Home is Everywhere [Part 1.]

Tanggal saya memosting tulisan ini, tanggal seharusnya saya dan teman saya menyelesaikan masa Praktek Kerja Lapangan (PKL) kami di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Buleleng. Namun kami memutuskan untuk menambah waktu lima hari lagi sampai tahapan Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pilkada Buleleng 2017 selesai. Tepat tanggal 19 Juli nanti pelantikan akan dilaksanakan.

Mungkin saya akan memostingnya berbeda, setelah tanggal 20 karena masih tersisa cerita lima hari lagi, bukan kah begitu. Kamu janji akan membacanya nanti kan?

Ada banyak pekerjaan yang harus saya laksanakan termasuk Laporan PKL namun saya begitu ingin menulis tentang “ini” sebelum saya menjadi lupa dan malas.
Memilih untuk PKL di Buleleng adalah keinginan saya secara pribadi. Saat ditawarkan pada hari pertama di kantor KPU Propinsi, saya sempat urung karena tentu akan ada banyak penyesuaian. Dari suasana, orang-orang dan tentu saja kebutuhan saya sehari-hari. Tetapi, di kepala saya saat itu hanya ada satu hal “Segala hal baik akan berjalan dengan tenteram karena energi baik akan bahu membahu mewujudkannya!” 
Dan saya menyanggupi. Saya langsung menghubungi salah satu Pastor Paroki di Singaraja yang menemukan tempat tinggal sementara bagi saya selama satu minggu sebelum akhirnya saya diberikan tempat tinggal yang tepat untuk waktu satu setengah bulan. Saya ditempatkan di sebuah BIARA SUSTERAN FRANSISKAN. Ini sungguh berita baik sekali. Satu minggu pengalaman hidup bersama tiga suster, begitu menyenangkan. 
Sisa waktu yang ada saya habiskan di sebuah kamar kos di daerah Sambangan. Kos lama milik salah satu adik OMK Singaraja yang kebetulan ingin segera pindah sementara dia sudah membayar tunai untuk satu tahun. Masih ada waktu satu bulan dua puluh lima hari sebelum masa tinggalnya berakhir. Alhasil, saya dibiarkan tinggal di sana dengan cuma-cuma kecuali uang listrik dan air yang bakal saya gunakan selama satu setengah bulan. Itu yang saya bilang bukan Kebetulan atau pun Keberuntungan namun Kerjasama Semesta dan Tuhan 😀
Buleleng itu Nikmat, teman. Setiap kota memang memiliki kenikmatan berbeda, namun tidak dengan Singaraja. Sejak dahulu, pertama kali saya menginjakan kaki ke kota ini, saya selalu merasa seperti Pulang. Kenapa? Karena suasana kota, topografi dan beberapa bagiannya yang seperti persis kota kelahiran saya. Saya tidak mengada-ada, beberapa waktu sebelum saya tahu akan PKL di KPU dan pada akhirnya ditempatkan di Buleleng, saya sering memikirkan kota ini. Kapan saya akan main dan berjalan-jalan sekedarnya ke Buleleng? Mungkin itu lah energi positif yang dihasilkan pikiran saya. Ada gunanya saya hobi menghayal e? wkwkwkwkw…

PS: Ini bukan kejadian pertama lho yah, hal yang sama terjadi dengan Kalimantan, Sumba dan Nusa Penida serta beberapa tempat lain yang tidak bisa saya sebutkan karena akan sangat panjang sekali.

Hal-hal yang saya maksudkan dengan nikmat adalah, orang-orangnya yang terlihat keras di permukaan namun baik hati dan ramah bahkan sangat terbuka saat sudah menjadi begitu dekat. Lalu makanannya yang Ya Tuhan, tidak ada yang tidak enak di Buleleng, semuanya punya cita rasa dan MURAH plus tempat makan-nya yang tidak harus membuat kamu menjadi orang lain (if you know what i mean hahaha). Juga, tak ada macet di Buleleng kecuali gaya berkendara beberapa masyarakatnya yang sejujurnya masih agak ngawur hahaha sama lah dengan di Denpasar. 
Saya menghabiskan banyak waktu di sini dengan mereka yang baru saya kenal, serta yang sudah pernah saya kenal sebelumnya. Khususnya yang di OMK Singaraja. Semua adalah teman-teman yang baik dan seru ketika menghabiskan waktu bersama. Jalan-jalan ke Air Terjun yang nama dan lokasinya tidak ingin saya sebutkan adalah salah satu pengalaman mengasyikan selain ke Alam Sambangan. Sayang, saya melewatkan masa Jumpa Orang Muda Katolik (JOMK) Bali Barat yang berlangsung di Paroki St. Paulus Singaraja karena kesibukan yang luar biasa di kantor.
Tentang Pekerjaan dan Segala hal yang saya lakukan selama PKL di kantor KPU Buleleng akan saya ceritakan pada postingan yang berikutnya. Itu harus ditulis dengan hati-hati dan sepenuh hati 😀
Bersambung…….

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *