Tag Archives: kanker

Mengenal Kanker Langka: Angiosarkoma

Apakah angiosarkoma?

Angiosarkoma adalah tumor agresif yang timbul pada pembuluh darah atau limfatik. Ini termasuk dalam sarkoma jaringan lunak, yaitu ketika sel kanker bermula dari jaringan lunak tubuh.

Jaringan lunak adalah jaringan yang menunjang dan menghubungkan struktur dan organ tubuh. Yang termasuk dalam jaringan ini antara lain lemak, otot, pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan pada tulang sendi. Sarkoma jaringan lunak dapat menyerang bagian tubuh mana pun, dan dapat menyerang semua jenjang usia. Khusus untuk angiosarkoma, bagian yang sering terkena adalah kulit kepala dan wajah.

Seberapa umumkah angiosarkoma?

Angiosarkoma adalah tumor langka yang timbul pada pembuluh darah atau limfatik. Mereka menyumbang sekitar 15 persen dari semua sarcoma kepala dan leher dan 1 persen dari semua sarcoma jaringan lunak. Dalam rangkaian database SEER dari 434 kasus angiosarkoma kulit yang dilaporkan antara 1973 dan 2007, sebanyak 270 kasus (72 persen) muncul di wilayah kepala dan leher. Angiosarkoma kepala dan leher cenderung merupakan penyakit pria Kaukasia pada usia tua, dengan usia rata-rata kejadian 65 sampai 70, dan rasio pria terhadap wanita 2: 1.

Apakah penyebab angiosarkoma?

Beberapa ahli mengusulkan paparan sinar matahari menjadi penyebab, hal ini didasarkan pada dominasi relative laki-laki Kaukasia, usia kejadian, dan lokalisasi pada wajah dan kulit kepala. Namun hal ini belum ditunjukkan dengan jelas.

Angiosarkoma adalah salah satu tumor paling umum yang disebabkan oleh terapi radiasi, seringkali setelah perawatan kanker payudara atau limfoma Hodgkin, dengan waktu perkembangan rata-rata 8 sampai 10 tahun. Riwayat radio terapi sebelumnya kewajah ataukulit kepala terjadi pada 5 sampai 20 persenpasien.

klik untuk lebih lanjut

The post Mengenal Kanker Langka: Angiosarkoma appeared first on BlogDokter.

Metastasis

Istilah metastasis atau metastase kerap kita dengar saat seseorang berbicara tentang penyakit kanker. Apa sih metastasis itu? Tulisan saya kali ini mencoba untuk memberi gambaran singkat tentang metastasis.

Secara umum, pengertian metastasis dibagi menjadi dua, yakni:

  1. Metastasis adalah suatu proses penyebaran sel sel kanker dari kanker primer ke lokasi/organ yang jauh di dalam tubuh manusia.
  2. Metastasis juga merupakan sebutan untuk kanker yang muncul sebagai akibat dari penyebaran kanker dari organ tubuh yang lain. Misalnya seseorang yang menderita kanker kulit atau melanoma maka kemungkinan orang tersebut menderita metastasis di dalam otak.

Baca juga: Kanker Kulit Melanoma Juga Bisa Di Organ Intim, Ini Penjelasannya

Agar bisa mengalami metastasis, sel sel kanker harus memenuhi dua syarat utama yakni kemampuan untuk berpindah tempat dan kemampuan untuk hidup di organ tubuh yang lain. Sel yang bermetastasis pada dasarnya adalah sel yang sama dengan sel pada kanker asalnya. Misalnya sel kanker pada paru paru yang bermetastasis ke liver maka sel kanker yang hidup di liver adalah sel kanker paru paru. Jadi, agar bisa bermetatasis, sel kanker harus mampu berpindah dan hidup di organ tubuh yang lain.

Kata metastasis sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno yang artinya “terlepas dari satu tempat ke tempat yang lain”.

Kata metastasis juga kerap digunakan untuk menyebut jenis jenis kanker tertentu, terutama jenis jenis kanker yang diketahui memiliki sifat menyebar ke organ tubuh yang lain. Misalnya kanker kulit atau melanoma yang kerap disebut dengan melanoma metastatik. Artinya, melanoma tersebut telah menyebar ke organ tubuh yang lain.

Arti metastatis dalam sebuah kanker memang sangat penting bagi seorang dokter. Mengapa? Karena ada atau tidaknya metastasis sangat menentukan keberhasilan pengobatan dari suatu kanker. Penyembuhan biasanya berhasil dengan baik pada kasus kasus kanker yang belum mengalami metastasis. Sedangkan pengobatan menjadi lebih rumit dan mahal pada kasus kasus kanker yang telah bermetastasis ke banyak organ. Harapan hidup pada pasien yang kankernya sudah metastasis pun menjadi lebih singkat.

Baca juga: 9 Gejala Kanker Serviks Yang Wajib Diketahui Setiap Wanita

Deteksi dini adalah salah satu cara untuk mengetahui adanya kanker pada stadium dini. Dan bila ditemukan pada stadium dini, kanker tersebut biasanya belum mengalami metastasis.

9 Gejala Kanker Serviks Yang Wajib Diketahui Setiap Wanita

Masih tergiang dalam ingatan, seorang artis Indonesia meninggal dunia di usia muda akibat kanker serviks. Sampai saat ini, kanker serviks memang masih menjadi yang momok menakutkan bagi kaum wanita. Bahkan menurut WHO, kanker serviks menjadi kanker pembunuh utama wanita dibawah kanker payudara.

Untungnya, saat ini kanker serviks sudah sangat bisa dicegah. Mulai dari tersedianya vaksin untuk mencegah kanker serviks, sampai dengan makin canggihnya pemeriksaan pap smear atau IVA yang dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel sel serviks sedini mungkin.

Dengan pemeriksaan pap smear, perubahan sel sel serviks bisa diketahui sejak dini sehingga bisa dicegah agar perubahan tersebut tidak berlanjut menjadi kanker.

Saat ini juga tersedia vaksin untuk mencegah kanker serviks. Sebagaimana diketahui, penyebab utama terjadinya kanker serviks adalah infeksi HPV. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kanker serviks, para ahli menemukan vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi HPV pada serviks.

Dengan cara cara diatas, sudah jutaan wanita terselamatkan nyawanya dari kemungkinan menderita kanker serviks. Masalahnya, tidak semua wanita memiliki akses untuk mendapatkan keduanya dan hanya bisa menunggu sampai muncul gejala kanker serviks. Sayangnya, kanker serviks yang telah menimbulkan gejala umumnya sudah dalam stadium berat.

Berikut beberapa gejala yang patut dicurigai sebagai gejala kanker serviks:

Tanpa gejala sama sekali

Pada stadium awal, kanker serviks tidak menimbulkan gejala sama sekali. Itu sebabnya kanker ini disebut dengan ‘silent killer’. Kanker serviks stadium awal hanya bisa dideteksi dengan pemeriksaan pap smear. Gejala baru dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.

Karena tanpa gejala inilah maka wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin setelah aktif secara seksual.

Haid yang lebih lama dari biasanya

Bila haid lebih lama dari biasanya atau sedikit lebih lama atau keluar flek diantara siklus haid yang berlangsung dalam beberapa siklus haid maka patut dicurigai ada masalah pada serviks. Pendarahan ini bisa disebabkan karena terkoyaknya jaringan kanker yang ada pada serviks.

Jaringan kanker merupakan jaringan yang dipenuhi oleh pembuluh darah. Bila jaringan ini terkoyak oleh berbagai macam sebab maka bisa terjadi perdarahan dari yang ringan sampai berat.

Keputihan yang tidak wajar

 

Keputihan normal terjadi menjelang waktu haid atau pada saat saat tertentu. Keputihan normal bisa dikenali dari warnanya yang bening atau putih, tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal, panas atau nyeri. Namun bila keputihannya tidak wajar dan warna serta baunya tidak seperti biasanya maka bisa dicurigai sebagai kanker serviks.

Memang tidak semua keputihan yang tidak normal itu merupakan tanda kanker serviks, tapi bisa dijadikan alasan utama seorang wanita untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi yang terjadi.

Sakit saat berhubungan intim

Pertumbuhan kanker serviks dapat menekan saraf yang ada di dalam panggul. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit saat berhubungan intim. Terkadang rasa sakit juga dirasakan sepanjang hari.

Mengeluarkan darah saat berhubungan intim

Selain nyeri saat berhubungan intim, kanker serviks juga bisa menyebabkan terjadinya perdarahan saat atau setelah berhubungan intim. Hal ini disebabkan oleh luka pada jaringan kanker yang dipenuhi oleh pembuluh darah.

Nyeri saat buang air kecil

Nyeri saat buang air kecil bisa disebabkan oleh adanya infeksi, namun bila segala upaya untuk mengatasi infeksi tersebut gagal maka kemungkinan nyerinya karena kanker serviks. Hal ini disebabkan karena sel sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau saluran kencing.

Merasa lemas dan tidak bergairah

Lemas, lesu, tidak bergairah adalah gejala anemia yang kerap dialami oleh penderita kanker. Anemia terjadi karena jaringan kanker yang rakus dengan darah dan terjadinya perdarahan pada jaringan kanker tersebut. Menurut studi, 30% penderita kanker serviks mengalami anemia dengan berbagai macam tingkat keparahan.

Kaki bengkak

Pada stadium lanjut, penderita kanker serviks dapat mengalami gejala pembengkakan pada kaki. Hal ini terjadi bila jaringan kanker menekan pembuluh darah yang melayani kaki sehingga aliran darah balik tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Susah buang air besar

Kanker yang telah menyebar terutama bila penyebarannya sudah mencapai saluran pencernaan akan berpengaruh pada fungsi sistem pencernaan. Salah satu gangguan yang bisa terjadi adalah susah buang air besar. Meskipun masalah buang air besar tidak selalu disebabkan oleh masalah pada serviks, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter bila mengalaminya, apalagi ditambah dengan munculnya gejala yang lain diatas.