Tag Archives: badung

FAN Rayakan Ultah dengan Diskusi Penambangan Pasir

Semua elemen sepakat menolak rencana yang akan merusak pantai.

Perayaan hari ulang tahun Forum Aksi Nyata (FAN) Seminyak diisi dengan diskusi penolakan rencana pengerukan pasir di sepanjang pantai Kuta hingga Canggu. Diskusi diadakan pada Minggu, 8 September 2019 di Seminyak, Badung.

Dalam perayaan HUT FAN ketiga itu hadir Bendesa Adat Seminyak, Kepala Lingkungan beserta jajaran pengurus Desa Adat Seminyak.

FAN Seminyak merupakan forum swadaya masyarakat Seminyak yang dibentuk sebagai pelaksana mandat teknis di bawah naungan Desa Adat. Forum ini sangat aktif dalam gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa.

Di hari jadi ketiga ini selain melakukan seremoni syukuran, FAN Seminyak juga menggelar diskusi terkait tambang pasir yang akan dilakukan di sepanjang pantai Kuta hingga Canggu. Rencana itu masuk dalam penyusunan dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Bali.

Dalam acara diskusi ini FAN Seminyak melibatkan Forum Rakyat Bali Toak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) dan WALHI Bali. Keduanya memberikan pemahan serta bahaya dari tambang pasir yang masuk dalam dokumen RZWP3K tersebut.

Koordinator ForBALI Wayan Gendo Suardana yang juga Dewan Nasional WALHI menjelaskan bahwa Bali saat ini sedang menyusun RZWP3K. Dokumen ini merupakan dokumen untuk menentukan tata ruang laut dalam radius sepanjang 0-12 mil.

Gendo menjelaskan bahwa dalam dokumen RZWP3K ini amat banyak proyek yang merusak lingkungan, tetapi tetap diakomodir. Ada reklamasi Teluk Benoa milik PT. Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) seluas 700 hektar dan reklamasi oleh Pelindo III yang sampai saat ini masih membatasi informasi dan sudah sebabkan mangrove mati seluas 17 hektar. Ada pula reklamasi Bandara Ngurah Rai oleh Angkasa Pura dan proyek tambang pasir laut yang akan dilakukan di sepanjang pantai Legian hingga Canggu seluas 1.916 hektar.

Tambang Pasir

Proyek tambang pasir laut yang masuk dalam dokumen RZWP3K yang semula seluas 1.916 hektar dapat berkurang menjadi 938,34 hektar akibat usaha dan perlawanan oleh ForBALI dan WALHI Bali. “Jarak titik tambang pasir ini kurang lebih 3 kilo meter dari pantai seminyak. Bayangkan saja apa yang akan terjadi apabila proyek ini dijalankan!?” pungkasnya.

Gendo menambahkan saat ini sudah ada dua izin ekplorasi yang sudah terbit. “Ini sama saja merugikan hajat hidup warga. Apalagi Seminyak menggantungkan penghidupannya di pantai,” tegasnya.

Menurut Gendo daerah pesisir kian terancam karena banyaknya proyek reklamasi yang masuk dalam dokumen tersebut. Reklamasi bandara sedari tahun 1960an sudah menyebabkan sebuah situs keagamaan Pura Cedok Waru bergeser tiga kali akibat abrasi yang disebabkan oleh Reklamasi Bandara.

Reklamasi oleh Pelindo III Cabang Benoa menyebabkan 17 hektar mangrove mati di wilayah perairan Teluk Benoa. “Segala bentuk protes yang kita lakukan bukan bentuk dari antipembangunan. Kami hanya akan protes terhadap pembangunan yang merusak lingkungan dan tidak memperhatikan masa depan Bali,” tegas Gendo.

Pemaparan kembali dilanjutkan Suriadi Darmoko, Dewan Daerah WALHI Bali. Darmoko menjelaskan berbagai dampak tambang pasir di Banten dan Sulawesi yang menyebabkan abrasi 10 hingga 20 meter serta mampu menengelam desa.

Jro Bendesa Seminyak I Wayan Windu Segara yang hadir dalam acara ini sangat mendukung agar warga menolak proyek ini. Terlebih mayoritas penduduk Seminyak memang menggantungkan penghidupannya di pesisir pantai.

Begitu pula Kepala Lingkungan Desa Adat Seminyak I Wayan Sunarta yang sangat mengapresiasi ForBALI dan WALHI Bali yang memberikan edukasi terhadap masyarakat Seminyak. Terlebih dalam penyusunan dokumen RZWP3K Desa Adat Seminyak tidak pernah dilibatkan.

Acara juga dihadiri berbagai organisasi di bawah Desa Adat seperti Asosiasi Pedagang Pantai Seminyak (AP2S), Asosiasi Surfing Seminyak (ASUS) dan Warung Pantai (WAPA) Seminyak. Semua berikrar dan sepakat menolak rencana tambang pasir di sepanjang pantai Kuta hingga Canggu yang masuk dalam dokumen RZWP3K. [b]

The post FAN Rayakan Ultah dengan Diskusi Penambangan Pasir appeared first on BaleBengong.

