Tag Archives: blogger

Menikmati BBQ Level Mantan? Cobaan Macam Apa Ini

Menikmati kelezatan BBQ Pork Ribs di The Groovy Bali menjadi sensasi tersendiri apalagi kalau yang kita santap itu level mantan. Bagaimana keseruan dan kenikmatannya? selengkapnya chek di video berikut ini ya… jangan lupa Like, Share, Subcribe dan Komentarnya.  

The post Menikmati BBQ Level Mantan? Cobaan Macam Apa Ini appeared first on kabarportal.

Resolusi 2019 Terwujud Lebih Awal

Ya! Bulan perta ditahun 2019 telah berganti dengan bulan penuh warna pink dan mawar. Sedikit evaluasi untuk awal tajun yang sangat gila ini (setidaknya menurut penulis) satu kisah yang entah ini bodoh atau memang sudah jalannya. Setelah menulis resolusi tahun 2019 tepat minggu pertama ditahun 2019 resolusi langsung terwujud. Selesai jadi karyawan! Ya maksudnya sih […]

The post Resolusi 2019 Terwujud Lebih Awal appeared first on kabarportal.

Berkenalan dengan ASUS Zenbook S UX391UA di Jakarta





Bundaran HI Jakarta. Dok. Pribadi

JAKARTA!

Di mana gedung tinggi bertaburan bagai ketombe, dan deru mesin kendaraan adalah musik latar paling asoy yang menemani aktivitas sepanjang hari.

Zaman masih berstatus murid dari para guru yang ca’em-ca’em dan tampan dobel, momen kembali ke sekolah setelah liburan panjang adalah kesempatan pamer yang paling paripurna.
“Kemarin liburan sekolah ke mana?”

Salah satu pertanyaan basi yang selalu muncul begitu saja, atau kalau ketemu kekawan yang kecanduan songong, yang meskipun tak ditanya, bunyi aja persis iklan tahu bulat di sepanjang jalanan Menteng.

“Sa kemarin libur di Jakarta, ko libur pi mana?”

Kalau sudah begini, saya suka pura-pura budeg atau sibuk catat lirik lagu Jamrud di halaman paling belakang buku catatan pelajaran. Biarkan saja si kawan nyerocos sesukanya.

Demikian, dulu sekali, Jakarta pernah menjadi tempat menakar gengsi sebab tak sembarang manusia bisa menginjakkan kaki di Ibu Kota Negara.

Beberapa tahun kemudian, rasa cemburu dan putus asa itu mulai berdebu dan diterbangkan angin begitu saja. Gara-garanya sekali waktu, zaman ikut kegiatan mewakili sekolah, Jakarta pernah menjadi kota transit. Momen itu benar-benar bak nila setitik yang merusak susu sebelanga. Jakarta terlalu mengerikan untuk anak kampung seperti saya. Membikin sakit kepala dan perasaan heran bersemi membabi buta.

Berbeda dengan harapan banyak orang, liburan atau menetap di Jakarta tidak pernah menjadi impian saya. Setiap kali mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan-kegiatan dengan tiket gratis di Jakarta, perasaan saya selalu tak karuan. Sebagian senang, sebagian lagi sibuk menciptakan kalimat dan semangat positif untuk membentengi diri.

“Hanya beberapa hari, Mar. Nanti juga ketemu kawan-kawan yang asik, bakal lupa kalau lagi di Jakarta.”

Tidak pernah saya sangka, akhir tahun kemarin, saya menghabiskan seluruh hari di bulan Desember di JAKARTA. Plus lima hari malah dari tahun yang baru. Bagaimana perasaan dari seseorang, yang dulunya sangat membenci Jakarta, lalu bertemu kemungkinan akan tinggal di Jakarta, kemudian memutuskan untuk bertahan selama sebulan lebih di Jakarta sebagai pengalaman liburan, sembari menanti kepastian masa depan? Bagaimana?

Setelah hampir satu bulan, pantengin website resmi Kementrian BUMN dan Instagram Period Workshop di laptop Asus A450C saya yang mulai kumal (tetapi selalu menjadi kawan setia nan mesra, cieh), akhirnya saya mendapatkan kabar baik dari Jakarta. Nama saya muncul di antara sembilan (9) peserta yang lolos ke tahapan seleksi kompetensi bidang tes cpns kementrian BUMN, juga ada di antara sebelas (11) peserta yang boleh mengikuti workshop kritik sastra Period bersama Melanie Budianta. Seperti sekali dayung, kapal agak oleng tetapi fokus tak terganggu, hahahaha pepatah macam apapulak. Mari liburan sembari menenun masa depan di Ibu Kota. YEAH!

Saya mendarat di Jakarta (lagi) tepat tanggal 01 Desember 2018. Sebelumnya, di akhir bulan Oktober hingga awal November 2018, saya menghabiskan waktu dua minggu di Jakarta. Mengikuti tes seleksi kompetensi dasar. Total Passing Grade 330, menghantarkan saya kembali ke Jakarta sebulan kemudian.

Satu setengah bulan jika ditotal keseluruhannya, saya menetap di Jakarta. Ternyata Jakarta tidak seburuk yang saya pikir. Di saat-saat tertentu, saya menyadari bahwa, saya akan sangat merindukan Ibu Kota jika nantinya nasib tidak mengizinkan saya tinggal di Jakarta.

Saya akan merindukan gedung-gedung pencakar langitnya, yang megah dan selalu menimbulkan pertanyaan, “sungguhkah semua ruangan di gedung-gedung tersebut terisi oleh manusia?” *Pertanyaan bodoh hahahaha…

Merindukan kilau matahari sore yang memantul di antara gedung-gedung tinggi tersebut. Cah Melankolis bah...

Stasiun Kereta Api Manggarai. Dok. Pribadi

Juga, tentu saja merindukan transportasi umumnya yang beragam, dan selalu mudah dijangkau. Terjangkau tempat perhentiannya/penjemputannya, maupun juga harganya. Dari kereta api, transportasi berbasis online, bus transjakarta, sampai kopaja, bajaj, dan angkotan umum.

Merindukan berbagai kuliner enak dari yang paling mahal di pusat-pusat perbelanjaan, ketika diajak jalan sama teman baik, yang sekaligus mentraktir makan siang/makan malam. Sampai jajanan kaki lima, yang boleh jadi menguras isi dompet tanpa disadari. Saking murahnya, main nunjuk aja, yang ini yang itu, ini juga itu juga.

Kedai Jamu Bukti Mentjos Salemba. Dok. Pribadi

Nah, ini yang paling unik di tengah hiruk-pikuk Jakarta, saya akan sangat merindukan salah satu tempat nongkrong asik dan sehat, seperti Jamu Bukti Mentjos di Salemba.

Merindukan orang-orang hebat yang bisa bertemu secara tak sengaja pada kegiatan-kegiatan menyenangkan, seperti yang saya alami selama berada di Jakarta. Dari Pembawa acara televisi yang selalu ditonton sejuta umat, Penulis Idola, Sastrawan/I Indonesia, Penggiat dan Penikmat Seni, juga kawan-kawan Blogger.

Salah satu Diskusi Sastra di Taman Ismail Marzuki. Dok. Pribadi

Terakhir, ini yang benar-benar bikin susah move on, merindukan kehadiran laptop baru seperti Asus Zenbook S UX391UA #eh untuk menggantikan posisi Asus A450C yang selama ini selalu dengan tabah menerima perlakuan saya. Bagaimana ceritanya bisa rindu Asus Zenbook ini?

Saya berkenalan dengan Asus Zenbook S UX391UA tanpa sengaja di salah satu gerai Asus, di sebuah Pusat Perbelanjaan di Jakarta.

Sebelumnya, saya mau cerita dulu, kenapa saya jadi gandrung sama Asus? Bahkan untuk rencana laptop pengganti yang belum pasti ke depannya. Bagi saya, laptop adalah perangkat penting dan utama untuk bekerja, apa lagi untuk manusia yang hampir setiap hari bekerja dengan tulisan seperti saya. Asus A450C berhasil saya bawa pulang dari sebuah etalase tokoh elektronik tiga tahun lalu, setelah mendapatkan honor bekerja yang lumayan di Lampung. Sebelumnya, saya selalu mengandalkan laptop teman atau kabur ke warnet/rental komputer demi menghasilkan tulisan atau mengerjakan tugas kuliah. Sedih yah.

Laptop Asus A450C gueh waktu diajak pulang ke Ende, Juli 2018. Dok. Pribadi

Saya memilih laptop Asus saat itu tanpa alasan, saya suka lempengan langsingnya dan tampilan keyboardnya yang menyembul ke permukaan. Sangat nyaman ketika digunakan mengetik berjam-jam. Sudah tiga tahun saya gunakan, laptop biru kesayangan ini sudah berjalan-jalan ke berbagai kota di Indonesia menemani saya, dikala ingin menulis banyak hal maupun juga sekadar menonton drama korea favorit yang sedang tayang. Tak pernah sekalipun menunjukkan tanda-tanda menyebalkan, kecuali beberapa kali onar yang disebabkan keteledoran saya sendiri. Seperti charger yang tak pernah dilepas sepanjang minggu, padahal baterai sudah full 100%, sementara laptop tidak digunakan untuk mengerjakan apa pun. Walhasil, baru dua hari yang lalu, baterai pamit mundur. Saya terpaksa bekerja sembari charger menempel pada sumber arus. Hiks. Seperti sekarang, saat saya mengetik artikel ini.

Sepulang dari cuci mata tersebut, saya iseng mencari tahu tentang produk Asus terbaru itu, Si Zenbook S UX391UA. Saya mah gitu, suka kepo anaknya. Seperti produk Asus lainnya, ZenBook S UX391UA dirancang dengan penampilan elegan nan cantik, bodi tipis sekaligus ringan, tetapi tanpa kompromi di sektor performa. Bodi ZenBook UX391 hanya setebal 1,29 mm saja saat layar ditutup, dengan bobot tidak lebih dari 1,05 kg. Layar 13,3 inci Full HD laptop ini pun dirancang dengan ukuran bingkai yang ramping hanya 5,9 mm yang memberikan FootPrint layaknya laptop 12 inci. ZenBook S UX391UA telah lolos uji ketahanan militer MIL-STD 810G, sehingga menjamin penggunanya merasa aman saat menggunakannya di segala kondisi. Cocok betul untuk manusia yang suka ngukur jalan, gandrung nonton, dan grasak-grusuk seperti saya ini. ugh..

Performa Asus Zenbook S UX391UA. Dok. Mira Sahid

Salah satu daya pikat ZenBook S UX391UA adalah desain engsel terbaru dengan julukan ErgoLift. Fitur ini membuat bodi bawah laptop akan mengangkat dan membentuk sudut 5,5° saat layar dibuka. Sudut kemiringan seperti ini diklaim membuat kenyamanan mengetik menjadi lebih baik, membuat pendinginan lebih optimal, dan keluaran suara Harman Kardon di laptop ini lebih maksimal. Wah…

Untuk konektivitas, ZenBook S UX391UA menyuguhkan 2X Type-C USB 3.1 Gen 2/Thunderbolt 3 (40 Gbps) pada sisi kanan dan 1X Type-C USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps) pada sisi kiri. Terdapat pula konektor audio 3,5 mm di kaki layar. Sayang sekali dengan jenis konektor seperti ini, dibutuhkan konverter atau kabel khusus jika ingin menghubungkan laptop ke display tambahan atau menggunakan perangkat USB konvensional. Yeah tak ada yang sempurna di dunia ini yah kan Gaes….hohohoho…

Dapur pacu ZenBook S UX391UA untuk pasar Indonesia tidak dapat dianggap remeh dengan penggunaan prosesor Octa-Thread Core i7 8550U yang menawarkan performa tinggi tetapi tetap hemat daya dengan klaim daya tahan baterai hingga 13,5 jam. Kapasitas RAM DDR3L 2133 MHz pun tidak kalah istimewanya dengan 16 GB Dual Channel dengan Storage super kencang yang masif SSD PCIe 3.0 x4 sebesar 512 GB. Demi dewa…. Asli ngiler….

Performa Asus Zenbook S UX391UA. Sumber. Asus Channel

Untuk semua kualitas dan kapasitas kerja seperti yang diuraikan diatas, dan dengan masa garansi selama dua tahun, kita harus mengalokasikan dana sekitar dua puluh enam juta rupiah (26jt+) untuk membawa pulang ASUS ZenBook S UX391UA ini. Sampai di sini, tarik nafas panjang, hembuskan , ulangi beberapa kali, dan berdoa. Hahahahaha... Duh, sepertinya saya harus jual tanah di kampung dulu nih, demi bisa bawa pulang Asus Zenbook canggih seperti UX931U. Lalalalalala.....

Begitulah….

Beberapa hari yang lalu, pada perjalanan pulang ke Flores, saya mengenang Jakarta dalam senyuman. Saya akhirnya gagal pada seleksi rekruitmen Analis Publikasi PNS Kementrian BUMN, yang juga artinya gagal jadi Warga Ibu Kota Jakarta. Anggap saja liburan akhir tahun yang menyenangkan, karena toh Jakarta akhirnya memberikan banyak alasan untuk dirindukan. Salah satunya, mimpi bisa bawa pulang Asus Zenbook S UX391UA bersama saya. Cihui...

Wah sepertinya sudah siang, mari bekerja lagi! Mana ni Asus A450 saya, yuk nguli! Hahahahaha….

Lebih lengkap tentang Asus Zenbook UX391UA, bisa mampir ke sini: ASUS ZENBOOK S UX391UA Slim, Stunning, Supreme. Bukan hanya menawarkan kecanggihan serta desain yang elegan, Zenbook UX391UA adalah perangkat praktis dalam menunjang kinerja manusia yang belakangan ini lebih senang mobile ke mana-mana, bahkan saat bekerja.  Sungguh paripurna.

Jangan lupa jalan pulang yah! dan AWAS NAKSIR kaya saya! (^_^)

#LiburanASikDenganLaptopASUS #2019PakaiZenbook #AsusxMiraSahid


Menemani Aktifitas Ayah Di Kampung

Akhirnya beberapa waktu yang lalu penulis kesampaian juga membuat vidoe bersama sang ayah, sebab biasnaya ayah penulis sangat jarang mau tampil di denpan kamera. Jadi waktu itu penulis menghantar ayah untuk ke kebun dan ini adalah aktifitas rutin setiap pagi menjelan biasanya sekitar pukul 6.30 wita. Mencari pakan untuk sapi dan merawat kebun adalah salah…

Melihat Indonesia yang Adil di #FlashBloggingKupang




*Tulisan ini bernilai LIMA BELAS LEMBAR UANG SERATUS RIBU RUPIAH dan SEBUAH PIAGAM PENGHARGAAN sebagai Kompensasi dari Gelar "TERBAIK 1" Sesi Kompetisi Menulis di Acara #FlashBloggingKupang #MenujuIndonesiaMaju - Aston Hotel Kupang, 20 Juli 2018


Adalah sebuah kebetulan yang menyenangkan, saat saya kembali ke Kupang untuk mengikuti tes lanjutan Beasiswa Bahasa Inggris, sebuah kegiatan dari  Direktorat Kemitraan Komunikasi (Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo) yang bekerja sama dengan Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur, juga diadakan di kota ini. Tepat tiga hari setelah tes tersebut selesai dilaksanakan.

Saya pikir, ini kesempatan yang baik untuk bergabung pada acara #flashbloggingkupang #menujuindonesiamaju sebelum menentukan jadwal kembali ke Ende. Maka dari itu, ketika saya mendapatkan pengumuman kegiatan yang dibagikan kawan-kawan di beberapa grup, saya memutuskan untuk mendaftar.


Poster Kegiatan #FlashBloggingKupang #MenujuIndonesiaMaju



#flashbloggingkupang #menujuindoensiamaju merupakan sebuah acara yang mengajak generasi muda Indonesia yang senang menulis di blog untuk berkumpul bersama dan saling berbagi. Demikian ungkap Ibu Niken Widiastuti selaku Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo, pada sambutan yang beliau berikan.

Lebih lanjut, Ibu Niken menyampaikan, sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa saat ini arus informasi begitu deras terjadi. Baik yang berisi konten positif, maupun juga konten negatif. Blogger dapat mengambil peranan penting dalam deseminasi informasi dengan menyebarkan kebaikan seperti etika penulisan dan penyebaran informasi yang baik di dunia digital.

Ke depannya, Ibu Niken berharap, para blogger memiliki kontribusi lebih dalam menyebarkan informasi positif dan mendukung kemajuan Indonesia tak hanya di bidang teknologi saja.

Nah, di acara ini, saya menemukan satu hal menarik yang patut saya bagikan kepada kawan-kawan. Jadi, acara #flashbloggingkupang terdiri atas beberapa sesi yang dibawakan oleh Pemateri yang berbeda.

Salah satu sesi yang cukup menancap dalam hati saya, ugh, soalnya saya sampai menitikkan air mata haru pada laki-laki bertubuh ceking dan baik hati itu. Yap, siapa lagi kalau bukan Presiden kita tertjinta, Bapak Ir. Joko Widodo. Sesi ini dibawakan oleh Bapak Andoko Arta, Tim Komunikasi Presiden, “Sudut Istana.”

Padahal sejujurnya, belakangan, saya agak susah terharu dan berderai air mata, saking jenuhnya melihat hal yang sama di hidup ini #eh.

Di tengah sesi ini, Bapak Andoko, menayangkan sebuah video yang tautannya bisa kawan-kawan tonton di sini: SATU HARGA, SATU INDONESIA



Saya kutip cerita Bapak Joko Widodo yang tertulis pada tautan tersebut:

Bertahun-tahun lamanya, warga daerah arah hulu Sungai Mahakam di Kalimantan membeli bahan bakar minyak dengan harga berkali-kali lipat dari harga BBM di kota besar. Sebagaimana yang dialami warga di sebagian besar Papua, satu liter bensin di punggung Kalimantan ini pernah mencapai Rp45.000. 

Masalahnya di distribusi BBM yang tidak mudah karena medan yang tak ramah. Tapi apa pun taruhannya, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus kita wujudkan. Daerah yang terpencil, daerah terdepan, daerah terluar, tetaplah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kini, warga di wilayah terpencil di sekitar hulu Sungai Mahakam menikmati harga BBM yang sama dengan kota-kota lain di Indonesia.

Dan inilah perjuangan mendistribusikan BBM dari Samarinda ke Long Apari di pelosok Kalimantan Timur, dengan kapal dan perahu yang menyusuri sungai berair deras sejauh ratusan kilometer.

Ketika menonton video ini, hati saya haru biru, saya lalu teringat dua perjalanan yang saya lakukan ke Sumba pada tahun 2016 bersama kawan-kawan GAMASTIM BALI, ceritanya bisa kalian baca di sini: MAIWA LA HUMBA, MARI MEMBANGUN YANG BAIK dan ke Fatule’u beberapa bulan lalu bersama kawan-kawan Komunitas Buku Bagi NTT, ceritanya bisa kalian baca di sini: MENGHIDUPI LITERASI, SUSAH-SUSAH GAMPANG


Saya pikir, ini hal yang menarik bahwa di tahun 2018 ini, masih ada masyarakat di beberapa daerah di Indonesia yang tidak bisa mengalami kehidupan nyaman dan sejahtera sebagaimana saudara-saudaranya di kota, atau meskipun daerah terpencil, tetapi sudah mendapatkan perhatian dari Pemerintah. Baik Pemerintah Pusat, maupun juga Pemerintah Daerah setempat. Jalanan masih buruk, tak ada listrik, tak ada air bersih dan jauh dari pusat teknologi.

Video ini memacu semangat saya untuk mengunggah tulisan ini. Selain sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras Pemerintah di masa Bapak Presiden Ir. Joko Widodo, sekaligus memohon perhatian kepada Beliau (semoga beliau memiliki kesempatan untuk membaca, akan baik jika Panitia berkenan meneruskannya).

Harapan saya, Bapak Jokowi memiliki kesempatan yang lain atau mendelegasikan tim terkait untuk meninjau kerja Pemerintah Provinsi maupun juga Kabupaten di daerah-daerah pelosok di Nusa Tenggara Timur. 

Bagaimanapun juga, salah satu fokus Pembangunan Bapak Jokowi adalah Infrastruktur, mengutip apa yang diungkapkan oleh Bapak Maxi Manafe selaku Moderator pada #flashbloggingkupang hari ini, "Jika ingin Indonesia maju, harus membangun Nusa Tenggara Timur. Kemajuan NTT, juga merupakan kemajuan Indonesia."

Dua cerita yang saya sertakan melalui tautan pada tulisan ini, hanyalah segelintir dari sekian banyaknya pekerjaan yang belum dilaksanakan secara maksimal di Provinsi ini.

Dengan itu, bukan hanya warga wilayah terpencil di sekitar Hulu Sungai Mahakam seperti Long Bagun, Ulu Riam dan Long Apari, tetapi juga, kaka-adik, bapa-mama, nona-nyong di Amfoang, Timor atau Umbu dan Rambu di Kambata Mbapa Mbuhang, Sumba, memiliki kesempatan yang sama menikmati Indonesia yang Satu dan Indonesia yang Adil. Bukan hanya Satu Harga, Satu Indonesia. Tetapi juga, Satu Jalan, Satu Indonesia.


SALAM INDONESIA RAYA!!! 


Yuhuuu, dapat payung :) gara-gara jempol sekseh di twitter


Yeah jadi yang TERBAIK 1 ^^