Tag Archives: Heavy Metal

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7

Edition: February 03, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7
Join Me in Death & Destruction: Symphony of Manic Street Preachers

:: Playlist, notes and (most) photos, written and handpicked by Indra Himself ::

No matter what music that I hear
No matter what music that I play
I don’t give a damn with all restrictions and labels attached to me
This is me, this is my music

The Playlist:


01. Kickstart My Heart – Motley Crue
Salah satu anthem klasik yang selalu saya putar sebagai lagu pembuka ketika Monday Mayhem masih berjaya pada masa itu. Cepat, keras, tanpa tedeng aling. Mari kita ugal-ugalan.

02. Symphony Of Destruction – Megadeth
Fuck “Guitar Hero”. Play the real thing!


03. Authority – Biohazard
Semangat Hardcore saat SMA. Memakai hoodie Thrasher Magazine walaupun cuaca Jakarta siang itu hampir 34’C. Fuck the rules!


04. Nutshell – Alice In Chains
Saya menyebutnya sebagai “rock suntik.” Saya tidak menggunakan substansi dengan jarum suntik, tapi apabila saya terkapar di UGD RSKO Fatmawati dengan jarum menancap di tangan, bisa dipastikan earphone yang menempel di kuping saya berisikan lagu ini.


05. Raining Blood – Tori Amos
Tori Amos sepertinya mengerti essensi dari sebuah cover version yang baik dan benar. Jika Raining Blood versi Slayer adalah soundtrack yang tepat untuk pergi membunuh, maka versi Tori Amos ini lebih tepat didengarkan untuk mereka yang ingin mati muda.


06. Coma – Sasha
Taken from The emFire Collection LP. Sasha is the Trent Reznor of dance music. Sasha is a genre. Period.

07. Roar – Patrice Baumel
Sebuah komposisi electronic music yang sangat tidak lazim menurut saya. Musik ini tidaklah danceable, tapi cukup dapat “memeras otak” pendengarnya. Jika Mike Patton meracau lewat teknik vokalnya, Patrice Baumel pun tidak kalah berkoar lewat perangkat Ableton Live 8


08. Born Slippy – Underworld
Siapa pun yang besar di era 90-an dan menganggap Mark Renton adalah nabi pasti akan sepakat bahwa lagu ini timeless.

09. Voodoo People – The Prodigy
Adalah Agus Sasongko yang pertama kali meracuni saya untuk menyimak The Prodigy. Dan seketika itu juga saya jatuh cinta dengan electronic music, dengan tidak berkhianat kepada para pejuang Sunset Strip. The Prodigy mengajarkan saya bagaimana attitude techno rock yang sesungguhnya.


10. Slip Slide Melting – For Love Not Lisa
Diambil dari salah satu album soundtrack terbaik yang pernah dirilis, The Crow, track no. 10.


11. Rocket Queen – Guns ‘N Roses
Ultra sensation of cheap vodka and a quick blow job in 6 minutes and 13 seconds

12. Hyperballad – Bjork
Soundtrack saya kelak di hari tua nanti.


13. Star Guitar – The Chemical Brothers
Ingin merasakan efek candy flip yang luar biasa? Star Guitar jawabannya.


14. Vapour Trail – Ride
Dengarkan di saat tenang.


15. Mayonaise – The Smashing Pumpkins
My interest in (rock) music stops at the 90’s era. Where everything were original unlike now.

16. Life Goes On – Poison
Pedoman cantik bagi mereka yang menganut paham SLJJ (Sambungan Love Jarak Jauh).


17. Wasted Time – Skid Row
An anti-Bon Jovi love song. Sayang tidak dibawakan sewaktu mereka manggung di Ancol


18. Motorcycle Emptiness – Manic Street Preachers
Manic Street Preachers at its best. No doubt about it

19. Lurgee – Radiohead
Thom Yorke dan Jonny Greenwood tenggelam dalam larutan beer + Prozac.


20. Burn One Down – Ben Harper
Satu dari sekian mars “Dukung Legalisasi Ganja.”

…If you don’t like my fire
Then don’t come around
Cause I’m gonna burn one down
Yes I’m gonna burn one down…


21. This Guy’s In Love With You – Faith No More
A cover version from Herb Alpert’s, written by Burt Bacharach and Hal David. Too bad I forgot to include this on my wedding song.


22. Join Me In Death – HIM
Romantika bunuh diri Made In Finland


23. Hurt – Nine Inch Nails
NIN sukses menutup konser Wave Goodbye 1989 – 2009 di Singapura beberapa waktu lalu dengan lagu ini. Dan sampai saat ini pun saya masih merinding membayangkannya.

Note: Indra7 is part Metal, part House. Part Sunset Strip Sleaze-Rock, part Detroit Techno. Part Microchip, part Media Distorsi. All Obsessive Compulsive Disorder.

_________________

See y’all again next Wednesday!

Boozed, Broozed, and Broken-boned,
RUDOLF DETHU

___________________

The Block Rockin’ Beats
Every Wednesday, 8 – 10 PM
The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.
No bullcrap.
Zero horse shit.
Rad-ass rebel without a pause.

Shut up and slamdance!

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7

Edition: February 03, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA7
Join Me in Death & Destruction: Symphony of Manic Street Preachers

:: Playlist, notes and (most) photos, written and handpicked by Indra Himself ::

No matter what music that I hear
No matter what music that I play
I don’t give a damn with all restrictions and labels attached to me
This is me, this is my music

The Playlist:


01. Kickstart My Heart – Motley Crue
Salah satu anthem klasik yang selalu saya putar sebagai lagu pembuka ketika Monday Mayhem masih berjaya pada masa itu. Cepat, keras, tanpa tedeng aling. Mari kita ugal-ugalan.

02. Symphony Of Destruction – Megadeth
Fuck “Guitar Hero”. Play the real thing!


03. Authority – Biohazard
Semangat Hardcore saat SMA. Memakai hoodie Thrasher Magazine walaupun cuaca Jakarta siang itu hampir 34’C. Fuck the rules!


04. Nutshell – Alice In Chains
Saya menyebutnya sebagai “rock suntik.” Saya tidak menggunakan substansi dengan jarum suntik, tapi apabila saya terkapar di UGD RSKO Fatmawati dengan jarum menancap di tangan, bisa dipastikan earphone yang menempel di kuping saya berisikan lagu ini.


05. Raining Blood – Tori Amos
Tori Amos sepertinya mengerti essensi dari sebuah cover version yang baik dan benar. Jika Raining Blood versi Slayer adalah soundtrack yang tepat untuk pergi membunuh, maka versi Tori Amos ini lebih tepat didengarkan untuk mereka yang ingin mati muda.


06. Coma – Sasha
Taken from The emFire Collection LP. Sasha is the Trent Reznor of dance music. Sasha is a genre. Period.

07. Roar – Patrice Baumel
Sebuah komposisi electronic music yang sangat tidak lazim menurut saya. Musik ini tidaklah danceable, tapi cukup dapat “memeras otak” pendengarnya. Jika Mike Patton meracau lewat teknik vokalnya, Patrice Baumel pun tidak kalah berkoar lewat perangkat Ableton Live 8


08. Born Slippy – Underworld
Siapa pun yang besar di era 90-an dan menganggap Mark Renton adalah nabi pasti akan sepakat bahwa lagu ini timeless.

09. Voodoo People – The Prodigy
Adalah Agus Sasongko yang pertama kali meracuni saya untuk menyimak The Prodigy. Dan seketika itu juga saya jatuh cinta dengan electronic music, dengan tidak berkhianat kepada para pejuang Sunset Strip. The Prodigy mengajarkan saya bagaimana attitude techno rock yang sesungguhnya.


10. Slip Slide Melting – For Love Not Lisa
Diambil dari salah satu album soundtrack terbaik yang pernah dirilis, The Crow, track no. 10.


11. Rocket Queen – Guns ‘N Roses
Ultra sensation of cheap vodka and a quick blow job in 6 minutes and 13 seconds

12. Hyperballad – Bjork
Soundtrack saya kelak di hari tua nanti.


13. Star Guitar – The Chemical Brothers
Ingin merasakan efek candy flip yang luar biasa? Star Guitar jawabannya.


14. Vapour Trail – Ride
Dengarkan di saat tenang.


15. Mayonaise – The Smashing Pumpkins
My interest in (rock) music stops at the 90’s era. Where everything were original unlike now.

16. Life Goes On – Poison
Pedoman cantik bagi mereka yang menganut paham SLJJ (Sambungan Love Jarak Jauh).


17. Wasted Time – Skid Row
An anti-Bon Jovi love song. Sayang tidak dibawakan sewaktu mereka manggung di Ancol


18. Motorcycle Emptiness – Manic Street Preachers
Manic Street Preachers at its best. No doubt about it

19. Lurgee – Radiohead
Thom Yorke dan Jonny Greenwood tenggelam dalam larutan beer + Prozac.


20. Burn One Down – Ben Harper
Satu dari sekian mars “Dukung Legalisasi Ganja.”

…If you don’t like my fire
Then don’t come around
Cause I’m gonna burn one down
Yes I’m gonna burn one down…


21. This Guy’s In Love With You – Faith No More
A cover version from Herb Alpert’s, written by Burt Bacharach and Hal David. Too bad I forgot to include this on my wedding song.


22. Join Me In Death – HIM
Romantika bunuh diri Made In Finland


23. Hurt – Nine Inch Nails
NIN sukses menutup konser Wave Goodbye 1989 – 2009 di Singapura beberapa waktu lalu dengan lagu ini. Dan sampai saat ini pun saya masih merinding membayangkannya.

Note: Indra7 is part Metal, part House. Part Sunset Strip Sleaze-Rock, part Detroit Techno. Part Microchip, part Media Distorsi. All Obsessive Compulsive Disorder.

_________________

See y’all again next Wednesday!

Boozed, Broozed, and Broken-boned,
RUDOLF DETHU

___________________

The Block Rockin’ Beats
Every Wednesday, 8 – 10 PM
The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.
No bullcrap.
Zero horse shit.
Rad-ass rebel without a pause.

Shut up and slamdance!

Titik Normal: Menggugat Status Quo

TitikNormal-mnpg

Titik Normal adalah trio musisi yang justru ajaib, band yang tak pantas dicap normal.

Bayangkan, personelnya satu bermukim di Sydney, Australia, dua sisanya di Jawa. Genrenya jauh dari pop—definisi umum untuk “normal”. Ditambah kemampuan bermusik masing-masing personel yang bukan biasa-biasa saja, di atas rata-rata. Barangkali yang masih bisa disebut “normal” adalah prilaku dari tiap anggotanya yang hangat, rendah hati, bak saat bersua dengan kawan lama saja.

Tapi memang, Titik Normal maksudnya bukan mendeskripsikan tentang sesuatu yang normal. Malah mempertanyakan keabsahan dari standar normal. “Abnormal or unusual for many but for a few people it’s a normal thing. Titik Normal is in fact questioning the normal,” jelas Haniel Ko, pendiri Titik Normal.

Selain Haniel, grup yang baru resmi berdiri di awal tahun 2016 ini beranggotakan Arief Ramadhan serta Uziel Jayadi. Haniel (bas) sendiri sempat berkiprah di grup alternative rock Nutrix saat ia berkuliah di Universitas Udayana, Denpasar – Bali, mengisi bas di album kompilasi 1000 Gitar untuk Anak Indonesia keluaran majalah Rolling Stone Indonesia, membantu Baron di album Baron Soulmate, menjajal beragam klub musik di Sydney, Australia. Sementara Arif Ramadhan (gitar) merupakan personel grup musik metal Tumenggung, dan terlibat dalam konser monumental Duel Rock 2015 (Gribs vs Sangkakala). Sedangkan Uziel Jayadi (drum) adalah sosok lumayan beken lewat keterlibatannya di unit heavy metal veteran, Down For Life.

Tiga sekawan yang bersikeras menempuh jalur indie serta menolak terpaku pada satu jenis musik dan lebih doyan mencampur aduk metal, pop, groove rock, industrial, ini bakal unjuk kebolehan di panggung Festival Mata Air.

Jika anda termasuk orang yang gerah dikatai normal alias ogah disebut membosankan dan menolak status quo, sudah saatnya membuka pikiran serta segera memberi ruang di hati anda kepada Titik Normal.

Screw the norms!

________________

Rilis pers ini saya tulis di sekitar pertengahan Februari 2016, beberapa hari sebelum Festival Mata Air 2016 dimulai.

Domestic Groove: EDY KHEMOD

EdyKhemod-1

EDY KHEMOD
Drummer, Creative Director, Babysitter

Musik apa yang sedang anda sukai saat ini?
Lagi senang denger bands rock/metal lawas yang mulai merilis album lagi. Refused yang katanya fukkin dead tau-tau muncul dengan album Freedom. Godflesh merilis album baru World Lit By Fire setelah lebih dari 10 tahun tidak merilis album. Carcass dengan album Surgical Steel setelah album terakhir mereka di tahun 1996, Swansong. Faith No More juga, meski pun album barunya ga bagus-bagus amat.

Lagi dengerin juga bands proto metal, bands baru yang membawakan musik bernuansa klasik rock dengan sentuhan modern jaman sekarang. Ada Blood Ceremony, Lucifer, Witchcraft, Ghost BC, dll.

Untuk lokal, lagi suka bands seperti Poison Nova, Kelompok Penerbang Roket, Indische Party, dan
Barefood. Ini sedikit dari grup-grup musik baru yang potensial nan menyegarkan.

OzzyRandy-Tribute

Apa album rekaman pertama yang anda beli—ada kisah menarik di baliknya?
Kaset yang pertama gua beli adalah Ozzy Osbourne & Randy Rhoads: Tribute. Sebuah live album in memoriam untuk mendiang Randy Rhoads. Seingat gua itu adalah bulan puasa, dapet jatah THR, lalu diajak kakak ke sebuah toko kaset legendaris di Bandung yang sudah tiada, Toko Tengah. Harganya Rp2500. Itu pertama kali gua dipersilakan untuk memilih kaset gua sendiri. Waktu itu gua masih kelas 3 SD.

Memori gua soal Ozzy Osbourne berasal dari kaset video Betamax Rock Concert yang biasa disewa dari mas-mas keliling dari rumah ke rumah. Di kaset video itu juga gua pertama berkenalan dengan Black Sabbath, Led Zeppelin, dan Kiss. Dan kaset Ozzy Osbourne: Tribute ini adalah kaset terbaru dari Ozzy pada saat itu.

Apa album favorit anda sepanjang masa? Kenapa?
Genesis, Selling England by the Pound.

Iya maap, ketauan umur. I couldn’t help it, I’m a sucker for progresive rock. Mungkin gua satu-satunya di Seringai yang suka prog rock hahaha…

Genesis adalah soundtrack keluarga gua. Gua anak bungsu dari 6 bersaudara, 5 cowok dan 1 cewek. Kakak-kakak gua tumbuh di era dimana kaset bajakan Yess sedang marak-maraknya di Indonesia. Rumah gua selalu riuh dengan musik yang dipasang keras-keras dari setiap kamar. Dan gua jadi si anak kecil yang diam-diam masuk ke kamar mereka, membongkar koleksi kaset mereka satu per satu. Dan Genesis album ini jadi salah satu album yang paling sering kita dengarkan sebagai keluarga. Weird family eh?

Genesis-SellingEnglandbythePound

Apa album rekaman terburuk yang pernah anda beli?
Metallica, Load. No description needed.

Di reinkarnasi berikutnya, selain diri anda sendiri, anda ingin menjadi siapa?
“Di reinkarnasi berikutnya…” berarti belum ada dong ya orangnya? Kalau belum ada sih ingin jadi cinematographer. Atau jadi koki. Atau jadi pengusaha digital nan kaya raya, dengan sisa waktu dihabiskan untuk merilis bands ngaco yang gak mungkin dirilis label. Kalo ingin jadi orang lain (yang sudah tiada), gua ingin jadi Frank Zappa. Atau jadi Cliff Burton. Atau jadi Stanley Kubrick.

Banyak ya maunya…

Buku apa yang sedang anda baca sekarang, skornya berapa (1-10)?
Gua ternyata sudah cukup lama tidak membaca buku. Terakhir adalah graphic novel dari DC Comic Saga of the Swamp Thing karya Alan Moore. Ini pun komik yang sudah cukup lama, baru baca sekarang. Alan Moore adalah angin segar untuk skena komik, dengan angle-nya yang absurd dan berani. Skor: 8 dari 10.

