Kelola Sampah di Desa Tembok dapat Layanan Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Oleh Alit dan Komang

Di Desa Tembok, Tejakula, Kabupaten Buleleng, jika mengumpulkan sampah plastik bisa ditukar layanan kesehatan dan pendidikan gratis. Inilah inovasi desa di lahan kering ini.

Sebelum membahas sampah tentu harus tahu apa itu sampah. Menurut Wikipedia, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah seringkali mengacu kepada material sisa yang tidak diinginkan atau tidak bermanfaat bagi manusia setelah berakhirnya suatu kegiatan atau proses domestik.

Setelah mengetahui pengertian sampah, mari kita bergeser melihat permasalahan utama yaitu masalah sampah di Desa Tembok. Sebuah pedesaan cenderung berada di wilayah pinggiran, jauh dari pusat keramaian.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan sampah yang dihasilkan juga terbilang banyak khususnya sampah plastik. Sampah plastik ini banyak ditemukan di got ataupun di kolong jembatan. Khususnya di Dusun Yehbau, masyarakatnya banyak melakukan kegiatan perdagangan dan cukup padat. Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahayanya membuang sampah sembarangan.

Masyarakat terus membuang sampah ke got atau kolong jembatan sehingga di musim hujan got-got tersebut tersumbat. Hingga menyebabkan naiknya air ke jalan yang membawa tanah dan sampah-sampah naik ke jalan. Inilah yang menyebabkan pengguna jalan seperti pejalan kaki atau penguna sepeda motor susah melintas. Sebab terdapat banyak genangan lumpur yang bercampur dengan sampah membuat jalan licin.

Oleh karena itu pemerintah Desa Tembok membuat inovasi dengan menyediakan jasa pengambilan sampah menggunakan mobil bak terbuka (keri). Pengambilan sampah ini tidak gratis. Jika menggunakan jasa tersebut masyarakat harus membayar sejumlah Rp20.000 /warga selama 1 bulan untuk pengambilan sampah. Jadwal pengambilan sampah yaitu hari Sabtu di Dusun Tembok dan hari Minggu di Dusun Ngis, Yehbau. 

Tidak hanya mengambil sampah dari masyarakat, pihak TPST ini juga mengambil sampah ini dari Octopus Tambak. Setelah sampah ini diambil kemudian sampah ini akan diproses di TPST. Misalnya dipilah dan dipisahkan antara sampah plastik, botol, tutup botol,  serta sampah yang tidak bisa diproses akan dibawa ke TPA Bengkala. 

Sedangkan sampah yang dipilah tersebut dipisahkan dan akan diolah lagi. Untuk  botol akan dipres dibentuk kotak. Sedangkan sampah plastik dan tutup botol akan digiling lagi menjadi butiran kecil.

Selain inovas tersebut, pemerintah Desa Tembok juga membuat sebuah program yang disebut dengan bank sampah. Bank sampah ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang ada di pelosok-pelosok desa. 

Cara mendaftar bank sampah ini sangat mudah yaitu dengan cara menyetor kan kartu KK. Kemudian akan didaftarkan di aplikasi Bank Sampah Desa Tembok. Selanjutnya akan dibuatkan buku tabungan. 

Bank sampah ini biasanya dilakukan oleh siswa yang sedang melakukan kegiatan training di Bumdes Tembok. Bank sampah biasanya buka setiap hari Selasa dan Jumat untuk Dusun Tembok, Yehbau, Ngis dan Bulakan. Khusus untuk Dusun Sembung dibuka setiap tanggal 7 dan Dusun Dapdaptebel setiap tanggal 27. 

Cara kerja bank sampah ini adalah dengan menimbang sampah milik warga. Sampah yang paling banyak ditimbang oleh warga biasanya sampah kresek (plastik) dan  botol. Sampah tersebut memiliki harganya tersendiri, contohnya sampah kresek (plastik) yaitu Rp50 rupiah, botol plastik putih Rp3000, botol plastik biru Rp2500, dan botol plastik campur (bodong) Rp2000. 

Setelah  diketahui jenis sampah yang ditimbang dan jumlah timbangan langsung di masukan ke dalam aplikasi Bank Sampah Desa Tembok. Setelah diketahui nominal yang didapat akan dicatat ke dalam buku tabungan. Uang tabungan yang terkumpul tersebut bisa ditarik atau diambil di Bumdes Tembok. 

Kegiatan bank sampah ini memiliki dampak positif kepada masyarakat yang kurang mampu  karena mampu memberikan keuntungan yang banyak. Keuntungan itu berupa bus sekolah gratis dan dapat mengakses obat ke puskesdes secara gratis.

Menurut saya  program program di bidang sampah yang ada di Desa Tembok sangat perlu diacungi jempol. Sebab gerakan ini mampu membuat masyarakat menjadi lebih aktif dan produktif dalam menjaga lingkungannya agar menjadi lebih bersih.

The post Kelola Sampah di Desa Tembok dapat Layanan Pendidikan dan Kesehatan Gratis appeared first on BaleBengong.id.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *