pesawat luar angkasa

“Kapten, disana ada planet baru” “Iya dan ada pesawat ruang angkasa lain, mari kita selidiki” “Kapten, disana juga ada gunung berapi…hati-hati Kapten !” Suara-suara itu terdengar bukan dari ruang kokpit sebuah ...

Continue Reading pesawat luar angkasa

pesawat luar angkasa

“Kapten, disana ada planet baru”
“Iya dan ada pesawat ruang angkasa lain, mari kita selidiki”
“Kapten, disana juga ada gunung berapi…hati-hati Kapten !”

Suara-suara itu terdengar bukan dari ruang kokpit sebuah pesawat ruang angkasa Apollo, tapi dari sebuah pohon Mangga yang sedang dinaiki oleh anak-anak SD.

Ya..pohon Mangga yang tumbuh dibelakang rumah gue adalah bagian dari fantasy gue dan teman-teman gue tentang petualangan di ruang angkasa. Pohon Mangga atau pesawat ruang angkasa kami terdiri atas sebuah kokpit yang dapat dimuati oleh 3-4 orang, terletak di cabang paling atas dari pohon mangga itu sendiri. Entah kenapa, cabang-cabang pohon Mangga di bagian yang paling atas itu membentuk percabangan seperti 3 buah tempat duduk. Disana kita tempelin peta. Peta itu sebenarnya peta komplek rumah gue yang iseng gue buat disebuah karton ukuran 1×1 m. Sebuah teropong juga digantung disana.

Selaen kokpit, ada juga badan pesawat. Terletak di pertengahan dari pohon mangga itu. Disana dianggap sebagai tempat penyimpanan makanan karena pada bagian itu pohon mangga gue banyak buahnya.

Pesawat ruang angkasa lain adalah pohon jambu gue. Terletak kira-kira 5 meter dari pohon mangga yang menjadi pesawat luar angkasa kita.

Gunung berapi sendiri kita buat dari pasir yang ada di bak pasir gue. Pasir itu dibuat mirip gunung, dibagian bawah dan bagian atas diberi lubang yang saling terhubung. Lalu kita bakar kertas pada bagian bawah dari gunung, ntar asapna keluar dari puncak gunung. Mirip gunung asli kalo lagi meletus..:)

Hampir tiap hari gue ma temen-temen gue (kira-kira 4-5 orang) main pesawat luar angkasa. Macem-macem skenarionya. Kadang ada yang jadi musuh dan naik pesawat ruang angkasa pohon jambu. Kadang juga kita berpura-pura seperti ada musuh. Kadang kita berpura-pura mencari gunung berapi. Bahkan anjing gue pun diajak ikut. Tugasnya sederhana, mengejar anak-anak yang berusaha berpindah dari pohon mangga ke pohon jambu dan sebaliknya. Jadi anjing gue berperan sebagai alien.

Tapi kadang kita hanya duduk-duduk di kokpit, saling bercerita atau bahkan mengkhayal hal-hal lain yang ingin kita lakuin. Pohon mangga itu jadi markas kita. Mirip seperti rumah pohon di buku-buku cerita.

“Kita akan mendarat, semua berpegangan….”

Continue Reading pesawat luar angkasa

sakit lagi…

sakit lagi ??!! hu..hu..hu..hu. Iya gue sakit lagi. Gak di Jakarta, gak di Bandung gue masih doyan aja sakit. Udah 3 hari ini gue terkapar dengan manisnya di tempat tidur. Tiket bus buat pulang ke Bali terpaksa gue cancel. Dipotong pula 25% (= 50 rebu)...

Continue Reading sakit lagi…