Tag Archives: Kebesaran Allah

Oktober 40 Tahun Berjalan

Ya Allah, ijinkanlah saya berbicara kepadaMu melalui tulisan ini perihal angka 40. Empat puluh adalah jumlah tahun yang telah saya lalui dan Ya Rabb masih berikan kesempatan untuk hidup di dunia ini.

Tidak ada tradisi di keluarga saya merayakan pengurangan umur ini. Dari lahir hingga sekarang, tanpa ada ucapan, “Selamat Ulang Tahun Nak”. Saya tidak dalam rangka protes ya Ya Allah. Cuma ekspresikan diri bahwa prosesi ulang tahun bukanlah prioritas dalam keluarga kami.

Mungkin jadi BaPer lantaran saya kadangkala melihat semaraknya prosesi ulang tahun. Khusus nya dalam melewati umur 40. Bagi mereka mungkin prioritas. Penting sekali. Namun bagi saya, hmmm saya menulis saja ya, berusaha berkomunikasi denganMu Ya Rabb.

Sebelum menulis ini Ya Rabb, tadi Engkau pasti sudah tahu saya berusaha memberikan arti pergantian usia ini dengan sholat taubat dan hajat. Memohon ampun padaMu dan berusaha menyandarkan hidup ini bersamaMu Ya Rabb.

Ya Rabb, orang yang pintar agama mengatakan bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua Engkau yang atur. Maka saya berusaha menggali ke belakang, melihat tingkah polah saya melalui photo-photo di handphone selama Oktober ini.

Ijinkanlah saya menggali petunjuk-petunjukMu Ya Rabb, melalui gambar-gambar yang tercipta beberapa waktu di awal tanggal bulan Oktober hingga komunikasi ini tercipta.

3 Oktober 2018. Photo diatas ketika saya bertemu dengan teman-teman kuliah di Universitas Udayana angkatan 96. Searah jarum jam: Saat, Teknik Sipil (OVO Fintech), Amik, Antropologi (Asuransi Bintang), Budi, D4 Pariwisata (Magento e-commerce Specialist), dan Hendra, Program Studi Teknologi Pertanian (Web Server Provider).

Masing-masing berprofesi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Saya artikan petunjukMu adalah Engkau menjamin rejeki makhlukMu Ya Rabb. Engkau Maha Kaya Ya Rabb! Terima kasih telah memberikan jaminan pada saya dan semua makhlukMu di jagat raya ini. Mohon maaf jika saya kadangkala suka mengeluh atas keadaan hidup ini. Saya menolak kalah Ya Rabb! Saya berlindung kepadaMu dari rasa takut dan rasa kawatir.

4 Oktober 2018 siang. Photo diatas ketika saya diundang oleh SMKN 1 Kademangan, Blitar – Jawa Timur untuk bicara tentang sejarah BOC, profil bisnis BOC dan beri wawasan soal dunia IT didepan siswa dan guru. Mereka adalah beberapa ratus dari ribuan generasi muda siswa dan mahasiswa yang telah datang ke BOC Indonesia untuk kunjungan industri (studi ekskursi).

Disini saya berusaha meyakinkan diri bahwa Engkau berikan BOC dan belok kan saya ke dunia IT untuk memberikan inspirasi dan memotivasi generasi muda. Saya meyakini Engkau berikan kesempatan ini untuk mencetak kebaikan dunia. Terima kasih Ya Rabb atas kesempatan nya. Mohon jauhkanlah saya dari sikap berlebihan Ya Rabb. Mohon tuntunanMu Ya Rabb agar kami di BOC selalu menjadi manfaat bagi generasi bangsa. Mohon ampun atas segala salah ucap dan khilaf saya selama melayani mereka.

4 Oktober 2018 malam. Photo diatas ketika saya diundang untuk berbicara tentang Social Media Marketing di Kopdar Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Bali. Kadangkala saya masih gagal faham Ya Rabb, kenapa sebagian orang mengundang saya untuk bicara hal yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan semasa kuliah. Sayapun berusaha keras menghibur diri mungkin ini akibat konsistensi saya selama 15 tahun di dunia digital marketing bersama BOC Indonesia. Engkau berikan perjalanan bersama team-team BOC yang hebat dibidangnya. Terima kasih team! Without you and Allah, i’m nothing!

5 Oktober 2018. Photo diatas ketika saya melepas 2 mahasiswa Politeknik Negeri Bali yang telah usai kerja praktek di BOC selama 3 bulan. Nama mereka I Wayan Gde Wiranatha dan Putu Yuda Pradnyana. Tak terasa mereka adalah mahasiswa ke 72 dan 73 penerima sertifikat magang di BOC.

Ada satu peristiwa yang membekas di memori saya tentang siswa dan mahasiswa magang ini Ya Rabb. Saya pernah menerima 2 kali magang dalam waktu berbeda 4 siswa dari SMK Telkom Sandhy Putra Malang yaitu Yudan dan Bravian serta Deby dan Rizha. Sedangkan saya dulu selepas SMP pernah mendaftar di SMK Telkom (dulu STM) itu dan ditolak, tidak lolos ujian masuk nya. Rasanya gimana gitu Ya Rabb hehehe. Fyuh, apa ini maksudnya Ya Rabb? Saya belum menemukan jawaban nya. Hanya berucap syukur Alhamdulillah saya dan unit bisnis BOC jadi manfaat. Sekali lagi terima kasih Ya Rabb! Engkau Maha Melankolis hehehe.

5 Oktober 2018 malam. Photo diatas ketika saya dan istri kedatangan tamu tak diundang bernama kucing. Si anak kucing ini obrak-abrik makanan nya Landak, hewan piaraan nya putri kami. Kondisinya mengenaskan. Kedua kuping nya borokan. Jijik kalau melihat nya. Makan lahap seperti tidak pernah dikasih makan. Oleh istri, inisiatif dibawa ke dokter hewan. Menginap selama 1 minggu. Photo itu ketika si anak kucing telah sembuh dari kuping yang borokan, cacingan dan kelaparan. Ternyata jenis kucing Persia.

Menjadi BaPer ketika kucing itu sampai rumah dan saya bingung diberi makan apa? tidur dimana? ngengek nya gimana? wuah akhirnya rogoh kocek tidak sedikit untuk belikan makanan, vitamin, bayar dokter hewan, dan beli pasir. Ketika kucing itu saya beri nama Dargombes, eh kena protes keras karena artinya jelek hahaha. Padahal kepikiran saya itu nama pelawak Jawa Timur hehehe. Apa maksudnya Ya Rabb? Apakah ini titipan? Bismillah mohon berikan saya dan istri kekuatan untuk pelihara makhlukMu πŸ™‚

6 Oktober 2018. Photo diatas ketika saya bersama kakak sepupu, Mas Joko namanya, selepas makan siang di restoran nya hotel Jayakarta, Legian – Bali. Kejadian sebelumnya adalah hiruk pikuk pesankan kamar hotel untuk Via Vallen. Itu lho artis dangdut kekinian yang kemarin didatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung untuk rayakan hari jadi Mangupura. Kawasan perkantoran PEMKAB Badung yang ditasbihkan jadi ibukota Kabupaten Badung – Bali.

Kakak nya Mas Joko yang juga kakak sepupu saya bernama Mas Oji dan istrinya Mbak Gita sedang bangun bisnis manajemen artis. Bisnis yang menurut saya bisa diawali dengan modal Dengkul, Otak dan Tuhan. Persis sama seperti cerita nya BOC hehehe. Manajemen artis yang bernama DF Management ini salah satunya mengandalkan website untuk marketing nya. Tinggal membuat profil artis-artis nya, buatkan website, tarung di SEO nya, memastikan top 10 di Google, berpotensi dapat order deh. Pola ini yang saya lakukan untuk bisnis saya sendiri dan bisnis nya istri di Catering Kita. Kelak keilmuan SEO ini saya bagikan disetiap kesempatan bersama saudara, teman, pelanggan dan alumni DONGKRAK.

Artinya apa ini Ya Rabb? Saya hanya bisa berharap ilmu dan pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi sesama. Saya ingin memakmurkan diri dengan memakmurkan sesama. Mohon mudahkanlah jalan saya Ya Rabb. Mohon menjauhkan diri dari marabahaya.

7 Oktober 2018. Hari minggu saya membersamai peserta kelas Google Gapura Digital Bali. Membawakan topik Tips Website Efektif, salah satu dari 6 modul kelas digital besutan Google Indonesia. Tak terasa saya bersama puluhan trainer Google di Bali sudah 2 tahun saling mengisi kelas gratis Go Digital. Tujuan nya agar UKM Indonesia Go Digital. Ya, kelas Google Gapura Digital ini sudah tersebar di 12 kota di seluruh Indonesia. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan hebat ini.

Berkat kelas ini, saya mendapatkan kepercayaan mewakili trainer Bali untuk 2 kali mendatangi kantor nya Google Indonesia di Jakarta sana. Terima kasih untuk seluruh trainer dan project officer Bali. Tak lupa bersyukur dan terima kasih kepadaMu Ya Rabb. Mohon memberikan saya kekuatan untuk bisa berkarya dan berkontribusi melalui Gapura Digital ini.

8 Oktober 2018. Mendapatkan undangan dari guru bisnis saya, Pak Eko Yulianto di villa nya, Cabana Jimbaran. Pak Eko mempertemukan kami dengan rombongan Gus Fahmi, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Salah satu Pondok Pesantren terbesar di Jawa Timur.

Kami? Ya, para kuli akhirat kata Pak Eko, yang tergabung dalam Pesantren Digital Indonesia. Sebuah gerakan yang bermisi mencetak wirausahawan muslim yang kuat aqidah dan ekonominya sehingga berguna bagi agama, orang tua, keluarga dan bangsa Indonesia.

Ada apa dalam pertemuan itu? Nurul Jadid akan membuat sebuah kolaborasi yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai pondok pesantren nya. Rencananya pihak Nurul Jadid akan berkolaborasi dengan Pesantren Digital Indonesia yang saat ini dikomando oleh Mas Yana Sandhi. Semoga ini menjadi ladang amal kami. Mohon Ya Rabb, berikan kemudahan dan kelancaran.

10 Oktober 2018. Berlangsung di kantor guru bisnis kami, Pak Eko Yulianto, berlangsung rapat investor PT. KolaboraAksi Impian Menjuara (PT. KIM). Kami? Ya, investor yang juga anggota TDA Bali berupaya membuat kolaborasi berbentuk badan usaha yang bertujuan menjadi role model bisnis yang memakmurkan sesama. Badan usaha ini nantinya juga sebagai tempat kami belajar berbisnis dalam skala enterprise. Mohon mudahkanlah jalan kami Ya Rabb!

Tampak di photo, beberapa dari kami mau sholat ashar. Menjadi gambar dokumentasi karena ada hal lucu disana. Salah satu dari kami (Kang Fajar) gunakan bawahan nya mukena untuk menutupi jeans nya yang robek hehehe. Caption gambar itu yang ngeri-ngeri sedap, “Sudah jaman akhir?” Asli mrinding!

Ketika membuat tulisan ini Ya Rabb, sesekali saya Googling. Eh Google berikan ucapan pada saya hehehe. Thanks Mbah!

Ya Rabb, lagi asik buat tulisan ini Engkau berikan gempa di tempat saya, Denpasar. Sudah ada bencana di Lombok dan Palu. Mohon berikan kekuatan kepada kami Ya Rabb, atas segala ketetapanMu. Mohon perlindunganMu Ya Rabb. Mohon memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa berbuat manfaat bagi istri, anak, orang tua, saudara, anak buah, sahabat dan generasi bangsa ini. Terima kasih atas 40 ini Ya Rabb.

Oktober 40 Tahun Berjalan

Ya Allah, ijinkanlah saya berbicara kepadaMu melalui tulisan ini perihal angka 40. Empat puluh adalah jumlah tahun yang telah saya lalui dan Ya Rabb masih berikan kesempatan untuk hidup di dunia ini.

Tidak ada tradisi di keluarga saya merayakan pengurangan umur ini. Dari lahir hingga sekarang, tanpa ada ucapan, “Selamat Ulang Tahun Nak”. Saya tidak dalam rangka protes ya Ya Allah. Cuma ekspresikan diri bahwa prosesi ulang tahun bukanlah prioritas dalam keluarga kami.

Mungkin jadi BaPer lantaran saya kadangkala melihat semaraknya prosesi ulang tahun. Khusus nya dalam melewati umur 40. Bagi mereka mungkin prioritas. Penting sekali. Namun bagi saya, hmmm saya menulis saja ya, berusaha berkomunikasi denganMu Ya Rabb.

Sebelum menulis ini Ya Rabb, tadi Engkau pasti sudah tahu saya berusaha memberikan arti pergantian usia ini dengan sholat taubat dan hajat. Memohon ampun padaMu dan berusaha menyandarkan hidup ini bersamaMu Ya Rabb.

Ya Rabb, orang yang pintar agama mengatakan bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua Engkau yang atur. Maka saya berusaha menggali ke belakang, melihat tingkah polah saya melalui photo-photo di handphone selama Oktober ini.

Ijinkanlah saya menggali petunjuk-petunjukMu Ya Rabb, melalui gambar-gambar yang tercipta beberapa waktu di awal tanggal bulan Oktober hingga komunikasi ini tercipta.

3 Oktober 2018. Photo diatas ketika saya bertemu dengan teman-teman kuliah di Universitas Udayana angkatan 96. Searah jarum jam: Saat, Teknik Sipil (OVO Fintech), Amik, Antropologi (Asuransi Bintang), Budi, D4 Pariwisata (Magento e-commerce Specialist), dan Hendra, Program Studi Teknologi Pertanian (Web Server Provider).

Masing-masing berprofesi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Saya artikan petunjukMu adalah Engkau menjamin rejeki makhlukMu Ya Rabb. Engkau Maha Kaya Ya Rabb! Terima kasih telah memberikan jaminan pada saya dan semua makhlukMu di jagat raya ini. Mohon maaf jika saya kadangkala suka mengeluh atas keadaan hidup ini. Saya menolak kalah Ya Rabb! Saya berlindung kepadaMu dari rasa takut dan rasa kawatir.

4 Oktober 2018 siang. Photo diatas ketika saya diundang oleh SMKN 1 Kademangan, Blitar – Jawa Timur untuk bicara tentang sejarah BOC, profil bisnis BOC dan beri wawasan soal dunia IT didepan siswa dan guru. Mereka adalah beberapa ratus dari ribuan generasi muda siswa dan mahasiswa yang telah datang ke BOC Indonesia untuk kunjungan industri (studi ekskursi).

Disini saya berusaha meyakinkan diri bahwa Engkau berikan BOC dan belok kan saya ke dunia IT untuk memberikan inspirasi dan memotivasi generasi muda. Saya meyakini Engkau berikan kesempatan ini untuk mencetak kebaikan dunia. Terima kasih Ya Rabb atas kesempatan nya. Mohon jauhkanlah saya dari sikap berlebihan Ya Rabb. Mohon tuntunanMu Ya Rabb agar kami di BOC selalu menjadi manfaat bagi generasi bangsa. Mohon ampun atas segala salah ucap dan khilaf saya selama melayani mereka.

4 Oktober 2018 malam. Photo diatas ketika saya diundang untuk berbicara tentang Social Media Marketing di Kopdar Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Bali. Kadangkala saya masih gagal faham Ya Rabb, kenapa sebagian orang mengundang saya untuk bicara hal yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan semasa kuliah. Sayapun berusaha keras menghibur diri mungkin ini akibat konsistensi saya selama 15 tahun di dunia digital marketing bersama BOC Indonesia. Engkau berikan perjalanan bersama team-team BOC yang hebat dibidangnya. Terima kasih team! Without you and Allah, i’m nothing!

5 Oktober 2018. Photo diatas ketika saya melepas 2 mahasiswa Politeknik Negeri Bali yang telah usai kerja praktek di BOC selama 3 bulan. Nama mereka I Wayan Gde Wiranatha dan Putu Yuda Pradnyana. Tak terasa mereka adalah mahasiswa ke 72 dan 73 penerima sertifikat magang di BOC.

Ada satu peristiwa yang membekas di memori saya tentang siswa dan mahasiswa magang ini Ya Rabb. Saya pernah menerima 2 kali magang dalam waktu berbeda 4 siswa dari SMK Telkom Sandhy Putra Malang yaitu Yudan dan Bravian serta Deby dan Rizha. Sedangkan saya dulu selepas SMP pernah mendaftar di SMK Telkom (dulu STM) itu dan ditolak, tidak lolos ujian masuk nya. Rasanya gimana gitu Ya Rabb hehehe. Fyuh, apa ini maksudnya Ya Rabb? Saya belum menemukan jawaban nya. Hanya berucap syukur Alhamdulillah saya dan unit bisnis BOC jadi manfaat. Sekali lagi terima kasih Ya Rabb! Engkau Maha Melankolis hehehe.

5 Oktober 2018 malam. Photo diatas ketika saya dan istri kedatangan tamu tak diundang bernama kucing. Si anak kucing ini obrak-abrik makanan nya Landak, hewan piaraan nya putri kami. Kondisinya mengenaskan. Kedua kuping nya borokan. Jijik kalau melihat nya. Makan lahap seperti tidak pernah dikasih makan. Oleh istri, inisiatif dibawa ke dokter hewan. Menginap selama 1 minggu. Photo itu ketika si anak kucing telah sembuh dari kuping yang borokan, cacingan dan kelaparan. Ternyata jenis kucing Persia.

Menjadi BaPer ketika kucing itu sampai rumah dan saya bingung diberi makan apa? tidur dimana? ngengek nya gimana? wuah akhirnya rogoh kocek tidak sedikit untuk belikan makanan, vitamin, bayar dokter hewan, dan beli pasir. Ketika kucing itu saya beri nama Dargombes, eh kena protes keras karena artinya jelek hahaha. Padahal kepikiran saya itu nama pelawak Jawa Timur hehehe. Apa maksudnya Ya Rabb? Apakah ini titipan? Bismillah mohon berikan saya dan istri kekuatan untuk pelihara makhlukMu πŸ™‚

6 Oktober 2018. Photo diatas ketika saya bersama kakak sepupu, Mas Joko namanya, selepas makan siang di restoran nya hotel Jayakarta, Legian – Bali. Kejadian sebelumnya adalah hiruk pikuk pesankan kamar hotel untuk Via Vallen. Itu lho artis dangdut kekinian yang kemarin didatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung untuk rayakan hari jadi Mangupura. Kawasan perkantoran PEMKAB Badung yang ditasbihkan jadi ibukota Kabupaten Badung – Bali.

Kakak nya Mas Joko yang juga kakak sepupu saya bernama Mas Oji dan istrinya Mbak Gita sedang bangun bisnis manajemen artis. Bisnis yang menurut saya bisa diawali dengan modal Dengkul, Otak dan Tuhan. Persis sama seperti cerita nya BOC hehehe. Manajemen artis yang bernama DF Management ini salah satunya mengandalkan website untuk marketing nya. Tinggal membuat profil artis-artis nya, buatkan website, tarung di SEO nya, memastikan top 10 di Google, berpotensi dapat order deh. Pola ini yang saya lakukan untuk bisnis saya sendiri dan bisnis nya istri di Catering Kita. Kelak keilmuan SEO ini saya bagikan disetiap kesempatan bersama saudara, teman, pelanggan dan alumni DONGKRAK.

Artinya apa ini Ya Rabb? Saya hanya bisa berharap ilmu dan pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi sesama. Saya ingin memakmurkan diri dengan memakmurkan sesama. Mohon mudahkanlah jalan saya Ya Rabb. Mohon menjauhkan diri dari marabahaya.

7 Oktober 2018. Hari minggu saya membersamai peserta kelas Google Gapura Digital Bali. Membawakan topik Tips Website Efektif, salah satu dari 6 modul kelas digital besutan Google Indonesia. Tak terasa saya bersama puluhan trainer Google di Bali sudah 2 tahun saling mengisi kelas gratis Go Digital. Tujuan nya agar UKM Indonesia Go Digital. Ya, kelas Google Gapura Digital ini sudah tersebar di 12 kota di seluruh Indonesia. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan hebat ini.

Berkat kelas ini, saya mendapatkan kepercayaan mewakili trainer Bali untuk 2 kali mendatangi kantor nya Google Indonesia di Jakarta sana. Terima kasih untuk seluruh trainer dan project officer Bali. Tak lupa bersyukur dan terima kasih kepadaMu Ya Rabb. Mohon memberikan saya kekuatan untuk bisa berkarya dan berkontribusi melalui Gapura Digital ini.

8 Oktober 2018. Mendapatkan undangan dari guru bisnis saya, Pak Eko Yulianto di villa nya, Cabana Jimbaran. Pak Eko mempertemukan kami dengan rombongan Gus Fahmi, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Salah satu Pondok Pesantren terbesar di Jawa Timur.

Kami? Ya, para kuli akhirat kata Pak Eko, yang tergabung dalam Pesantren Digital Indonesia. Sebuah gerakan yang bermisi mencetak wirausahawan muslim yang kuat aqidah dan ekonominya sehingga berguna bagi agama, orang tua, keluarga dan bangsa Indonesia.

Ada apa dalam pertemuan itu? Nurul Jadid akan membuat sebuah kolaborasi yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai pondok pesantren nya. Rencananya pihak Nurul Jadid akan berkolaborasi dengan Pesantren Digital Indonesia yang saat ini dikomando oleh Mas Yana Sandhi. Semoga ini menjadi ladang amal kami. Mohon Ya Rabb, berikan kemudahan dan kelancaran.

10 Oktober 2018. Berlangsung di kantor guru bisnis kami, Pak Eko Yulianto, berlangsung rapat investor PT. KolaboraAksi Impian Menjuara (PT. KIM). Kami? Ya, investor yang juga anggota TDA Bali berupaya membuat kolaborasi berbentuk badan usaha yang bertujuan menjadi role model bisnis yang memakmurkan sesama. Badan usaha ini nantinya juga sebagai tempat kami belajar berbisnis dalam skala enterprise. Mohon mudahkanlah jalan kami Ya Rabb!

Tampak di photo, beberapa dari kami mau sholat ashar. Menjadi gambar dokumentasi karena ada hal lucu disana. Salah satu dari kami (Kang Fajar) gunakan bawahan nya mukena untuk menutupi jeans nya yang robek hehehe. Caption gambar itu yang ngeri-ngeri sedap, “Sudah jaman akhir?” Asli mrinding!

Ketika membuat tulisan ini Ya Rabb, sesekali saya Googling. Eh Google berikan ucapan pada saya hehehe. Thanks Mbah!

Ya Rabb, lagi asik buat tulisan ini Engkau berikan gempa di tempat saya, Denpasar. Sudah ada bencana di Lombok dan Palu. Mohon berikan kekuatan kepada kami Ya Rabb, atas segala ketetapanMu. Mohon perlindunganMu Ya Rabb. Mohon memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa berbuat manfaat bagi istri, anak, orang tua, saudara, anak buah, sahabat dan generasi bangsa ini. Terima kasih atas 40 ini Ya Rabb.

Team Menjuara

Perkenalkan, inilah team saya di BOC Indonesia. Nama-namanya tertera di gambar. Ada yang bertugas sebagai web administrator, web designer, web programmer, account officer, accounting, sales marketing dan ibu rumah tangga.

Team BOC

Team kecil yang berjiwa besar. Ya, menjadi garda depan dalam menerima keperdulian dari pelanggan dan calon. Apa itu? Pelanggan dan calon hanya perduli dengan masalah nya hahahaha. Mereka akan kontak jika dirinya punya masalah.

Kadangkala calon pelanggan curhat punya masalah di provider lain. Kami pun berusaha beri solusi nya. Kadangkala, pelanggan curhat belum tahu setting ini dan itu, kami pun berusaha beri solusi. Bila pelanggan tidak bisa datang ke kantor BOC, maka kami akan remote jarak jauh di seluruh dunia agar permasalahan nya pelanggan klir.

Bila main ke kantor BOC, isinya cuma meja, kursi, laptop, internet dan musik. Saya ada stereo di kantor dan kalau tanpa musik, bisa kacau hati ini hahaha. Selalu stay tune di radio kesayangan. Apa tuh? Ada deh …

Jika ada teman yang main ke kantor, syukur-syukur pas jam kerja akan ditanya sama Bu Kadek, “Mau kopi, teh atau air mineral bli?“. Hehehe. Yes, silakan main ke kantor. Rasakan hispeed internet, mau duduk di kursi atau lesehan tinggal pilih. Buat sendiri kopi, teh.

Terkadang ada yang tanya, entah itu pelanggan, teman ataupun para mahasiswa kunjungan, “Lho dimana letak komputer server nya?“. Kami bilang komputer itu kami letak kan di sebuah datacenter lokasi nya di Jakarta, Singapore dan USA. Kami disini bisa remote jarak jauh instal jalankan dan managemen program website di komputer itu. Bahkan bisa restart.

Team kecil kami bertanggungjawab memastikan uptime website dan produk turunannya seperti email, database, dll. Pelanggan dari seluruh Indonesia tentunya sangat berharap bahwa uptime tersebut akan menunjang kelancaran bisnis dan aktivitas profesional lainnya.

Semoga kami selalu berjiwa besar dan diberikan perlindungan dari Tuhan YME. Amin.

Masih Mau Mental Tempe?

Pada masa revolusi kata ‘tempe’ memang kerap diidentikan dengan hal-hal negatif seperti cengeng, mudah menyerah atau lembek. Maka sindiran seperti ‘mental tempe’, ‘pasukan tempe’ atau ‘pemuda kelas tempe’ dipakai untuk meledek mereka yang dianggap lemah. (Merdeka.Com)

Kita, generasi muda Indonesia, sedang bergelora berkarya pada posisinya masing-masing. Ada yang masih berkuliah, jadi profesional, seniman, volunter, aktivis, birokrat dan praktisi bisnis. Ada yang ketinggalan?

Adakah yang kesulitan menempatkan posisi? Masih menggantungkan hidup pada orang lain? Saudara atau orang tua mungkin?

Ijinkanlah saya menukil firmanNya: β€œSesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Allah SWT tidak merubah keadaan suatu kaum yang berada dalam kenikmatan dan kesejahteraan, sehingga mereka merubahnya sendiri. Juga tidak merubah suatu kaum yang hina dan rendah, kecuali mereka merubah keadaan mereka sendiri. Yaitu dengan menjalankan sebab-sebab yang dapat mengantarnya kepada kemulian dan kejayaan.

So, diam dalam ratapan, diam dalam keluhan, diam dalam hujatan, diam dalam nyinyiran, diam saling menjatuhkan di media sosial, bisakah ubah keadaan suatu kaum?

Bagaimana jika di media sosial itu ramai dalam kegembiraan, ramai dalam bersolusi, ramai dalam positivisme, ramai dalam membersamai kebaikan, ramai saling mendukung, apakah bisa ubah keadaan suatu kaum?

Selamat Berkarya & Berbagi
#Selfreminder

TDA EntrepreneRun, 1st in Indonesia! [Cerita Dibalik Layar]

Masih gak menyangka, kami di TDA Bali bisa adakan lomba lari wirausaha (entrepreneur) dalam rangkaian acara besar Pesta Wirausaha (PW) Bali 2018. Mrindingnya, lomba itu pertama kali lho di Indonesia! Kami namakan TDA EntrepreneRun, The 1st entrepreneur run in Indonesia!

TDA EntrepreneRun

Kenapa kok sampai ada lomba lari TDA EntrepreneRUN? Ada 3 pemicu:
1. Tantangan dari direktur PW TDA 4.0 Cak Rawi yang disampaikan pada Ketua Divisi PW Bali, Made Sugita (Desu). Bahwa PW Bali haruslah ditambahi unsur kearifan lokal. Jangan terlalu nyaman dengan konsep lama yang cuma seminar, workshop, dan expo bisnis saja.
2. Kondisi Bali yang masih dilanda erupsi Gunung Agung. Butuh acara yang sekiranya jadi simbol bahwa Bali tetap aman dan mampu buat pemberitaan yang luas.
3. Terinspirasi oleh istri dan perlombaan yang lagi naik daun di jaman now. Istri saya suka lari dan punya klub lari. Namanya RIOT. Saya, nggak pernah lari. Istri selalu pamitan kalau mau olahraga lari maupun ikutan lomba lari. Bahkan kadangkala saya yang antar. Ikutan tergopoh-gopoh bangun kepagian untuk antar istri lomba lari MayBank Bali Marathon. Bahkan pernah BCA Run. Lomba lari di Surabaya, Lombok pun didatangi. πŸ˜€
4. I Loop Run nya Telkomsel yang berlangsung di seputaran renon, jarak arena lari 5 km. Karena lokasi start nya di sekitaran monumen Bajra Sandhi Renon, sepertinya pas dan dekat dengan arena PW Bali.

Saya bilang ke Desu, “Masukkan lomba lari wirausaha saja, sepertinya keren, lomba lari kan lomba kekinian. Mampu mendatangkan keramaian dan serap dana sponsorship. Saya coba cek via Google, sepertinya belum ada lomba lari yang khusus bertemakan wirausaha. Sekalian kita hajar dengan tagline the 1st entrepreneur run in Indonesia! Kita beri nama TDA Entreprenerun!”.

Akhirnya, adanya lomba lari di rangkaian PW Bali 2017 tercetus dan masuk ke proposal pada awal-awal persiapan di bulan November 2017. Padahal PW Bali akan berlangsung 23-24 Desember 2017.

Tapi PW Bali 2017 tidak terlaksana. Ditunda ke 23-24 Februari 2018. Sedih namun ada alasan kuat yang mendasarinya. Klik disini alasannya. TDA Entreprenerun pun akhirnya terlaksana lepas bendera start pada Minggu, 24 Februari 2018.

* Kebingungan di Kepanitiaan

PW Bali yang akan terselenggara ke 4 kalinya ini bukanlah PW biasanya yang cuma ada seminar, workshop dan expo bisnis. Itu konsep standart. Kali ini yang ke 4 kegiatan nya nambah. Yaitu: Upacara Ikrar Wirausaha, Lomba Mewarnai, Demo Masak, Konser Musik Kemanusiaan, Donor Darah, Jam Session, Senam Zumba dan Lomba Lari (TDA Entreprenerun).

Jadi ada 8 kegiatan tambahan. Sebelumnya ada 2 kegiatan standart seminar workshop dan expo bisnis, maka total jadi 10 kegiatan dalam sebuah acara PW Bali.

Jika cuma seminar workshop dan expo bisnis, kepanitiaan akan mudah diatur. Sudah tahu orang dan job description nya.

PW Bali kali ini ada sepuluh (10) kegiatan!!! Penentuan orang dan job description dalam kepanitiaan selalu last minutes sesuai kebutuhan! Hah! Flyer diatas ada tulisan Standup Comedy dan Comedians Charity Concert. Mereka nggak jadi karena keterbatasan dana dari panitia. Budget nya nggak masuk.

#JanganKasihKendor ini tagline yang selalu kami dengungkan untuk kikis mengeluh dan pikiran negatif. Terima kasih hashtag dan tagline #JanganKasihKendor!

Panitia jarang sekali meeting, bertemu bersama. Mayoritas koordinasi via grup WhatsApp. Inilah kekuatan IT jaman now. Bahkan TDA Bali sebelumnya pernah bikin Musyawarah Kerja Nasional TDA 5.0 hanya berkoordinasi via WhatsApp dan telpon saja dengan pengurus TDA pusat. Itu juga yang mendasari keyakinan saya pribadi. Bisa lah walaupun lewat WA.

* Masa Pendaftaran, Medali dan Kaos

Kurang 1 bulan 11 hari (H-42), yaitu tanggal 13 Januari 2018 iklan lomba lari TDA Entreprenerun naik posting di Facebook Page PW Bali.

Pendaftaran kita pusatkan melalui formulir di website http://pestawirausahabali.com/run. Kita paksa peserta gunakan teknologi. Tahapannya: Daftar > Transfer Dana > Konfirmasi.

Setelah pendaftaran, kami siapkan email autoresponder untuk beritahukan tata tertib dan rundown lomba lari, serta tempat pengambilan racepack.

Pada masa ini, belum ada desain logo, medali dan kaos untuk TDA Entreprenerun. Gila! Benar-benar pengalaman berharga!

Saya minta bantuan Mas Kay, CEO Dgtalkay untuk buatkan ketiga desain tersebut. Desain medali akhirnya naik posting 20 Januari 2018. Langsung order medali ke Surakarta (Solo), terdiri dari 294 medali finisher, 2 medali juara 1, 2 medali juara 2, dan 2 medali juara 3.

* Meeting Yang Bikin Shock!

Panita berasa ditelanjangi, melongo, dibuat panas dingin namun berusaha untuk tenang. Hati kecil saya mengatakan bisa! Atas diskusi pada meeting TDA Entreprenerun pada Jumat, 19 Januari 2018. Waktu kurang 36 hari lagi (H-36).

Kami sungguh beruntung. Tuhan selalu bersama kami. Pak Mangasi, anggota TDA Bali juga aktif di komunitas lari Fake Runners. Desember lalu komunitas nya jadi EO Lomba Lari I Loop Run nya Telkomsel Denpasar. Rute nya sama di seputaran renon sejauh 5 km.

Jadi atas pengalaman tangani Telkomsel, Pak Mangasi dan temannya, Bang Oji menjelaskan kebutuhan lomba lari itu. Kami jadi tahu juga istilah-istilah asing di dunia lari. Kebutuhan pokok nya yaitu:

1. Perijinan. Harus keluar surat ijin dari UPT Bajra Sandhi (pemilik lapangan Renon), Polsek Denpasar Timur, Polres Denpasar dan Polda Bali. Kemudian Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Dinas Perhubungan Provinsi Bali. Jangan lupa, ijin dari Desa Adat dan Desa Dinas Sumerta Kelod harus ada. Kemudian satu lagi, ijin dari Pos Polisi Renon. Jadi 9 institusi!
2. Butuh pengamanan personel Polisi dan Dishub beserta pembatas jalan (cone). Mereka bertugas jaga di sepanjang rute lari untuk kenyamanan pelari. Butuh voorider (polisi bermotor) dan beberapa sepeda gayung untuk mengawal para calon juara yang lari paling depan.
3. Water station, Marshal dan Refreshment serta team pengalungan medali bagi finisher. Ini lho istilah asing bagi kami hahaha. Maksudnya adalah: Water Station ini pos di pertengahan lomba yang menyediakan minuman bagi pelari. Marshal adalah penjaga lomba lari yang ditempatkan di pos-pos yang dirasa rawan. Refreshment adalah fasilitas di garis finish yang sediakan minuman dan kue/snack bagi para pelari yang tembus garis finish (finisher).
4. Butuh cetak BIP lari. Apa itu BIP? Sederhananya adalah penomoran lari. Cetak diatas kertas sticker.
5. Butuh alokasi waktu 2 hari sebelum hari H untuk penyerahan racepack. Apa itu racepack? Paket yang berisi BIP, kaos dan merchandise lainnya. Berhubung kita masih baru alias cupu, racepack isinya cuma BIP dan kaos saja hehehe. Next time semoga bisa banyak isinya.
6. Butuh volunter kurang lebih 25 orang yang akan menjadi marshal dan menunjang kegiatan lari lainnya.
7. Butuh running gate, panggung, sound system, bendera start, MC, pemimpin pemanasan sebelum lari.
8. Butuh snack dan makan siang untuk poin nomor 2 (50 personel. Wow!). Juga untuk panitia dan volunter (poin nomor 6). Hitung sendiri ya.
9. Butuh dana untuk memuluskan poin nomor 1 dan 2.

Saya menghamat-hamati kebutuhan tersebut sambil bilang ya. Sejatinya hati ini kaget dan berkecamuk. Apakah mungkin? Gitu jeritan hati sisi kiri. Namun hati sisi kanan bilang, bisa!

Pak Mangasi dan Bang Oji menyarankan saya yang urus semua perijinan. Kenapa? Karena akan sering negosiasi yang melibatkan sisi emosional dan pendanaan. Itu hasil pengalaman urus perijinan Telkomsel kemarin. Oke siaaaap! #JanganKasihKendor.

Di akhir meeting, Kang Fajar, senior TDA Bali akhirnya bilang, “Awalnya kirain simpel ya, ternyata seabrek! hahahaha”.

* Suka Cita Perijinan

Saya mulai urus perijinan untuk monumen dan lapangan Bajra Sandhi. Surat permohonan itu masuk tanggal 22 Januari 2018 dan akhirnya keluar 24 Januari 2018. Biasanya seminggu baru jadi namun kena jurus minta tolong dan memelas, akhirnya cuma 2 hari hahaha. Memelas karena harus urus ke 8 institusi lainnya.

Berbekal surat dari UPT Bajra Sandhi, saya mulai buat surat dan menghadap (audiensi) ke Kepala Desa Sumerta Kelod. Setelah dapat surat ijin, lanjut menghadap ke bagian intel di Polsek Denpasar Timur. Setelah ijin keluar, harus menghadap ke bagian operasi dan intelkam polresta Denpasar. Penentuan personel pengamanan ada di sini, polresta. Negosiasi! hahaha.

Setelah keluar surat ijin dari polresta, lanjut ke intelkam Polda Bali. Ijin dari Polda Bali baru kelar pada 20 Februari 2018 alias H-4. Amazing!

Apakah sudah selesai? Ternyata belum. Harus ijin menghadap ke Pos Polisi Renon! Padahal institusi itu dibawah Polsek Denpasar Timur. Syukurnya sangat cepat dan tanpa babibu karena komandan nya tahu ada surat ijin dari Polda Bali! Namun tetap saja harus negosiasi hahaha.

Bagaimana dengan Dinas Perhubungan Kota dan Provinsi? Ah kalau tidak saya delegasikan ke Bli Mulia, bakal kacau. Syukur Bli Mulia bekerja dengan baik. Kedua surat ijin itu keluar. Tinggal negosiasi saja jumlah personel dan cone yang akan diturunkan.

Rabu, 21 Februari 2018 (H-3) kami panitia PW Bali bersama para institusi diatas lakukan technical meeting di Mangsi Coffee, Jl. Merdeka, Denpasar. Negosiasi lagi. Mrinding!

Apakah negosiasi itu selesai? Ternyata tidak. Situasi begitu dinamis. Negosiasi itu berlangsung terus menerus hingga 2 jam sebelum acara PW Bali 2018 selesai. Apa isi negosiasinya? Biar saya dan panitia aja yang tahu hehehe.

* Pengambilan Racepack

Dua hari kita siapkan untuk pengambilan racepack. Hari pertama pada hari Jumat, 22 Februari 2018 dari jam 10 pagi sampai 5 sore bertempat di Mangsi Coffee, Jl. Merdeka, Denpasar. Terima kasih Mangsi Coffee, terkhusus Bli Windu!

Hari berikutnya adalah Sabtu, 23 Februari 2018 di arena expo bisnis PW Bali 2018, Lapangan Renon. Dari jam 9 pagi sampai malam jam 9. Berada di booth TDA Bali.

* Running Day!

Pelaksanaan lomba lari 5K TDA EntrepreneRun berlangsung pada Minggu, 24 Februari 2018 mulai pukul 06.00 WITA. Kurang lebih 250 peserta lari yang berasal dari Kenya, Malaysia, Australia, Jakarta, Malang, Palu, Surabaya dan Bali sendiri pada berkumpul.

PW Bali hari sebelumnya sudah bergeliat yaitu Sabtu, 23 Februari 2018. Beberapa kegiatan sudah terlaksana diantaranya: Seminar dan workshop, lomba mewarnai, demo memasak, konser musik kemanusiaan oleh Bli Nanoe Biroe.

Saya sedih karena hari Sabtu mayoritas hujan. Padahal penentuan waktu PW Bali 2018 mendasarkan prediksi cuaca dari accuweather.com. Situs itu perlihatkan 23 dan 24 Februari 2018 terang benderang. Sunny dan Sunshine. Ternyata prediksinya tidak akurat sama sekali. Hoax.

Minggu pagi itu cerah. Puji syukur. Selepas Subuh, running gate mulai bercahaya. Menerangi pagi yang temaram. MC Mas Oman dan Amik mulai beraksi. Cuap-cuap mengundang peserta untuk berkumpul. Bang Oji mulai pimpin pemanasan. Setelah itu doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Heroik!

Sebelumnya, saya dan para personel polisi serta dishub lakukan apel pagi. Setelah dapat instruksi dari komandan nya, lantas bagikan snack, kemudian mulai menyebar di titik-titik ruas jalan yang telah disepakati pada technical meeting.

Kembali ke running gate, saya sebagai Ketua TDA Bali dan Presiden TDA 5.0 Pak Barra berada di panggung kecil. Masing-masing berikan sambutan singkat hingga MC Mas Oman mulai hitung mundur 3, 2, 1 dan kami berdua kibaskan bendera start ke atas. Semburat bak peluru yang melesat, para peserta mulai kencang berlari. Ah mak nyess hati ini.

Satu polisi voorider dan marshal bersepeda mendahului mereka para pelari. Mengawal para juara.

Para marshal dan panitia dari teman-teman Fake Runners mengawal perlombaan itu. Ada yang melayani di Water Station, garis finish dan Refreshment.

Setelah itu saya berjalan kaki tengok meja Refreshment, berkeliling sejenak melihat geliat para peserta expo dan mampir ke booth TDA Bali. Saya percayakan teman-teman panitia untuk melanjutkan acara di lapangan Renon. Saya harus pulang ke kantor BOC untuk mandi dan dandan. Persiapan mengawal Seminar dan Workshop di Gedung Monumen Bajra Sandhi.

Jam 08.00 WITA saya kembali ke Lapangan Renon dan menyaksikan area expo PW Bali pecah! Ramai karena senam zumba. Lapangan full manusia! Saya menemui sejenak Presiden TDA Pak Barra, Direktur PW Nasional Kang Ferdi, CEO Hawa Gym Pak Mitro, Local President JCI Bali Bro Martunus, CEO Sarana Dewata Pak Haji Rully, CEO Ricky Selluer Lombok Bro Ricky, dan teman-teman panitia PW Bali 2018.

Tak lama saya pamitan untuk siapkan arena Seminar Workshop. Berjalan kaki 300 meter dari Lapangan menuju Gedung Monumen Bajra Sandhi. Selebihnya saya hanya lihat dari foto-foto saja acara penyerahan hadiah lomba lari TDA EntrepeneRun. Tampak Presiden TDA 5.0 dan teman-teman senior panitia PW Bali yang menyerahkan hadiah.

Efek dari TDA EntrepreneRun ini banyak situs-situs lari nasional memberitakan lomba lari ini. Kemudian jaringan TDA se Indonesia jadi tahu tentang keberadaan lomba lari di Bali. Tujuan memberitakan Bali yang masih aman walaupun ada letusan Gunung Agung sepertinya tersampaikan. Apalagi peserta lari dari manca negara dan manca kota di Indonesia.

Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Allah SWT. Terima kasih atas kerja keras panitia dan partner TDA Entrepenerun. Bahagia hati ini πŸ™‚
Nggak sabar untuk bikin TDA EntrepreneRun di tahun 2019, The 1st Entrepreneur Run in Indonesia!

Dokumentasi Video lainnya: