Festival PlastikDetox: Mengurangi 4 Jenis Plastik Sekali Pakai

Festival PlastikDetox

Orang-orang kian berlalu lalang menuju lapangan di pagi hari. Ada yang jogging ada juga yang sedekar nangkring. Sendiri, bersama teman-teman, pasangan maupun keluarga sama saja. Namun, ada yang spesial pada Minggu, 28 Agustus 2022 yaitu ada FestivalPlastikDetox.

Festival ini berlokasi di sebelah timur Lapangan Puputan Margarana, tepatnya di Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali-Nusa Tenggara. Mengusung tema Dasawarsa Mengawal Asa, syukuran sepuluh tahun Gerakan PlastikDetox mengajak pelaku usaha kecil kurangi plastik sekali pakai yang bernaung di bawah Yayasan Kita untuk Semesta.

Adapun tujuan festival ini yaitu 1) mempertemukan pelaku usaha kecil, masyarakat dan pemerintah terkait best practice pengurangan plastik sekali pakai, 2) menginspirasi pelaku usaha kecil dan masyarakat sebagai upaya menjalankan usaha minim plastik, dan 3) merefleksikan gerakan PlastikDetox selama sepuluh tahun mengawal harapan kurangi plastik sekali pakai bersama pelaku usaha kecil.

Ketiga tujuan tersebut diwujudkan dengan cara pengunjung dapat menikmati hidangan yang disajikan oleh para anggota PlastikDetox di pop up market minim plastik, pameran edukatif tentang plastik, serta hiburan pantomim dan musik akustik.

“Kami bergerak dalam pengurangan tiga jenis plastik sekali pakai yaitu tas kresek, sedotan plastik, dan kemasan styrofoam sejak tahun 2012. Kami menambahkan satu kriteria air mineral dalam kemasan karena jenis plastik ini paling banyak terdapat di tempat pembuangan sampah dan potensi sampahnya relatif mudah untuk bisa dicegah,” ujar Luh De Dwi Jayanthi selaku Manajer PlastikDetox. Ini juga upaya untuk mendukung Peraturan Gubernur Bali No. 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Pengurangan Plastik Sekali Pakai.

Anna Sutanto, Co-Founder PlastikDetox menambahkan, pencapaian sekarang adalah berkat perjuangan dan pengorbanan banyak individu dan organisasi yang sudah berjuang sejak lama. “Kini kami memiliki 44 anggota bisnis kecil yang tersebar di Bali, Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Bandar Lampung,” katanya.

Pengukuran pencegahan sampah plastik sekali pakai telah dilakukan oleh anggota PlastikDetox. Data ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung jumlah peningkatan pencegahan sampah plastik di tahun-tahun mendatang. Subjek penelitian ini adalah 32 anggota, yaitu 73% jumlah anggota PlastikDetox per April 2022. Adapun hasilnya yaitu anggota PlastikDetox telah berhasil mencegah 15.176 buah kantong kresek dalam setahun yang setara dengan berat 4 karung beras ukuran 25 kilogram.

Untuk sedotan plastik diperoleh sebanyak 13.812 buah yang bila disusun secara vertikal akan mencapai 276 meter. Hasil ini setara dengan 2,76 kali tinggi air terjun Sekumpul – air terjun tertinggi di Bali. Begitupula untuk styrofoam, sebanyak 10.839 buah per tahun yang apabila disusun memanjang akan menempuh jarak 2,059 km setara dengan 1,37 kali panjang lintasan jogging track di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar. Terakhir yaitu air mineral dalam kemasan yang dapat dicegah menjadi sampah oleh anggota adalah 6.634 buah, ini setara dengan 12,78 kali tinggi patung Garuda Wisnu Kencana – patung tertinggi di Bali.

Kepala P3E Ekoregion Bali Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, S.T., M.Sc. sangat mendukung gerakan PlastikDetox dalam upaya pencegahan penggunaan plastik sekali pakai. “Ini sesuai Perpres 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategis Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, yang diamanatkan bahwa target pengurangan sampah tahun 2025 sebesar 30%, dan target penanganan sampah 70%,” ungkap Ni Nyoman Santi.

P3E juga menerapkan Eco Office (Kantor Ramah Lingkungan) yang telah diinisiasi sejak Tahun 2016. Kegiatan ini sangat mendukung upaya pengelolaan sampah dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Hal ini terlihat dari tidak lagi digunakannya kemasan plastik dalam konsumsi rapat di P3E, namun diganti dengan kemasan ingke dan daun untuk wadah snack, disediakannya jar dan gelas sebagai pengganti air mineral kemasan plastik, dan disediakannya kopi, teh, dan dispenser di ruang rapat. Proses pemilahan sampah sudah dilakukan mulai dari ruangan kerja. Untuk sampah organik, kami olah melalui pengomposan. Sehingga, sampah yang dibawa ke TPA hanyalah residu saja.

Festival ini melibatkan lima anggota PlastikDetox yang terpilih yaitu Bono Coffee, Kopte Bali Reef Aquarium, Bali Buda, Trico Coffee and bites, dan Over The Moon. Selain itu, untuk mendukung upaya pemilahan sampah organik yang dihasilkan festival, ada Urban Compost yang berperan dalam pengangkutan sampah organik lalu ditukar dengan pupuk kompos. Untuk sampah anorganik, ada Eco Bali Recycling siap mengedukasi pengunjung terkait pemilahan sampah.

Terrawater juga hadir menyediakan filter air minum gratis untuk para pengunjung yang membawa botol minum sendiri. Ada stand Greenie menyajikan produk rumah tangga non-kayu dari pelepah pinang, serta ada anggota PlastikDetox non-makanan yaitu Isi Ulang Bali menyediakan isi ulang produk pembersih rumah tangga. Peserta yang hadir juga diminta untuk membawa alat makan dan minum sendiri, tetapi juga bisa deposit alat makan yang telah disediakan oleh Taksu (take, use, return) yang juga merupakan program PlastikDetox.

Festival perdana PlastikDetox ini merupakan langkah awal untuk menginspirasi atau menjadi pemantik festival lain sehingga semakin meningkatkan praktik terbaik pengurangan plastik sekali pakai yang ternyata sangat bisa dilakukan asalkan ada niat dan komitmen bersama.

The post Festival PlastikDetox: Mengurangi 4 Jenis Plastik Sekali Pakai appeared first on BaleBengong.id.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *