Rekomendasi 5 Tempat Kemping Antimainstream di Bali

Untuk sebagian orang menghabiskan waktu liburan dengan bermalam di alam menjadi momen mengesankan. Bahkan kemping menjadi agenda rutin tiap libur. Semakin banyak minat dengan aktivitas bermalam di alam ini, mendorong beberapa daerah membuka tempat kemping. Baik itu dikelola secara swadaya, ataupun belum ada pengelolaan sama sekali. Dari sekian ragam selera tempat kemping di Bali, inilah rekomendasi tempat kemping di Bali pilihan Mahayanthi seorang champer hunter, dilengkapi dengan perkiraan biayanya. Foto-foto: Mahayanthi.

1. Pinggan Sunrise: cocok untuk para champer yang mencari lokasi camp dengan pemandangan negeri di atas awan. Kemping di Pinggan Sunrise yang terletak di daerah Kintamani, Bangli memiliki background Gunung Batur. Namun, lokasi kemping ini memiliki volume debu yang lebih banyak dan lalat. Hati-hati juga karena jalan menuju Pinggan Sunrise ekstrim, berkelak kelok dan terjal. Biaya tiket bermalam di sini sekitar Rp20 ribu per orang dengan membawa tenda dan perlengkapan kemah sendiri.

Pinggan Sunrise

2. Danau Tamblingan: dari tempat ini champer bisa melihat kabut di atas danau. Lokasinya yang terletak di Munduk, Buleleng. Daerah dengan suhu yang rendah ini mewajibkan yang kemah di sini ekstra jaket. Namun, rasa dingin diredam dengan pemandangan di area camp dikelilingi hutan dan suara burung yang indah. Perlu diwaspadai bermalam di Danau Tamblingan yang memiliki suhu dingin ekstrem akan membuat kita susah tidur. Kemah di Tamblingan wajib menyiapkan api unggun untuk mengurangi dingin dan menemani ngobrol sepanjang malam. Dengan perlengkapan kemah yang disiapkan sendiri, kita cukup menyiapkan biaya tiket masuk sebesar Rp20 ribu rupiah per orang.

Danau Tamblingan

3. Lemukih Camping Hill: dari tempat ini kita bisa melihat Bukit Cemara Geseng dan laut Karangasem. Lokasi masuk Kabupaten Buleleng. Kemah di Lemukih kita menyiapkan kendaraan kondisi fit karena menuju lokasi ini kita melalui jalur cukup ekstrem. Namun, lelah melewati jalur ini akan terhibur dengan suasana kemping yang sejuk. Menginap di sini dengan bawaan lengkap dikenakan Rp15 ribu rupiah per orang.

Lemukih Camping Hill

4. Bukit Trunyan: kemah di Bukit Trunyan, indera penglihatan kita akan disuguhkan momen matahari terbit dengan background puncak Gunung Rinjani. Sesekali dimanjakan dengan kehadiran kabut. Pemandangan yang romantis, tapi untuk menikmati pemandangan ini kita perlu tenaga ekstra mencapai lokasi Bukit Trunyan. Kita harus hiking sekitar 1-2 jam dengan membawa beban bawaan kemping. Sehingga perlu persiapan fisik sebelum bermalam di sini. Dengan bawaan lengkap, kita menyiapkan biaya kemah sebesar Rp40 ribu rupiah per orang.

Bukit Trunyan

5. Bukit Cemara: bagi champer yang menyukai pemandangan Gunung Agung dengan jarak pandang dekat dan bisa merasakan kabut cocok mencoba kemah di Bukit Cemara. Suhunya yang rendah mewajibkan para champer untuk menyiapkan pakaian lebih tebal. Perlu menyiapkan usaha lebih juga untuk sampai di Bukit Cemara karena akan melalui jalan rusak 2 km sebelum lokasi camp. Dengan menyiapkan tenda dan perlengkapan lainnya sendiri, cukup menyiapkan biaya sebanyak Rp20 ribu rupiah per orang.

Bukit Cemara

The post Rekomendasi 5 Tempat Kemping Antimainstream di Bali appeared first on BaleBengong.id.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *