Tag Archives: Digital Marketing

Website Pindah “Kasta”

Sahabat saya bahagia sekali 4 tahun punya website berpindah nama dari gratisan menjadi nama bisnis sendiri. Dari nama blogspot gratisan menjadi dot com sendiri. Apa namanya? Terus baca ya.

Bro Uziex

Sebelumnya mohon maaf bila judul artikel nya mungkin terlalu boombastis namun tidak bermaksud ikut campur kepada golongan tertentu. Hanya kata-kata itu yang rasanya pas terlintas di kepala saya. Kata itu hanyalah representasikan kreativitas yang bisa saya produksi. Peace.

Kembali ke sabahat saya ya. Nama nya Pak Fauzi. Tapi ingin lebih dikenal dengan sebutan Bro Uziex sebagai nama panggung medsos nya wkwkwk.

Dia punya bisnis konveksi di Bali. Optimistis setelah berpindah nama dari blogspot (pradanakinveksibali.blogspot.com) ke website nama bisnis www.pradanakonveksi.com. Kenapa coba? Pak Bro Uziex gini bilangnya:

Makin banyak teman dan belajar ternyata web gratisan itu gak kredible dimata pelanggan Corporate. Kalo saya ikut bidding pasti ditaruh paling bawah.

Ya, bidding atau proposal bisnis nya pasti ditaruh dibawah gara-gara nama website nya gratisan. Semua orang bisa belajar dan bikin website di blogspot. Sudah gratis dan sayangnya banyak disalahgunakan untuk melakukan scamming, phishing, dan segala bentuk penipuan lain. Saya beberapa merekam seperti dipakai untuk penipuan berhadiah, bisnis abal-abal, lowongan pekerjaan, dll.

Cara Pak Bro Uziex pindah ‘kasta’ dari nama blogspot ke nama bisnis adalah:

  1. Beli domain name dan web hosting. Dua hal ini sebagai rumah untuk website.
  2. Mengikuti tutorial cara mengganti blogspot menjadi com.
  3. Menunggu masa propagasi (pengenalan) agar blogspot berpindah ke dot com, selama 24-48 jam.
  4. Pak Bro Uziex bahagia dengan bikin status di FB nya setelah tahu blogspot nya sudah pindah jadi dot com wkwkwk.

Untuk poin 1, Pak Bro mempunyai alasan kuat bela-belain beli domain dan hosting padahal situasi bisnis sedang krisis akibat pendemi Corona Covid-19. Saya pribadi kagum caranya dia aksi #lawancovid19. Nik simak aja kalimat nya Pak Bro di status FB nya:

“Sudah 4 tahun Konveksi saya menggunakan Website gratisan dari blogspot www.pradanakinveksibali.blogspot.com sebuah website yg saya buat sendiri setelah menghabiskan 1 emplek Panadol. Saya yg bukan lulusan SMK jurusan RPL atau Mahasiswa IT bisa bikin web sudah senang rasanya.
Makin banyak teman dan belajar ternyata web gratisan itu gk kredible dimata pelanggan Corporate. Kalo saya ikut bidding pasti ditaruh paling bawah.

Beruntung guru saya di TDA Bali Mas Hendra Bos BOC sedang ada Promo beli Hosting dan Domain 50% lo gess.

Saat Konveksi sepi order gini kok beli hosting? Mau promo siapa yg mau beli, hotel villa pada tutup, kantor pada WFH gk ada yg buat seragam. Eeit saya gk mau pikirin itu, saya teringat petuah guru saya di TDA juga Pak Alim Mahdi, ibarat kita sedang di lampu merah jangan matikan mesin, nanti kalo covid ini berahir bertanda lampu hijau, segera gas pol motormu. Yess saya sedang menghidupkan mesin motor di lampu merah sekarng.
Jadi mengapa saya beli Hosting dan Domain saat ini? Yg pertama saya ingin website saya kredibel, kedua tdk ingin berhenti berikhtiar, ke tiga dapat promo potongan 50% ??. Ke empat saya lebih pede lagi promo website konveksi saya www.pradanakonveksi.com
Nah mumpung lagi promo segera beli domainnya.. Atau sekalian bikin website nya biar Power Full ditangan ahlinya BOC Indonesia.”

Ini saya capture dari FB nya, biar nggak dianggap hoax wkwkwk

Bro Uziex

Saya yakin para wirausahawan ada yang masih punya blogspot. Semoga mendapatkan hidayah untuk segera pindah gunakan nama bisnis dot com hehehe.

Para blogger pun menyadari bahwa nama gratisan blogspot pun dipandang sebelah mata oleh Google. Ada teman blogger saya mengalami drop pengunjung semasa masih pakai nama blogspot. Akhirnya dia tidak tahan dan berpindah ‘kasta’ dari blogspot menjadi nama pribadi di www.casmudiberbagi.com

Lantas apakah Pak Bro Uziex sudah berpuas diri setelah punya dot com sendiri? Hey perjuangan belum berakhir. Siapin beberapa emplek panadol lagi ya wkwkwk untuk apa?

  1. Setelah punya dot com sendiri, emailnya pun jangan lagi gratisan. Harus pake email nama bisnis dong, semisal nganu@pradanakonveksi.com. Disini tutorial cara buat email. Disana juga dijelaskan cara pakai nya.
  2. Carilah theme blogspot untuk company profile atau toko online. Agar nanti tampangnya beda dengan theme default yang blogspot banget. Cari di Google ya.
  3. Google senang dengan website yang sering diupdate. Produksilah berita atau artikel di website itu. Berita tentang cerita orderan dari PT anu, artikel tentang jenis kain dan manfaatnya, promo, dll. Topiknya edukasi, awareness, promosi, dll.
  4. Share artikel-artikel itu ke FB Fanspage, Twitter agar tingkatkan signal social di mata Google. Jangan lupa juga share di FB pribadi biar jaringan teman kita melihatnya. Ingatlah bahwa salah satu perantara rejeki Tuhan di dunia adalah Teman.
  5. Sebarkan website Anda ke website-website lain agar tercipta backlinks. Contohnya kasih komentar aja dibawah tulisan saya ini. Itu sudah backlinks. Apa itu backlinks? Nih baca pengertian backlinks.
  6. Hmmm apalagi ya? Oh iya, cantumkan nama website dan email bisnis nya di kartu nama, brosur, e-flyer, dll. Jangan lagi pake blogspot!

Itu dulu deh, sudah mendekati sahur, lapar saya. Klo ada tambahan lagi komen dibawah ya. Terima kasih dan semoga bermanfaat. Semangat! #lawancovid19

Semoga kita semua sehat, sukses dan bahagia! Aamiin YRA.

 

Seorang “Gelandangan Internet” Jadi Juragan & Nikahin Bule!

Panggilannya Indra. Nama lengkapnya I Putu Gede Indra Parusha, nak Bali asli. Seorang pelaku awali bisnis modal Dengkul, Otak dan Tuhan. Seorang “gelandangan internet” di kantor saya BOC Indonesia bertahun-tahun yang berhasil bangun bisnis dari nol dan sekarang punya banyak anak buah. Gunakan otak dan kreativitas nya buat website, menjuara di Google dan bertubi-tubi dapat orderan dari online.

Indra Parusha

Bisnis nya apa sih? Maksudnya “gelandangan internet”? Kok bisa bangun bisnis dengan modal dengkul?

Saya perlu cerita sejarah saya bertemu dengan Indra. Hmmm pertama ketemunya, saya blum ingat. Apa Indra nih terbawa oleh Mangkork pelanggan saya atau hmmm. Yang jelas, Indra lah yang menawarkan saya tiket seminar berjudul “Cara Gila Jadi Pengusaha”.

Tahun 2009 lalu Indra “ikut” rombongan nya Bapak Purdi E Chandra (dulu owner Primagama) dan Bapak Made Robert (motivator Bali). Mereka sedang giat-giat nya “meracuni” manusia Indonesia untuk jadi pengusaha dan menjadi makmur karena nya. Saya sejak 2003 merasa sudah jadi pengusaha namun perlu menjadi lebih makmur. Maka saya beli lah tiket itu dan akhirnya menjadi alumni EU (Entrepreneur University).

“Gelandangan Internet”

Setelah saling kenal, Indra jadi sering bermain ke kantor saya, BOC Indonesia. Sering online gunakan koneksi kantor dan nggak pernah bayar. Sering menimba ilmu website dan SEO di kantor (pun tanpa pernah bayar) hihihi. Sering begadangan dan tidur di kantor. Habisin kopi dan gula kantor wkwkwk. Joking bro. You know me lah.

Selepas dari SMA, dia aktif juga di dunia teater. Fenomenal lho, Teater Kini Berseri. Sering pula kolaborasi dengan Bali Outbound Community (komunitas nya anak-anak kantor BOC). Selesai berteater, mandinya di BOC. Tidur nya di BOC. Nginternet nya di BOC. Akhirnya dia pinter bikin website. Faham SEO dan dunia digital marketing.

Singkat cerita dia sering tawarkan diri buatkan website orang. Dapat orderan bikin web. Bila bingung, tanya ke team saya. Bahkan sempat saya beri kepercayaan kelola anak perusahaan BOC yang juga bermain di web hosting namun segmen murah. MHI namanya.

Modalnya hanya “menggelandang” saja di BOC! Mungkin selama 2 atau 3 tahun dia seperti “Jelangkung” datang tak diundang dan pulang tak diantar wkwkwk.

Semenjak punya duit sendiri, dia memutuskan berkuliah di Institut Seni Indonesia ambil seni pedalangan. Kemudian dia mulai jarang mampir ke BOC.

Sukses Dagang Bunga Online!

Tahun 2010 dia membuat website BaliFlowerShop.Com (di tulisan ini nggak saya kasih backlink, dah ada backlink nya di sidebar, lagian dah populer kok). Terapkan teknik SEO dan digital marketing.

Dagang bunga untuk “jiwa-jiwa alay”. Eh laku lho! Ada yang order. Akhirnya semakin kesini dia dagang bunga papan, handle dekorasi bunga untuk event-event besar juga. Punya puluhan anak buah sekarang.

Yang menarik, core resources bisnis nya manfaatkan para pedagang bunga yang banyak offline bertaburan di sekitaran lapangan puputan dan tiara dewata.

Indra pas dapat orderan dari website, terima duit cash terlebih dahulu. Baru kemudian dibelanjakan untuk pelanggannya. Inilah kekuatannya. Uang modal dan bahkan keuntungan sudah didapatkan ditangan.

Ketika awal membangun bisnis, dia berdayakan teman-teman teater nya untuk bantu kirim (delivery) ke para pelanggannya. Dibayar kalau ada orderan. Ini keren. Namun pada akhirnya dia sekarang terapkan gaji bulanan untuk anak buahnya.

The Power Of Digital Marketing

Saya bahagia dan bangga dengan Indra! Dia menjadi seperti sekarang salah satunya gunakan kekuatan online. Awal bangun bisnis, masih sedikit kompetitor nya. Sekarang para dagang bunga pada sadar online. Indra pun sudah punya kunci nya untuk tetap number one di Google.

Indra Parusha dan Tori

Tadi sore saya datangi resepsi pernikahan nya dia dan berjodoh dengan bule Australia. Tori namanya. Selamat buat kalian berdua. Bahagia bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup mu bro Indra!

The Power Of Google My Business, Bikin Laris Manis Dagangan

Kisah sukses menggunakan fasilitas Google bernama Google Bisnisku (Google My Business) untuk tingkatkan bisnis nya para UKM Indonesia.

Mas Takun namanya. Seorang pesilat warga Persaudaraan Setia Hati Terate asal Ponorogo yang bermukim di Bedugul – Bali. Punya warung Sate Kelinci, Ayam dan Kambing di dalam Pasar Candi Kuning. Hidupnya berbunga-bunga karena dagangannya laris manis. Para pelanggan salah satunya datang melalui online internet. Ini akibat warung nya terdaftar menggunakan Google Bisnisku (Google My Business) dan punya website.

Kekuatan Google Bisnisku (Google My Business)

Ada lagi Mas Sadar. Juga pesilat warga Persaudaraan Setia Hati Terate asal Singaraja yang punya usaha Makmur Kunci, jasa layanan tukang kunci di Kapal, Mengwi, Badung. Dagangannya juga banyak diketahui konsumen yang tahu lewat internet khusus nya Google. Ya, Makmur Kunci terdaftar dan menggunakan Google Bisnisku.

Kemudian ada Pak Rai. Bisnis nya baru 2 minggu membuat profil di Google Bisnisku dengan nama Dupa Organik SangHyang. Sudah mendapatkan 7 pelanggan yang membeli dupa. Pak Rai belumlah membuat website.

Mrinding juga Google Bisnisku ini ya? Dalam tulisan ini saya tidak membahas apa itu Google Bisnisku. Selengkapnya bisa membaca nya di tulisan saya tentang manfaat Google Bisnisku.

Kronologis ber Google Bisnisku

Mas Takun bertemu saya di Kebun Raya Bedugul pada bulan Juli 2019, ketika saya bersama TDA Bali ada acara Sertinah  (Serah Terima Amanah) Ketua TDA Bali. Pertanyaan Mas Takun kala itu adalah, “Mas Hendra, gimana cara nya supaya warung saya banyak pengunjung nya?”

Saya cek di Google search, ketik nama warung nya dan sudah muncul di Google Bisnisku. Namun, konsumen kan blum mengerti nama warung nya kalau mereka butuh makan dan minum di sekitaran Bedugul. Saya tanya lagi apakah Google Bisnisku itu Mas Takun sendiri yang buat? Beliau jawab tidak. Namun seingatnya ada orang dari Google yang tanya-tanya di warung nya dan membuatkan profil warung itu di Google Bisnisku.

Profil Google Bisnis warung tersebut cuma berisi nama warung, alamat dan nomor HP saja. Lainnya masih kosong. Kemudian dibawahnya ada link bertuliskan “Anda pemilik bisnis ini? Klaim sekarang.” Atau kalau bahasa inggrisnya: “Own this business?

Google Bisnisku Sate Bedugul

Saya klik link itu dan Google mengirimkan kode verifikasi ke nomor HP yang tertera. Mas Takun mendapatkan SMS dari Google berisi kode verifikasi. Kode itu saya masukkan ke halaman verifikasi. Selanjutnya profil Google Bisnisku sah dikelola oleh Mas Takun.

Klaim Google Bisnisku

SMS verifikasi Google Bisnisku

Klaim Google Bisnisku

Karena keterbatasan kemampuan, Mas Takun memberikan ijin kepada saya untuk melengkapi profil Google Bisnis nya. Saya pun tambahi informasi jam buka dan tutup, menuliskan deskripsi warung (tuliskan produk-produk yang dijual), upload gambar luar (eksterior) dan dalam (interior). Kemudian upload produk-produk nya.

Google Bisnisku juga ada fasilitas buat website disana. Saya aktifkan fasilitas itu dengan nama https://satebedugul.business.site dan Google Bisnis nya bernama: Warung Muslim Sate Kelinci Ponorogo. Silakan cek. Baca juga cara buat website dengan Google Bisnisku.

Ada lagi fasilitas Google yang gratis bagi Mas Takun yaitu Blogspot. Fasilitas website gratis dari Google. Saya buatkan pula website nya dengan alamat: https://satebedugul.blogspot.com

Coba saya bedah dengan melihat insight/statistik Google Bisnisku milik Mas Takun. Gambar nya dibawah ya. Ini laporan 1 kuartal alias 3 bulan. Terjemahannya: Sebanyak 8.805 kali (99,1%) bisnis Mas Takun diketemukan melalui Google Search dengan keywords produk/kategori bisnis (lihat laporan: tertera keywords restoran, sate kelinci, dll). Sedangkan 83 kali (0,9%) diketemukan dengan keywords nama warung/nama brand. Jadi, mayoritas konsumen belum tahu nama warung nya Mas Takun! Mereka cari dengan kata-kata umum yang berkaitan dengan kuliner. Aha kan?

Statistik Insight Google Bisnisku

Maka, aset digital Mas Takun sekarang adalah: Google Bisnisku bernama Warung Muslim Sate Kelinci Ponorogo, kemudian fasilitas website dari Google Bisnisku beralamat di https://satebedugul.business.site dan ditambah lagi fasilitas website gratis dari Google beralamat di https://satebedugul.blogspot.com. Maka Mas Takun punya 3 aset digital! Klo Anda berlokasi dimana saja dan ketik “Sate Kelinci Bedugul” di Google Search, maka akan temukan ketiga aset digital milik Mas Takun di halaman pertama! Bahkan Google Images berisi gambar-gambar milik Mas Takun.

Google Search

Bagaimana dengan kronologis Mas Sadar dan Pak Rai?

Kalau Mas Sadar saya pandu membuat profil Google Bisnisku ketika bertemu di lokasi latihan pencak silat PSHT. Melalui Google Play dalam Android nya, Mas Sadar download aplikasi Google Binsisku (Google My Business). Setelah mengenali akun Gmail nya, proses pendaftaran berlangsung. Mulai mengisikan nama bisnis, alamat, kategori bisnis, geser-geser pin peta, verifikasi via SMS dan melengkapi profil nya meliputi jam buka tutup, dan deskripsi bisnis. Nama Google Bisnis nya Mas Sadar adalah: Makmur Kunci. Silakan cek di Google Search. Kata Mas Sadar, setelah buat Google Bisnisku, banyak konsumen yang kontak dan terjadi deal bisnis. Ada yang dari Kuta, Mengwi, Tabanan, Canggu, dll.

Google Bisnisku Makmur Kunci

Proses instalasi Google Bisnisku milik Mas Sadar ini ada yang membuat saya merasa bersalah. Instalasi sempat terhenti gara-gara storage nya habis. Saya pun main hapus-hapus aja aplikasi di HP nya Mas Sadar. Termasuk tidak sengaja hapus aplikasi WhatsApp hahaha. Tahu sendiri lah klo WA nya kehapus hihihi. Maap ya mas!

Kemudian kronologis Pak Rai adalah dengan mengikuti kelas reguler Gapura Digital Bali yang berlangsung di Hotel Grand Mirah, Denpasar. Tidak hanya Denpasar namun program Google Gapura Digital ini berlangsung di 13 kota besar di Indonesia. Modul yang diajarkan waktu itu adalah Google Bisnisku. Beliau langsung praktek buat dan melengkapi menu-menu nya disana. Termasuk bisa upload produk dan harga nya lho! Kalau konsumen cari di Google Search dengan kata kunci “Dupa Organik” akan menemukan profil Google Bisnis nya Pak Rai.

Google Bisnisku Dupa Organis SangHyang

Google Bisnisku Bisa Apa?

Google Bisnisku ini cukup powerfull untuk pencarian lokal. Maka jika ada calon konsumen mencari produk dan dia berada di sekitar lokasi bisnis, maka Google akan mengutamakan untuk memunculkan profil-profil Google Bisnis yang terdekat dengan pencari.

Google tidak hanya menampilkan nama bisnis/brand saja namun juga akan mengenali nama-nama produknya. Asalkan si pemilik Google Bisnisku melengkapi data-data dalamnya yang meliputi jam buka tutup, mengisi deskripsi, upload produk, upload status, foto, dll. Semakin aktif di Google Bisnisku, semakin baik.

Sejatinya Google Bisnisku adalah media sosial untuk bisnis versi nya Google. Jadi bermedsos lah secara bisnis di Google Bisnisku.

Satu lagi, Google juga akan menelusuri/merekam konten-konten dalam website yang dicantumkan dalam profil Google Bisnisku. Jika kata yang dicari oleh konsumen namun Google tidak menemukan dalam profil Google Bisnisku, maka Google akan ambil konten itu di website. Contohnya dibawah ini:

Google Bisnisku BOC Indonesia

Jadi sudahkah Anda mempunyai profil bisnis di Google Bisnisku?

Pondasi Sektor Jasa Ada di Sapa dan Senyuman

Siang Coach, Siang Pak.” Sapa dan senyum dari para mahasiswa mahasiswi yang melintas di perjalanan kami menuju ruangan seminar. Berkali-kali aneka sapa dan senyuman, kelihatan gigi ataupun tersungging, menghampiri langkah kami. Mereka inisiatif untuk sapa dan senyum.

Kampus Elizabeth International

Pengalaman itu saya dapatkan di Kampus Elizabeth International milik Coach Nyoman Sukadana. Sebuah institusi pendidikan pariwisata dan perhotelan yang saya pikir sedang naik daun dan hits di Bali.

Ada kurang lebih 1.300 mahasiswa/i untuk angkatan tahun ini mas,” kata Coach Nyoman kepada saya, sambil berkeliling tour memperkenalkan area dan ruangan kampus nya. Modern, homie, green, dan penuh kehangatan. Itu yang saya rasakan di kampus ini.

Sapa dan senyuman itu lho yang belum pernah saya dapatkan dari kampus-kampus manapun di Indonesia. Inisiatifnya Mrinding!

Saya bertanya ke Coach Nyoman, apa rahasianya mereka para mahasiswa/i berinisiatif untuk sapa dan senyum kepada para tamu? Meski mereka bergerombol terlihat berbincang, masih sempat-sempat nya nge-pause dan menyapa saya. Pasti ada SOP (Standart Operating Prochedure) yang diinstal di otak mereka, batin saya.

Kampus Elizabeth International

Sebelum masuk pendidikan di kampus, mereka kami kumpulkan dulu di kegiatan Youth Leadership Training. Disanalah segala hal yang saya dapat dari ilmu Antony Robins dan para motivator lain, saya berikan ke para mahasiswa. Hidup mereka di dunia hospitality, maka komunikasi, keramahan, dan sikap (attitude) menjadi dasar sebelum mereka mempelajari ilmu pasti.” Aha ini formulasinya!

Saya berfikir bahwa untuk memulai sapa dan senyuman pastinya berat untuk beri ketulusan dan keikhlasan didalamnya. Namun, sapa dan senyuman itu sama seperti sedekah. Awalnya berat dan mungkin belum sepenuhnya ikhlas. Namun jika dibiasakan, dilakukan berulang-ulang, keikhlasan itu akan datang dengan sendirinya. Ya, that’s my personal experience. Para mahasiswa itu melakukannya berulang-ulang dan ketulusan itu saya lihat langsung dari raut wajah dan gesture tubuh mereka. Salute!

Sektor Jasa Cukup Menjanjikan di Indonesia

Saya datang ke Kampus Elizabeth International dalam rangka jadi pembicara mewakili Gapura Digital. Membagikan ilmu dan pengalaman tentang Mengembangkan Bisnis Jasa kepada para mahasiswa. Mereka berkumpul di aula seminar dari beragam jurusan.

Kampus Elizabeth International

Mereka generasi bangsa, akan menjadi pejuang di sektor jasa utamanya perhotelan dan pariwisata. Ada yang ingin jadi entrepreneur dan jadi profesional di perusahaan berbasis hospitality.

Hal-hal yang saya sampaikan ke mereka adalah tentang memahami bisnis indutri jasa, meningkatkan penjualan melalui strategi marketing, cara meningkatkan kualitas layanan jasa, dan memahami pentingnya aspek tim internal.

Trik dan tips tentang The Power Of Digital Marketing pun saya coba berikan kepada para mahasiswa, walaupun porsinya tidak banyak seperti modul-modul lain yang memang mengkhusus ke hal tersebut. Seminar berjalan interaktif, menarik, hangat, dan penuh canda juga hehehe.

Perekonomian nasional ditopang oleh sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder (industri manufakturing), dan sektor tersier (jasa). Meski tersier, kontribusi sektor jasa mencapai 54% dari produk domestik bruto nasional lho, dengan 47% tenaga kerja bekerja pada sektor ini.

Industri sektor jasa memiliki nilai jual yang cukup tinggi di 2019. Untuk itu, kita harus memanfaatkan peluang tersebut,” kata Faisal Basri pakar ekonomi Indonesia.

Contoh bidang bisnis pada sektor jasa diantaranya: jasa teknologi informasi, jasa perhotelan dan pariwisata, jasa layanan kesehatan, jasa perbankan, perhubungan (darat, udara, laut), telekomunikasi, berita, dll, banyak!

Bisnis saya dan kampus yang Coach Nyoman pimpin adalah sama-sama berada di sektor jasa. Melihat omongan Pak Faisal Basri, saya jadi semakin optimis!

Coach Nyoman Sukadana Kampus Elizabeth International

Apalagi pengalaman dapatkan sapa dan senyuman di kampus tadi jadi pondasi dasar jalankan perekonomian di sektor jasa, jadi SOP atau bahkan jadi Undang-Undang!, mungkin bakal meningkatkan index kebahagiaan hidup di Indonesia hehehe. Semoga ya.

Terima kasih Ya Allah bisa bertemu kembali dengan Coach inspirator dan mentor saya, Coach Nyoman Sukadana! Saya pertama kali bertemu beliau di medio tahun 2010 an pada jaman geliat mentoring Entrepreneur University (EU) nya Pak Purdi E Chandra.

Coach Nyoman pernah jadi mentor membawakan materi Marketing With Love. Saya terapkan juga. Maknyuss! Terakhir berkomunikasi intens dengan Coach Nyoman adalah ketika beliau saya mohon untuk jadi pembicara di Pesta Wirausaha Bali 2018. Terima kasih Coach!

Dokumentasi Video Pendek

Pondasi Sektor Jasa Ada di Sapa dan Senyuman

Siang Coach, Siang Pak.” Sapa dan senyum dari para mahasiswa mahasiswi yang melintas di perjalanan kami menuju ruangan seminar. Berkali-kali aneka sapa dan senyuman, kelihatan gigi ataupun tersungging, menghampiri langkah kami. Mereka inisiatif untuk sapa dan senyum.

Kampus Elizabeth International

Pengalaman itu saya dapatkan di Kampus Elizabeth International milik Coach Nyoman Sukadana. Sebuah institusi pendidikan pariwisata dan perhotelan yang saya pikir sedang naik daun dan hits di Bali.

Ada kurang lebih 1.300 mahasiswa/i untuk angkatan tahun ini mas,” kata Coach Nyoman kepada saya, sambil berkeliling tour memperkenalkan area dan ruangan kampus nya. Modern, homie, green, dan penuh kehangatan. Itu yang saya rasakan di kampus ini.

Sapa dan senyuman itu lho yang belum pernah saya dapatkan dari kampus-kampus manapun di Indonesia. Inisiatifnya Mrinding!

Saya bertanya ke Coach Nyoman, apa rahasianya mereka para mahasiswa/i berinisiatif untuk sapa dan senyum kepada para tamu? Meski mereka bergerombol terlihat berbincang, masih sempat-sempat nya nge-pause dan menyapa saya. Pasti ada SOP (Standart Operating Prochedure) yang diinstal di otak mereka, batin saya.

Kampus Elizabeth International

Sebelum masuk pendidikan di kampus, mereka kami kumpulkan dulu di kegiatan Youth Leadership Training. Disanalah segala hal yang saya dapat dari ilmu Antony Robins dan para motivator lain, saya berikan ke para mahasiswa. Hidup mereka di dunia hospitality, maka komunikasi, keramahan, dan sikap (attitude) menjadi dasar sebelum mereka mempelajari ilmu pasti.” Aha ini formulasinya!

Saya berfikir bahwa untuk memulai sapa dan senyuman pastinya berat untuk beri ketulusan dan keikhlasan didalamnya. Namun, sapa dan senyuman itu sama seperti sedekah. Awalnya berat dan mungkin belum sepenuhnya ikhlas. Namun jika dibiasakan, dilakukan berulang-ulang, keikhlasan itu akan datang dengan sendirinya. Ya, that’s my personal experience. Para mahasiswa itu melakukannya berulang-ulang dan ketulusan itu saya lihat langsung dari raut wajah dan gesture tubuh mereka. Salute!

Sektor Jasa Cukup Menjanjikan di Indonesia

Saya datang ke Kampus Elizabeth International dalam rangka jadi pembicara mewakili Gapura Digital. Membagikan ilmu dan pengalaman tentang Mengembangkan Bisnis Jasa kepada para mahasiswa. Mereka berkumpul di aula seminar dari beragam jurusan.

Kampus Elizabeth International

Mereka generasi bangsa, akan menjadi pejuang di sektor jasa utamanya perhotelan dan pariwisata. Ada yang ingin jadi entrepreneur dan jadi profesional di perusahaan berbasis hospitality.

Hal-hal yang saya sampaikan ke mereka adalah tentang memahami bisnis indutri jasa, meningkatkan penjualan melalui strategi marketing, cara meningkatkan kualitas layanan jasa, dan memahami pentingnya aspek tim internal.

Trik dan tips tentang The Power Of Digital Marketing pun saya coba berikan kepada para mahasiswa, walaupun porsinya tidak banyak seperti modul-modul lain yang memang mengkhusus ke hal tersebut. Seminar berjalan interaktif, menarik, hangat, dan penuh canda juga hehehe.

Perekonomian nasional ditopang oleh sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder (industri manufakturing), dan sektor tersier (jasa). Meski tersier, kontribusi sektor jasa mencapai 54% dari produk domestik bruto nasional lho, dengan 47% tenaga kerja bekerja pada sektor ini.

Industri sektor jasa memiliki nilai jual yang cukup tinggi di 2019. Untuk itu, kita harus memanfaatkan peluang tersebut,” kata Faisal Basri pakar ekonomi Indonesia.

Contoh bidang bisnis pada sektor jasa diantaranya: jasa teknologi informasi, jasa perhotelan dan pariwisata, jasa layanan kesehatan, jasa perbankan, perhubungan (darat, udara, laut), telekomunikasi, berita, dll, banyak!

Bisnis saya dan kampus yang Coach Nyoman pimpin adalah sama-sama berada di sektor jasa. Melihat omongan Pak Faisal Basri, saya jadi semakin optimis!

Coach Nyoman Sukadana Kampus Elizabeth International

Apalagi pengalaman dapatkan sapa dan senyuman di kampus tadi jadi pondasi dasar jalankan perekonomian di sektor jasa, jadi SOP atau bahkan jadi Undang-Undang!, mungkin bakal meningkatkan index kebahagiaan hidup di Indonesia hehehe. Semoga ya.

Terima kasih Ya Allah bisa bertemu kembali dengan Coach inspirator dan mentor saya, Coach Nyoman Sukadana! Saya pertama kali bertemu beliau di medio tahun 2010 an pada jaman geliat mentoring Entrepreneur University (EU) nya Pak Purdi E Chandra.

Coach Nyoman pernah jadi mentor membawakan materi Marketing With Love. Saya terapkan juga. Maknyuss! Terakhir berkomunikasi intens dengan Coach Nyoman adalah ketika beliau saya mohon untuk jadi pembicara di Pesta Wirausaha Bali 2018. Terima kasih Coach!

Dokumentasi Video Pendek

Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Kampus Elizabeth International Coach Nyoman Sukadana Kampus Elizabeth International Coach Nyoman Sukadana Kampus Elizabeth International