Modus Baru Penipuan, Hati-Hati Jual Barang di Situs Jual-Beli

Modus penipuan kini semakin banyak, para penipu sepertinya tidak pernah kehabisan cara untuk mencari celah mengelabui alis menipu orang. Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu ketika mengiklankan sebuah barang (mobil) di sebuah situs jual-beli barang yang sangat dikenal di Indonesia. Saya tidak tahu apakah ini modus baru penipuan atau memang sudah sering terjadi, tapi yang jelas modus penipuan ini masih baru bagi saya.

Kalau modus penipuan sebelumnya yang pernah saya alami dan cukup sering ya paling-paling sms nyasar meminta kiriman uang ke rekening tertentu. Modus ini rasanya sulit untuk bisa menipu kecuali ya memang kebetulan ada orang yang menunggu sms nomor rekening dari orang lain. Modus penipuan lainnya yang paling sering juga lewat sms yaitu pengumuman pemenang undian tertentu. Isinya biasanya selamat anda memenangkan sebuah mobil, hubungi nomor sekian, lihat pengumuman di website dan seterusnya. Pada intinya modus penipuan ini penipu mengarahkan kita agar menelepon dan ujung-ujungnya diminta mentransfer uang. Modus penipuan ini mungkin saja berhasil jika yang kena adalah orang yang masih awam dan kurang berhati-hati, apalagi jika dia kebetulan mengikuti undian tersebut.

Nah modus penipuan yang baru saya alami beberapa waktu lalu adalah bukan lewat sms, tapi lewat telepon. Ceritanya saya mengiklankan mobil saya di situs jual-beli dan setelah itu ada sekitar 5 orang yang menghubungi, ada yang menelepon dan ada yang sms. Bahkan ada sudah datang langsung ke rumah untuk melihat mobilnya. Tentu mereka bukan penipu. Tapi ada satu orang yang ternyata penipu.

Sore hari ketika dalam perjalanan pulang kerja si penipu, sebut saja X menelepon untuk pertama kalinya. Dia mengatakan tertarik pada mobil saya, katanya mobil itu mau dibelikan untuk anaknya, dan anaknya yang memberikan nomor telepon saya  setelah melihat iklan saya di internet. X mengaku tinggal di daerah Gatsu Barat, tetapi saat itu (Rabu) dia masih di luar kota dan Sabtu baru akan pulang ke Bali. Dia tidak terlalu menawar harga dan sepertinya tidak tahu harga pasar, buktinya dia mau membeli dengan harga yang menurut saya tinggi. Katanya dia tidak mau mobilnya keburu diambil orang lain karena anaknya sudah sangat ngebet.

Karena X sedang diluar daerah, dia ingin memberi DP sebagai tanda jadi. Saya lalu menyarankan agar anaknya datang dulu ke rumah saya melihat barangnya sekaligus membawa DP, 1 juta pun tidak apa-apa, apalagi rumah saya tidak terlalu jauh dari Gatsu Barat. Tapi dia mengatakan tidak perlu, dia lalu meminta nomor rekening saja dan akan mentransfer uang 5 juta sebagai DP. Dari sini saya sudah merasa aneh dan menjadi curiga, karena sepertinya tidak mungkin ada orang mau mengirim DP tanpa melihat barangnya langsung.

Tapi coba saya ikuti saja, tiba dirumah saya sms nomor rekening Bank Mandiri ke nomor hpnya. Beberapa menit kemudian X menelepon saya, tapi dari nomor HP yang berbeda. Dia mengatakan sudah menerima sms saya dan menyuruh saya menunggu karena dia akan mengirimkan uang. Mungkin maksudnya agar saya menunggu di ATM (karena dia sempat menanyakan apakah ada ATM di dekat rumah). Saya makin curiga ini modus penipuan baru, tapi saya biarkan saja, saya melanjutkan aktivitas, saya ke lapangan bulutangkis untuk berolahraga.

Ketika sedang bermain bulutangkis, dia menelepon mengatakan sudah mengirim uang dan meminta agar saya mengecek ke ATM. Saya bilang tunggu ya karena saya masih olahraga. Setelah itu sampai dua kali dia menelepon meminta saya segara ke ATM, dan saya tetap meminta dia menunggu. Selesai olahraga saya pulang, mandi, makan dan seterusnya. Setelah itu baru kemudian saya coba saja ke ATM, saya mencoba berpikir positif siapa tahu beneran ada “orang gila” yang mau mengirim uang ke rekening saya. Padahal saya sudah tahu tidak ada uang yang masuk, karena jika ada pasti saya mendapat SMS notifikasi.

Selesai mengecek di ATM, tidak ada uang yang masuk. Saya coba ladeni X lagi, saya sms mengatakan uang tidak masuk. X menelepon saya lagi, X mungkin mengira saya sudah terjebak, dia seperti kaget dan cemas karena uangnya belum masuk, dia mengaku sudah mengirim dan katanya mau menelepon CS Bank Mandiri, saya persilahkan. X kemudian menelepon lagi, kali ini dia meminta saya ke ATM untuk memastikan lagi. Kali ini tentu tidak saya turuti. Saya katakan, begini saja pak, kalau memang bapak mau beli, silahkan besok saja suruh anak atau kerabat bapak ketemu saya membawa uang cash. Tapi X mengatakan tidak bisa, telepon ditutup. Saya sms sekali lagi mengatakan agar dia mengirim orang saja dan bayar cash.

Setelah itu, sudah lewat jam 10 malam X menelepon terus tapi tidak saya angkat karena saya sudah tidur. Dari kronologis diatas, sudah cukup meyakinkan bahwa X adalah penipu. Sebagai catatan, dari awal X sama sekali tidak menggunakan sms, semua komunikasi adalah via telepon HP dan dia yang menelepon saya.

Itulah pengalaman saya dengan orang yang saya yakini penipu, mungkin bisa dijadikan pelajaran agar tidak tertipu. Apalagi penipu ini menggunakan modus penipuan yang tergolong baru. Setelah kejadian itu ada beberapa orang lagi yang menghubungi saya baik via sms maupun telepon, semua tetap saya ladeni tapi dengan lebih hati-hati.

Baca Juga:


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *