Tag Archives: Agenda

#Iniceritaku Untuk Dance4life: “Materinya membantu untuk jadi teman curhat yang baik”

Saat ditanya bagaimana perasaannya menjadi peserta dance4life? Wah, tentunya merasa senang dan menunggu – nunggu sesi dance4life. Program edukasi kesehatan reproduksi yang tidak biasa karena memadukan gerakan tarian, nyanyian, dan diskusi menjadi satu bagian. Saya sendiri suka dance, sehingga selain mendapatkan wawasan mengenai kesehatan reproduksi, relasi, dan mengenal beberapa permasalahan remaja, saya juga bisa menyalurkan...

Program S-EXPRESS 2017: Indonesia

Program tahunan S-Express Indonesia datang kembali.

Program Minikino ini telah dilakukan di Indonesia sejak 2003. Sampai saat ini, dia masih menjadi jalur distribusi satu-satunya yang menghubungkan berbagai negara-negara di Asia Tenggara dalam bentuk pertukaran program film pendek secara rutin satu kali tiap tahunnya.

S-Express juga meliputi kegiatan (pemutaran program film pendek) dan diskusi terbuka. Pesertanya para programmer dan filmmaker yang karyanya terpilih pada tahun tersebut. Kegiatan ini juga terbuka untuk penonton umum di masing-masing negara yang terlibat.

Program S-Express 2017 Indonesia secara resmi telah selesai dikurasi dan siap untuk didistribusikan kepada penonton. Telah terpilih 5 film pendek Indonesia yang tahun ini menampilkan esensi kemanusiaan dalam persaingan, harapan, kepercayaan dan agama, di mana sifat-sifat dasar manusia terlihat jelas.

Berikut adalah detail ke-5 film pendek dalam S-Express 2017 Indonesia:

  1. Ijum Balogo (sutradara: Husin / 2017 / durasi 02:20)
  2. Bunga dan Tembok (sutradara: Eden Junjung / 2016 / durasi: 16:27)
  3. Reform (sutradara: M. Ramza Ardyputra / 2016 / durasi: 6:06)
  4. Sepanjang Jalan Satu Arah (sutradara: Bani Nasution / 2016 / durasi: 16:00)
  5. Pangreh (sutradara: Harvan Agustriansyah / 2016 / durasi: 16:33)

Penyusun dan penanggung jawab program S-EXPRESS 2017 INDONESIA adalah Fransiska Prihadi, yang juga Direktur Program Festival Film Pendek Internasional the 3 Minikino Film Week, Bali, pada 7 – 14 Oktober 2017 nanti. Dalam acara tersebut akan diputar seluruh program film S-Express dari negara Asia Tenggara yang terlibat tahun ini yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Vietnam.

Program S-Express 2017 Indonesia direncanakan akan berkeliling dan diputar di berbagai negara. Beberapa festival film telah mengumumkan bahwa program ini akan diputar dan jadi bagian program di Thai Short Film & Video Festival di Bangkok (29 Agustus – 10 September 2017) serta Wathann Film Festival di Yangon, Myanmar (6-11 September 2017).

Minikino juga membangun kerja sama dengan beberapa festival film pendek dunia, yang saat ini  sedang dalam tahap kurasi serta programming. Karena itu tetap terbuka kemungkinan program S-Express 2017 Indonesia juga diputar di wilayah Internasional lebih luas lagi.

Tentang S-Express

Memperkenalkan program S-Express Indonesia lebih mudah disampaikan dengan memperkenalkan sejarah MINIKINO, sebuah organisasi film pendek yang lahir di Denpasar, Bali, tahun 2002.

Minikino dibentuk untuk memfokuskan kegiatannya pada penyebaran dan sosialisasi budaya film pendek. Secara konkret Minikino melakukan kegiatan rutin, sebuah bentuk festival film pendek sepanjang tahun berupa pemutaran program film pendek yang diikuti dengan diskusi yang dimoderasi.

Secara berkala Minikino juga mengadakan lokakarya dan secara intensif membuka jaringan-jaringan kerja baru dengan melakukan programming, menjalin hubungan pertukaran film pendek dengan organisasi-organisasi lain yang bersinggungan dengan kegiatan film pendek maupun film secara umum, serta juga menawarkan program film pendek untuk berbagai festival baik Nasional maupun Internasional.

Dalam perjalanan waktunya, Minikino semakin menyadari pentingnya kesadaran pada bentuk karya Film Pendek atau dalam termin bahasa Inggris disebut “Short Film”. Ketika Minikino didirikan oleh Tintin Wulia, Kiki Zayin dan Judith Goeritno oleh pada tahun 2002, sebuah trend populer di kalangan remaja Indonesia memberi label “Film Indie” atau “Film Independen” kepada sejenis film.

Namun, sayangnya, penggunaan istilah Film Indie di Indonesia tidak diikuti dengan penjabaran arti ataupun pemahaman lebih dalam terhadap istilah ini. Juga tidak ada kesadaran lebih dalam terhadap sejarah film dunia, dari mana istilah “independent film” ini berasal.

S-Express Short Film Program Exchange lahir pada 2002, diinisiasi oleh Yuni Hadi yang pada masa itu masih bekerja untuk Substation di Singapura, kemudian Amir Muhammad yang bekerja untuk Malaysian Shorts, dan Chalida Uabumrungjit  dari Thai Film Foundation.

S-Express adalah sebuah kegiatan tahunan yang melakukan pertukaran program film pendek secara regional . Film-film pendek yang dinilai menjadi tolok ukur perkembangan produksi film pendek di negara-negara yang terlibat didistribusikan. Diinisiasi oleh penggerak dari Singapura, Malaysia dan Thailand pada 2002, pertukaran ini secara resmi terjadi pada 2003 dalam bentuk screening dan diskusi di negara masing-masing. Program ini terbuka untuk masyarakat dan para penggiat film untuk berkesempatan menonton produksi film pendek negara tetangga mereka.

Minikino mempresentasikan kegiatan tersebut pada 2003 dan membuka pintu untuk mengirim program pendek Indonesia keluar, dipresentasikan kepada negara-negara lain.

Penayangan program S-Express merupakan kegiatan tahunan yang melibatkan kinerja yang bertahap, mulai dari pengurusan izin penggunaan karya, proses kurasi yang dilanjutkan dengan programming, kemudian dilanjutkan dengan penayangan program-program ini kepada masyarakat. Karena proses kurasi dan programming yang biasanya memakan waktu sepanjang tahun, program pada tahun sama biasanya baru bisa masuk ke jadwal-jadwal pemutaran pada tahun berikutnya. Kondisi ini umumnya terjadi pada tahun-tahun awal S-Express dijalankan.

S-Express pertama untuk Indonesia pada 2004 mengusung tema sebuah pertanyaan yang sering mengganggu para filmmaker, “What is the next step after I finished my film?”. Program ini ditayangkan di Indonesia pada September 2004 di Jakarta.

Programming dan penayangan program S-Express dilakukan  secara rutin setiap tahun sampai saat ini. Sejak tahun 2015, jaringan kerja dan program S-Express menjadi salah satu sub-program dari festival tahunan Minikino Film Week.

Tahun 2017, merupakan tahun ke 15 sejak S-Express pertamakali diinisiasi. MINIKINO dan semua programmer S-Express menjadi saksi sejarah perkembangannya, melihat berbagai film festival di regional Asia Tenggara yang bermunculan dan tumbuh, dan menggunakan program ini.

Bagi masing-masing negara yang terlibat, Program tahunan S-Express memiliki beragam makna yang berbeda-beda, dan lebih jauh merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan film pendek di Asia Tenggara. S-Express adalah sebuah gerakan penting dengan jaringan kerja yang mencengangkan. [b]

Kontak:
Edo Wulia, Minikino Director
Email: [email protected], [email protected]
Hp: +62 813 5322 9865

Fransiska Prihadi, Program Director of Minikino
email: [email protected]
Hp: +62 8123 866 228

web: minikino.org.

The post Program S-EXPRESS 2017: Indonesia appeared first on BaleBengong.

#Iniceritaku untuk Dance4life, mana ceritamu?

Awal mendengar adanya program dance4life itu tidak terlalu memperhatikan dan merasa tidak penting untuk ikut program ini. Masa bodoh juga tentang kesehatan reproduksi remaja karena tidak terlalu urgent untuk diketahui. Awalnya juga tidak terlalu memahami mengenai isu kesehatan reproduksi dan seksual remaja sehingga tidak peduli untuk dipelajari. Namun, saat mengenal dance4life dan diperkenalkan mengenai isu...

#Iniceritaku untuk Dance4life, mana ceritamu?

Awal mendengar adanya program dance4life itu tidak terlalu memperhatikan dan merasa tidak penting untuk ikut program ini. Masa bodoh juga tentang kesehatan reproduksi remaja karena tidak terlalu urgent untuk diketahui. Awalnya juga tidak terlalu memahami mengenai isu kesehatan reproduksi dan seksual remaja sehingga tidak peduli untuk dipelajari. Namun, saat mengenal dance4life dan diperkenalkan mengenai isu...

Remaja Bali Cinta Keberagaman dalam International Youth Day 2017

Hari Remaja Internasional merupakan peringatan bagi remaja yang ditetapkan oleh PBB sejak tahun 1998. Hari yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus menjadi momentum bahwa sebagai remaja wajib mengembangkan kreativitas dan partisipasi dalam membangun bangsa dan negara. “Love in Diversity” menjadi tema peringatan International Youth Day KISARA PKBI Bali tahun 2017 ini, mengajak seluruh remaja khususnya...