Tag Archives: handphone

SPC Z2 Orion – Untuk kamu yang aktif dan produktif

kabarportal.com – Dijaman yang serba cepat seperti saat ini, kita dituntut untuk terus bekerja lebih cepat, tepat serta ekonomis. Seperti halnya untuk membalas sebuah email, update website/ blog kita tidak perlu harus menunggu waktu karena tidak membawa komputer jinjing atau laptop. Saat ini semua bisa dikerjakan secara mobile, mulai dari menerima telphone, pesan singkat hingga […]

Pengalaman Pertama Belanja Online di Lazada

Belanja secara online saat ini mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun saya sendiri baru kali ini memiliki pengalaman dengan mencoba melakukan transaksi / belanja secara online. Selama ini situs belanja online saya gunakan hanya untuk survey harga barang (khususnya barang seperti handphone). Setelah menemukan barang yang sesuai, baru kemudian saya membeli barang tersebut langsung di toko, bukan belanja online.

Pengalaman pertama saya belanja secara online berawal dari keinginan saya membeli sebuah barang yang saya sendiri pada awalnya tidah tahu istilah/nama barang tersebut. Saya ingin membeli sebuah tempat/pegangan handphone untuk diletakkan di dashboard atau kaca mobil. Barang ini bukan kebutuhan utama tapi saya rasa akan berguna ketika berkendara sendiri atau ingin menggunakan fasilitas GPS pada handphone sambil berkendara. Walaupun berhubungan dengan aksesoris handphone tapi saya belum pernah melihat barang ini dijual di toko handphone dan aksesoris. Jadi saya kira barang ini jarang dijual di toko biasa.

Saya kemudian membuka sebuah situs belanja online yaitu Lazada. Saya mencoba mencari berdasarkan kategori yang tersedia dan ternyata di Lazada tersedia cukup banyak pilihan untuk barang yang saya cari. Kalau tidak salah istilah untuk barang ini adalah Car Holder. Saya melihat-lihat beberapa pilihan Car Holder yang tersedia dan juga coba membaca beberapa review yang tersedia disana. Pilihan saya pun jatuh pada Capdase Original Mini Car Mount Holder Racer For Zenphone.

Karena saya belum pernah belanja secara online dan ini merupakan pengalaman yang pertama, maka saya memang mencoba membuat batasan untuk belanja barang dengan harga maksimal 200 ribu. Harga barang yang ingin saya beli ini adalah 180 ribu, jadi masih masuk dalam kategori barang yang ingin saya beli. Saya pun melanjutkan ke tahap transaksi dengan mengikuti langkah yang sudah disediakan di Lazada. Cukup mudah dan jelas untuk diikuti.

Setelah melakukan transaksi secara online, untuk pembayaran saya lakukan dari ATM dengan mengirim uang ke rekening yang sudah ditentukan. Karena ditambah dengan ongkos kirim maka biaya total yang saya kirimkan sekitar 223 ribu. Pembayaran selesai, tahap selanjutnya adalah melakukan konfirmasi pembayaran melalui website Lazada. Sayangnya saat itu setelah mencoba beberapa kali, proses konfirmasi pembayaran ternyata gagal karena ada masalah pada halaman website.

Sekali lagi karena ini pengalaman pertama belanja secara online, saya sedikit resah dan langsung mencoba menelepon ke nomor telepon yang tertera di website Lazada. Tidak lama telepon pun diangkat oleh seorang lelaki yang cukup ramah, saya menyampaikan keluhan saya dan disarankan untuk mengirimkan bukti pembayaran beserta nomor/kode pesanan ke email support@lazada.co.id. Semua langkah yang diminta pun saya ikuti. Selang beberapa menit saya mendapat balasan bahwa konfirmasi pembayaran saya akan segera dicek dan diproses dalam waktu 24 jam.

