Tag Archives: jalan-jalan

Rencana Perjalanan ke Kuala Lumpur Malaysia

Saya punya cita-cita keliling dunia. Berkunjung ke kota-kota besar ataupun kecil di seluruh dunia. Bisa menetap lama atau sekadar short trip. Tujuannya untuk berbisnis dan berbagi. Ada benarnya memulai menuliskannya di tujuan yang paling dekat dulu, Malaysia. Ini rencana impian ya. Kuala Lumpur (KL) tujuan pertamanya. Akses dari bandara ke jantung Kuala Lumpur ternyata mudah, cukup naik kereta cepat yang disediakan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Ekspres. Cukup cek KLIA ekspres schedule dan bisa booking di sana.

KLIA Ekspres

Menurut informasi di Traveloka, waktu tempuhnya cuma kurang dari 30 menit dengan biaya RM48. Waw! Frekwensi keberangkatan tiap 15 hingga 30 menit. Kalo di Jakarta, saya pernah rasakan naik kereta bandara PP. Waktu itu diundang oleh Google Indonesia dalam rangkaian program Gapura Digital. Mungkin sensasinya sama ya namun nanti di KL harus mencobanya!

Istri saya pernah ke KL bersama teman nya. Pernah pula mengajak saya namun saya tolak dengan halus. Saya pribadi punya prinsip. Sebelum menginjak ke tanah suci, saya pantang untuk bepergian keluar negeri. Berhubung Allah sudah mengabulkan, maka kesempatan untuk traveling ke seluruh dunia terbuka! Alhamdulillah, terima kasih ya Allah!

Baik, apa saja rencana saya jika diizinkan oleh Allah untuk berbisnis dan berbagi di KL ataupun belahan lain di Malaysia?

Untuk bisnis saat ini, saya punya brand BOC Indonesia, BOC Digital, DONGKRAK Academy. Semuanya bergerak di bidang digital marketing. Tentunya ingin punya bisnis atau produk yang bisa membuat saya keliling dunia. Entah yang berkaitan dengan digital marketing ataupun produk consumer good lainnya. Semoga saja melalui tulisan ini Allah memberikan jawabannya. Amin.

Strategi untuk bisnis, saya akan bertemu dengan calon partner yang bisa diajak kerjasama. Tujuannya produk/bisnis yang saya bawa bisa ekspansi ke Malaysia.

Strategi untuk berbagi, saya berupaya membagikan keilmuan dan pengalaman saya kepada saudara-saudara Indonesia disana. Entah itu TKI ataupun mahasiswa Indonesia yang kuliah disana. Rugi jika pengalaman jadi pembicara internet marketing tidak dibagikan kepada sesama. Ya kan?

Trus, jalan-jalan nya gimana? Ya, harus dong. Saya coba cari informasi tempat-tempat yang menarik diseputaran KL.

Menara PETRONAS Kuala Lumpur

Menara Kembar PETRONAS! Kayaknya ikon KL ya gedung kembar ini yak. Semua orang ataupun teman-teman yang berkunjung ke KL pasti selfie disini. Jadi pengen hahaha. Kabarnya dalam gedung sana ada mall dan biskopnya. Pengen juga menjelajahi gedung-gedung disana.

Bukit Bintang Kuala Lumpur

Bukit Bintang! Menurut informasi, ini lokasi kuliner untuk makan siang. Aneka kuliner nya bakal membuat hati ini tergoda dan ketagihan. Selain kuliner, daerah itu juga banyak tempat-tempat perbelanjaan. Mungkin untuk oleh-oleh ya. Oke, nanti kesana ya.

Jembatan Putrajaya Kuala Lumpur

Jembatan Putrajaya Malaysia! Kabarnya pusat pemerintahan Malaysia ada di area bernama Putrajaya. Jadi pengen ngerti. Waktu berkunjung yang enak di waktu malam hari. Biar bisa melihat lampu-lampu warna-warni.

Taman Burung Kuala Lumpur

Taman Burung Kuala Lumpur! Saya tinggal di Denpasar – Bali dan pernah ke Bali Bird Park. Ini KL punya taman burung. Coba merasakan beda nya dengan Bali ya. Kabarnya taman burung KL ini punya 3000 spesies. Waw! Ada pula atraksinya selama di area tersebut.

Tower Kuala Lumpur

Menara Kuala Lumpur (KL Tower)! Tower berketinggian 420 meter! Kabarnya ada wahana berjalan diatas kaca atau di tepi gedung. Pasti mrinding! Di tower ini bisa melihat kota KL dengan sudut pandang 360 derajat. Ada pula restoran diatas sana. Wokeh! Saya akan kesana!

Jalan Alor Kuala Lumpur

Jalan ALOR Malaysia! Surganya pecinta kuliner. Gitu katanya! Cocok nya berkunjung kesana bila malam tiba. Suguhannya ada aneka makanan ringan, cemilan, makanan berat dengan citarasa menggoda.

Masjid Nasional Kuala Lumpur Malaysia

Masjid Nasional Malaysia! Saya ingin sholat disana. Merasakan aura masjid di negeri jiran. Kabarnya punya desain interior yang bikin mrinding! Kabarnya bisa juga menambah wawasan tentang Islam di masjid tersebut.

Aquaria KLCC Kuala Lumpur

Aquaria KLCC! Wahana aquarium raksasa yang bisa dilihat dari lorong kaca. Akan melihat beragam aneka ikan disana. Kabarnya koleksi ikan dalam aquarium cukup atraktif. Ada sekitar 150 biota laut yang terdiri dari 5000 spesies. Edun!

Batu Caves Kuala Lumpur

Batu Caves! Tempat suci bagi umat Hindu. Kabarnya punya anak tangga yang panjang dan melelahkan. Ada pula patung tinggi yang bisa jadi backround berfoto. Banyak monyet juga. Wah sama dong seperti di Sangeh Bali hehehe.

Mungkin itu dulu rencana saya dalam kunjungan ke KL nantinya. Kalaupun pas disana diberitahu ada tempat yang menarik, ya kenapa tidak. I’m ready! Semoga Allah mengabulkan dan mempermudah rencana ini. Amin.

Google Indonesia, Mabes Polri dan PSK

Untuk yang ketiga saya ke kantor Google Indonesia di Jakarta. Kali ini untuk dapatkan materi modul tambahan program Gapura Digital plus program Women Will. Kunjungan pertama lalu untuk traning, kedua untuk selebrasi hari UKM Indonesia. Google harus laporan ke pemerintah hehehe.

Para perwakilan fasilitator daerah di seluruh Indonesia diinapkan oleh Google Indonesia selama 3 hari di Whiz Hotel Falatehan, Blok M, Jakarta. Ternyata daerah sekitar situ tempat mangkal nya para PSK nok hahaha. Tahunya pagi selepas Subuhan saya olah raga mengitari jalanan situ. Eh dihadang wanita seksi dandan nya menor sambil bilang, “Mau kemana mas? Main yuk sama saya?” Saya cuma senyum sambil jalan menghindari dia. Mrinding! Iman dan Imron Alhamdulillah terjaga!

Mondar-mandir selama 3 hari di daerah situ akhirnya tahu banyak PSK ngumpul, nongkrong dan transaksi disepanjang jalanan Falatehan. Di area sekitar hotel ternyata ada bar dan club malam nya lho. Pantes PSK betah.

Keberadaan mereka akhirnya jadi terasa biasa saja ketika tahu hal luar biasa yaitu adanya Mabes POLRI yang dekat dengan area mangkal para PSK. Wow … Spechless.

Cerita-cerita ‘liar’ tentang mereka saya dapatkan dari security hotel, sopir grab/gocar/taxi dan beberapa pedagang kaki lima disitu. Valid ya.

Ini nulis soal Google Gapura Digital kok paragraf pembukanya dah mesum ya hahaha. Ya begitulah realita yang saya alami. Mrinding saja melihat keakraban mereka, Mabes POLRI, PSK dan club malam πŸ™‚ Santun Cyn!

* Pemekaran Modul Gapura Digital dan Women Will

Gapura Digital adalah program Google untuk mendukung UMKM Indonesia memajukan bisnis nya secara online. Ada 14 kota di Indonesia yang merasakan program mulia ini. Saya tergabung di fasilitator Gapura Digital Bali hampir hmm 3 tahunan.

Kemudian, ada program Google lain bernama Women Will, adalah program pelatihan yang digagas oleh Google dengan tujuan untuk mendukung para pemilik UKM, khususnya kaum wanita agar dapat berkarya dengan bantuan teknologi masa kini. Women Will pun mengcover 14 kota di Indonesia.

Para perwakilan fasilitator dari seluruh Indonesia diundang ke Google Indonesia untuk mendapatkan tambahan dan refreshing modul. Saya mengikuti acara ini 29-31 Januari 2019, setelah selesai mengikuti event Pesta Wirausaha 2019. Total hampir lebih dari seminggu di Jakarta!

Modul-modul baru Gapura Digital dan Women Will yang akan jadi pencerahan ilmu untuk UMKM Indonesia adalah:

Gapura Digital
Modul 1 – Panduan Dunia Online
Modul 2 – Google Bisnisku
Modul 3 – Tips Membuat Situs Bisnis yang Efektif
Modul 4 – Cara Mudah Membuat Website Untuk Bisnis Anda
Modul 5 – Konten Marketing & Copywriting Untuk Bisnis Anda
Modul 6 – Membangun Merek Dengan Video
Modul 7 – Cara Mengelola Keberadaan Anda Secara Online
Modul 8 – Dasar-Dasar Google Ads

Women Will
Modul 1 – Kisah sukses dan tips untuk wirausaha wanita
Modul 2 – Melatih Kemampuan Berkomunikasi
Modul 3 – Manfaat Email dan Kalender Untuk Usahamu
Modul 4 – Merencanakan Pemasaran Digital
Modul 5 – Keterampilan Bisnis yang Penting untuk Mengembangkan Bisnis Anda

Fasilitator yang hadir harus mampu melahap semua materi tersebut. Tersampaikan oleh Bapak Andy Santoso dan team Google Indonesia di meeting room kantor Google Indonesia lantai 45 di bilangan SCBD, Jakarta. Nantinya materi itu akan dibawa ke daerah untuk disampaikan ulang ke para fasilitator daerah.

Saya akan tuliskan terpisah tentang Train The Trainer (TTT) yang saya bawakan untuk fasilitator Gapura Digital dan Women Will di Bali.

* GRATIS untuk UMKM Indonesia!

Gapura Digital dan Women Will ini program tidak dipungut biaya alias gratis untuk peserta nya yaitu para UMKM Indonesia. Semua modul-modul diatas yang terdesain untuk terampil di dunia online dan terampil berbisnis tersampaikan oleh para fasilitator kepada UMKM Indonesia secara GRATIS!

Fasilitator yang mengikuti program ini bersifat sukarelawan (volunteerism). Hampir 30 an orang fasilitator di Bali yang mendapatkan giliran untuk mengajar. Baik itu di kelas reguler dan kelas khusus/partnership.

Kelas reguler terjadi pada hari Sabtu dan Minggu di Hotel Grand Mirah, Jl. Kaliasem, Denpasar. Sedangkan kelas khusus adalah kerjasama dengan pihak-pihak lain yang mengundang Gapura Digital.

Saya pernah rasakan kelas partnership ini. Ketika membersamai Sampoerna dan GO-JEK.

Terima kasih bisa membersamai program mulia ini. InshaAllah saya punya jawaban dalam mempertanggungjawabkan waktu hidup di dunia ini di depan Allah SWT nantinya πŸ™‚

 

Tol Pedesa’an Bergoyang Mrinding Disco!

Jalur tol pedesaan yang geyol badan ala mrinding disco mengundang encok pegel linu. Kondisi jalanan itu tervideokan dari jalur Desa Ketro (Pacitan) ke Desa Mrayan (Ponorogo).

Jalur itu bisanya saya lalui untuk pulang kampung di Desa Wonosobo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Masih di Indonesia kok. Presiden nya Pak Joko Widodo. Masih wilayahnya Bu Khofifah Indar Parawansa dan Pak Emil E. Dardak di Jawa Timur.

Sampai kapan ya jalur itu diperbaiki pemerintah? Jalur itu juga dipakai oleh orang tua saya untuk berobat. Dari rumah ke Ponorogo. Tak terbayang gimana rasa sakitnya orang tua saya ketika melewati jalur itu. Namun pada akhirnya Ibu saya meninggal.

Jalur tol itu mayoritas rusak. Masuk wilayah administratif Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ponorogo. Salah satu jalur backbone perekonomian di Jawa Timur dan sekitarnya. Ya, hasil bumi (Sumber Daya Alam – SDA) dari pedesaan butuh jalur distribusi yaitu jalanan agar berpindah dari sumber nya ke konsumen.

Btw kenapa saya sebut tol (pedesaan)? Karena untuk masuk tol kan harus bayar, sedangkan tol di pedesaan juga masyarakatnya sudah bayar. Bayar dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tol di kota dan di desa sama saja, cuma beda metode pembayarannya πŸ˜€

Saya pernah ke Saudi Arabia. Negaranya tandus. Namun jalanan nya lebar dan mulus seperti tol-tol yang dibangun di Indonesia. Jalanan disana gratis. Konon biayanya ditanggung negara dari hasil SDA nya. Keren ya. So, SDA di Indonesia nasib nya gimana ya? Dipakai apa saja?

Pedesaan dan pegunungannya sepertinya kaya sekali potensinya. Namun saya lihat nggak ada kemajuannya. Tanamannya gitu-gitu aja ketela, singkong, tanpa keju hehehe. Keju hanya dikota-kota. Katanya import dari New Zealand.

Lama kelamaan kayaknya kita ini memunggungi desa dan acuhkan SDA nya pegunungan di Indonesia. Lebih bagus mana impact nya tol perkotaan (antar provinsi) atau tol pedesaan ya Pak? Mungkin akibat tol desa yang gitu-gitu aja (rusaknya), warga pedesaan itu kecapek’an. Ingin nya cerdas namun capek dijalan. Ingin nya pintar tapi makan nya nasi tiwul (singkong). Mohon koreksi saya jika salah ya Pak Presiden!

Moyang saya dari pedesaan dan saya berusaha untuk jadi cerdas dan pintar πŸ™‚ masyarakat nya pun mendapatkan keadilan dan kemakmuran.

Mengintip Matahari Terbit Lalu Mendaki Bromo

Ini cerita lanjutan tentang liburan akhir tahun lalu. Setelah sempat tertunda karena telanjur lupa atau pura-pura sibuk mengerjakan yang lain, mari lanjutkan lagi ceritanya. Kali ini tentang lokasi kedua, Bromo. Sebelumnya aku sudah dua kali ke Bromo. Pertama kali sendirian. Hanya jalan-jalan setelah ada acara di Bondowoso. Kedua kali sama Bunda dan dua teman lain Continue Reading

Habis Blusukan Lalu Ngopi di Jember

Kafe Kolong memberikan kejutan pada malam terakhir di Jember. Semula aku pikir tempat ini hanya serupa tempat nongkrong dengan banyak warung kopi. Serupa angkringan atau lesehan begitu. Namun, begitu tiba di sana, ternyata aku salah. Kafe Kolong melebihi apa yang aku bayangkan. Merujuk namanya, Kafe Kolong memang berada di kolong jembatan. Lokasinya di tengah kota. Continue Reading