Tag Archives: Hip Hop & Reggae

BUSHWICK BILL DEAD AT 52

Photo: Rolling Stone.

Bushwick Bill has died of cancer last Sunday, 9 June 2019, at the age of 52.

The rapper born Richard Stephen Shaw was rap’s Master of Horror. He brought the gore and thrills of slasher movies to his music, and understood their power. As a member of Houston rap group the Geto Boys he was also pivotal in shedding light on the horrors plaguing black communities as side effects of real violence: paranoia, depression, anxiety, fear. His music was a balancing act between these two poles, and he harnessed both the rousing and chilling effects of terror with panache.

The video here, check out Bushwick Bill did his part on the second verse in “Damn It Feels Good to Be a Gangsta”, one of Geto Boys’ biggest hits.

Rest in power, Little Billy!

__________

Text via Rolling Stone and Pitchfork.

MORGUE VANGUARD X DOYZ: CSDB FM

Membuka pagi dengan serbuan hebat Demi Masa. Terasa sekali bahwa mereka berdua punya akar kuat di hip hop sekolah lama. Beat-nya menderu-deru serta kerap memasukkan kepingan-kepingan rap klasik. Pula padu padan kata dan pemilihan diksinya khas MC MV: langitkan kepalan, tinju di angkasa, trengginas, berwawasan luas. Can’t stop the bum rush.

Beda banget dengan album si Pandji Pragiwaksono. Akar hip hopnya sepertinya lemah, cuma kenal permukaan doang. Saya cukup yakin pasti Pandji mengira “99 Problems” adalah hasil karya Jay Z. Atau paling hebat Ice-T.

Album Pandji memang mudah dicerna. Itu bahasa halusnya. Lemah dan generik. Itu ungkapan frontalnya. Sucker MC.

Tembang “CSDB FM” merupakan tembang ke-3 di album Demi Masa.

PROTECT YA NECK

Photo: Clash Magazine.

Been spending most of my weekends in bed and watching this Netflix series, Hip-Hop Evolution.

A really great documentary. In-depth. Comprehensive. Geeky. The tv presenter is a true hip hop historian. The flyest storyteller.

One that got special attention in that doco is “Protect Ya Neck”, the debut single by Wu-Tang Clan. How the song came out. How hip hop universe was pretty shocked with the song structure and the rapping style: raw, dark, dirty, no hook, no verse.

The first time I heard this song, I wasn’t very interested. Same as songs from Cypress Hill’s Black Sunday. I guess due to minimum hook and less catchy compare to rapcore tunes, the trendy genre at the time.

As the time went by, it grew on me. I remember vividly when we drank bad and lethal arak with my buddies in Denpasar where we usually hung out and cranked up this song, we all laughed listening to it. So raw, gritty, gravely. Pure arak spirit. Has a strong punk rock vibe—we played punk rock a lot back then.

At Rumah Sanur – Creative Hub where I now run music department, We used to have a regular DJ set program called Protect Ya Deck. Obviously inspired by that Wu-Tang’s classic song. I guess, it’s time for a comeback.

Yes, Hip-Hop Evolution reminds me to show a better respect to RZA, GZA, Ghostface Killah, Ol’ Dirty Bastard, Method Man, Inspectah Deck, …who else, I always forget the rest. Sorry, Black Jesus.

Can I get a Suuuu?

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7

Edition: February 03, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7
Join Me in Death & Destruction: Symphony of Manic Street Preachers

:: Playlist, notes and (most) photos, written and handpicked by Indra Himself ::

No matter what music that I hear
No matter what music that I play
I don’t give a damn with all restrictions and labels attached to me
This is me, this is my music

The Playlist:


01. Kickstart My Heart – Motley Crue
Salah satu anthem klasik yang selalu saya putar sebagai lagu pembuka ketika Monday Mayhem masih berjaya pada masa itu. Cepat, keras, tanpa tedeng aling. Mari kita ugal-ugalan.

02. Symphony Of Destruction – Megadeth
Fuck “Guitar Hero”. Play the real thing!


03. Authority – Biohazard
Semangat Hardcore saat SMA. Memakai hoodie Thrasher Magazine walaupun cuaca Jakarta siang itu hampir 34’C. Fuck the rules!


04. Nutshell – Alice In Chains
Saya menyebutnya sebagai “rock suntik.” Saya tidak menggunakan substansi dengan jarum suntik, tapi apabila saya terkapar di UGD RSKO Fatmawati dengan jarum menancap di tangan, bisa dipastikan earphone yang menempel di kuping saya berisikan lagu ini.


05. Raining Blood – Tori Amos
Tori Amos sepertinya mengerti essensi dari sebuah cover version yang baik dan benar. Jika Raining Blood versi Slayer adalah soundtrack yang tepat untuk pergi membunuh, maka versi Tori Amos ini lebih tepat didengarkan untuk mereka yang ingin mati muda.


06. Coma – Sasha
Taken from The emFire Collection LP. Sasha is the Trent Reznor of dance music. Sasha is a genre. Period.

07. Roar – Patrice Baumel
Sebuah komposisi electronic music yang sangat tidak lazim menurut saya. Musik ini tidaklah danceable, tapi cukup dapat “memeras otak” pendengarnya. Jika Mike Patton meracau lewat teknik vokalnya, Patrice Baumel pun tidak kalah berkoar lewat perangkat Ableton Live 8


08. Born Slippy – Underworld
Siapa pun yang besar di era 90-an dan menganggap Mark Renton adalah nabi pasti akan sepakat bahwa lagu ini timeless.

09. Voodoo People – The Prodigy
Adalah Agus Sasongko yang pertama kali meracuni saya untuk menyimak The Prodigy. Dan seketika itu juga saya jatuh cinta dengan electronic music, dengan tidak berkhianat kepada para pejuang Sunset Strip. The Prodigy mengajarkan saya bagaimana attitude techno rock yang sesungguhnya.


10. Slip Slide Melting – For Love Not Lisa
Diambil dari salah satu album soundtrack terbaik yang pernah dirilis, The Crow, track no. 10.


11. Rocket Queen – Guns ‘N Roses
Ultra sensation of cheap vodka and a quick blow job in 6 minutes and 13 seconds

12. Hyperballad – Bjork
Soundtrack saya kelak di hari tua nanti.


13. Star Guitar – The Chemical Brothers
Ingin merasakan efek candy flip yang luar biasa? Star Guitar jawabannya.


14. Vapour Trail – Ride
Dengarkan di saat tenang.


15. Mayonaise – The Smashing Pumpkins
My interest in (rock) music stops at the 90’s era. Where everything were original unlike now.

16. Life Goes On – Poison
Pedoman cantik bagi mereka yang menganut paham SLJJ (Sambungan Love Jarak Jauh).


17. Wasted Time – Skid Row
An anti-Bon Jovi love song. Sayang tidak dibawakan sewaktu mereka manggung di Ancol


18. Motorcycle Emptiness – Manic Street Preachers
Manic Street Preachers at its best. No doubt about it

19. Lurgee – Radiohead
Thom Yorke dan Jonny Greenwood tenggelam dalam larutan beer + Prozac.


20. Burn One Down – Ben Harper
Satu dari sekian mars “Dukung Legalisasi Ganja.”

…If you don’t like my fire
Then don’t come around
Cause I’m gonna burn one down
Yes I’m gonna burn one down…


21. This Guy’s In Love With You – Faith No More
A cover version from Herb Alpert’s, written by Burt Bacharach and Hal David. Too bad I forgot to include this on my wedding song.


22. Join Me In Death – HIM
Romantika bunuh diri Made In Finland


23. Hurt – Nine Inch Nails
NIN sukses menutup konser Wave Goodbye 1989 – 2009 di Singapura beberapa waktu lalu dengan lagu ini. Dan sampai saat ini pun saya masih merinding membayangkannya.

Note: Indra7 is part Metal, part House. Part Sunset Strip Sleaze-Rock, part Detroit Techno. Part Microchip, part Media Distorsi. All Obsessive Compulsive Disorder.

_________________

See y’all again next Wednesday!

Boozed, Broozed, and Broken-boned,
RUDOLF DETHU

___________________

The Block Rockin’ Beats
Every Wednesday, 8 – 10 PM
The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.
No bullcrap.
Zero horse shit.
Rad-ass rebel without a pause.

Shut up and slamdance!

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7

Edition: February 03, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7
Join Me in Death & Destruction: Symphony of Manic Street Preachers

:: Playlist, notes and (most) photos, written and handpicked by Indra Himself ::

No matter what music that I hear
No matter what music that I play
I don’t give a damn with all restrictions and labels attached to me
This is me, this is my music

The Playlist:


01. Kickstart My Heart – Motley Crue
Salah satu anthem klasik yang selalu saya putar sebagai lagu pembuka ketika Monday Mayhem masih berjaya pada masa itu. Cepat, keras, tanpa tedeng aling. Mari kita ugal-ugalan.

02. Symphony Of Destruction – Megadeth
Fuck “Guitar Hero”. Play the real thing!


03. Authority – Biohazard
Semangat Hardcore saat SMA. Memakai hoodie Thrasher Magazine walaupun cuaca Jakarta siang itu hampir 34’C. Fuck the rules!


04. Nutshell – Alice In Chains
Saya menyebutnya sebagai “rock suntik.” Saya tidak menggunakan substansi dengan jarum suntik, tapi apabila saya terkapar di UGD RSKO Fatmawati dengan jarum menancap di tangan, bisa dipastikan earphone yang menempel di kuping saya berisikan lagu ini.


05. Raining Blood – Tori Amos
Tori Amos sepertinya mengerti essensi dari sebuah cover version yang baik dan benar. Jika Raining Blood versi Slayer adalah soundtrack yang tepat untuk pergi membunuh, maka versi Tori Amos ini lebih tepat didengarkan untuk mereka yang ingin mati muda.


06. Coma – Sasha
Taken from The emFire Collection LP. Sasha is the Trent Reznor of dance music. Sasha is a genre. Period.

07. Roar – Patrice Baumel
Sebuah komposisi electronic music yang sangat tidak lazim menurut saya. Musik ini tidaklah danceable, tapi cukup dapat “memeras otak” pendengarnya. Jika Mike Patton meracau lewat teknik vokalnya, Patrice Baumel pun tidak kalah berkoar lewat perangkat Ableton Live 8


08. Born Slippy – Underworld
Siapa pun yang besar di era 90-an dan menganggap Mark Renton adalah nabi pasti akan sepakat bahwa lagu ini timeless.

09. Voodoo People – The Prodigy
Adalah Agus Sasongko yang pertama kali meracuni saya untuk menyimak The Prodigy. Dan seketika itu juga saya jatuh cinta dengan electronic music, dengan tidak berkhianat kepada para pejuang Sunset Strip. The Prodigy mengajarkan saya bagaimana attitude techno rock yang sesungguhnya.


10. Slip Slide Melting – For Love Not Lisa
Diambil dari salah satu album soundtrack terbaik yang pernah dirilis, The Crow, track no. 10.


11. Rocket Queen – Guns ‘N Roses
Ultra sensation of cheap vodka and a quick blow job in 6 minutes and 13 seconds

12. Hyperballad – Bjork
Soundtrack saya kelak di hari tua nanti.


13. Star Guitar – The Chemical Brothers
Ingin merasakan efek candy flip yang luar biasa? Star Guitar jawabannya.


14. Vapour Trail – Ride
Dengarkan di saat tenang.


15. Mayonaise – The Smashing Pumpkins
My interest in (rock) music stops at the 90’s era. Where everything were original unlike now.

16. Life Goes On – Poison
Pedoman cantik bagi mereka yang menganut paham SLJJ (Sambungan Love Jarak Jauh).


17. Wasted Time – Skid Row
An anti-Bon Jovi love song. Sayang tidak dibawakan sewaktu mereka manggung di Ancol


18. Motorcycle Emptiness – Manic Street Preachers
Manic Street Preachers at its best. No doubt about it

19. Lurgee – Radiohead
Thom Yorke dan Jonny Greenwood tenggelam dalam larutan beer + Prozac.


20. Burn One Down – Ben Harper
Satu dari sekian mars “Dukung Legalisasi Ganja.”

…If you don’t like my fire
Then don’t come around
Cause I’m gonna burn one down
Yes I’m gonna burn one down…


21. This Guy’s In Love With You – Faith No More
A cover version from Herb Alpert’s, written by Burt Bacharach and Hal David. Too bad I forgot to include this on my wedding song.


22. Join Me In Death – HIM
Romantika bunuh diri Made In Finland


23. Hurt – Nine Inch Nails
NIN sukses menutup konser Wave Goodbye 1989 – 2009 di Singapura beberapa waktu lalu dengan lagu ini. Dan sampai saat ini pun saya masih merinding membayangkannya.

Note: Indra7 is part Metal, part House. Part Sunset Strip Sleaze-Rock, part Detroit Techno. Part Microchip, part Media Distorsi. All Obsessive Compulsive Disorder.

_________________

See y’all again next Wednesday!

Boozed, Broozed, and Broken-boned,
RUDOLF DETHU

___________________

The Block Rockin’ Beats
Every Wednesday, 8 – 10 PM
The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.
No bullcrap.
Zero horse shit.
Rad-ass rebel without a pause.

Shut up and slamdance!