Surat-surat yang (Dulu) Membebaskan

Sumber Pos Indonesia Kring. Kring! Pada suatu waktu, tukang poslah yang mengangkat derajatku. Sudah lama. Sekitar 25 tahun lalu. Dengan sepeda kumbangnya, Pak Pos akan datang ke sekolahku, Perguruan Muhammadiyah di pesisir Lamongan, Jawa Timur. Lelaki paruh baya, berusia sekitar 45 tahun, itu membawa tas kulit di boncengan belakangnya. Dia mengayuh sepeda kumbang untuk mengantarkan Continue Reading


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *