Tag Archives: janin

Ini Risiko Yang Bisa Terjadi Bila Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Kerap mendengar celotehan teman saat menghadiri resepsi pernikahan. Mumpung masih muda, nanti hamilnya sekalian saja biar sekali capeknya. Mungkin maksud dari celotehan ini adalah jarak kehamilan gak usah jauh jauh agar sekalian saja capek hamil dan melahirkan.

Kalau dilihat dari sisi awam sih memang bagus. Hamil anak pertama dan kedua bisa dilakukan saat usia masih muda. Pun nanti anak kedua selisih usianya gak terlalu jauh dengan kakaknya sehingga bisa menjadi teman bermain yang pas.

Tapi bagimana bila dipandang dari sisi kesehatan? Ternyata jarak kehamilan yang terlalu dekat memiliki beberapa risiko medis yang bisa dialami oleh janin yang ada dalam kandungan. Risiko medis itu antara lain:

  • Kelahiran prematur
  • Lepasnya plasenta dari dinding rahim
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Kelainan bawaan pada janin
  • Berisiko menderita penyakit schizoprenia

Risiko medis diatas makin meningkat bila jarak kehamilan kurang dari 12 bulan.

Lalu berapa sih jarak kehamilan yang ideal?

Menurut studi yang saya baca, jarak kehamilan yang ideal adalah antar 18 sampai 24 bulan, tapi usahakan kurang dari 5 tahun. Mengapa? Karena jarak kehamilan yang terlalu jauh juga memiliki konsekuensi medis yang lain.

 

Anemia Pada Kehamilan

Salah satu masalah kesehatan yang kerap melanda ibu hamil adalah anemia terutama anemia akibat kekurangan zat besi. Disebut anemia jika jumlah sel darah merah kurang dari normal sehingga organ tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

Mengapa ibu hamil rentan mengalami anemia kekurangan zat besi?

Tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, protein pada sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen. Saat hamil, wanita membutuhkan zat besi dua kali lipat lebih banyak bila dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Mengapa? Karena saat hamil, tubuh seorang wanita juga harus mengirimkan oksigen ke janin yang ada di dalam kandugan. Jika ibu hamil kekurangan zat besi maka ibu tersebut berisiko menderita anemia akibat kekurangan zat besi.

Apa dampak anemia kekurangan zat besi bagi janin di dalam kandungan?

Anemia berat yang terjadi saat kehamilan berisiko menyebabkan kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah dan depresi pasca kehamilan. Beberapa studi bahkan menyebutkan bayi berisiko mengalami kematian sebelum atau setelah kelahiran.

Apa saja faktor risiko yang menyebabkan anemia kekurangan zat besi saat hamil?

Ibu hamil berisiko tinggi mengalami anemia kekurangan zat besi bila:

  • Jarak kehamilan yang terlalu dekat.

  • Kehamilan kembar

  • Muntah muntah hebat saat hamil muda

  • Tidak mengonsumsi zat besi yang cukup

  • Haid yang berlebihan saat sebelum hamil

  • Memiliki riwayat anemia sebelum hamil

Apa saja gejala anemia kekurangan zat besi saat kehamilan?

Berikut gejala anemia kekurangan zat besi yang bisa dialami oleh wanita hamil:

  • Lesu

  • Lemah

  • Pucat atau kekuningan pada kulit

  • Denyut nadi yang tidak beraturan

  • Nafas pendek

  • Pusing

  • Nyeri  dada

  • Kaki dan tangan dingin

  • Sakit kepala

Harap dicatat, gejala anemia kadang mirip dengan gejala kehamilan secara umum sehingga untuk memastikan harus dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darah. Bila mengalami gejala diatas atau masih ragu ragu apakah saat ini menderita anemia atau tidak, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga:  Tetap Sehat Selama Kehamilan

Bagaimana cara mencegah anemia kekurangan zat besi saat hamil?

Umumnya vitamin ibu hamil telah mengandung zat besi. Minum vitamin ini selama kehamilan dapat membantu mencegah terjadinya anemia kekurangan zat besi.  Saat hamil, seorang ibu membutuhkan 27 miligram zat besi setiap hari.

Zat besi juga bisa diperoleh dari makanan. Makanan yang kaya dengan zat besi antara lain daging merah tanpa lemak, unggas dan ikan. Makanan lain yang kaya dengan zat besi antara lain sereal yang diperkaya, buncis, sayuran hijau gelap dan kacang kacangan.

Zat besi yang berasal dari hewan lebih mudah diserap oleh tubuh. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh, makanan atau suplemen zat besi bisa dikonsumsi berbarengan dengan minuman yang kaya Vitamin C misalnya jus jeruk, jus tomat atau jus stroberi.

Bagaimana mengobati anemia kekurangan zat besi saat hamil?

Jika ibu hamil telah mengonsumsi vitamin yang mengandung zat besi tetapi tetap mengalami anemia maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab anemianya. Kadang penanganan anemia yang seperti ini membutuhkan konsultasi ke dokter spesialis darah (hematologi).

Bahayakah Berhubungan Intim Saat Hamil?

Selamat siang dok,dok mau konsultan jika berhubungan intim saat usia kehamilan 2 bulan bahaya engga? Berhubungan seksual merupakan salah satu aktivitas pokok yang dilakukan pasangan suami istri. Selain untuk memperoleh keturunan, hubungan seksual juga penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Ini Dia Risiko Melahirkan Normal

Dibandingkan dengan operasi seksio sesaria atau operasi sesar, melahirkan secara normal memang lebih sedikit risiko komplikasi yang terjadi baik bagi ibu maupun janin. Bahkan sebagian besar ibu yang melahirkan normal sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa beberapa saat setelah melahirkan. Meskipun demikian, bukan berarti melahirkan normal tidak menimbulkan risiko baik bagi ibu maupun bayinya. Berikut […]

Faktor Risiko Kehamilan Di Luar Kandungan

Kehamilan di luar kandungan atau dalam istilah medis disebut kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi tumbuh dan berkembang di luar rahim. Pada kehamilan tipe ini, janin tidak berkembang secara normal dan pada umumnya gagal bertahan hidup.

Menurut U.S. National Library of Medicine, berikut adalah beberapa faktor risiko kehamilan di luar kandungan:

  • Adanya jaringan parut dan atau infeksi pada saluran tuba.
  • Penyakit radang panggul.
  • Endometriosis.
  • Jaringan parut saat pembedahan pada panggul.
  • Komplikasi dari radang usus buntu yang pecah.
  • Gangguan janin yang menyebabkan saluran tuba rusak.
  • Hamil saat berusia lebih dari 35 tahun.
  • Memiliki banyak partner seksual.
  • Pada kasus yang jarang, hamil saat menggunakan IUD.