Komisi Perlu Usaha _Usaha untuk Move On_



Kamu tahu, hidup berjalan cepat dan setiap hari kamu berhutang terhadap waktu tentang kejadian-kejadian yang kemudian menimbulkan sejarah bahwa kamu pernah ada di sebuah titik yang disebut PENGALAMAN.

Kecepatan waktu dan momen yang berubah seketika menyulitkan saya melanjutkan tulisan tentang masa-masa di KPU Buleleng. Bayangkan, setelah lewat hampir dua bulan, saya akhirnya bisa membayar hutang menulis ini.

Tentang KPU Buleleng…

Hari pertama masuk ke kantor ini, saya merasakan kelelahan hahaha bukan gugup. kenapa? karena sudah semalaman saya belum tidur dan sudah menempuh jarak 78 Kilometer Depasar-Buleleng dengan berkendara sepeda motor bersama Krisna. Kesan pertama dari Kantor ini adalah berantakan. Yah khas Kantor Pemerintahan dan saya memakluminya karena memang seperti itu lah yang sering saya temukan, entah dengan pengalaman kalian yah.

Kami disambut dengan baik dan ramah, tidak ada yang istimewa. Laporan dilakukan kepada Bapak Sekertaris dan kami langsung dilemparkan ke Sub bagian Teknis Pemilu dan Hubungan Partisipasi Masyarakat yang Kepala Sub Bagiannya memiliki cacat permanen sejak lahir yaitu kebaikan yang tiada tara. Hari pertama selain ngobrol ngalor ngidul sebagai awal perkenalan, kami diberikan dua Jurnal Penelitian tentang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Buleleng. Jurnal itu yang kemudian membantu saya menyelesaikan Laporan PKL, akan tetapi sampai hari ini, saya belum tuntas membacanya. Hahaha…

Ada lima Komisioner-Empat Kepala Sub Bagian-Satu Sekertaris dan Dua Puluh Lima Staff Kesekertariatan ditambah dengan dua Mahasiswa/i PKL seperti kami berdua. Ini yang menjadikan Kantor KPU tidak jauh beda seperti taman bermain hahahaha terkadang Pekerjaan bukan menjadi sesuatu yang memberatkan meskipun kesibukannya yang luar bisa mengerikan akibat Tahapan Pemilukada 2017 yang telah dimulai.

Yah satu minggu setelah kami menginjakan kaki di KPU Buleleng, Tahapan Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pilkada Buleleng 2017 dimulai. Saya ditempatkan di Kecamatan Busungbiu, salah satu Kecamatan di Kabupaten Buleleng. Pekerjaan ini membawa saya menemui banyak orang baru khususnya Aparat Desa dan Kecamatan, melihat sudut pandang mereka tentang Pemerintahan dan Politik Indonesia saat ini. Tidak disangka saya juga bertemu seorang Camat yang bertugas di Kecamatan Seririt saat menemani salah satu Komisioner yang sedang memonitoring proses pendaftaran PPK&PPS. Bapak Camat ini pernah menetap di Ende cukup lama bahkan sampai menikahi salah satu Wanita Ende yang saat ini menjadi isterinya. Kemudian tanpa disengaja, saat saya mendampingi Komisioner lainnya dalam Seleksi Wawancara PPK&PPS di Desa Tista, Kepala Desanya malah berteman akrab saat kuliah dengan salah satu Anggota Dewan Pengurus Paroki Katedral Denpasar. Melalui saya, mereka akhirnya bisa saling berhubungan lagi melalui telepon.

Banyak sekali Pengetahuan dan Pelajaran hidup yang saya dapatkan selama menjalani Praktek Kerja Lapangan di KPU Buleleng. Karena pekerjaan ini juga, saya bisa menjelajahi sebagian kecil pelosok Kabupaten Buleleng yang luar biasa indah. Alam liar dan Sumber Dayanya yang tidak terkira. Ingin sekali saya membahasnya secara rinci di sini, akan tetapi hal tersebut akan menghabiskan banyak kalimat panjang dan proses mengetik-mengedit berhari-hari. Yang pasti di tempat ini, saya menemukan Keluarga Baru yang di penghujung hari dengan rela tak rela melepaskan saya kembali ke Denpasar.


Ketua KPU Buleleng yang juga merangkap Divisi Hukum dan Pengawasan, Bapak Gede Suardana, S.Pd., M.Si. Bapak ini lebih cocok membangun Kantor berita dari pada menjadi Anggota Komisioner hahahahah… Maklum mantan Wartawan. Setiap hari beliau selalu mengingatkan saya untuk membikin berita, apa saja kejadian di KPU Buleleng, masyarakat harus tahu. Orang baik yang kadang membingungkan tetapi tetap gigih menjalani tanggung jawabnya.

Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data Informasi dan Hubungan Antar Lembaga, DRH. I Made Seriyasa, Pioner saya selama melaksanakan tugas di Kecamatan Busungbiu. Khalem, tak neko-neko, khas orang tua yang bicaranya memutar tetapi sarat akan pengalaman. Pria yang akrab dipanggil Pak Dokter karena beliau sesungguhnya adalah Dokter Hewan ini memiliki kharisma ke-bapak-an yang selalu membuat kita merasa tak sungkan.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara, Nyoman Cakra Budaya, SP. Dulunya, saya sentimen sekali sama beliau. Pendapat saya beliau ini sengak, songong lah pokoknya. Lalu, ketika Seleksi Wawancara PPK&PPS dilaksanakan, saya dipasangkan dengan beliau ke Kecamatan Busungbiu. Pria asal Desa Umejero yang asri dan indah ini ternyata orang yang ramah, keranjingan bercanda dan baik hati. Melalui beliau, saya diingatkan kembali “Do not judge the people by his cover”

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Pengembangan SDM, Gede Sutrawan, S.Sn. Pria dengan tinggi badan yang minimalis tetapi dengan kecepatan berpikir maksimum. Berhadapan dengan beliau, kamu harus memiliki kekuatan membaca peluang. Salah-salah, bel berbunyi-KO, game over, mending nurut aja. hahahahaha… Beliau salah satu pekerja keras, inovatif, dan disiplin dalam bekerja.

Komisioner Divisi Umum, Rumah Tangga & Organisasi, Perencanaan, Keuangan & Logistik, Luh Putu Sri Widyastini, ST. Ibu Putu, begitu beliau sering disapa. Gayanya tak neko-neko, jika bicara tanpa tedeng aling-aling tetapi juga sebenarnya memiliki perasaan sensitif yang tidak kentara. Ramah, Sporti dan suka sekali bercanda.

Ada satu Sekertaris dan empat Kasubag di KPU Buleleng. Bapak I Putu Aswina selaku Sekertaris. Kepala sub bagian Teknis Pemilu dan Hupmas, I Made Ardana, S.Kom. Kepala sub bagian umum, Ketut Aryawan, S.STP, MM. Kepala sub bagian Program dan Data, Ketut Suwitahirawan, S.Kom. Kepala sub bagian Hukum, Gede Kurniawan S.STP.
Mereka semua orang-orang yang bertanggung jawab saat bekerja _dan juga orang-orang gila saat tidak bekerja_ hahahahhaa…. saya melewati lebih banyak waktu menyenangkan dengan mereka, bagaimana saya bisa move on akibat ini? Saya berusaha sibuk berhari-hari setelah meninggalkan kantor KPU Buleleng. T.T

Lalu ada Mbok Ike di Sub bagian Teknis Pemilu dan Hupmas, Mbok-mbok judes tetapi cuma di wajah. Aselinya baik banget. Teman se-kakinya Mbok Widia, dari Divisi Keuangan yang senang banget ngajak keluar cari makan. Kalau mau rasain kuliner enak di Buleleng, maka mereka berdua adalah pilihan yang tepat sebagai navigator.

