Tag Archives: jalan-jalan

Menjajal Taxi Mercedes Benz!

Naik taxi mah sudah biasa ya. Namun saya pernah menjajal keluar dari zona biasa itu untuk rasakan taxi dengan jenis kendaraan yang tak biasa. Saya jajal taxi sedan jenis Mercedes Benz!, milik si Blue Bird yang posisi parkir di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Saya lupa nama hotel nya, dan ternyata jika posisi di airport bisa order online gunakan golden bird reservation lho.

Taxi Mercedez Benz Silver Bird

Ketika jajal taxi Mercedes Benz karena teman saya Saat Prihartono tidak bisa antar dari Mega Kuningan, Jakarta ke hotel saya di kawasan Blok M. Diturunkan di hotel berbintang dan disana standby 2 taxi. Blue bird dan Express. Beda dua taxi itu adalah Blue Bird Mercy dan Express pakai Vios. Ah Mercy aja! Biar ada pengalaman hidup naik taxi Mercedes Benz hehehe.

Saya harus di Jakarta dalam rangkaian program Google Gapura Digital yang telah terselenggara di 14 kota di Indonesia. Sebagai wakil dari Bali, saya akan menerima modul baru dari Google Indonesia yang nantinya akan tersampaikan ke para fasilitator di Bali melalui acara Train The Trainer selama 2 hari. Modul itu untuk fasilitator program Gapura Digital dan WomenWill.

Waktu itu hari akhir di kantor Google Indonesia pada 30 Januari 2019. Saya bersama wakil fasilitator dari 14 kota menerima materi akhir dari pagi sampai sore. Selanjutnya dijemput teman kuliah di Universitas Udayana untuk kumpul bersama makan malam. Ceritanya reunian lah antara saya, Saat Prihartono dan Reza Hendrawan.

Kembali ke Mercy tadi ya.

Ketika saya keluar dari Pulau Bali, rasanya juga jalan-jalan. Padahal di Bali tempatnya jalan-jalan kan? Hehehe. Saya sudah tinggal lebih dari 20 tahun di Bali dan sepertinya sudah biasa dengan destinasi wisata disana. Maka ketika bertugas keluar Bali saya gunakan sebaik-baiknya memberikan makna something different untuk pengalaman hidup ini. Ya termasuk jajal taxi Mercedes Benz itu.

Maka saya nikmati betul ketika berada dalam taxi Mercy tadi. Kursinya empuk dan jarak lutut saya masih jauh dengan kursi depan. Maklumlah saya kan 181 cm tingginya. Mercy nya kedap suara alias senyap. AC dingin dan driver nya santun. Artinya dia akan menjawab jika saya ajak bicara. Klo obrolan selesai ya senyap lagi. Dasar saya tidak terbiasa senyap maka banyak tanya. Driver nya sudah berumur dan rupanya pensiunan TNI. Waaaw! Mrinding!

Kenyamanan dan pengalaman naik taxi Mercy tadi sepertinya perlu diulang kembali deh. Apalagi setelah tahu si Blue Bird punya divisi Golden Bird yang siap standby di bandara-bandara kota besar di Indonesia. Saya cek di Ngurah Rai Airport ada! Bisa transfer dari bandara ke rumah nih. Trus, jenis mobil nya tidak hanya Mercedez Benz melainkan yang premium ada Alphard dan Camry. Klo mau standard ya bisa pake Avanza dan Innova.

Selain di Bali, Golden Bird juga ada di Medan, Yogyakarta, Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Lombok, Solo, dan Manado. Wuah klo Lombok jadi ingat Mas Amir Muslim, sahabat rasa saudara yang jadi kepala Blue Bird nya sana. Mungkin bisa dapat voucher atau diskon dari dia hahaha.

Klo ditanya kenapa pilih Golden Bird? Ternyata layanannya 24 jam!, dengan waktu penjemputan yang fleksibel dari pelanggannya. Trus driver nya bisa menunggu klo pelanggannya kena delay penerbangan. Tanpa harus antri di airport, bisa antarkan pelanggannya ke rumah atau kemana aja. Begitupula bisa menjemput pelanggannya untuk ke airport.

Well, bakal masuk ke daftar eksekusi traveling nih.

MUKERNAS 6.0 TDA #LOMBOKBANGKIT

MUKERNAS, Musyawarah Kerja Nasional 6.0 Komunitas Wirausaha TDA (Tangan DiAtas) periode kepengurusan Presiden TDA 6.0 Donny Kris Puriyono berlangsung 28 – 30 Agustus 2019 di Hotel Puri Indah, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Presiden TDA 6.0 Donny Kris Puriyono

Pemilihan lokasi MUKERNAS tidak lepas dari kepedulian TDA sebagai salah satu upaya recovery pasca bencana bagi masyarakat Lombok. Gunakan hashtag #LombokBangkit, TDA ingin berkontribusi positif untuk Lombok. Teman-teman TDA Mataram sebagai panitia lokal MUKERNAS mempersiapkan kegiatan tersebut dengan sangat ciamik! Kolaborasi dengan panitia pusat menghadirkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka MUKERNAS. Demikian hal kegiatan sosial juga terselenggara dengan membagikan 1000 paket sekolah untuk anak-anak terdampak gempa Lombok. Mrinding!

MUKERNAS 6.0 TDA dihadiri oleh 245+ delegasi, mewakili 11.457 Anggota TDA yang terdaftar dalam aplikasi TDA Passport. Dari unsur Board of Directors (BOD), Majelis Wali Amanah (MWA), Pengurus atau dalam istilah TDA disebut sebagai “Pelayan” dari 5 Negara dimana TDA tersebar, 15 TDA Wilayah dan 90 TDA Daerah se Indonesia.

TDA Bali Goes To Lombok

TDA Bali sendiri sebagai bagian dari TDA pernah jadi tuan rumah MUKERNAS 5.0 pada tahun 2017. Perbedaan yang saya rasakan dengan MUKERNAS 6.0 adalah adanya acara pembukaan oleh pejabat pemerintahan setempat yaitu Gubernur NTB. Kemeriahan ditambah dengan live music dimana anggota TDA bisa partisipasi bernyanyi.

MUKERNAS 6.0 TDA di Ballroom Hotel Puri Indah, Mataram

Lokasi pembukaan berbeda tempat dengan ruangan ballroom MUKERNAS yaitu terselenggara di area kolam renang yang punya halaman luas. Mrinding! Ruangan pameran nya luas juga. Wow pokok nya. Selamat TDA Mataram! Kalian buat MUKERNAS yang spesial.

Para pengurus dan anggota TDA Bali yang berangkat ke MUKERNAS 6.0 diantara nya saya, Mas Sidik (Ketua TDA Bali), Mas Eko, Bu Yani, Bu Eka dan putra nya Paul, Mbok Putu Cita, Mbak Lidia, Desu, Bli Yusa, Pak Nizar, Pak Anton, Kang Fajar (Ketua TDA Bali 1.0), Pak Hendro, Mas Fatkur, Mas Didien, dan Mas Khairul. Jadi ada 17 orang dari TDA Bali membersamai MUKERNAS 6.0 TDA di Mataram. Saya sudah lengser dari Ketua TDA Bali, lantas dalam kapasitas apa berangkat ke MUKERNAS? Saya ternyata ditarik jadi anggota TDA Wilayah Bali Nusra dimana Pak Bambang dari TDA Mataram sebagai ketua wilayah nya.

Delegasi TDA Bali di MUKERNAS 6.0 TDA

Agenda MUKERNAS 6.0

MUKERNAS ini dijadikan ajang penyampaian program-program kerja yang diawali dengan pemaparan visi kepengurusan oleh Presiden 6.0 : Donny Kris Puriyono. Sam DK panggilan akrabnya menginginkan TDA melaksanakan narasi besar bertema KolaborAksi Untuk Negeri. Jadikan TDA sebagai pusat literasi kewirausahaan melalui konten-konten digital. Makanya ada channel TDA TV di Youtube. Demikian pula konten-konten kewirausahaan lebih detail akan termuat dalam aplikasi TDA Passport. Didalamnya juga akan ada gerakan #beliTDA dimana para anggota nya jadikan aplikasi itu sebagai marketplace, penanda lokasi usaha, buat meeting, dll. Ciamik deh aplikasi ini.

Sam DK juga menantang para anggotanya untuk mencipta konten positif, karena sejatinya everybody is content creator. Terkhusus untuk berkontribusi bagi masyarakat Lombok, Sam DK berpesan untuk ciptakan konten yang bertemakan #lombokbangkit dan #kolaboraksiuntuknegeri, dan sebarkan melalui jagat media sosial. Agar semua tahu bahwa pulau Lombok sudah layak dikunjungi sebagai salah satu destinasi wisata andalan Indonesia.

Saya pun sesuai kemampuan membuat konten video dan foto yang terunggah di FB, IG dan Youtube dengan hashtag yang disampaikan oleh Sam DK. Disela-sela MUKERNAS, ada beberapa anggota TDA yang diminta untuk mengisi konten bagi channel TDA TV. Salah satunya saya yang bicara tentang Menjadi top 10 di Google. Ternyata bicara didepan kamera tidak semudah bicara di panggung hehehe.

Presentasi dan diskusi program juga dilakukan oleh Sekretaris Umum Wisnu Sakti Dewobroto, Bendahara Umum Ibrahim M. Bafagih dan para BOD (Board of Director) dari Direktorat Pengawasan & Kepatuhan Lutfiel Hakim, Direktorat Pelayanan Keanggotaan Daeng Faqih, Direktorat Marketing & Komunikasi Rawi Wahyudi, Direktorat Edukasi & Peningkatan Kapasitas Anggota : Rizki Rahmadianti, Direktorat Program Khusus Wahyu Agus Ariadi, Direktorat Penggalangan Sumberdaya & Kerjasama Yeti Riyadi, Direktorat Pengembangan Wilayah Roskar, Direktorat Badan Usaha Abraham Syah, Direktorat Kebijakan Publik Rudi Sahputra, Direktorat Urusan Luar Negeri Teguh Atmajaya dan Direktorat Pesta Wirausaha Deliyana Oktaviani. Ya ada 11 direktorat di kepengurusan TDA pusat. Masing-masing punya staf khusus juga yang diperkenalkan oleh para direktur nya.

#LOMBOKBANGKIT

Tidak lanjuti arahan dari Sam DK, kami rombongan TDA Bali lakukan kunjungan wisata di sekiataran Mataram untuk mencipta konten positif dan mengabarkan bahwa Pulau Lombok sudah move on. Saya juga melihat beberapa delegasi TDA dari seluruh Indonesia juga lakukan kunjungan wisata di Pulau Lombok.

TDA di Pantai Kuta Mandalika Lombok

Saya yang satu rombongan dengan Pak Ketua TDA Bali berkunjung ke Pantai Seger dan Kuta Mandalika. Kami bertemu dengan para delegasi dari TDA daerah lain. Sempat membuat konten juga disana. Ini video nya:

Kami dari TDA Bali berangkat ke Lombok hari selasa 27 Agustus 2019 pukul 22.00 WITA. Menyeberang dari pelabuhan Padang Baik ke Lembar, Lombok selama 6 jam. Berlabuh disana pukul 06.30 WITA pada hari rabu 28 Agustus 2019.

Selanjutnya menuju ke Pantai Pandanan daerah utara nya Senggigi untuk bergabung dengan rombongan bermobil Sam DK. Pada pukul 11.00 WITA rombongan kurang lebih 8 mobil konvoi bersama menuju Hotel Puri Indah Mataram.

Kekuatan Afirmasi Menolak Tidur

Sebenarnya setelah checkin hotel dan mandi, saya capek luar biasa mengingat cuma tidur 3 jam saja di kapal penyeberangan. Setelah mandi, pikiran ini saya berikan kalimat motivasi gini, “Hendra! Rugi besar kalau kamu ke MUKERNAS cuma untuk menuruti nafsu tidur. Keluarlah dari kamar dan yakin kamu dapat rejeki di arena MUKERNAS.

Ah benar saja, setelah mengikuti sesi sharing dengan Mas Witjaksono saya bertemu Mas Khairul dan Mas Ricky (TDA Mataram). Saya bilang lapar belum makan siang ke mereka. Atas skenario Allah SWT, Mas Ricky ajak saya, Mas Khairul plus bonus Mas Witjaksono dan Mas Fais Afrianto (TDA Palu) makan bersama di Sate Rembiga.

Mas Witjaksono di MUKERNAS 6.0 TDA

Siapa Mas Witjaksono? Kandidat calon menteri milenial di kabinet Presiden Joko Widodo! Ah rejeki bisa berbincang dengan beliau. Mas Witjaksono juga pengusaha muda yang melistingkan 2 perusahaannya di bursa efek dengan status Tbk. Aktif juga jadi Ketua KorNas Pertanian PBNU.

Di pertengahan makan siang, datang pula rombongan Ustad Syaikhu ditemani oleh Presiden TDA 5.0 Ahmad Baidillah Bara. Wuaaah bisa bersalaman dan sempat berbincang dengan kandidat wakil Gubernur Jakarta Ustad Ahmad Syaikhu. Benar-benar rejeki dari Allah atas afirmasi pasca mandi di hotel hehehe. Coba kalau saya tidur menuruti hawa nafsu kecapekan setelah mandi tadi? Takkan ada cerita diatas! Hanya sebuah kata untuk menggambarkan peristiwa afirmasi itu, MRINDING!

TDA Entrepreneurstory

Beberapa bulan sebelum lengser dari ketua TDA Bali, saya dihubungi oleh Dirmarkom TDA 5.1 Mas Faizal Alfa melalui WA untuk kolaborasi menulis buku untuk TDA. Begini kalimatnya:

Salam kangen dari Presiden TDA 5.1 : Bimo Prasetio

Diajak Presiden Bimo Prasetio, untuk berkontribusi, menulis artikel, yang akan dikompilasi dalam sebuah buku. Luangkan waktu, sempatkan menulis, dan kirim segera ya.

April ini, 99 artikel sedang dikumpulkan dari anggota TDA di Indonesia dan Mancanegara, lembar demi lembar dipersatukan u/ kemudian diolah dan diwujudkan dalam sebuah buku berjudul : TDA ENTREPRENEURSTORY.

Buku yang akan dicetak secara fisik ini, dirancang sebagai #TDALegacy yang dicatat dalam sejarah TDA dan dijadikan warisan dari TDA 5.1 untuk TDA di generasi berikutnya.

Satu tambahan kebahagiaan di MUKERNAS 6.0 TDA di Mataram adalah mengetahui buku tersebut sudah jadi dan penulis berhak gratis mendapatkan buku itu. Ahay! Saya buka buku itu dan cerita saya berada di halaman 103. Total ada 420 halaman! Ah Mrinding lagi!

Buku TDA Entrepreneurstory

Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Selamat buat TDA Mataram atas kesuksesan penyelenggaraan MUKERNAS 6.0 TDA. Semoga kita semua mampu berkontribusi positif untuk peradaban ini. Amin YRA.

Rencana Perjalanan ke Kuala Lumpur Malaysia

Saya punya cita-cita keliling dunia. Berkunjung ke kota-kota besar ataupun kecil di seluruh dunia. Bisa menetap lama atau sekadar short trip. Tujuannya untuk berbisnis dan berbagi. Ada benarnya memulai menuliskannya di tujuan yang paling dekat dulu, Malaysia. Ini rencana impian ya. Kuala Lumpur (KL) tujuan pertamanya. Akses dari bandara ke jantung Kuala Lumpur ternyata mudah, cukup naik kereta cepat yang disediakan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Ekspres. Cukup cek KLIA ekspres schedule dan bisa booking di sana.

KLIA Ekspres

Menurut informasi di Traveloka, waktu tempuhnya cuma kurang dari 30 menit dengan biaya RM48. Waw! Frekwensi keberangkatan tiap 15 hingga 30 menit. Kalo di Jakarta, saya pernah rasakan naik kereta bandara PP. Waktu itu diundang oleh Google Indonesia dalam rangkaian program Gapura Digital. Mungkin sensasinya sama ya namun nanti di KL harus mencobanya!

Istri saya pernah ke KL bersama teman nya. Pernah pula mengajak saya namun saya tolak dengan halus. Saya pribadi punya prinsip. Sebelum menginjak ke tanah suci, saya pantang untuk bepergian keluar negeri. Berhubung Allah sudah mengabulkan, maka kesempatan untuk traveling ke seluruh dunia terbuka! Alhamdulillah, terima kasih ya Allah!

Baik, apa saja rencana saya jika diizinkan oleh Allah untuk berbisnis dan berbagi di KL ataupun belahan lain di Malaysia?

Untuk bisnis saat ini, saya punya brand BOC Indonesia, BOC Digital, DONGKRAK Academy. Semuanya bergerak di bidang digital marketing. Tentunya ingin punya bisnis atau produk yang bisa membuat saya keliling dunia. Entah yang berkaitan dengan digital marketing ataupun produk consumer good lainnya. Semoga saja melalui tulisan ini Allah memberikan jawabannya. Amin.

Strategi untuk bisnis, saya akan bertemu dengan calon partner yang bisa diajak kerjasama. Tujuannya produk/bisnis yang saya bawa bisa ekspansi ke Malaysia.

Strategi untuk berbagi, saya berupaya membagikan keilmuan dan pengalaman saya kepada saudara-saudara Indonesia disana. Entah itu TKI ataupun mahasiswa Indonesia yang kuliah disana. Rugi jika pengalaman jadi pembicara internet marketing tidak dibagikan kepada sesama. Ya kan?

Trus, jalan-jalan nya gimana? Ya, harus dong. Saya coba cari informasi tempat-tempat yang menarik diseputaran KL.

Menara PETRONAS Kuala Lumpur

Menara Kembar PETRONAS! Kayaknya ikon KL ya gedung kembar ini yak. Semua orang ataupun teman-teman yang berkunjung ke KL pasti selfie disini. Jadi pengen hahaha. Kabarnya dalam gedung sana ada mall dan biskopnya. Pengen juga menjelajahi gedung-gedung disana.

Bukit Bintang Kuala Lumpur

Bukit Bintang! Menurut informasi, ini lokasi kuliner untuk makan siang. Aneka kuliner nya bakal membuat hati ini tergoda dan ketagihan. Selain kuliner, daerah itu juga banyak tempat-tempat perbelanjaan. Mungkin untuk oleh-oleh ya. Oke, nanti kesana ya.

Jembatan Putrajaya Kuala Lumpur

Jembatan Putrajaya Malaysia! Kabarnya pusat pemerintahan Malaysia ada di area bernama Putrajaya. Jadi pengen ngerti. Waktu berkunjung yang enak di waktu malam hari. Biar bisa melihat lampu-lampu warna-warni.

Taman Burung Kuala Lumpur

Taman Burung Kuala Lumpur! Saya tinggal di Denpasar – Bali dan pernah ke Bali Bird Park. Ini KL punya taman burung. Coba merasakan beda nya dengan Bali ya. Kabarnya taman burung KL ini punya 3000 spesies. Waw! Ada pula atraksinya selama di area tersebut.

Tower Kuala Lumpur

Menara Kuala Lumpur (KL Tower)! Tower berketinggian 420 meter! Kabarnya ada wahana berjalan diatas kaca atau di tepi gedung. Pasti mrinding! Di tower ini bisa melihat kota KL dengan sudut pandang 360 derajat. Ada pula restoran diatas sana. Wokeh! Saya akan kesana!

Jalan Alor Kuala Lumpur

Jalan ALOR Malaysia! Surganya pecinta kuliner. Gitu katanya! Cocok nya berkunjung kesana bila malam tiba. Suguhannya ada aneka makanan ringan, cemilan, makanan berat dengan citarasa menggoda.

Masjid Nasional Kuala Lumpur Malaysia

Masjid Nasional Malaysia! Saya ingin sholat disana. Merasakan aura masjid di negeri jiran. Kabarnya punya desain interior yang bikin mrinding! Kabarnya bisa juga menambah wawasan tentang Islam di masjid tersebut.

Aquaria KLCC Kuala Lumpur

Aquaria KLCC! Wahana aquarium raksasa yang bisa dilihat dari lorong kaca. Akan melihat beragam aneka ikan disana. Kabarnya koleksi ikan dalam aquarium cukup atraktif. Ada sekitar 150 biota laut yang terdiri dari 5000 spesies. Edun!

Batu Caves Kuala Lumpur

Batu Caves! Tempat suci bagi umat Hindu. Kabarnya punya anak tangga yang panjang dan melelahkan. Ada pula patung tinggi yang bisa jadi backround berfoto. Banyak monyet juga. Wah sama dong seperti di Sangeh Bali hehehe.

Mungkin itu dulu rencana saya dalam kunjungan ke KL nantinya. Kalaupun pas disana diberitahu ada tempat yang menarik, ya kenapa tidak. I’m ready! Semoga Allah mengabulkan dan mempermudah rencana ini. Amin.

Google Indonesia, Mabes Polri dan PSK

Untuk yang ketiga saya ke kantor Google Indonesia di Jakarta. Kali ini untuk dapatkan materi modul tambahan program Gapura Digital plus program Women Will. Kunjungan pertama lalu untuk traning, kedua untuk selebrasi hari UKM Indonesia. Google harus laporan ke pemerintah hehehe.

Para perwakilan fasilitator daerah di seluruh Indonesia diinapkan oleh Google Indonesia selama 3 hari di Whiz Hotel Falatehan, Blok M, Jakarta. Ternyata daerah sekitar situ tempat mangkal nya para PSK nok hahaha. Tahunya pagi selepas Subuhan saya olah raga mengitari jalanan situ. Eh dihadang wanita seksi dandan nya menor sambil bilang, “Mau kemana mas? Main yuk sama saya?” Saya cuma senyum sambil jalan menghindari dia. Mrinding! Iman dan Imron Alhamdulillah terjaga!

Mondar-mandir selama 3 hari di daerah situ akhirnya tahu banyak PSK ngumpul, nongkrong dan transaksi disepanjang jalanan Falatehan. Di area sekitar hotel ternyata ada bar dan club malam nya lho. Pantes PSK betah.

Keberadaan mereka akhirnya jadi terasa biasa saja ketika tahu hal luar biasa yaitu adanya Mabes POLRI yang dekat dengan area mangkal para PSK. Wow … Spechless.

Cerita-cerita ‘liar’ tentang mereka saya dapatkan dari security hotel, sopir grab/gocar/taxi dan beberapa pedagang kaki lima disitu. Valid ya.

Ini nulis soal Google Gapura Digital kok paragraf pembukanya dah mesum ya hahaha. Ya begitulah realita yang saya alami. Mrinding saja melihat keakraban mereka, Mabes POLRI, PSK dan club malam 🙂 Santun Cyn!

* Pemekaran Modul Gapura Digital dan Women Will

Gapura Digital adalah program Google untuk mendukung UMKM Indonesia memajukan bisnis nya secara online. Ada 14 kota di Indonesia yang merasakan program mulia ini. Saya tergabung di fasilitator Gapura Digital Bali hampir hmm 3 tahunan.

Kemudian, ada program Google lain bernama Women Will, adalah program pelatihan yang digagas oleh Google dengan tujuan untuk mendukung para pemilik UKM, khususnya kaum wanita agar dapat berkarya dengan bantuan teknologi masa kini. Women Will pun mengcover 14 kota di Indonesia.

Para perwakilan fasilitator dari seluruh Indonesia diundang ke Google Indonesia untuk mendapatkan tambahan dan refreshing modul. Saya mengikuti acara ini 29-31 Januari 2019, setelah selesai mengikuti event Pesta Wirausaha 2019. Total hampir lebih dari seminggu di Jakarta!

Modul-modul baru Gapura Digital dan Women Will yang akan jadi pencerahan ilmu untuk UMKM Indonesia adalah:

Gapura Digital
Modul 1 – Panduan Dunia Online
Modul 2 – Google Bisnisku
Modul 3 – Tips Membuat Situs Bisnis yang Efektif
Modul 4 – Cara Mudah Membuat Website Untuk Bisnis Anda
Modul 5 – Konten Marketing & Copywriting Untuk Bisnis Anda
Modul 6 – Membangun Merek Dengan Video
Modul 7 – Cara Mengelola Keberadaan Anda Secara Online
Modul 8 – Dasar-Dasar Google Ads

Women Will
Modul 1 – Kisah sukses dan tips untuk wirausaha wanita
Modul 2 – Melatih Kemampuan Berkomunikasi
Modul 3 – Manfaat Email dan Kalender Untuk Usahamu
Modul 4 – Merencanakan Pemasaran Digital
Modul 5 – Keterampilan Bisnis yang Penting untuk Mengembangkan Bisnis Anda

Fasilitator yang hadir harus mampu melahap semua materi tersebut. Tersampaikan oleh Bapak Andy Santoso dan team Google Indonesia di meeting room kantor Google Indonesia lantai 45 di bilangan SCBD, Jakarta. Nantinya materi itu akan dibawa ke daerah untuk disampaikan ulang ke para fasilitator daerah.

Saya akan tuliskan terpisah tentang Train The Trainer (TTT) yang saya bawakan untuk fasilitator Gapura Digital dan Women Will di Bali.

* GRATIS untuk UMKM Indonesia!

Gapura Digital dan Women Will ini program tidak dipungut biaya alias gratis untuk peserta nya yaitu para UMKM Indonesia. Semua modul-modul diatas yang terdesain untuk terampil di dunia online dan terampil berbisnis tersampaikan oleh para fasilitator kepada UMKM Indonesia secara GRATIS!

Fasilitator yang mengikuti program ini bersifat sukarelawan (volunteerism). Hampir 30 an orang fasilitator di Bali yang mendapatkan giliran untuk mengajar. Baik itu di kelas reguler dan kelas khusus/partnership.

Kelas reguler terjadi pada hari Sabtu dan Minggu di Hotel Grand Mirah, Jl. Kaliasem, Denpasar. Sedangkan kelas khusus adalah kerjasama dengan pihak-pihak lain yang mengundang Gapura Digital.

Saya pernah rasakan kelas partnership ini. Ketika membersamai Sampoerna dan GO-JEK.

Terima kasih bisa membersamai program mulia ini. InshaAllah saya punya jawaban dalam mempertanggungjawabkan waktu hidup di dunia ini di depan Allah SWT nantinya 🙂