Tag Archives: Jurnalisme Warga

Pertama Kali Ikut Klub Menulis Balebengong

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian – Pram,” ungkap admin Balebengong pada caption infografis yang ditulisnya di instagram. “Kelas menulis tatap muka dan jarak jauh, Jumat jam 19.00 WITA, untuk yang berminat langsung DM admin.”

Hmm oke, ini menarik. Jumat malam adalah awal waktu yang tepat untuk beristirahat dan ‘me time’, dan sudah lama aku selalu gundah dengan kemampuan menulisku, barangkali dengan ikut kelas menulis, aku jadi ada teman untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Dan kelas jarak jauh membuatku lega karena belajar menulis tidak harus datang ke kelas Balebengong, ke Bali, tapi aku bisa dari rumah kost, di Jogja.

Tanpa ragu langsung ku DM Instagram @Balebengong, menanyakan cara gabung, dan akhirnya aku menerima chat whatsApp untuk join WA grup. Di dalam WA grup telah bergabung sejumlah nomor yang aku belum simpan sama sekali. Tidak tau mereka siapa, dari mana. Aku langsung menyapa, aku menyampaikan terima kasih sudah boleh join, memperkenalkan namaku, belum ada yang respon.

Lalu admin WA grup, mbak Valentine nama akunnya dan baru ke ketahui nama panggilannya “mbak Iin” setelah mbak Valentine memperkenalkan diri bagi link masuk ke google hangout untuk kelas ini. Aku coba tes dengan mengklik sebuah link. Tersambung, agak kaget ketika ternyata tersambungnya langsung video call. Hehe.

Agak gak siap, tapi terkondisi. Gak siap karena begitu tersambung langsung terlihat penampilan kamarku yang berantakan dan jemuran bajuku di sekitar kost yang masih tergantung dan belum kering berhari-hari karena mendung hujan. So sorry.. hehe. Ku sapa mbak Iin, dan kita ngobrol apakah sudah clear, suara dan videonya, aku jawab clear dan aman. Lalu aku minta izin untuk nyusul karena kalau kelas dimulai jam 19.00 WITA di Bali, itu berarti pas magrib di Jogja, jam 17.55 WIB.

Aku lanjut sholat margrib, lalu merapikan sedikit kamarku, dan berganti baju yang pas untuk video call. Lalu ku pasang headset untuk menyusul video call grup di hangout, tapi pas cek WA grup, ternyata video call dah selesai, dan akan dimulai lagi jam 20.10 kata salah satu anggota grup. Oke deh. Senang juga ternyata yang “LDR” atau yang ikut kelas jarak jauh, malah lebih banyak orangnya, bukan aku satu-satunya, hehe.

Kemudian pengelola grup WA memberi kesempatan menulis 1 jam, selesai enggak selesai. “Menulis apa,? tanyaku. Tidak ada yang menjawab. Tapi ada peserta lain yang mengaku awam dan juga menanyakan apakah boleh mengarang bebas. Boleh, kata salah satu peserta lainnya. Oke, aku coba nulis sebisaku.

Ku buka laptopku dan mulai menulis apa yang sedang ku pikirkan. Hmm sayangnya aku agak lemas dan lapar, karena seharian belum makan, pulang dari kampus masih sore, sedangkan tempe terong penyet sambel bawang langgananku baru buka pas magrib.

Sumber: Cookpad

Jadi aku memutuskan untuk mengakhiri tulisan ini dulu, akan ku kirim di WA grup kelas menulis sesuai format yang diminta (word atau PDF), dan mau ku tinggal pergi beli makan dulu, soalnya tempe penyetnya laris dan kalau di atas jam 7 malam khawatir kehabisan. Hehe. Iya kalau menu penyetan saya tim penyetan tempe terong sambel, kalau teman-teman tim penyetan apa? 😀

Oke ini sedikit ceritaku yang bisa kutuliskan. Senang jika tulisan ini bisa dikomentarin, dikritik, dan diberi saran. Makasih Balebengong dan teman-teman yang udah menyempatkan baca. Sampai ketemu lagi di sesi Q n A atau baca komen-komen.

Salam hangat dari Jogja, Farah 🙂

Mengapresiasi Warga yang Mau Berbagi Informasi

Perjuangan tiga tuna netra itu berlipat ganda. Tidak hanya berjalan dengan kemampuan melihat yang terbatas (low vision), mereka juga harus menuruni jalan dengan sekitar 1.200 anak tangga. Tidak ada fasilitas inklusif untuk tuna netra seperti mereka. Mereka hanya berpegangan pada pagar pembatas di tengah sebagai penunjuk jalan. Sugihermanto, video blogger (vlogger) dengan satu mata buta, Continue Reading

AJW 2019, Jer Basuki Mawa Desa


Karena desa adalah nyawa.

Maka, Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2019 kali ini menghadirkan tema Jer Basuki Mawa Desa, mengabarkan praktik baik dan inspiratif dari desa. Tahun ini AJW akan diberikan untuk tiga kategori: pewarta warga, media warga, dan pegiat literasi digital.

Bekerja sama dengan Combine Resources Institution (CRI), organisasi non-pemerintah yang fokus pada pengelolaan informasi, tahun ini AJW tidak hanya berfokus pda media jurnalisme warga, tetapi juga media komunitas.

Untuk memudahkan, kami menyebutnya media warga, di mana media jurnalisme warga dan media komunitas, termasuk di dalamnya.

Seperti tiga kali AJW sebelumnya, kami juga akan memberikan apresiasi untuk karya-karya terbaik di media warga, baik di BaleBengong maupun media warga lainnya. Kami menambahkan dua kategori lagi yaitu media warga dan pegiat literasi digital.

Kategori: Pewarta Warga

Syarat dan Ketentuan
1. Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2019 terbuka untuk seluruh warga Indonesia,
2. Peserta terdaftar sebagai kontributor BaleBengong dan atau media-media warga lainnya di seluruh Indonesia,
3. Peserta mengirimkan karya yang dipublikasikan di media tersebut ke email panitia dengan menunjukkan tautan (link) dan identitas peserta,
4. Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya sesuai format yang diikuti,
5. Karya yang dilombakan berupa tiga format yaitu tulisan, video, audio (radio), maupun gabungan dari ketiganya,
6. Karya yang dikirim sesuai tema yaitu terkait praktik baik dan inspiratif dari desa seperti tata kelola pemerintahan, kesukarelawanan, transparansi, pelestarian lingkungan, akses disabilitas, dan lainnya,
7. Keputusan juri untuk semua kategori bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Kriteria Penilaian
1. Orisinalitas karya
2. Kesesuaian dengan tema
3. Sudut pandang
4. Kedalaman karya, dan
5. Gaya bahasa.

Hadiah
• Uang tunai @ Rp 2.500.000 untuk format tulisan, radio, dan video
• Beasiswa pelatihan membuat video di Bali.

Kategori: Media Warga

Syarat dan Ketentuan
1. Terbuka bagi setiap media warga yang berdomisili di wilayah Negara Republik Indonesia,
2. Media diprakarsai dan dikelola secara mandiri oleh kelompok warga non-perusahaan pers (nonprofit), tidak berafiliasi dengan partai politik, maupun pejabat publik,
3. Tidak dibiayai secara terus menerus (permanen) oleh badan atau lembaga di luar kelompok warga, misalnya: pemerintah, perusahaan, LSM, dan partai politik,
4. Memiliki konstituen spesifik seperti, komunitas geografis atau komunitas berbasis isu (misal, isu masyarakat adat, isu lingkungan, dsb.),
5. Berkontribusi terhadap perubahan sosial di komunitasnya,
6. Memiliki produk jurnalistik yang dipublikasikan melalui media daring (dan non daring tergantung aksesibilitas),
7. Aktif memproduksi informasi dalam satu tahun terakhir,
8. Menunjukkan minimal 1 produk jurnalistik yang dinilai telah membawa perubahan bagi komunitasnya. Karya dapat berupa tulisan, video, foto, dan ilustrasi (komik, infografis, dll).

Hadiah
• Uang tunai @ Rp 2.500.000 untuk kategori media daring, cetak, dan radio,
• Beasiswa pelatihan membuat video di Bali.

Kategori: Pegiat Literasi Digital

Syarat dan Ketentuan:
1. Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2019 terbuka untuk seluruh warga Indonesia. Kategori Pegiat Literasi Digital adalah individu atau komunitas yang mendorong perubahan aktif dan memadukan penggunaan media daring (online) dan aktivitas luring (offline),
2. Warga mendaftarkan diri atau didaftarkan sebagai Pegiat Literasi Digital inspiratif dengan mengirimkan form berikut (Google Form),
3. Perubahan aktif ini terkait praktik baik dan inspiratif dari desa, atau menyebarkan literasi digital yang dilakukan atau digaungkan melalui media daring (online) seperti media sosial, blog, dan lainnya,
4. Keputusan juri untuk semua kategori bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Hadiah
• Uang tunai @ Rp 2.500.000
• Beasiswa pelatihan membuat video di Bali.

Tenggat
Karya atau nomine dikirimkan paling lambat 20 Mei 2019 ke email: kabar@balebengong.id dan redaksi@combine.or.id dengan melampirkan bukti identitas pengirim.

The post AJW 2019, Jer Basuki Mawa Desa appeared first on BaleBengong.

Pelatihan untuk Difabel, Sembilan Tahun Berselang

Perlu upaya ekstra bagi Era untuk mengetik di komputer. Tak hanya karena dia terlihat berpikir keras untuk menemukan kata-kata yang hendak dia ceritakan, tetapi juga karena jari-jarinya memang cacat. Gadis 20an tahun itu hanya mengetik dengan kedua ibu jari. Ruas masing-masing jari di tangan kanan dan kiri Era hanya setengah. Bagian bawah saja. Bagian atasnya Continue Reading

Ini Dia Beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga 2018

Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) kali ini datang berbeda.

Pada tahun ini AJW dilakukan melalui kolaborasi dengan CI Indonesia, WWF Indonesia, Yayasan Kalimajari, dan Mongabay Indonesia. Bentuknya dengan memberikan beasiswa liputan kepada kontributor BaleBengong untuk melakukan liputan mendalam bertema “Mendengar Kabar dari Akar”. Tema ini tentang kabar-kabar baik pemberdayaan di akar rumput .

Sub Tema
• Petani kakao lestari Jembrana menembus manisnya pasar dunia
• Nyegara gunung melestarikan lingkungan gunung dan perairan di Karangasem
• Signing Blue demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Bali
• Kesiapan tanggap bencana warga di Pulau Dewata

Caranya
• Peserta adalah kontributor BaleBengong. Silakan mendaftar di tautan berikut jika belum terdaftar sebagai kontributor,
• Peserta mengirimkan usulan liputan mendalam tentang salah satu dari sub tema dengan mengisi formulir yang disediakan panitia,
• Peserta melampirkan usulan liputan, fotokopi identitas diri, dan bukti tulisan yang pernah dimuat di media, termasuk blog pribadi,
• Liputan bisa dilakukan secara pribadi ataupun oleh tim dengan anggota maksimal tiga orang,
• Batas akhir pengiriman usulan liputan mendalam adalah 10 September 2018 pukul 24.00 WITA,
• Panitia akan menyeleksi usulan liputan mendalam berdasarkan kesesuaian topik, fokus, dan contoh karya.

Semua berkas persyaratan dikirimkan dalam bentuk digital (format pdf, doc, atau odt) ke alamat surel kabar@balebengong.id.

Dukungan
Lima usulan terbaik akan mendapatkan:
• Beasiswa liputan masing-masing sebesar Rp 2,5 juta untuk memproduksi laporan mendalam dalam bentuk multiplatform (kombinasi tulisan, foto, video pendek, dan audio)
• Pendampingan selama proses produksi karya.

Tentang Anugerah Jurnalisme Warga
AJW merupakan agenda tahunan media jurnalisme warga BaleBengong untuk mengapresiasi para pewarta warga. Sebagai salah satu pelopor media jurnalisme warga di Indonesia, BaleBengong berkomitmen untuk menghadirkan kabar-kabar dari akar rumput, dengan sudut pandang warga-warga biasa.

Informasi Lebih Lanjut
Surel: kabar@balebengong.id
Twitter/Instagram: @BaleBengong
Facebook Page: /BaleBengong.id
Narahubung: Iin Valentine (+62 857-3803-5151)

The post Ini Dia Beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga 2018 appeared first on BaleBengong.