dan pemenangnya adalah ?…..

Udah 10 hari berlalu sejak tanggal pencoblosan 5 april 2004 lalu. Hasil klasemen sementara udah bisa dilihat di tnp.kpu.go.id dan detik.com. Kalopun data IT hanya jadi rujukan bukan jadi data yang sah, tapi setidaknya dari sana kita tahu perkembangan suara dari masing-masing TPS seluruh Indonesia.

Gue mo cerita disini, bukan sebagai seorang pengamat politik… *yaelah siapa sehh gue*. Gue cuma pengen cerita aja, sudut pandang dari seorang rakyat yang bingung sama semua ini. “Ini beneran gak seh ?“.

Dari hasil tabulasi suara sementara, perolehan dari partai PDIP dan GOLKAR jauh meninggalkan lawan-lawan politiknya. Untuk sementara kedua partai menguasai masing-masing hampir 20% suara. Yang kalau dijumlah hampir sama dengan 40% suara dari seluruh pemilih… *data KPU sementara ya pertanggal 15 April 2004*

Apa artinya ?

Mungkin kayakna kita perlu inget-inget dulu kehidupan 32 tahun dibawah kepemimpinan “The Smiling General” Soeharto plus 5 tahun kepemimpinan Megawati. Gue gak bakal ikut-ikutan menghujat, memuji ataupun caci maki dan sumpah serapah. Nyape-nyapein aja. Toh kalian juga udah pada tahu kan ?.

Nginget-nginget selama 32 tahun mungkin terlalu lama ya. Coba inget yang 5 tahun belakangan ini aja. Sekolah yang dulu katanya akan gratis, sekarang jadi mahalnya najubilah dah. Adek gue mau masuk ITB harus bayar sekitar 7 jutaan. Damn…ITB gitu lho ?. Efeknya, gue ma ortu harus pontang-panting cari duit biar adek gue bisa kuliah. Untung bisa masuk…..*gue jadi gak punya duit :((*.

Gue jadi mikir-mikir, apa hanya orang-orang yang punya duit yang punya kesempatan untuk menikmati fasilitas pendidikan yang baik ?. Itu baru ITB, coba check juga UI dan UGM yang notabene kampus yang bagus. Mereka jg sama saja. Itu kampus lho, coba telusuri SMA, SMP ampe SD. Mo masuk SMA, SMP ato SD yang bagus, musti bayar mahal man…Ada duit ada barang kata para pedagang…

Itu baru sistem pendidikan. Bagaimana dengan sistem hukum ?. Apa kasus-kasus mega korupsi udah berhasil diusut tuntas ?. Apa 30 M melayang gitu aja hilang tanpa ada orang yang tanggung jawab ?. Apa koruptor-koruptor BNI tetap hidup senang di luar negeri ?. Dan ironinya, seorang maling ayam mati digebuk massa.

Yang lainnya ?.. Ekonomi ?.. tahu sendirilah. Internet mahal, pulsa telepon naik, beras mahal, BBM mahal…apa lagi ?. Sebutin deh. Kayaknya semua barang harganya naik.

…kemudian datang Pemilu.

Orang bilang pemilu adalah kesempatan untuk memilih. Memilih masa depan kita sendiri. Memilih orang-orang yang akan mewakili aspirasi dan keinginan kita sebagai rakyat. Dan di sisi lain memilih orang-orang yang akan memerintah kita.

Lucu juga ya, kita memilih orang yang akan memerintah kita …. 😀

Partai-partai muncul. Janji-janji ditaburkan. Dari hasil seleksi, ada 24 partai yang berhak mengikuti pemilu 2004 ini. Gue cukup berharap sama partai-partai yang baru ini, semoga mereka membawa perubahan.

Beberapa kali gue ngikutin kampanye, plus informasi temen plus baca dari media, partai -partai ini sama aja. Kampanye yang harusnya jadi ajang untuk memaparkan perubahan-perubahan atau janji-janji cuma jadi ajang pesta dangdut. Gak ada dangdut, kampanye bubar

Sedih ya ?… cuma segitu pendidikan politik kita.

Trusnya lagi, coba bayangin, ada 24 partai. Dan pas kampanye semua bilang bakal berantas korupsi, bakal bikin hidup rakyat sejahtera, bakal bikin perubahan yang lebih baik. Pokoknya manis madu banget deh. Dari partai baru ampe partai lama ngomongnya sama. Yang gue bingung seh, yang partai lama. Lha kan udah dikasih kesempatan berkuasa…mana buktinya ?.

….kemudian datang saatnya mencoblos.

Gue berharap ada perubahan akan suara. Partai-partai lama yang telah gagal memerintah gak bakal dipilih lagi karena katanya sekarang rakyat udah pinter.

Tetapi oh tetapi.. kalo ngeliat perolehan suaranya, 5 partai lama itu menguasai hampir 60% suara. Dan ironisnya, GOLKAR dan PDIP menguasai hampir 40% suara. Ini gue yang gak ngerti.

Kita lihat lingkup yang lebih kecil. Kita lihat aja di Aceh. Daerah yang dari dulu sejak jaman Soeharto dengan DOM sampai Megawai dengan status daerah Darurat Militer selalu kisruh. PDIP dapet suara 5%-an, GOLKAR 13%, Partai Demokrat 6%-an. Yang menguasai lainnya disana PKS (11%), PAN (13%) dan PPP (14%).

Apa artinya ?. PDIP, GOLKAR, PAN, PPP adalah partai lama yang berkuasa yang menentukan hingga Aceh menjadi berstatus darurat militer. GOLKAR sendiri..ya kalian tahu lah ?. Dari jaman DOM ampe sekarang jg tetep ikutan kan ?. Partai Demokrat ?, jangan lupa ini adalah partai yang dibelakangnya ada orang-orang TNI-nya. Dan TNI adalah orang-orang yang bertugas menjalankan DOM dan Darurat Militer itu sendiri. Dapetkan benang merahnya ?

Apa yang salah dengan kita ?. Apa kita begitu pemaaf dan pelupa ?. Atau kita segitu cueknya ?. Kita diberi kesempatan untuk memilih masa depan kita, memilih sesuai dengan nurani, sesuai dengan akal sehat, tapi kok gini… ?

Ok, sekarang ribut-ribut dengan kecurangan dan macem-macem. Kalopun ada perubahan, tidak akan sebegitu signifikan. Kecuali yang curang, partainya langsung didiskualifikasi. Nah baru deh perubahannya tajem.

Gue bingung ngeliatnya. Apa yang salah sama bangsa ini ?. Bingung jg mo komentar apaan.Nganalisa juga gak bisa karena gue gak punya latar belakang pendidikan psikologi massa.

Yang tersisa cuma pertanyaan……..

Apa kita semua ini bodoh ? atau kita orang-orang yang amat sangat pemaaf dan pelupa ?.

p.s :
yang pasti gue bodoh, ngetik ini panjang-panjang..heueuheueuueu. Eh plus gue gak ikutan nyoblos.. 😀


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *