Tag Archives: Info Kesehatan

Pada Pasien Tertentu, Vaksin Dengue Dapat Memperparah Kondisi Sakit

Sanofi, sebagai perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin dengue menyatakan bahwa vaksin dengue yang mereka produksi sebaiknya diberikan hanya pada orang yang pernah terinfeksi virus dengue. Pernyataan ini muncul berdasarkan pada data jangka panjang yang selama ini dikumpulkan.

Setelah dilakukan analisa data yang dikumpulkan selama enam tahun, para ahli menyimpulkan bahwa vaksin dengue hanya akan efektif melindungi seseorang yang telah terinfeksi virus dengue sebelumnya. Efektifitas ini berkurang pada orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue.

Menurut Sanofi, “Setelah dilakukan analisa data jangka panjang, bila orang yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi virus dengue diberikan vaksin dengue maka mereka berisiko mengalami gejala penyakit yang lebih parah. Temuan ini merupakan bagian dari kompleksitas dari infeksi virus dengue.”

Baca juga: Ini Dia Vaksin Demam Berdarah Di Indonesia

Orang yang terinfeksi virus dengue lebih dari sekali sangat berisiko menderita demam berdarah. Sebagaimana diketahui, demam dengue yang ditularkan melalui perantara nyamuk, kerap terjadi di daerah tropis dan sub-tropis. Gejala penyakitnya sendiri sangat mirip dengan flu yakni berupa demam, nyeri sendi, mual, muntah dan ruam pada kulit. Pada kasus yang berat, infeksi virus dengue dapat menyebabkan gangguan pernafasan, perdarahan dan kegagalan organ.

WHO mencatat, setengah dari penduduk dunia berisiko terinfeksi virus dengue dan diperkirakan setiap tahun sekitar 96 juta orang menderita sakit akibat virus dengue di seluruh dunia.

Berdasarkan temuan terbaru ini, Sanofi berencana memperbaharui informasi yang terdapat dalam kemasan vaksinnya. Mereka juga menyarankan agar dokter menanyakan dengan baik riwayat penyakit dengue yang dialami pasien sebelum memutuskan untuk melakukan vaksinasi.

Baca juga: Demam Berdarah Dengue

Vaksin dengue tidak dianjurkan untuk orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue dan vaksin dengue hanya diberikan pada mereka yang telah berusia diatas 9 tahun di negara negara yang endemis demam dengue.

Sampai saat ini pengobatan spesifik untuk demam dengue belum ada dan tidak ada vaksin dengue lain yang terdaftar di pasaran selain vaksin yang diproduksi oleh Sanofi.

Dua Kebiasaan Yang Membuat Kamu Tampak Lebih Tua

Siapa sih yang mau terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya? Berbagai upaya dilakukan agar penampilan bisa tetap segar dan awet muda. Namun sebelum menempuh upaya tersebut, ada baiknya kamu membaca sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health.

Menurut studi tersebut, selain merupakan pola hidup yang tidak sehat, merokok dan minum minuman beralkohol ternyata dapat menyebabkan penampilan seseorang tampak lebih tua dari usia sesungguhnya.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Denmark ini melibatkan partisipan sebanyak lebih dari 11.000 orang yang data kesehatannya tercatat dalam database kesehatan kota Copenhagen. Partisipan ini kemudian diikuti pola hidupnya dari tahun 1976 sampai 2003, terutama kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Para peneliti kemudian mencatat dan memeriksa tanda tanda yang berhubungan dengan proses penuaan seperti pembentukan lingkaran abu abu pada sekitar kornea mata, lipatan pada daun telinga, plak pada kelopak mata dan pola kebotakan pada pria.

Peneliti tertarik untuk meneliti tanda tanda penuaan dini ini karena tanda tanda ini bisa dijadikan faktor penting untuk memperkirakan rata rata harapan hidup seseorang. Semakin cepat fisik seseorang mengalami penuaan tentu saja akan semakin pendek harapan hidup orang tersebut.

Hasilnya, wanita yang suka mengonsumsi minuman beralkohol – lebih dari 28 kali dalam seminggu – mengalami peningkatan risiko pembentukan tanda tanda penuaan seperti lingkaran abu abu pada sekitar kornea mata sebanyak 33% lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang jarang mengonsumsi minuman beralkohol. Peningkatan risiko yang sama juga terjadi pada pria. Sedangkan peningkatan risiko mengalami lipatan pada daun telinga pada peminum minuman beralkohol sebesar 26% sampai 36%.

Peningkatan risiko serupa juga terjadi pada perokok berat bila dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Satu satunya tanda penuaan yang tidak terbukti berhubungan dengan kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok adalah pola kebotakan pada pria. Hal ini tentu tidak mengejutkan karena pola kebotakan pada pria lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan.