Keesokan harinya saya login ke website Lazada dan melihat status barang yang saya beli, kalau tidak salah waktu itu barang saya sudah di packing. Saya lupa waktu detailnya, status selanjutnya barang dalam proses pengiriman. Total 7 hari setelah pembayaran, barang pun tiba di rumah saya. Tapi saat itu kebetulan yang ada dirumah adalah ibu saya, jadi beliau yang menerima. Tentunya sebelumnya saya sudah pesan siapa tahu ada orang mengirim barang agar diterima, agar ibu saya tidak bingung karena saya tumben mendapat kiriman barang ke rumah. Oya, pengiriman barangnya menggunakan JNE.

Itulah pengalaman saya pertama kali belanja secara online di Lazada. Saya belum pernah belanja di situs lainnya, mungkin lain kali perlu dicoba juga.

Baca Juga:

8 Tips Memaksimalkan Fungsi Smartphone Android

android-tips

“Smartphone with stupid user”

Begitulah kira-kira keluhan dari beberapa teman di akun jejaring sosial mereka yang pernah saya baca. Kata-kata yang begitu menusuk itu mungkin keluar karena saking kesalnya mereka ketika terlalu sering menerima pesan berantai atau broadcast message dari orang lain. Jujur, saya sendiri juga pernah menerima dan merasa kurang nyaman dengan pesan tidak penting seperti itu, apalagi pesan yang jelas-jelas hoax. Pernah saya mencoba menegur secara halus mereka yang mengirimnya, jawaban yang saya dapatkan adalah katanya pesan itu dikirimkan karena iseng dan juga diterima dari orang lain. Ya iyalah, namanya juga pesan berantai. Tapi saya sendiri sama sekali tidak mau meneruskan hal-hal semacam itu.

Contoh diatas hanyalah salah satu bentuk kurang bijaknya kita menggunakan perangkat yang disebut telepon pintar. Bukan handphone biasa seperti beberapa tahun lalu, tapi handphone yang sudah pintar. Tapi apakah kita sudah dapat memaksimalkan kepintaran perangkat yang kita miliki tersebut? Karena sepintar dan secanggih apapun sebuah perangkat tanpa diiringi dengan pengetahuan yang cukup maka kecanggihan itu tidak akan ada gunanya.

Saya menulis ini bukan berarti saya merasa diri paling pintar atau pun paling bijaksana dalam menggunakan sebuah perangkat smartphone. Saya hanya ingin berbagi dan sama-sama ingin belajar untuk lebih baik lagi dalam memaksimalkan fungsi sebuah smartphone khususnya smartphone dengan OS (operating system) Android. Dan saya juga tidak bermaksud membandingkan antara satu OS atau produk antara yang satu dengan yang lainnya, soal ini kembali ke pilihan masing-masing.

Baiklah saya akan mencoba berbagi beberapa fungsi sederhana yang umumnya sudah tersedia dalam smartphone android anda, atau mungkin juga pada smartphone dengan OS lainnya. Beberapa fungsi atau fitur ini tentunya sudah cukup sering saya gunakan sehingga manfaat sebuah smartphone menjadi terasa lebih maksimal, sehingga rasanya ada perbedaan ketika menggunakan sebuah smartphone dengan handphone biasa. Beberapa fungsi/fitur tersebut diantaranya :

1. Reject Call With SMS

Apakah anda pernah menerima panggilan di smartphone ketika sedang rapat, atau ketika sedang berkendara atau berbagai situasi lainnya yang tidak memungkinkan kita untuk berbicara di telepon? Kalau menggunakan handphone biasa, dulu biasanya kita tidak bisa berbuat apa kecuali me-Reject panggilan tersebut atau membiarkannya sampai “mati” sendiri. Tentunya bagi orang yang menelepon akan menjadi bertanya-tanya mengapa kita tidak menerima panggilan tersebut.

Sesuai namanya, dengan adanya fitur Reject Call With SMS, kita bisa langsung menutup (Reject) panggilan tersebut sekaligus mengirimkan SMS tertentu, misalnya “I’m driving” dan lainnya. Fitur ini sangat sederhana tapi sangat bermanfaat, setidaknya orang yang menelepon akan mendapatkan informasi mengapa kita tidak bisa menerima telepon saat ini. Ketika sedang berkendara, memang tetap sebaiknya kita tidak menggunakan fitur ini, tapi dalam keadaan terpaksa atau situasi yang memungkinkan, bisa saja kita gunakan fitur ini, setidaknya ini lebih baik dibanding kita menyetir sambil menerima telepon.

Oya, fitur ini tentu menjadi tidak berguna jika panggilan yang masuk bukan dari telepon/nomor yang memiliki fasilitas SMS, telepon rumah misalnya.

2. Samsung Google Voice

Sesuai namanya, fitur ini sepertinya hanya tersedia di perangkat yang menggunakan OS Android dan produk Samsung. Di smartphone Android merk lain mungkin ada dengan nama berbeda. Dengan fitur ini kita bisa mengetik dengan memberikan input berupa suara. Fitur ini sangat bermanfaat ketika kita ingin mengetik dengan lebih cepat dan menggunakan tulisan yang formal karena fitur ini tidak bisa mengetik bahasa yang disingkat-singkat apalagi tulisan alay. Bahasa yang didukung oleh fitur ini juga cukup banyak, tentunya termasuk bahasa Indonesia.

Saya sendiri sudah pernah mencoba dan cukup sering menggunakan fasilitas ini, khususnya ketika membalas email yang membutuhkan bahasa/kalimat formal. Kebetulan di kantor saya cukup sering menerima email baik melalui alamat email pribadi maupun email kantor dari pihak luar yang menanyakan informasi seputar penerimaan mahasiswa baru. Fitur ini sangat bermanfaat bagi saya ketika membalas/mengetik email di smartphone. Sebagai catatan, fitur ini membutuhkan koneksi internet saat menggunakannya.

3. Reject List

Reject List adalah sebuah fitur yang bisa kita gunakan ketika kita tidak ingin menerima telepon dari nomor tertentu. Jadi sebuah nomor di kontak bisa kita masukkan ke dalam Reject List sehingga ketika nomor tersebut menelepon kita akan terdengar nada yang memberitahukan bahwa telepon kita sedang tidak aktif. Untuk mengembalikan ke keadaan semula juga sangat mudah, tinggal keluarkan nomor tersebut dari Reject List sehingga kita bisa dihubungi lagi seperti biasa.

Jujur saja, saya belum sering menggunakan fitur ini karena memang belum butuh. Tapi saya sudah pernah mencobanya dan memang bisa, ya hanya sekedar mencoba saja menggunakan telepon teman di rumah. Saya tidak menyarankan anda untuk menggunakan fitur ini untuk hal-hal negatif, misalnya ketika ingin kabur/bolos sehingga tidak bisa dihubungi oleh kantor atau atasan :D Atau mungkin agar tidak bisa dihubungi pacar/pasangan, hehehe.

4. Blocking Mode

Blocking Mode adalah sebuah fitur yang bisa diaktifkan saat tertentu. Ketika mode ini diaktifkan, perangkat telepon akan tetap aktif tetapi kita tidak akan menerima sms, notifikasi, alarm & timer dan juga panggilan telepon. Tetapi notifikasi yang diaktifkan / dinonaktifkan pun bisa di setting. Kita juga bisa mengatur agar panggilan telepon dari nomor tertentu tetap bisa masuk, misalnya dari nomor orang-orang penting seperti keluarga atau atasan.

Fitur ini mungkin bisa diaktifkan ketika kita butuh privasi atau waktu untuk istirahat tetapi tetap bisa terhubung dengan orang-orang yang kita ijinkan untuk menghubungi. Selain itu dengan mengaktifkan fitur ini juga bisa membuat baterai lebih tahan lama karena beban kerja smartphone lebih ringan. Saya sendiri tidak terlalu sering mengaktifkan fitur ini, tapi saya rasa sangat bermanfaat saat kita benar-benar membutuhkan.

5. Maps (Google Maps)

Maps ini merupakan sebuah aplikasi yang umumnya sudah tersedia di semua smartphone, apalagi smartphone Android. Fasilitas ini cukup sering saya gunakan. Saya berkali-kali merasakan manfaat dari aplikasi ini. Ketika kundangan ke rumah teman di Klungkung, saya hanya diberikan alamat lengkapnya saja dan dengan menggunakan aplikasi Maps ini saya bisa menemukannya tanpa sempat bertanya di jalan atau tersesat sedikitpun, langsung ketemu. Padahal alamat tersebut tidak termasuk di kota. Juga ketika ada teman yang menikah di daerah Gianyar, kebetulan melalui undangan di Facebook sudah dicantumkan posisinya melalui Google Maps, jadi semakin gampang menemukannya.

Contoh lain lagi ketika saya diminta untuk datang ke Pengadilan Negeri Semarapura (Klungkung), dengan bantuan Maps ini saya bisa menemukannya dengan mudah. Satu contoh lagi, ketika saya ditugaskan ke Jakarta beberapa bulan lalu, dari bandara saya langsung menuju Kantor Kementerian Parekraf. Selesai acara disana, teman saya mengajak untuk menginap di jalan Jaksa tetapi dia tidak tahu ke arah mana jalan Jaksa tersebut. Saya tinggal menggunakan aplikasi Maps ini dan sambil berjalan kaki maka tidak sulit menemukannya. Begitu juga ketika besoknya kami mau pulang dan ingin naik bus Damri dari stasiun Gambir, dengan menggunakan Maps ini kami bisa menemukan stasiun Gambir sambil berjalan kaki sekitar 25 menit.

Masih banyak contoh lain lagi dan 99% hasilnya akurat. Yang perlu diingat, jika ingin mengaktifkan fitur GPS (untuk menentukan lokasi kita berada saat itu) maka diperlukan koneksi internet.

6. Lapor SMS

Salah satu keunggulan smartphone khususnya Android adalah tersedianya berbagai macam aplikasi, seperti game, jejaring sosial dan banyak lainnya, tentunya banyak yang gratis. Lapor SMS ini adalah sebuah aplikasi kecil dan ringan serta tentu gratis. Aplikasi ini membantu kita untuk melaporkan SMS yang dirasa mengganggu seperti SMS spam atau penipuan. Dengan langkah kecil seperti ini setidaknya kita membantu memerangi SMS spam dan penipuan. Aplikasi ini sering saya gunakan.

Sebenarnya tanpa menggunakan aplikasi khusus pun kalau tidak salah sudah ada fasilitas untuk menandai sebuah sms spam. Fasilitas ini yang jelas sudah tersedia pada Android terbaru, saya kurang tahu kalau Android versi yang agak lama. Jadi ketika menerima sms spam/penipuan, tinggal klik menu lalu pilih “Mark as spam”.

7. Favourite Contact

Favourite Contact ini semacam Speed Dial pada handphone jaman dulu. Fitur Favourite Contact ini mungkin terlihat sederhana dan sepele tapi akan sangat bermanfaat ketika kita ingin menghubungi seseorang dengan segera, kita tinggal membuka Favourite Contact dimana sebelumnya kita sudah memasukkan nomor kontak tertentu ke dalamnnya. Salah satu manfaat lain yang saya bayangkan dari Favourite Contact ini adalah saat darurat, maaf, mudah-mudahan saja tidak terjadi, misalnya jika kita kecelakaan serta pingsan dan sudah ada orang lain yang mau membantu kita, jika orang tersebut ingin menghubungi orang terdekat kita, mungkin dia bisa mengetahuinya dari Favourite Contact ini.

8. SMS send to many

Fitur Send SMS to many bukan hanya ada di smartphone, di handphone model lama pun sebenarnya sudah ada. Tetapi mungkin ada yang belum memaksimalkannya. Tapi bagi saya sendiri, fitur ini sangat bermanfaat. Misalnya, kebetulan seminggu minimal 2 kali saya bermain bulutangkis bersama beberapa teman. Ketika ingin mengajak/mengingatkan beberapa orang untuk diajak bermain tersebut saya cukup mengetik satu SMS lalu dikirim ke beberapa nomor. Sederhana tapi bermanfaat.

Baiklah, itulah 8 hal yang saya rasa bisa kita lakukan untuk memaksimalkan fungsi smartphone kita. Hal-hal yang terlihat sederhana tapi sangat bermanfaat, setidaknya bagi saya dan mungkin juga pengguna smartphone lainnya. Kalau mungkin ada hal lain yang terlewatkan, silahkan ditambahkan lagi. Khusus untuk aplikasi baik itu game atau aplikasi lainnya, tentu sangat banyak tersedia di Play Store / Google Play, silahkan googling sendiri atau lihat saja disana mana aplikasi yang sedang Top, jangan lupa membaca komentar/review sebelum memutuskan untuk mendownload dan menginstallnya. Kalau pun sudah terlanjur download tapi ternyata tidak bagus atau dirasa tidak puas, ya tinggal di remove saja, toh ini smartphone bukan? Hehe

Baca Juga:

Share

Pengalaman Pertama Samsung Galaxy S III Mini

Samsung S III Mini

Kesan dan Pengalaman Pertama Samsung Galaxy S III Mini

Hari Kamis, 13 Juni 2013 malam akhirnya saya membeli sebuah handphone baru keluaran Samsung yaitu Samsung Galaxy S III Mini. Saya bisa dikatakan agak mendadak membeli handphone ini karena handphone saya sebelumnya yaitu Sony Xperia Ray sudah dibeli oleh seorang keponakan. Saya sebenarnya tidak terlalu ngebet ingin membeli handphone baru karena belum menyiapkan “anggaran”. Berhubung handphone saya sudah dibeli sementara saya menggunakan Nokia jadul yang kebetulan masih saya miliki. Tetapi sehari saja menggunakan Nokia jadul itu aktivitas saya menjadi terganggu karena saya hampir tiap hari melayani calon mahasiswa yang membutuhkan informasi mahasiswa baru di STP Nusa Dua Bali.

Jadi mau tidak mau saya harus membeli handphone baru, saya sempat bertanya kepada beberapa teman dan juga kerabat untuk meminta rekomendasi. Tentunya saya juga mencari-cari review tentang handphone yang cocok dengan kriteria saya. Kriteria handphone yang ingin saya beli adalah handphone (smartphone) dengan OS Android, dengan harga berkisar 3-4 juta. Pilihan pun mengerucut pada 4 merk yaitu Samsung, Sony, LG dan HTC. Setelah membanding-bandingkan keempat brand tersebut menurut saya Samsung yang memiliki pilihan paling banyak dan juga harga yang paling bersaing dengan spesifikasi yang sama atau lebih. Disamping itu, di toko-toko yang saya kunjungi di seputaran jalan Teuku Umar Denpasar, hanya merk Samsung yang barangnya tersedia lengkap. Pikir saya mungkin memang merk Samsung yang paling laris disini.

Baiklah, saya memilih merk Samsung. Untuk smartphone Samsung yang harganya di rentang 3-4 juta ternyata ada 3 pilihan yaitu Samsung S Advance, Samsung S III Mini dan Samsung Galaxy Grand. Saya kemudian coba membanding-bandingkan ketiga smartphone ini. Dari segi ukuran layar, Galaxy Grand paling besar yaitu 5 inchi sedangkan Samsung S Advance dan Samsung S III Mini sama-sama 4 inchi. Untuk urusan ukuran layar saya sebenarnya tidak masalah, yang penting jangan dibawah 4 inchi atau lebih dari 5 inchi. Karena Xperia Ray saya sebelumnya terasa terlalu kecil.

Dari segi harga, Samsung S III Mini paling murah yaitu sekitar 3.100.000 (saya dapat harga termurah di seputaran Teuku Umar yaitu 3.085.000), sedangkan Samsung S Advance sekitar 3.250.000 dan Samsung Galaxy Grand sekitar 3.700.000. Untuk ukuran RAM Samsung S III Mini dan Samsung Galaxy Grand sama-sama 1 GB sedangkan Samsung S Advance hanya 768 MB. Sedangkan ukuran prosesor Samsung Galaxy Grand paling unggul yaitu 1,2 GHz sedangkan Samsung S Advance dan Samsung S III Mini sama-sama 1 GHz.

Dari segi OS hanya Samsung S Advance yang menggunakan Gingerbread sedangkan Samsung S III Mini dan Samsung Galaxy Grand sudah menggunakan Android Jelly Bean. Mungkin karena memang Samsung S Advance sudah dikeluarkan lebih lama. Saya juga tidak tahu persis apakah OS di Samsung S Advance sudah bisa di upgrade ke Jelly Bean. Selanjutnya untuk kamera, lagi-lagi Samsung Galaxy Grand lebih unggul karena dibekali kamera 8 MP sedangkan yang lainnya hanya 5 MP.

Jadi pertimbangan utama saya adalah Prosesor, RAM, ukuran layar, OS, kamera dan tentunya harga. Untuk fitur-fitur lainnya saya tidak terlalu tahu mendetail dan juga tidak terlalu menjadi pertimbangan saya. Jadi sebenarnya kalau mau membandingkan dengan harganya, ketiganya memang sesuai. Dan ternyata pilihan saya jatuh kepada Samsung S III Mini. Dan sebenarnya juga kenapa saya memilih Samsung S III Mini adalah lebih kepada faktor lain yaitu karena Samsung S Advance sudah dimiliki oleh kakak saya sedangkan Samsung Galaxy Grand sudah dibeli oleh istri saya belum sebulan yang lalu. Jadi memang mungkin saya sudah jodohnya dengan Samsung S III Mini.

Dan saat ini, setelah sehari menggunakan Samsung S III Mini , ada beberapa catatan yang bisa saya tuliskan ketika saya bandingkan dengan Sony Ericsson Xperia Ray yang saya gunakan sebelumnya. Dari segi layar tentu saja Samsung S III Mini terasa lebih lega. Dari kecepatan, belum begitu terasa berbeda padahal Sony Ericsson Xperia Ray hanya menggunakan RAM 512 sedangkan Samsung S III Mini sudah 1 GB. Mungkin karena belum banyak aplikasi yang saya gunakan sehingga perfomanya terasa sama.

Catatan lain adalah soal sinyal, di beberapa titik seperti di kantin dan gedung pertemuan di kampus yang biasanya sinyal ponsel agak ngadat sekarang jadi lancar, padahal saya menggunakan kartu yang sama. Saya tidak tahu apakah ini memang pengaruh handphone yang saya gunakan atau kebetulan hari ini memang sinyal Telkomsel sedang bagus. Kemudian soal baterai, saya merasa Samsung S III Mini ini agak boros dibanding Sony Ericsson Xperia Ray. Tadi pagi saya sudah isi penuh baterainya dan tadi sekitar pukul 14.00 sudah lowbat. Padahal saya menggunakannya seperti biasa. Apakah ini karena dari tadi fitur wifi saya hidupkan terus atau memang baterai Samsung S III Mini ini lebih boros.

Tetapi pada akhirnya, saya merasa cukup puas membeli Samsung S III Mini ini. Apa yang saya dapatkan sudah sesuai dengan apa yang saya inginkan dan tentunya dengan dana yang saya bayarkan. Untuk review lebih mendalam mohon maaf saya tidak terlalu mahir jadi hanya sekian yang bisa saya tuliskan.

Baca Juga:

Share

10 Cara Mengurangi Dampak Radiasi Telepon Seluler Bagi Tubuh

Hidup tanpa telepon selular meungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya, namun banyaknya kekhawatiran akan dampak telepon selular bagi kesehatan membuat beberapa orang mulai mencoba menjauhkan diri dari alat telekomunikasi ini. Kekhawatiran tentang masalah ini semakin meningkat ketika badan kesehatan dunia WHO mengeluarkan pernyataan bahwa telepon selular kemungkinan bersifat karsinogenik atau bahan penyebab kanker. Saat ini telepon [...]