Ingatkan Penerima agar tak salahgunakan Dana, Bupati Nyoman Giri Prasta serahkan Hibah Bantuan Bedah Rumah kepada 565 Kepala Keluarga se-Kabupaten Badung

Meski sedikit meleset dari agenda jadwal yang telah direncanakan, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta akhirnya datang menetapi janji guna menyerahkan

The post Ingatkan Penerima agar tak salahgunakan Dana, Bupati Nyoman Giri Prasta serahkan Hibah Bantuan Bedah Rumah kepada 565 Kepala Keluarga se-Kabupaten Badung appeared first on PanDe Baik.

Dua Buruh Itu pun Tertindas Hingga Eksekusi

Dua buruh Sky Garden yang dipecat saat mengadu bersama LBH Bali.

Setelah sekitar enam tahun bekerja, dua pekerja ini dipecat dengan semena-mena.

Mereka adalah pekerja atas nama Putu Eka Purnamika Lesmana dan M. Hasan. Keduanya bekerja di PT ESC Urban Food Station yang lebih terkenal dengan nama Sky Garden Bali, tempat hiburan populer di Kuta, Bali.

Keduanya pun mengadu ke YLBHI – LBH Bali pada 2017 dan 2018 lalu. Berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 14 Maret 2017, 14 Agustus 2017 dan 28 November 2018, YLBHI – LBH Bali sebagai Kuasa Hukum pun mendampingi Putu Eka Purnama dan M. Hasan.

Pendampingan dilakukan pada Pengadilan Tingkat Pertama dan Kasasi untuk memperjuangkan hak klien kami yang diputus hubungan kerjanya (PHK) secara semena-mena dan sepihak oleh PT ESC Urban Food Station.

PHK oleh Perusahaan tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. PHK oleh perusahaan tersebut tanpa diawali oleh surat peringatan. Prusahaan tidaklah dalam kondisi tutup. Juga tidak mengalami kerugian dua tahun berturut turut ataupun mengalami keadaan memaksa (force majeur).

Namun, kedua pekerja telah dipulangkan oleh pihak keamanan tanpa alasan jelas.

Atas permasalahan ini pekerja sudah mengupayakan perundingan atau penyelesaian secara kekeluargaan. Baik secara bipartite pada 27 Oktober 2016 maupun upaya mediasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali.

Namun, setelah pekerja menerima anjuran dari mediator, pihak perusahaan menolak anjuran tersebut. Saat gugatan diajukan pada 19 April 2017 dan hingga kini perusahaan tidak memenuhi kewajibannya.

Dalam amar putusan Majelis Hakim pada Pengadilan Hubungan Industrial PN Denpasar memutus mengabulkan gugatan pekerja dalam perkara Perselisihan Hubungan industrial PHK oleh perusahaan. Untuk putusan Pengadilan hubungan industrial pada Pengadilan Negeri Denpasar perusahaan mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung dengan nomor perkara 1321 K/Pdt.Sus-PHI/2017 atas nama pekerja Putu Eka Purnamika Lesmana dan perkara nomor 1322 K/Pdt.Sus.Phi/2017 atas nama pekerja M. Hasan yang mana dalam amar putusannya menguatkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Denpasar.

Merespon hal tersebut, pekerja atas nama Putu Eka Purnamika dan M. Hasan yang didampingi oleh Tim Kuasa Hukum YLBHI-LBH Bali mengajukan upaya hukum permohonan eksekusi pada Senin 11 Februari 2019 melalui Pengadilan Hubungan Industrial pada PN Denpasar. Hal ini dilakukan karena dari pihak perusahaan tidak melaksanakan keputusan pengadilan secara sukarela untuk memenuhi hak-hak dari pekerja.

Pada proses annmaning pertama dari pengadilan tertanggal 4 Maret 2019 dan anmaning kedua tertanggal 12 Maret 2019 dari perusahaan tidak ada itikad baik untuk datang. Maka hari ini, Jumat 14 Juni 2019 dilakukan sita eksekusi sebagai upaya paksa atas tindakan “tidak beritikad dan semena mena” yang dilakukan perusahaan.

Dari uraian hal-hal di atas, maka kami selaku Tim Kuasa Hukum Klien kami menyatakan dua hal. Pertama, meminta Pimpinan PT. ESC Urban Food Station untuk berhenti melakukan tindakan semena-mena dan berikhtikad baik memberikan hak buruh. Kedua, meminta Dinas Tenaga Kerja dan Pemerintah Kabupaten Badung untuk melakukan pengawasan terhadap PT. ESC Urban Food Station. [b]

The post Dua Buruh Itu pun Tertindas Hingga Eksekusi appeared first on BaleBengong.