Predestinationxxx

Film baru apa yang orang-orang harus tonton? Kenapa?
Film ini sebenernya ga baru-baru amat. Predestination (2014) Film sci-fi thriller dengan low budget produksi Australia. Sci Fi low budget? Pasti kalian berpikir tentang film sci-fi B movie kan? Wrong. Film ini punya cerita yang sangat kuat dan menarik, dieksekusi dengan sangat baik dan sinematografi yang bagus. Film ini jadi bukti bahwa cerita yang kuat adalah modal untuk membuat film yang baik, bukan modal nominal.

Lagu apa yang anda pilih untuk memulai akhir pekan?
Turbonegro, “Tight Jeans, Loose Leash”. Lagu dimulai dengan teriakan “Party tiiimmeeee…”

Dan lagu untuk mengakhiri akhir pekan?
Queen Of The Stone Age, “Make It with Chu”.

EdyKhemod-2

Edy Khemod belakangan kian sibuk nyaris di tiap akhir pekan pergi bermusik, menyambangi Serigala Militia, bersama kelompok musik cadas beroktan tingginya, Seringai. Di sela-sela tur tersebut ia dan band-nya itu masih sempat menulis lagu-lagu baru. Hingga kini telah ada 4 tembang yang mulai berbentuk.

Bersama Cerahati, wira usaha miliknya, ia sedang masuk tahap akhir dari editing film dokumenter skena musik independen Bandung, Membakar Batas. “Sudah terlalu lama proses pembuatan film ini, gotta finish this ASAP!” katanya. Di isu rumah tangga, Khemod adalah juga part time babysitter untuk si kecil terkasihnya, Kejora Mina.

Domestic Groove: RICKY SIAHAAN

RickySiahaan-guitar
RICKY SIAHAAN
Gitaris, Penulis

Musik apa yang sedang anda sukai saat ini?

Ada beberapa album atau lagu yang sedang menarik perhatian saya akhir-akhir ini. Kalau lagu mungkin adalah “Tersesat Di Antariksa”, nomor terbaru dari Morfem, band fuzz rock ibukota. Catchy, cepat melekat, dan adiktif. Untuk album lokal mungkin adalah Poison Nova, band black/death asal Cirebon yang menurut saya telah merilis album fenomenal berjudul Circle of Woe. Saya suka dengan selera metal mereka yang bisa menggabungkan banyak pengaruh. Dari mulai Dissection, sampai gerinda hardcore/punk. Tapi memorable. Tipe metal yang setelah selesai mendengarkan, CD player dimatikan, kita masih bisa ingat lagunya. Sudah lama saya tidak dapat sensasi itu dari musik ekstrem. Kalau album luar mungkin Napalm Death Apex Predator – Easy Meat, untuk non-metal/rock mungkin Lana Del Rey, Ultraviolence, atau juga Leonard Cohen, Popular Problems. Tahun lalu dan tahun ini penuh dengan musik bagus.

Apa album rekaman pertama yang anda beli—ada kisah menarik di baliknya?

Motley Crue, Theatre of Pain. Kelas 4 SD, kisaran tahun 86. Saya terobsesi mencari segala hal yang berbau musik rock setelah menonton video betamax berjudul Rock Concert yang menampilkan videoklip band-band rock dan heavy metal. Ada Def Leppard, Kiss, Journey dan lainnya. Somehow, Motley Crue bagi saya stand out dan punya magnet rockstardom yang susah terjelaskan ketika itu. Mungkin gabungan attitude, dan juga catchy songs. Dunno, you can say, I was capable in detecting badassery from an early age. Entahlah apakah itu hal yang baik atau buruk haha. Yang pasti dulu orang tua saya cukup panik ketika di kamar anaknya yang baru kelas 4 SD sudah terpajang poster Motley Crue yang berpose dengan pentagram dan full make-up.
SiameseDream
Apa album favorit anda sepanjang masa? Kenapa?