Gede Wisu, Serbabisa makanya saya bingung apa jabatan sebetulnya. Awal bertemu, saya sudah bisa membaca kelakukan orang ini hahaha kocak tetapi selalu berusaha tampak cool. Kulkas kalik yah. Saya menangis lho ketika pamitan sama Wisu. He is talented Balinese Men. Baaiiikkkk banget #eh

Bayu, Manusia cerdas satu ini selalu bikin iri karena selalu jadi andalan. Ia tahu segala menyangkut Undang-Undang Pemilu dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum. Jika kamu ingin tahu, siapa orang dengan kepala paling sibuk di KPU Buleleng selain para Komisioner dan Kasubag nah Bayu adalah yang pertama setelah mereka.

Wirawan, He is My Best Men. Hm, do’i suka bercanda awalnya, usil banget tetapi mungkin karena tampang saya memang buliable yah selanjutnya kita malah jadi sering curhat-curhatan. Klop banget pokoknya.

Trus ada Geng Cewek-cewek, Dayu-yang kalau makan gak bisa diganggu gugat makanannya karena kastanya beda. Gila, kalau saja saya gak dikasitahu, mungkin sudah berapa banyak kesialan yang terjadi gara-gara ngerjain Dayu. wkwkwkwkw Lalu, ada Prima Megayanthi-Ini cewek pertama kali masuk kerja di KPU Buleleng bikin iri soalnya cakep banget, untung gue cewek juga. Hm #apasih hahaha kita sohib banget, sampai akhirnya balik ke Denpasar barengan karena rumah Prima di Denpasar. Saat itu ia balik untuk jengukin orang tuanya. Terakhir, Nindia-Paling kecil, paling cerewet dan polos. Kadang bingung kalau dengar Nindia ngomong, wkwkwkwkw ngawur banget tetapi itu yang bikin kita seru kalau lagi ngumpul.

Yang lainnya, ada Alit, Agus, Sofyan, Pak Agung, Mbok Ani, Winda, Priti,Tedja, Regen, Fata, Nova, Pak Dewa Cintiarta, Pak Yadnya, Pak Dilla, Komang, Nyoman Raken-Satpam Fenomenal, Pak Made-Satpam baik hati sering kasih tebengan pulang kalo lembur.
yang semuanya memberi kesan dan terkadang rindu berat ingin balik ke KPU Buleleng.

Terima Kasih untuk kebersamaan kita selama 49 Hari, saya yakin bahwa kita semua saling mencintai satu sama lain dengan cara kita masing-masing.

Berikut adalah WA terakhir saya sebelum saya keluar dari Group Resmi KPU Buleleng di tanggal 20 Juli 2016:

Selamat Pagi Teman-teman KPUD BULELENG yang saya banggakan.
Saya pamit yah, Terima Kasih untuk 49Hari kebersamaan. Baik dalam pekerjaan, dalam kecemasan, dalam tertawa maupun dalam segala hal yang ditindak dan dipikir #halah hahahaha
Mohon maaf sekali karena lebih banyak aib yang saya ciptakan bersama kalian ketimbang hal baik untuk dikenang 🙂

Semoga kita semua tetap sehat dan senang. Kalau ada sumur di Ladang, mari kita mandi rame-rame #eh hahahaha

Sampai ketemu lagi, JANGAN LUPA BAHAGIA \m/ #tjipoksatusatu :-*


***


Foto-foto kegiatan saya selama Praktek Kerja Lapangan sudah pernah saya posting di Instagram dan Facebook maka hanya satu foto yang hm yah melewati seleksi cukup rumit yang akhirnya saya pasangkan pada tulisan ini.







Benar-benar pilihan yang sulit bukan? Hahahaha….


***

Sedih itu seperti ini; ketika kamu datang tidak membawa apa-apa dan saat pulang, kamu harus menampung genangan pada kantong mata-mu. Berlaku seperti semula, tanpa kenangan-jejak malu atau pun dendam, kecemasan akan rindu bahkan usaha untuk melawan lupa. Rindu dan Lupa, dua hal berbeda. Dirindukan-merindukan. Dilupakan-melupakan. Yang membikin mereka sama adalah siksaan untuk menjalaninya.

Semoga Sukses di tempat masing-masing-


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *