak Sasak! Seizin Allah saya sembuh.

Tonton Video Kesaksian Saya 🙂

Cara Saya Terapi Minum Minyak Sasak

5 Jam Bikin Pitch Deck Gunakan Metodologi Smart Business Map (SBM) di #TechToImpact Denpasar 2020

Proposal Pitch Deck saya akhirnya masuk finalis urutan 9 dari 14 besar di kompetisi pitching startup bisnis #TectToImpact Denpasar yang diselenggarakan oleh UK Indonesia Tech Hub. Nggak nyangka sih mengingat kompetisi ini baru pertama kalinya saya ikuti.

Saya terima info acara #TechToImpact pada hari Jum’at, 21 Februari 2020 pukul 10.17 WITA melalui WA grup Bali Blogger Community yang disebarkan oleh Bli Dek Didi. Thanks ya Bli!

Tech to impact Denpasar 2020

Link yang diberikan Bli Dek Didi landing di eventbrite berisi informasi acara di hari pertama pada Senin, 24 Februari 2020 bertema “TECHTOIMPACT – Tech to Empower Women and Underrepresented Group.”

Ah ini mah untuk wanita,” batin saya.

Jadi under estimate saya. Namun saya masih ingin tahu lagi. Halaman itu saya scroll sampai bawah dan menemukan agenda-agenda untuk hari berikutnya. Setelah saya telusuri bermenit-menit ternyata #TechToImpact ini rangkaian acara dari hari Senin sampai Jum’at.

Wow! Sebuah serial seminar/workshop aja paling banter 3 hari. Ini sampai 5 hari! Gratis dari pagi sampai sore, dapat lunch dan venue nya di hotel bintang 5! Maya Sanur Resort & Spa.

Buset siapa sih penyelenggaranya? Ternyata United Kingdom (UK) Embassy nok! Kedutaan Besar Inggris.

Bagian Paling Menarik

Hasil penelusuran eventbrite itu yang paling menarik bagi saya adalah hari ke 5, tema nya adalah: “Pitch Your Product and Idea on UK-ID Tech Hub Pitch Competition” berhadiah trip to UK!

Hari ke 5 itu begini bilang nya:

CALLING FOR STARTUPS!

Apakah kamu sedang membangun startup yang akan menciptakan impact? Apakah kamu ingin membangun network dengan VCs, pergi ke UK dan berkenalan dengan startup-startup unicorn disana?

UK-ID Tech Hub mengundang kamu para founder startup untuk mengikuti TECH TO IMPACT Pitch Competition – Denpasar Chapter.

Kriterianya adalah sebagai berikut:

1. Pendaftar adalah founder/co-founders maksimal 2 orang
2. Merupakan Digital Startup atau Tech Enabled Startup
3. Memiliki Minimum Viable Product

Key Dates:
20 Jan – 21 Feb : Pitch Deck Submission
24-25 Feb : Pitch Deck Selection
26-27 Feb : TECH TO IMPACT Startup Days (Wajib diikuti seluruh peserta pitch competition) dan Top 10 Announcement
28 Feb : Grand Final TECH TO IMPACT Pitching Day

10 startup terpilih akan melakukan pitching di hadapan VC, dan menangkan trip ke UK untuk 2 orang utk 1 startup terpilih.

Wooow menarik! Saya Alhamdulillah bisa masuk kategori Tech Enabled Startup (untuk BOC Indonesia) ataupun memaksakan diri masih Digital Startup (untuk DONGKRAK Academy). Coba ah masukkan DONGKRAK!

Tech To Impact Denpasar 2020

Ngebut 5 Jam Bikin Pitch Deck

Saya belum pernah ikutan presentasi kompetisi pitching bisnis. Namun saya pernah lakukan elevator pitch (presentasi cepat selama 2 menit) ke Walikota Denpasar Bapak Rai Mantra dalam rangka meminta audiensi untuk acara Pesta Wirausaha Bali 2016. Akhirnya berhasil!

Presentasi pitching pada umumnya harus singkat, padat dan jelas. Waktu yang diberikan pasti mepet, antara 2 – 5 menit. Maka saya harus buat presentasi Pitch Deck yang sekiranya to the point dan mampu menjelaskan keseluruhan rangkaian bisnis saya.

Aha! Teringat metodologi Smart Business Map (SBM) yang mampu menjelaskan keseluruhan proses bisnis dengan 12 pertanyaan, yaitu:

1. What is the problem?
2. Who has the problem?
3. What is the solution?
4. How big is the market?
5. What factors will impact the business?
6. Why do people choose you?
7. How do you sell your product?
8. How do you keep your customer?
9. How can you increase your revenue?
10. How can you manage your cost?
11. What is your core resourses?
12. How do you develop you team?

Langsung saya buat presentasi Pitch Deck versi saya sendiri dengan masing-masing slide berjudul pertanyaan dari SBM tersebut IN ENGLISH! Namun, tidak semua pertanyaan itu saya jelaskan di presentasi. Kenapa?

Saya multitasking ketika di kantor. Berbagi konsentrasi koordinasi dengan team, persiapan migrasi server USA dan kena sholat Jum’at. Template design presentasi saya delegasikan ke anak buah kantor. Thankyou Surya! Efektifnya pukul 14.00 WITA saya mulai kerjakan presentasi Pitch Deck.

Ketika slide presentasi berhasil terbuat jelaskan poin 1 sampai 4, saya kena rasa pesimistis bisa selesaikan itu semua karena waktu sudah menjelang maghrib. Sedangkan Pitch Deck harus disetor hari itu juga 21 Februari 2020. Entah sampai jam berapa namun saya bertarung dalam hati dengan kebosanan hehehe.

Akhirnya bisa melawan rasa itu dan melanjutkan slide presentasi jelaskan poin 7, 11 dan 12 saja. Selesai buat Pitch Deck pukul 19.20 WITA dan submit ke panitia #TechToImpact. 5 jam euy! Fyuh.

Pitch Deck

Masuk Finalis dan Nervous Pitching!

Dari 5 hari acara, peserta pitching competition diwajibkan ikut pada hari ke 3, 4, dan 5. Ya saya ikutan acara itu mulai hari rabu, kamis, dan pitch day hari jum’at nya.

Hari ke 4, kamis, tiba-tiba saya di WA oleh panitia #TechToImpact. Berikut screenshot nya. Ya Allah, Alhamdulillah jadi nominator. Mulailah deg-deg’an hati ini hehehe. Lha surprise nok!

Pemberitahuan Finalis Tech To Impact Pitching

Sore harinya, panitia umumkan para finalis Pitching Competition itu. Awalnya panitia hanya pilih 10 besar finalis/nominator namun direvisi jadi 14. DONGKRAK Digital Academy saya urutan ke 9.

Panitia meminta finalis presentasi cuma 3 menit saja didepan juri dan peserta #TechToImpact. Waadaw! Kemudian ditambah 3 menit tanya jawab oleh dewan juri. Masing-masing finalis dapat jatah 6 menit.

Panitia mempersilahkan presentasi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. “Tapi sebaiknya kalian sih berbahasa Inggris yaaa, kan mau ke UK,” tantang panitia.

Hmmm … dalam hati saya bilang, “Baiklah! Saya push diri saya untuk presentasi gunakan bahasa Inggris!” Benar-benar maksain diri omong English!

Tech to impact Denpasar 2020

Malam harinya saya latihan presentasi gunakan bahasa Inggris. Ternyata 8 menit jelasin 14 slide. Ulang lagi, dapat 6 menit. Ulang lagi dapat 7 menit. Hahaha. Desperate! Ulang lagi balik ke 6 menit. Ulang lagi dapat 5 menit. Ulang lagi akhirnya 4 menit. Disitulah otak saya merasa capek. Pules zzz…zzz..zzz. Pasrah.

Well, pas tiba saat nya presentasi, beneran akhirnya nggak nutut. Nggak selesai presentasi saya. Langsung pointer saya cepatkan ke slide terakhir dimana ada gambar saya dan para team hehehe. Biar manis ending nya, batin saya.

Believe it or not, saya punya jam terbang untuk pembicara isi seminar dan workshop. Namun ternyata itu tidak cukup pada pitching ini. Saya merasakan getaran suara dalam my speaking english. Yak elah nervous! hahahaha.

Saya coba menghibur diri, setengah afirmasi, “Hendra, ini pertama kalinya kamu ikutan kompetisi pitching bisnis. Trus kamu gunakan bahasa Inggris untuk pertama kalinya lho. Tadi itu lancar kok kamu sampaikan poin-poin nya. Trus bisa jawab pertanyaan dan sanggahan para juri. In English juga lho Hen.” Yey ternyata bisa presentasi in English! Alhamdulillah Ya Allah.

Hehehehe. Sebelum pitching saya minta tolong finalis ke 11, Mbok Mirah (Childminder.id) untuk men-videokan lengkap proses pitching sesi saya. Langsung saya buat video pake aplikasi Quik dan unggah ke Youtube dan share ke grup WA keluarga dimana ada istri dan ketiga anak saya disana.

Saya ingin memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak-anak saya. Itu poin nya. Kemudian share ke grup WA team BOC, sahabat di Pesantren Digital Indonesia, saudara-saudara saya, dan Pak Eko mentor saya. Kemudian tak lupa di FB, IG, LinkedIn dan Twitter saya sebagai update status hehehe. Biar eksis. Tak lupa malam nya saya ikatkan dalam tulisan. Ya sekarang ini dah.

Berikut adalah 14 finalis Pitching Competition #TechToImpact Denpasar:

1. Nihao intrepreter
2. Elmo
3. Omni hotelier
4. Refilio
5. Rosalie cheese
6. Hestibell
7. Emiten.com
8. Eco print bali fine art
9. Dongkrak digital academy
10. Digipin
11. Childminder.id
12. Bali Recycle up
13. Rumah Dengar
14. Preparenting.id

Finalis Tech To Impact Pitching Denpasar

Selamat kepada Omni Hotelier dan Childminder.id sebagai pemenang nya! Terima kasih #TechToImpact telah beri kesempatan saya untuk isi perjalanan hidup dengan hal-hal yang penuh makna. Tech To Impact! JEG MANTUL!

NB:

Sejatinya ada metodologi resmi bikin Pitch Deck yang sesuai arahan para mentor dan investor Startup. Saya jadi tahu setelah ikutan acara #TechToImpact ini. Ternyata mirip-mirip dengan metodologi SBM. Tapi, metodologi SBM sendiri sebenarnya juga bisa dipakai tools untuk presentasi ke investor.

Oh iya, ada yang mau ikutan workshop Smart Business Map (SBM) di Denpasar? 28 – 29 Maret lho acaranya. Daftarnya di website SBMPro.id. Workshop SBM di Bali pernah terselenggara tahun 2015, 2017, dan 2018. Ikut yuk.

SBM Workshop Denpasar 2020

Apa itu Tech To Impact?

#TechToImpact adalah program kerjasama ciptakan ekosistem digital antara Inggris dan Indonesia dengan mengoganisir kegiatan peningkatan kapasitas diri (capacity building) dan pembelajaran bersama/kolaborasi (peer to peer learning) dalam bidang dunia digital diantara kedua bangsa. Itu yang coba saya terjemahkan dari website nya.

Menurut Ketua Divisi Ekonomi dan Digital Kedutaan Inggris untuk Indonesia, Ginny Ferson, negara Inggris diyakini bisa jadi mitra strategis bagi Indonesia untuk pengembangan ekosistem ekonomi digital dan teknologi untuk bisnis. Hal itu tersampaikan ketika membuka program Teach to Impact dengan tema “Inovation, Inclussion, and Collaboration” di Denpasar kemarin (24 Februari 2020).

Program Tech To Impact ini terselenggara di Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Bandung selama tahun 2020 ini.

Masih menurut Ginny mengatakan, Inggris adalah pusat teknologi terbesar di Eropa. Saat ini Inggris menjadi rumah yang nyaman bagi 600 ribu perusahan rintisan di bidang teknologi dengan 70 unicorn yang sudah berkembang pesat. Inggris sudah merasakan manfaat adanya perkembangan perusahaan berbasis digital. Saatnya sekarang menularkan kekuatan ekonomi digital sebagai bagian dari “Visi dan Misi” Presiden Jokowi, yaitu untuk mengembangkan sumber daya manusia.

Untuk mendukung agenda kerja Presiden Jokowi, Kedutaan Besar Inggris melalui UK – Indonesia Tech Hub menyelenggarakan seminar digital “Tech to Impact: Inclusion, Improvement and Collaboration” di Indonesia.

Tech To Impact bertujuan mendorong wirausaha digital, terutama kelompok yang terabaikan seperti komunitas penyandang disabilitas, perempuan dan mereka yang tertarik untuk mengembangkan bisnis digital namun terbentur keterbatasan dana atau kemampuan untuk mengembangkan produk rintisan yang layak.

Nasib Itu Ditangan Manusia

Bulan Juni dan Juli 2019 penuh tantangan! Khusus nya dalam hal keuangan. Ada 4 pos yang harus dihadapi yaitu perusahaan, keluarga, orang tua dan adik.

Orang tua saya tinggal Bapak. Semenjak Ibu pergi dulu bersamaNya, otomatis sumber pendapatan dari orang tua berkurang. Kedua orang tua saya pensiunan PNS. Menggantungkan dari gaji pensiunan yang tidak seberapa. Mereka merasa bertanggungjawab untuk adik bungsu yang masih kuliah.

Kami berempat dan saya yang paling tua alias sulung. Untuk adik bungsu, ini agak istimewa. Sudah kuliah 4 semester di Fakultas Hukum Universitas Veteran Surabaya eh keluar. Tidak kuat alasannya. Sekarang masuk ke Universitas Surabaya (UNESA) ambil Fakultas Ekonomi dan Bisnis menginjak semester 3.

Motor Honda CBR yang dibelikan oleh almarhum Ibu kecurian. Sementara saya suruh bawa Vespa. Motor hasil awal-awal saya bangun usaha di BOC. Alhamdulillah masih ada sampai sekarang. Sebelum Ibu almarhum dan setelah kehilangan motor, adik bungsu ini sempat linglung. Mungkin agak gila dan harus masuk RS Jiwa di Solo sana. Alasan nya karena tekanan kuliah di Universitas Veteran Surabaya. Tapi entahlah, plin plan kalau diajak omong. Ya maklum lah, lagi linglung.

Kebutuhan hidup Bapak dan adik bungsu tidak lah lengkap. Semenjak Ibu pergi, saya diminta untuk membantu perjalanan hidup Bapak dan adik bungsu. Bismillah Saya iyakan. Tanggungjawab dan secara agama Islam memang diharuskan semenjak Saya dan keluarga tidak bermasalah dengan makan dan kebutuhan pokok. Tak perlu saya sebutkan dalil nya disini. Bisa dicari di Google.

Masih cerita soal adik bungsu. Dia kembali ‘menggila’ semenjak liburan kuliah di Pacitan, tempat tinggal Bapak. Sempat nggak makan berhari-hari dan akhirnya berujung menginap di RS Harjono Ponorogo. Bapak pontang panting hutang tetangga dan saudara untuk biaya RS. Selepas dari RS tinggal di rumah adik nomor 2 di Mojokerto. Dengan penuh ketelatenan dan rasa naik turun, adik bungsu diasuh disana.

Kejadian itu bertepatan pula dengan kasus adik Saya nomor 1 yang terlilit hutang perusahaan tempat dia kerja.

Mas, kalau aku nggak bisa kembalikan uang perusahaan, aku akan dilaporkan ke polisi dan dipenjara,” curhat adik nomor 1. Saya berusaha bantu berkirim uang kepada nya walaupun tidak full melunasi hutang nya. Bapak ambil sikap dengan pertimbangan saya yaitu menjual sawah warisan almarhum kakek nenek. Oke Alhamdulillah akhirnya lunas dan dia bisa hidup tenang di Solo sana.

Mendengar cerita jual sawah, adik bungsu dalam ‘kegilaannya’ meminta dibelikan motor laki. Byuuuuh. Uang hasil jual sawah itu untuk melunasi hutang adik nomor 1 dan hutang ke tetangga. Akhirnya juga diambil sebagian untuk beli motor seken untuk adik bungsu. Akhirnya dapat Suzuki Thunder 125 cc.

Hutang ke saudara akhirnya terbengkalai. Saya diminta oleh Bapak dan ya akhirnya bisa lunas.

‘Kegilaannya’ berangsur normal. Tapi perjalanan belum usai. Adik bungsu nunggak 2 bulan belum bayar kost di Surabaya dan sudah terusir. Kemudian belum bayar SPP semester. Bapak berencana hutang bank dengan gadaikan sertifikat rumah Madiun. Byuh.

Saya pribadi alergi dengan hutang bank dan cukup trauma kapok hadapi hutang. Dengan bekal meminta doa sama Bapak, akhirnya kost itu bisa saya bayarkan. Begitupula patungan dengan Bapak untuk bayar SPP. Teryata Bapak habis jual kayu di Pacitan sana. It’s oke lah akhirnya selesai tantangan nya.

Dari sisi perusahaan, Juni dan Juli ada operational cost tambahan yaitu Tunjangan Hari Raya (THR). Untuk anak buah saya yang Buddha dan Islam. Tetap semangat, tetap bergerak, tetap move on, tanggungjawab dan Alhamdulillah bisa.

Dari sisi keluarga, ini saat nya tahun ajaran baru. SPP harus dibayar 2 bulan dan bayar buku dll yang besarannya 5x lipat SPP. Maklum karena sekolah swasta. Juga harus bayar-bayar cicilan rumah, air, listrik, internet, cicilan motor, dan cicilan bank. Anak kami 3 dan saya menanggung biaya anak ke 2 dan 3.

Alhamdulillah istri ambil peran untuk anak pertama yang harus bayar semesteran di Universitas Udayana. Dari hasil bisnis catering nya istri juga transfer berkirim ke Bapak saya. Mrinding! Alhamdulillah, terima kasih inilah partnership! Bukan ownership.

Meski istri sudah berbisnis apakah saya diam? Tidak. Ujud tanggungjawab haruslah tetap memberikan.

Alhamdulillah saya tenang. Yang saya yakini adalah Allah pasti memberikan petunjuk. Allah pasti memberikan kemudahan dan jalan keluar. Berbisnis itu tidak tahu masa depan. Apa yang terjadi di depan tergantung pikiran dan tindakan kita sebagai manusia. Nasib kehidupan itu tergantung manusia nya. Allah lah penentunya dengan takdir-takdirNya.

Kita cuma disuruh berprasangka baik sama Allah dan tetap berusaha. Meski terdiam pun harus berprasangka baik. Semoga saya dan keluarga selalu bisa berprasangka baik dan positive thinking. Begitupula yang baca ini. Amin YRA.

Coba kejadian diatas jika tidak ada prasangka baik, tidak ada pikiran baik dan tidak ada tindakan berniatkan kebaikan? Tidak move on. Bagaimana jika isinya marah-marah? Gugat sana gugat sini. Bagaimana jika isinya negative thinking? Bakal bubar. Adik bungsu tetap ‘gila’, adik bungsu putus kuliah, adik nomor 1 masuk penjara, kinerja perusahaan kacau balau, proses belajar anak-anak terganggu, listrik air internet diputus, dan debt collector gentayangan.

Meski harus sarapan pagi nasi kuning lima ribuan, malam makan telor dadar, mondar-mandir pakai motor pinjaman, yang penting tetap move on hidup berkarya dan berbagi 🙂

Aku tidak memperdulikan atas keadaan susah atau senangnya diriku. Karena aku tidak tahu manakah diantara keduanya itu yang lebih baik bagiku menurut Allah.” (Sayyidina Umar Bin Khattab RA)

Lumpuh di Kaki Berjalan Tegak Hidup Mandiri

Kaki nya lumpuh sejak awal Sekolah Menengah Atas (SMA) di tahun 2003. Padahal dia terlahir normal hingga merasakan keanehan melemahnya daya otot kaki pada akhir SMP. Semenjak waktu itu hingga sekarang, dia berjalan sambil/seperti duduk. Untuk bepergian jauh gunakan kursi roda.

Wahyu Diatmika Difable Disabilitas Entrepreneur

Dia kini berlabel manusia berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Bukan nya terkurung dengan keterbatasannya namun dia sudah piawai berbisnis (entrepreneur). Punya game center, toko komputer, beristri dan sudah punya 2 anak. Mrinding!

Saya terpana! Tak menyangka sama sekali. Kok bisa? Lanjut baca ya …

Dia bernama lengkap I Made Wahyu Diatmika dan saya panggil Wahyu. Di kampung Tabanan sana, dia dipanggil Dekwah. Doi sempat ragu dengan masa depan nya. Sempat pula tidak terima dengan kelumpuhannya.

Berawal Dari Suka Komputer Hingga Jadi Web Designer

Selesai tamat SMA, dia suka dengan komputer dan bermain game. Hingga suatu saat ada LSM PUSPADI memberinya kesempatan ikut Program Pelatihan Persiapan Keterampilan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas. Salah satu silabus training nya adalah dunia blogging dan internet marketing.

Bali Blogger Community menugaskan saya dan teman sesama blogger, Gus Tulank namanya, memenuhi undangan dari PUSPADI untuk jadi pembicara internet marketing. Berlangsung di Gedung Annika Linden Centre Batubulan, 24 Januari 2013, peserta disabilitas ternyata dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Wahyu Diatmika Pelatihan Internet Marketing

Disitulah saya bertemu dengan Wahyu. Pada akhir pelatihan, Wahyu tanya ke saya, “Pak, bolehkah saya magang di BOC?

Boleh, sekalian aja tidur di kantor BOC selama magang,” jawab saya. Rumah Wahyu kan jauh di Tunjuk, Tabanan. Maka dari pada bolak-balik saya tawarkan kamar yang ada tempat tidur nya. Bukan hanya di kantor Google aja yang punya nap room, BOC pun punya hehehe.

Wahyu magang di kantor saya selama 3 bulan dan selanjutnya hampir 2 tahun kerja bersama saya di BOC Indonesia sebagai web designer. Selama itu pula tidur di kantor saya.

Wahyu Diatmika, BOC

Selain jago buat website, Wahyu juga bisa memperbaiki laptop dan rakit komputer. Dia juga sering terlibat jual beli gadget, software dan pernak-pernik game. Awalnya dia mengerjakan itu karena dapat titipan dari teman-teman nya di Tabanan dan Denpasar. Saya mempersilahkan dia seperti itu di sela-sela tugas utama nya sebagai web designer. Karena proyek website di BOC berdasarkan target waktu. Selama bisa tepat waktu ya silakan atur saja kesibukannya.

Berani Jatuh Cinta!