Pertanyaan model gini selalu paling susah untuk dijawab. Album musik bagi saya bukan kayak film HighlanderThere can be only one“. Tapi misalnya dipaksa harus memilih katakanlah lima album mungkin saya akan pilih:

1. Metallica – Master Of Puppets. Kenapa? Berani-beraninya Anda tanya kenapa?

2. Smashing Pumpkins – Siamese Dreams. Bagi saya pencapaian untuk sebuah kancah guitar based band. Ada vibe gender bender, ketika feminin dan maskulin melebur jadi satu. Di satu sisi bisa mencak-mencak dengan tsunami distorsi, kemudian di lagu lain tiba-tiba bisa super manis dan mellow. Variatif secara emosi. Dan ketika mood sedang ingin jadi geek, skill teknisnya juga bisa dikagumi. Paket lengkap.

3. Slayer – Reign In Blood. Salah satu pengalaman musik ekstrem pertama saya. Tanpa basa basi. Versi musik dari sebuah bogem mentah.

4. Black Sabbath – Paranoid. The band who started it all. Dan ini adalah album terbaik mereka. Belum terkontaminasi drama antar personel, dan pengaruh progresif rock.
.
5. My Bloody Valentine – Loveless. Manis dan bising, saya selalu suka ketika eksplorasi dibawa ke titik maksimum, tapi masih ada hook pop hingga saya merasa akrab dengan apa yang ingin mereka sampaikan. Beauty and provocation altogether.

Apa album rekaman terburuk yang pernah anda beli?

Hmm ini juga susah, karena banyak juga album yang jelek. Tapi yang teringat mungkin: Metallica, Load.

Di reinkarnasi berikutnya, selain diri anda sendiri, anda ingin menjadi siapa?

Hmm. Selain diri sendiri? Saya tidak pernah menginginkan kehidupan orang lain. Tapi bila harus bercermin dengan hidup orang lain, kehidupan Dave Grohl mungkin cukup menarik. Dalam artian perjalanannya seperti seru. Banyak naik turun seperti roller coaster, sangat-sangat musikal, berteman baik dengan idola-idolanya.

Buku apa yang sedang anda baca sekarang, skornya berapa (1-10)?

Baru saja menyelesaikan Are You Morbid? Buku tentang perjalanan hidup Tom Gabriel Fischer, frontman Celtic Frost/Hellhammer. The score is 7. Tom Fischer bukan Lemmy Kilmister dengan buku White Line Fever-nya. Celtic Frost juga tidak segila Motley Crue dengan kisah-kisah setingkat buku The Dirt. Tapi mengingat band ini adalah eksponen penting musik cadas, salah satu pionir dan saya memang suka musiknya, bolehlah diikuti kisahnya. Know your roots.
RunAllNight
Film baru apa yang orang-orang harus tonton? Kenapa?

Film action baru yang lagi beredar mungkin Run All Night. Popcorn movie is my kind of movie. Tapi saya suka plot cerita dan kompleksitas yang mengaduk emosi penonton. Menampilkan bahwa sebenarnya tidak ada yang sisi yang ekstrem hitam dan putih di dunia kriminal. Banyak sisi abu-abu. Kecuali bila bicara tentang kasih sayang orang tua ke anaknya. No compromise. Yang lain mungkin Predestination. Total mindfuck. Plot film yang memiliki twist? Check this movie out, bagi gue film ini meredefinisi istilah “twist”.

Lagu apa yang anda pilih untuk memulai akhir pekan?

Best Coast – “This Lonely Morning”

Dan lagu untuk mengakhiri akhir pekan?

Nothing – “Bent Nail”

RickySiahaan

Selain menggitari unit rock oktan tinggi Seringai dan me-Managing Editor-i majalah Rolling Stone Indonesia, Ricky sedang sumringah menjalani profesi sampingannya yang termutakhir: menjadi bagian manajemen dari seorang aktor/badass fighter bernama Iko Uwais. Artinya, jika anda adalah bagian dari serigala militia, jangan terlalu banyak berharap Seringai akan menerbitkan album baru dalam waktu dekat.

SIMAK JUGA
Seringai: Kian Nyaring dan Makin Bertaring
Seringai: Menolak Tua dan Bangga