Yang menarik dari temuan ini adalah proses penuaan yang terjadi pada mata ternyata lebih cepat bila dibandingkan dengan masalah pada tekanan darah dan kadar kolesterol. Sayangnya, peneliti belum memiliki ukuran yang valid untuk mengukur perbedaan kecepatan ini termasuk faktor faktor yang menyebabkan.

Dampak buruk minuman beralkohol dan rokok bagi kesehatan bukanlah hal baru. Ada ratusan studi yang telah menyebutkan berbagai macam dampak negatif tersebut dan studi terbaru ini kembali menegaskan bahwa kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok dapat memberi dampak negatif bagi tubuh terutama menyebabkan penuaan dini.

Inilah Pengguna Vape Terbanyak

Vape atau rokok elektronik memang sedang beken akhir akhir ini, tapi tahukah kamu siapa pengguna Vape terbanyak? Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam pertemuan tahunan Asosiasi Jantung Amerika Serikat, pengguna Vape terbanyak berasal dari mantan perokok dan peminum minuman beralkohol.

Studi ini menganalisa data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) yang mencatat sebanyak 5.423 orang sebagai perokok aktif sepanjang tahun 2013 sampai 2014. Total 116 (2,6 persen) dari partisipan NHANES merupakan pengguna rokok elektronik.

Baca juga: Rokok Elektronik Dapat Membantu Perokok Berhenti Merokok

Hasil dari studi ini, sebanyak 8% dari partisipan yang menggunakan rokok elektronik mengaku tidak merokok sebelumnya. Sedangkan 6,32% mengaku kerap terpapar asap rokok atau sebagai perokok pasif dan 4,19% adalah peminum minuman beralkohol.

Bila dibandingkan dengan perokok tembakau, pengguna rokok elektronik kebanyakan berasal dari perokok aktif atau mantan perokok. Mantan perokok sendiri, 23 kali lebih besar kemungkinannya untuk menjadi pengguna rokok elektronik, 3 bulan setelah berhenti merokok.

Dari trend itu bisa disimpulkan, semakin lama seseorang berhenti merokok maka akan semakin kecil perbedaan kemungkinan seseorang beralih ke rokok tembakau atau rokok elektronik.

Baca juga: Bahaya Vape Memiliki Potensi Yang Sama Dengan Rokok Tembakau

Asosiasi Jantung Amerika Serikat kembali mengingatkan pentingnya berhati hati menggunakan rokok elektronik karena kandungan nikotinnya. Diperlukan regulasi yang lebih ketat untuk melarang penggunaan rokok elektronik pada anak anak dan remaja.

Bagaimana dengan di Indonesia? Seperti biasa kita masih pesimis untuk masalah regulasi baik rokok tembakau maupun rokok elektronik. Kedua jenis rokok ini dengan mudah diakses oleh segala kalangan termasuk anak anak. Semoga ke depan, pemerintah lebih dibukakan hatinya untuk segera membuat regulasi yang lebih ketat menyangkut hal ini demi kesehatan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Waspada 6 Pekerjaan Yang Paling Berbahaya Bagi Kesehatan!

Baiklah pemirsa, sajian kali ini mengenai pekerjaan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan anda. Olehnya itu, anda sebaiknya mengetahuinya sebelum memutuskan untuk menggeluti suatu profesi. Nah, perhatikan dan simak baik- baik yah pemirsa.

Beberapa jenis pekerjaan ternyata memiliki risiko kesehatan yang berbahaya daripada yang lainnya. Contohnya, seorang perawat di rumah sakit akan lebih mudah terinfesksi penyakit dibandingkan seorang pengacara yang bekerja di kantor.

Pelajari cara lulus tes masuk PT. KAI di sini!!!!

Lembaga Occupational Information Network, dari departemen tenaga kerja di Amerika Serikat menyatakan bahwa berbagai jenis pekerjaan yang dinilai paling berisiko untuk kesehatan.

Untuk menganalisis pekerjaan berdasarkan dampak kesehatan pekerja, ada beberapa indikator yang digunakan. Di antaranya kemungkinan terpapar kontaminan, paparan infeksi penyakit, paparan kondisi berbahaya, paparan radiasi, risiko terbakar, terpotong, tergigit, lamanya duduk dan lainnya.

Mengutip Independent, OIN bekerjasama dengan O*NET sebagai lembaga peneliti mengungkapkan berbagai kemungkinan pekerjaan berbahaya. Skor yang diberikan berkisar dari 0-100 (yang tertinggi).

Berdasarkan hasil penelitian, berikut 6 pekerjaan yang paling membahayakan kesehatan:

1. Petugas imigrasi dan costums di bandara

Nilai bahaya pekerjaannya: 59,3

Apa yang membuat pekerjaan mereka berbahaya?

1. Paparan radiasi: 78

2. Paparan kontaminasi: 78

3. Paparan penyakit dan infeksi: 63

2. Podiatrist

Nilai bahaya pekerjaannya: 60,2

Apa yang membuat pekerjaan mereka berbahaya?

1. Paparan radiasi: 67

2. Paparan kontaminasi: 67

3. Paparan penyakit dan infeksi: 87

3. Dokter hewan

Nilai bahaya pekerjaannya: 60,3

Apa yang membuat pekerjaan mereka berbahaya?

1. Paparan kecelakaan minor: 75

2. Paparan kontaminasi: 74

3. Paparan penyakit dan infeksi: 81

4. Ahli anastesi, suster di rumah sakit

Nilai bahaya kesehatannya: 62,3

Apa yang membuat pekerjaan mereka berbahaya?

1. Paparan radiasi: 74

2. Paparan kontaminasi: 80

3. Paparan penyakit dan infeksi: 94

5. Pramugari

Nilai bahaya pekerjaannya: 62,3

Apa yang membuat pekerjaan mereka berbahaya?

1. Paparan kecelakaan minor: 69

2. Paparan kontaminasi: 88

3. Paparan penyakit dan infeksi: 77

6. Dokter gigi, dokter operasi gigi dan asisten dokter gigi

Nilai bahaya pekerjaannya: 65,4

Apa yang membuat pekerjaan mereka berbahaya?

1. Bahaya terlalu lama duduk: 67

2. Paparan kontaminasi: 84

3. Paparan penyakit dan infeksi: 75

Demikianlah postingan kami kali ini, semoga bisa memberikan kepada anda, terutama yang sangat membutuhkan pekerjaan. Oh ya, anda bisa mengunjungi situs ini untuk mengetahui tes ketika melamar pekerjaan. Terima kasih

Gara Gara Menelan Ini Seorang PSK Dilarikan Ke Rumah Sakit

Seorang pekerja seks komersial (PSK) harus dilarikan ke sebuah rumah sakit akibat menelan kondom sebagai upaya untuk menghilangkan barang bukti saat dilakukan razia oleh pihak kepolisian. Dang, 48 tahun, seorang PSK asal Vietnam berusaha menelan kondom yang dipakai kliennya saat polisi melakukan razia pada sebuah Spa di Taichung City, Taiwan.

Namun beberapa saat kemudian, Dang mengalami sesak nafas dan dehidrasi berat lalu dilarikan ke sebuah rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan ronsen, terlihat ada bayangan benda yang menyerupai kondom pada kerongkongannya.

Akibat ulahnya ini, Dang dinyatakan bersalah dan dihukum selama 2 bulan penjara. Namun Dang kemudian lolos dari segala tuntutan menghilangkan barang bukti setelah dokter menyatakan kondom yang dituduhkan polisi tidak pernah ditemukan.

Menurut media setempat, cerita Dang diawali dengan ditangkapnya Dang dan kliennya Yao di dalam sebuah kamar. Mereka kemudian ditangkap dan diinterogasi secara terpisah. Dang menolak mengakui sebagai pekerja seksual, sementara Yao mengaku sedang melakukan hubungan seksual saat polisi menangkap mereka. Menurut pengakuan Yao, begitu Dang mendengar polisi akan memasuki kamar, dia mengambil kondom yang sedang dipakai Yao lalu menelannya.

Meskipun polisi tidak menemukan kondom saat melakukan penggeledahan kamar, namun mereka menemukan pembungkus kondom. Saat mereka melanjutkan penggeledahan, Dang mengeluh sesak nafas dan meminta minum.

Polisi kemudian membawa Dang ke sebuah rumah sakit dan menduga adanya bayangan kondom pada kerongkongan Dang setelah melihat hasil foto ronsen.

Dampak kesehatan akibat menelan kondom sudah banyak dipublikasikan dalam beberapa jurnal kedokteran. Kebanyakan dari tulisan itu menyorot tentang kandungan yang terdapat pada kondom dan hubungannya dengan saluran pencernaan.

Sebuah studi tahun 2011 yang dipublikasikan dalam jurnal Eastern Mediterranean Health, kondom lateks yang tertelan kadang harus dikeluarkan dengan jalan operasi karena kondom lateks dapat menyumbat saluran pencernaan dan tidak bisa keluar melalui anus.

Pada tahun 2016, Journal of Medical Reports melaporkan seorang wanita Kamerun berusia 26 tahun harus menjalani operasi pengangkatan usus buntu setelah kondom yang digunakan oleh pasangannya tertelan saat dia melakukan seks oral. Setelah dilakukan operasi, dokter bedah menemukan potongan kondom pada saluran usus buntunya.