Di suatu sore, Wahyu mendekati saya yang lagi duduk santai di depan kantor. “Pak Hendra, saya berencana mau menikah Pak. Bagaimana pendapat Pak Hendra? Apakah saya mampu menjalani nya Pak?” tanya Wahyu.

Out of the box batin saya. Wahyu yang difabel, masih belia dan berani berencana. “Wahyu. Kamu harus hadapi. Ajak bicara keluargamu untuk melamar minta pacarmu itu ke keluarganya. Jika kamu sudah mampu secara finansial, bertanggungjawab, dan niatan nya baik, meski tidak tahu masa depan seperti apa, namun yakin Tuhan akan memberikan kemudahan.” Tutur saya sok bijak.

Pernikahan Wahyu Diatmika Mayuni

Alhamdulillah jalan selanjutnya tetaplah mulus. Buktinya Wahyu dan Mayuni menikah pada 6 februari 2014. Kami di BOC turut hadir di pernikahan yang berlangsung dirumahnya Tunjuk, Tabanan.

Resign, Modal Tabungan dan Semangat Ubah Nasib

Setelah menikah, usia kehamilan istrinya makin membesar dan Wahyu mulai berdiam di Tunjuk, Tabanan. Minta ijin sama saya untuk 2 minggu di kantor dan 2 minggu menemani istri. Saya kabulkan. Hingga akhirnya Wahyu resign ketika istri sudah melahirkan. Tak mungkin lagi berkantor di BOC.

Berbekal tabungan dari gaji ketika di BOC, Wahyu beranikan diri buka rental PS3. Setelah 4 bulan rentalan tersebut berjalan, Wahyu mengajukan pinjaman KUR ke BRI untuk bikin warnet. Pinjamannya cukup untuk beli 5 PC saja. Seiring berjalan nya waktu nambah jadi 10 PC. Wow!

Sambil menjaga warnet nya sendiri, Wahyu juga bisnis online. Membuatkan website, jual beli PC dan laptop, gadget, dll yang semua sumber nya dari online.

Sebuah bank nasional, Maybank namanya pernah undang Wahyu ke Yogyakarta untuk ikut pelatihan entrepreneur. Alasan nya Wahyu punya omzet tertinggi dari para disabilitas lainnya. Wow lagee!

Seminggu setelah saya ikut pelatihan dari Maybank, entah dari mana datangnya ada orang yang mau bikin warnet dan dipercayakan kepada saya untuk membuatkan 5 komputer dan langsung seting jaringannya, setelah itu ada dari Lombok sebuah yayasan disuruh bikin webnya, dan setelah itu ada yang rakit komputer lagi dan ada 3 pesanan HP.” Cerita Wahyu mengukir nasib nya.

Saat ini Wahyu terlihat mondar-mandir dari Tunjuk Tabanan ke kantor saya. Kerjakan rakitan komputer dan jadikan tempat datang nya gadget-gadget yang di order dari seluruh Indonesia dan belahan dunia luar untuk pelanggan nya di Bali 🙂

Well, Wahyu tahun 2003 apakah menyadari nasib nya pada tahun 2019 akan beda? Ingatkah dia pernah putus asa? Ada 2 kata kunci yang saya amati yang mungkin orang lain bilang sebagai keberuntungan hidup. Padahal keberuntungan itu berasal dari kata MAU dan GERAK.

Wahyu MAU untuk membuka diri dan GERAK ikut pelatihan. Wahyu MAU untuk tanya ke saya untuk GERAK magang di BOC. Wahyu MAU untuk terima saran saya dan GERAK melamar pacar nya. Wahyu MAU untuk tanggungjawab dan GERAK untuk bekerja. Wahyu MAU untuk mikir, buat strategi hidup dan GERAK meminjam uang di bank. Wahyu MAU untuk ubah NASIB dengan GERAK kerjakan rakitan komputer, buat web, jual beli gadget, dll yang berkaitan dengan bisnis.

How about me? How about you? Tertampar bukan?

Nasib itu ada di tangan manusia. Takdir ada ditanganNya.