Tag Archives: jakarta

Bimtek PIN dan SIVIL Oleh Kemenristekdikti

Perjalanan dinas saya kali ini adalah ke kota Jakarta untuk mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan topik Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL) yang diselenggarakan oleh Dirjen Belmawa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 25 dan 26 Juli 2017 di Hotel Kartika Chandra jalan Gatot Subroto, Jakarta. Pada awalnya saya ditugaskan mengikuti Bimtek PIN dan SIVIL tersebut menemani atasan saya, akan tetapi karena atasan saya mendadak mendapat tugas lain di hari yang sama di Jakarta juga, terpaksa saya jadi sendiri. Lalu saya mencoba mengusulkan agar atasan saya digantikan oleh teman lain agar saya tidak sendiri dan akhirnya disetujui.

Kami berangkat ke Jakarta tanggal 25 Juli 2017 dengan pesawat Garuda pukul 09.30, yaitu di hari yang sama dengan pelaksanaan Bimtek karena acara baru dimulai siang hari dan diawali dengan makan siang. Saat berangkat kami menggunakan penerbangan yang sama dengan dua atasan saya yang juga menuju Jakarta tapi untuk acara yang lain. Kami baru berpisah setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Kami naik taksi langsung ke hotel Kartika Chandra, sedangkan kedua atasan saya naik Damri menuju stasiun Gambir dimana lokasi hotelnya dekat sana.

Kami tiba di hotel Kartika Chandra sekitar pukul 12.00 WIB. Beberapa peserta lain juga sudah ada di lokasi dan kami langsung registrasi. Oleh panitia kami kemudian diberitahu agar menikmati makan siang yang sudah disediakan, baru kemudian acara dimulai.

Bimtek berjalan cukup lancar, kami bisa memahami dan mengikuti acara dengan baik. Pada intinya sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) adalah sebuah sistem yang akan menyediakan nomor ijazah khusus untuk ijazah lulusan di masing-masing perguruan tinggi. Dalam bahasa sederhana, setiap perguruan tinggi akan mem-booking nomor ijazah untuk calon lulusannya. Misalnya untuk mahasiswa Diploma 4, ketika mahasiswa tersebut di semester 7 maka nomor ijazah sudah bisa di-booking.

Tentunya ada syarat-syarat tertentu untuk calon lulusan agar bisa dicarikan nomor ijazah. Syarat pertama tentunya data mahasiswa tersebut sudah ada di PDDIKTI, dengan jumlah sks minimal sekian, IPS per semester sekian dan seterusnya, barulah kemudian sistem PIN akan bisa mengeluarkan nomor ijazah untuk mahasiswa tersebut. Jadi pada intinya kembali ke PDDIKTI, kalau data di PDDIKTI sudah benar dan lengkap maka data di sistem PIN juga akan lancar. Pengoperasian sistem PIN juga relatif mudah, asalkan data di PDDIKTI sudah benar.

Sedangkan SIVIL adalah sebuah website atau sistem yang disediakan oleh Kemenristekdikti untuk melakukan verifikasi ijazah. Data di SIVIL juga diambil dari PDDIKTI. SIVIL ini mungkin lebih banyak digunakan oleh masyarakat khususnya pihak yang ingin memeriksa apakah sebuah ijazah sah atau tidak. Tentunya jika data ijazah tidak ditemukan bukan berarti ijazah itu palsu atau tidak sah, bisa saja data lulusan tersebut belum diinput ke PDDIKTI. Apalagi untuk lulusan perguruan tinggi di luar Kemenristekdikti, kemungkinan besar untuk lulusan lama belum ada datanya di PDDIKTI. Untuk diketahui saja, data PDDIKTI yang diinput di STP Nusa Dua Bali baru dimulai dari angkatan 2013. Bahkan ada perguruan tinggi lain yang lebih belakangan lagi. Di lokasi Bimtek selain mengikuti kegiatan Bimtek, kami juga bertemu dengan Bapak David dan Bapak Franova untuk minta bantuan terkait data di PDDIKTI, khususnya masalah data dosen.

Bimtek kami ikuti sampai selesai. Oya,malam harinya saya menyempatkan diri ke RSPAD Gatot Subroto untuk menengok saudara mertua yang sedang rawat inap disana. Beliau adalah kakak kandung dari mertua saya yang laki. Beliau juga mantan anggota DPR RI. Saya bersyukur berkesempatan bisa menengok walau sudah agak malam, saat sudah menjelang pukul 10 malam.

Selesai mengikuti semua kegiatan Bimtek, kami pulang keesokan harinya. Kami check out dari hotel sekitar pukul 11 menjelang siang, lalu ke bandara dengan taksi lagi. Tiba di bandara, kami sempat memajukan jadwal penerbangan agar bisa tiba di Bali sebelum malam. Kami akhirnya tiba di Bali sekitar pukul 17.30. Demikianlah perjalanan dinas kali ini, cukup singkat namun sangat penting.

Baca Juga:

Kamar 932 Hotel Borobudur Jakarta

Untuk kelas sebuah hotel di DKI Jakarta, Hotel Borobudur kalo boleh saya cari persamaannya mirip dengan Grand Bali Beach yang ada di Sanur Bali. Fasilitasnya tergolong lengkap. Areanya luas. Sehingga mereka yang menginap bisa memanfaatkan area taman dan jogging track untuk berolahraga atau menikmati waktu luang dengan optimal. Kami berdua, saya dan sepupu menempati kamar […]

Kamar 932 Hotel Borobudur Jakarta

Untuk kelas sebuah hotel di DKI Jakarta, Hotel Borobudur kalo boleh saya cari persamaannya mirip dengan Grand Bali Beach yang ada di Sanur Bali. Fasilitasnya tergolong lengkap. Areanya luas. Sehingga mereka yang menginap bisa memanfaatkan area taman dan jogging track untuk berolahraga atau menikmati waktu luang dengan optimal. Kami berdua, saya dan sepupu menempati kamar […]

Ubah Rencana dan Balik Kanan

Ketika mendapati fakta bahwa agenda hari ini kacau dan kunjungan ke lapangan dibatalkan sepihak, sempat terpikirkan untuk mengajukan perubahan jadwal terbang balik pulang ke Bali ke pagi ini. Tapi bersyukur pimpinan punya inisiatif lain. Kami tetap berkunjung ke salah satu lokasi kegiatan yang tadinya menjadi agenda, dan pengajuan perubahan skejul terbang disepakati geser ke sore […]

Berkunjung ke Taman Ayodya Blok M

Tadinya agenda hari ini rombongan kami akan berkunjung ke dua tempat. Tanah Abang dan Blok M. Melihat secara langsung paket kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan metode e-Katalog dengan spesifikasi penataan taman dan penataan pedestrian. Sampe sore. dan kami berencana balik ke Bali besok sore. Apa daya semua agenda kacau. dan Hari ini, kami tidak ada […]