Tag Archives: bus

Tips Perjalanan Ngeteng Jakarta-Denpasar

Ilustrasi perjalanan dengan kereta api (Foto: Shutterstock)

Pernah mencoba perjalanan ngeteng?

Ngeteng adalah bentuk perjalanan dengan menggunakan beberapa jenis transportasi untuk menuju lokasi tertentu. Perjalanan dengan cara ini akan umunya berbiaya rendah, namun memakan waktu lebih lama. Jika anggaran terbatas, tak ada salahnya mencoba jenis perjalanan ini. Apalagi rombongan mahasiswa yang ingin bepergian dalam rangka acara kampus.

Saya sendiri pernah mencoba ngeteng sewaktu pulang dari Jakarta menuju Denpasar demi memangkas anggaran perjalanan. Dari Jakarta, saya naik kereta api menuju Surabaya dengan waktu tempuh 9 jam. Saya cek harga tiket dari Jakarta ke Surabaya, sekitar Rp 470 ribuan untuk kelas eksekutif. Sesampai di Surabaya, saya melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Denpasar selama 15 jam.

Sebenarnya ada pilihan rute lain yang bisa ditempuh, perjalanan kereta api rute Jakarta-Banyuwangi dan dilanjutkan dengan bus sampai Denpasar. Tapi, berganti transportasi di Surabaya lebih nyaman buat saya. Saya masih bisa mampir mengunjungi sanak keluarga. Selain itu, hitungannya masih setengah perjalanan.

Kalau biaya transportasi dan makan dijumlahkan, maka totalnya tak sampai Rp 1 juta. Terlebih lagi, Traveloka menyediakan fitur Traveloka PayLater, jika belum bisa melunasi ongkos transportasi saat pemesanan. Pembayarannya bisa dicicil tanpa kartu kredit dengan biaya administrasi yang rendah. Pendaftarannya juga tidak ribet, cukup menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan satu dokumen pendukung lainnya. Wah, jadi semakin irit.

Jika dibandingkan dengan pesawat Jakarta-Denpasar, memang waktu tempuhnya jauh lebih cepat. Sebagian orang akan menilai total biayanya tak jauh berbeda meskipun harganya sedikit lebih mahal. Namun, perjalanan dengan cara ngeteng memiliki kesan tersendiri. Hal yang tidak didapatkan dengan perjalanan dua jam naik pesawat rute Jakarta-Denpasar.

Kereta api yang memiliki lintasannya sendiri pasti terhindar dari kemacetan. Sementara itu, menumpang bus memungkinkan kita menikmati suasana dari satu kota ke kota lainnya. Penikmat perjalanan ngeteng pasti menanti titik tertentu untuk dilewati. Kalau saya selalu menanti Taman Nasional Baluran di Situbondo, karena perjalanannya yang memasuki hutan.

Berdasarkan pengalaman ngeteng kali ini, ini beberapa tipsnya :

Tidak Membawa Banyak Barang

Hal terpenting jika ingin melakukan perjalanan dengan cara ngeteng adalah membawa barang seperlunya, seperti obat-obatan, makanan dan peralatan sanitasi. Sebisa mungkin satu tas backpack agar memudahkan gerakan saat berjalan maupun berpindah transportasi. Barang yang berlebih sebaiknya dikirim dengan ekspedisi.

Sedia Makanan Sebelum Lapar

Makanan selama perjalanan adalah sesuatu yang vital. Apalagi jika mempunyai riwayat sakit maag dan masuk angin seperti saya. Perjalanan jauh dengan perut kosong biasanya membuat saya lebih rentan sakit. Jadi saya selalu makan lebih banyak saat perjalanan. Sarapan pagi menjadi hal yang wajib dan tidak boleh terlewatkan.

Jangan Menggunakan Perhiasan Berlebihan

Ini memang anjuran klasik saat berkendara dengan transportasi publik. Tapi, hal ini tidak bisa diabaikan. Terlebih bagi yang bepergian sendiri. Jangan mengambil resiko hanya karena ingin tampil menawan. Ingat, kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya, tapi adanya kesempatan. Waspadalah! Eh.

Gunakan GPS

Jika ingin melihat titik tertentu, aktifkan fitur GPS pada ponsel. Ini sangat membantu penumpang untuk memetakan lokasi yang dilalui, terutama perjalanan dengan bus. Apalagi jika kita ingin menanti lokasi tertentu, seperti saya yang menanti Taman Nasional Baluran. Kita perlu memperkirakan pukul berapa bus akan melewatinya. Jangan sampai terlewat hanya karena tertidur. Selain itu, kita juga perlu mengabari keluarga posisi perjalanan secara berkala. Jangan lupa matikan GPS jika tidak digunakan, demi keamanan dan penghematan baterai.

Siapkan Aktivitas Penghalau Kebosanan

Apa yang dilakukan saat perjalanan jauh? Selain menikmati suasana jalanan, makan dan tidur, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan. Jawaban pertama pastilah ponsel, untuk memantau linimasa media sosial hingga memainkan game. Kereta api maupun bus memang menyediakan listrik untuk mengisi daya ponsel. Agar tak melulu main ponsel, tak ada salahnya membawa majalah atau buku sebagai teman perjalanan.

Perjalanan dengan cara ngeteng dapat menjadi solusi bagi yang ingin mengirit biaya, maupun mencari suasana yang berbeda. Pastikan kondisi fisik yang cukup mumpuni ya!

The post Tips Perjalanan Ngeteng Jakarta-Denpasar appeared first on BaleBengong.

Wisata Singkat di Purwokerto

Purwokerto (Foto: Traveloka)

Kapan terakhir kali berlibur?

Kalau saya sih biasanya memanfaatkan acara tertentu untuk berlibur, mulai dari kondangan hingga perjalanan dinas. Kali ini saya mendapatkan tugas untuk menghadiri sebuah acara di Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Dulu saya mengira Purwokerto dan Purwakarta itu sama. Namun, ternyata keduanya berbeda. Purwakarta merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, Purwokerto ialah ibukota Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Sayangnya, penerbangan rute Denpasar-Purwokerto belum tersedia. Oleh karena itu, saya memutuskan naik pesawat menuju Surabaya, selanjutnya menggunakan transportasi lain. Sebenarnya, ada transportasi bus rute Denpasar-Purwokerto, namun perjalanannya memakan waktu sekitar 28 jam. Pilihan saya jatuh pada bus sugeng rahayu Traveloka rute Surabaya-Purwokerto dengan waktu tempuh sekitar 14 jam.

Berhubung ini kegiatan wisata sambilan, saya tidak leluasa untuk mengunjungi banyak destinasi wisata di Purwokerto. Maka dari itu, pilihan saya jatuh pada destinasi sejuta umat di Purwokerto, yaitu lokawisata Baturraden.

Lokawisata Baturraden (Foto: Traveloka)

Wisata alam selalu menjadi pilihan untuk mengalihkan kepenatan rutinitas. Barangkali inilah sebabnya lokawisata Baturraden tak pernah absen dari daftar tujuan para pelancong ketika berada di Purwokerto. Lokasinya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Purwokerto. Kawasan wisata yang berada di lereng Gunung Slamet ini juga menjadi destinasi favorit warga setempat. Oleh sebab itu, lalu lintas menuju kawasan ini akan lebih padat saat masa liburan tiba.

Ada beberapa pilihan aktivitas yang dapat dilakukan di lokawisata Baturraden. Rasanya waktu sehari saja belum cukup menikmati sejuknya alam Baturraden. Salah satunya, berpetualang di Baturraden Adventure Forest (BAF). Wahana ekowisata ini menawarkan pemandangan hutan damar dan pinus serta aneka vegetasi hutan yang menyejukan mata. Berbagai kegiatan bisa dilakukan di sini, seperti menjelajahi hutan, sungai dan gunung.

Selain itu, berendam air panas di Pancuran Pitu juga masuk dalam daftar saya. Lokasinya masih berada di dalam kawasan wisata Baturraden. Pancuran Pitu berarti tujuh pancuran alami yang mengalir dari Gunung Slamet. Sumber air panas ini mengandung belerang dengan suhu 70 derajat celcius, serta unsur mineral. Seperti halnya sumber air panas di berbagai tempat, air panas di pancuran ini kabarnya dapat menyembuhkan penyakit kulit, seperti panu, kadas dan sebagainya.

Masih di dalam area Pancuran Pitu, terdapat Goa Selirang yang dialiri air panas dari Pancuran Pitu. Goa Selirang sering dijadikan tempat berfoto oleh wisatawan. Tak jauh dari Goa Selirang, kita akan menemukan pemandangan Goa Sarabadak yang menjadi pertemuan aliran air panas Pancuran Pitu dan aliran mata air di dalam hutan. Tapi, karena keterbatasan waktu, saya tak sempat menjelajahi kedua goa tersebut.

Selain berwisata alam, kunjungan museum selalu saya nantikan jika berkunjung ke suatu tempat. Sebelum pulang, saya menyempatkan diri melihat bangunan bersejarah di Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI). BRI yang semula bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsce Bestuurs Ambtenaren (Bank bantuan dan Simpanan Milik pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi), didirikan oleh Raden AriaWirjaatmadja pada 16 Desember 1895. Kala itu, bank ini memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada kaum pribumi.

Museum ini menyimpan koleksi mata uang yang pernah berlaku di Indonesia serta alat-alat perbankan dari masa ke masa. Bangunan museum ini tampak seperti rumah sederhana, tak semewah museum perbankan lainnya, misalnya Museum Bank Indonesia di Jakarta. Semoga penataan museum ini dapat dikemas lebih interaktif untuk menarik minat pengunjung.

The post Wisata Singkat di Purwokerto appeared first on BaleBengong.

Trik Memilih Lokasi Duduk di Dalam Bus yang Paling Oke

Ilustrasi transportasi bus (dok. kaskus)

Bepergian dengan bus untuk tujuan antar kota maupun antar provinsi adalah solusi paling murah dan fleksibel untuk semua jurusan.

Namun, bukan berarti moda transportasi satu ini bebas dari masalah yang bisa timbul selama di perjalanan. Salah satunya adalah kenyamanan selama perjalanan dengan bus, terutama ketika melakukan perjalanan jauh.

Jarak antar kursi bus tidak selega kereta api. Dengan roda berukuran besar yang kadang tak ditunjang dengan sasis yang terawat, bisa jadi membuat perjalanan kamu kurang nyaman.

Namun tenang, ada trik untuk mengatasi rasa kurang nyaman selama perjalanan dengan menggunakan bus. Sebelum membeli tiket bus, ada baiknya memperhatikan trik berikut ini.

Konon Berada di Belakang Sopir Adalah yang Paling Aman

Pertama, bicara soal keamanan. Konon bagi para pengguna bus, posisi yang paling aman adalah di deretan belakang sopir. Alasannya adalah, ketika terjadi hal yang tak diinginkan, biasanya sopir akan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Hal ini bisa dibilang benar, tetapi tidak bisa juga disebut sebagai sebuah kepastian. Yang pasti, seorang sopir akan memprioritaskan keselamatan semua penumpang, termasuk dirinya sendiri. Jadi kanan atau kiri, sama amannya kok.

Hindari Kursi Paling Depan dan Paling Belakang

Posisi paling depan adalah yang paling dihindari oleh para penumpang. Salah satu alasannya adalah karena pemandangan yang terlalu dekat dengan jalan biasanya membuat tidak nyaman. Alasan lainnya adalah kebanyakan kasus kecelakaan bus di jalan raya adalah di bagian depan dan penumpang di deretan ini yang kerap jadi korban.

Namun, sebenarnya naik bus di deretan depan memiliki kelebihan tersendiri. Pertama, tempat kaki yang lebih leluasa sehingga kamu bisa bebas bergerak dan meluruskan kaki agar tidak pegal. Kedua, kamu bisa langsung menegur sopir ketika gerakannya mulai membahayakan penumpang.

Pilih Kursi Dekat Jalan

Lokasi paling nyaman di dalam bus adalah di dekat jalan. Di posisi ini, pada deretan manapun kursimu, jarak antar kaki terasa lebih luas. Kamu bisa lebih bebas meluruskan kaki daripada ketika dapat tempat duduk di sisi jendela.

Posisi ini juga membuat risiko terkena pecahan kaca ketika terjadi kecelakaan jadi lebih kecil. Juga risiko terkena benturan dari kendaraan lain, jauh lebih kecil daripada yang duduk di tepi jendela.

Kursi Deretan Tengah Adalah Posisi Nyaman

Tiga lajur dari depan sampai tiga lajur dari belakang adalah posisi yang paling nyaman untuk perjalanan dengan bus. Jika terlalu depan atau belakang, guncangan dari roda bus membuat perjalanan jadi kurang nyaman. Terlebih di bagian paling belakang, yang guncangannya paling terasa kencang.

Karena itulah, kebanyakan kursi bus yang dijual di Traveloka adalah pada bagian tengah dan cenderung agak ke depan. Karena Traveloka sadar, bahwa keamanan dan kenyamanan selama perjalanan adalah yang utama. Jadi ketika kamu membeli tiket bus di Traveloka, bisa dipastikan posisinya adalah yang paling nyaman. Dengan Traveloka, cara pembelian tiket bus pun juga semakin mudah. Perjalanan pun pasti terasa lebih aman dan menyenangkan. [b]

The post Trik Memilih Lokasi Duduk di Dalam Bus yang Paling Oke appeared first on BaleBengong.

Larang Sekalian Di Seluruh Jakarta

Belakangan ini, di Jakarta, sedang agak ramai dibahas tentang rencana larangan sepeda motor melintas di jalan protokol. Per bulan depan, Desember, jalan Thamrin dan jalan Merdeka Barat akan tertutup untuk kendaraan bermotor berban dua itu. Konon katanya, pengguna sepeda motor yang bertujuan ke jalan-jalan itu harus parkir di luar jalan itu dan menggunakan transportasi umum […]