Kampanye Lingkungan dalam Musik, Artistik, Plastik

TrashStock Membuat Mainan Bekas

Anak-anak peserta TrashStock Festival 2015 membuat mainan dari barang bekas. Foto Anton Muhajir.

Setelah acara perdana tahun lalu sukses, mari sambut TrashStock Festival lagi!

TrashStock Festival merupakan festival bertema “musik, artistik, plastik” yang memadukan kecintaan terhadap lingkungan Bali dalam bentuk kegiatan kesenian dan pergelaran musik. Berbagai bentuk kreativitas menarik melalui media lukisan, instalasi, fotografi, musik dan lain-lain, semuanya dibalut tema lingkungan.

Setelah sukses mempersembahkan debut festival ini tahun lalu, TrashStock Festival memutuskan untuk menghadirkan edisi kedua dari acara edukatif dan ramah lingkungan ini. Rangkaian acara akan diselenggarakan pada 16-17 Juli 2016 di Taman Baca Kesiman di Denpasar.

Tahun ini, TrashStock akan kembali menampilkan dan melibatkan sederet seniman, musisi, band serta komunitas. Mereka telah hadir di tahun sebelumnya maupun baru bergabung untuk turut mengambil bagian dalam TrashStock tahun ini.

Hari pertama festival akan menampilkan line-up sejumlah band dan musisi dengan genre bervariasi yang sudah memiliki tempat tersendiri dalam music scene di Bali. Rangkaian ini disusun dengan pendekatan khusus untuk memastikan bahwa pertunjukan musik hingga larut malam ini akan berjalan dinamis serta menciptakan suasana dan energi yang maksimal  menyenangkannya!

trashstock poster

TrashStock Festival akan kembali dengan agenda dan peserta keren.

Beberapa band dan musisi sudah siap meramaikan panggung TrashStock tahun ini. Ada Robi ‘Navicula’ yang sudah lama dikenal luas untuk kepiawaiannya dalam memadukan musik rock dengan aktivisme. Ada The Mangrooves dengan musik  eclectic khas mereka yang selalu berhasil menggelitik kaki penonton untuk menari.

Ada pula Rizal & Rasendriya yang semakin terkenal dengan alat musik bernuansa bambu yang diciptakan sendiri. Juga ada Zat Kimia, kumpulan musisi indie Bali yang wajahnya sudah tidak asing lagi. Ada Young Guns yang juga telah menciptakan lagu khusus untuk tema festival ini.

Ada pula Sanggar Anak Tangguh yang tidak pernah gagal menghangatkan hati penonton di mana saja! Selain itu, kami masih menyimpan beberapa nama band dan musisi lainnya yang sudah pasti akan menambah seru dan semarak panggung musik pada festival ini.

Hari kedua TrashStock akan menyajikan suasana Minggu yang lebih tenang dibandingkan malam sebelumnya. Pengunjung akan diajak untuk menikmati pameran seni yang telah digelar dari hari pertama, workshops, kegiatan anak-anak, live caricature, serta fashion show.

Kegiatan terakhir akan dibuat unik karena memperagakan koleksi gaun berbahan plastik daur ulang hasil kolaborasi dari Lanang  Mantra, Alexa Bauer dan Adi Siput. Fashion show ini merupakan kesempatan yang sangat menarik untuk para fotografer melakukan photo hunt.

Rangkaian acara pada hari kedua ini juga akan diiringi dengan penampilan band di sore hari. Kegiatan akan ditutup dengan sunset DJ session bersama DJ Ronald Microbot. Seluruh aktivitas pada hari Minggu ini juga sepenuhnya bersifat edukatif sesuai dengan tema acara.

Dalam kategori seni rupa, beberapa seniman yang akan membuat TrashStock tahun ini kembali penuh dengan warna. Made Bayak dengan pameran karya serta workshop Plasticology. Gus Dark dengan karya karikaturnya yang menghibur dan kritis. Rahmat Jabaril yang terkenal dengan pencapaian Kampung Kreatif Dago Pojok di Bandung.

Ada juga mural oleh Rharharha, Sautel Cago, Komunitas Tukad Abu dan Komunitas Pojok, pameran Recycled Dresses kreasi Lanang Mantra, pameran fotografi bertajuk Trash_Artifacts karya Vifick Bolang, dan pertunjukan tari dan seni kolaborasi lain.

Sama halnya dengan tahun sebelumnya, TrashStock Festival masih tetap mengusung konsep Not-For-Profit, di mana seluruh keuntungan yang dihasilkan akan didonasikan kepada program peduli lingkungan di Bali. Begitu pula, tidak berbeda dengan tahun  lalu, para penggerak,  panitia, serta  musisi  dan seniman yang  terlibat dalam festival ini merupakan sukarelawan yang menyumbangkan waktu, tenaga, keahlian dan bakatnya untuk terlaksananya festival ini.

Tahun ini seluruh keuntungan yang dihasilkan oleh TrashStock akan didonasikan kepada IDEP Foundation. Donasi itu untuk mendukung program pembuatan buku komik mengenai masalah pencemaran sungai di pulau ini. Buku akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh pelosok Bali.

Selebihnya, donasi juga akan dialokasikan untuk mendukung program Budi Susila, guru dan seniman independen yang mendidik dan mengajar anak-anak untuk berkreasi dengan membuat benda-benda yang sangat menarik dengan menggunakan plastik daur ulang.

Informasi  lebih lanjut:

Website          : www.trashstockfestival.com
Facebook       : TrashStock “Musik, Artistik, Plastik”
Email              : trashstockbali@gmail.com
Twitter           : @trashstockbali
Instagram     : @trashstockbali

The post Kampanye Lingkungan dalam Musik, Artistik, Plastik appeared first on BaleBengong.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *