Category Archives: Jaringan Blogger

5 Tips Dalam Membeli Mobil Baru Dengan Harga Murah

Memiliki mobil baru murah semisal harga mobil Datsun memang menjadi dambaan untuk setiap orang lagipula yang telah berkeluarga. Dengan mempunyai mobil, kita dapat bisa membawa keluarga ketika liburan ataupun mudik guna merayakan hari raya di dusun halaman.

Di samping itu, guna pasti yang diperoleh efisiensi dari segi ongkos dan waktu. Belum lagi bila mempunyai anak yang masih kecil. Dengan mempunyai kendaraan pribadi, anak-anak dapat dihindarkan dari ancaman-ancaman yang sering kali mengancam.

Membeli mobil baru memang membutuhkan duit yang besar nilainya. Namun, sejumlah tips di bawah ini dapat membantu guna meringankan ongkos tersebut. Dengan begitu, mobil baru dapat diperoleh dengan harga yang cocok dengan kemampuan.

Berikut ini ialah beberapa tips menemukan mobil baru dengan harga murah yang dapat dipertimbangkan.

  1. Fokus pada Tujuan dan Bukan Gengsi

Saat hendak membeli mobil, pertimbangkan masak-masak. Apa tujuan melakukan pembelian mobil? Apakah guna kenyamanan atau memang keperluan mutlak keluarga? Atau guna transportasi ke kantor atau kebutuhan usaha?

Bila ditujukan untuk kebutuhan keluarga, barangkali yang sangat cocok ialah jenis minibus. Sementara untuk kebutuhan usaha, dapat mobil jenis box atau pick up. Satu jenis mobil mengekor aturan yang tidak sama dengan aturan jenis mobil lainnya. Jika memilih jenis pick up atau double cabin, butuh dipertimbangkan adanya pajak ekstra seperti ongkos kir.

Pada etape ini, sebisa barangkali Anda mesti mengurangi rasa gengsi atau sekadar ikut-ikutan tren. Intinya, kembali laksana yang diterangkan di atas, pilih jenis mobil cocok tujuan dan paling dapat memenuhi kebutuhan.

  1. Kumpulkan Informasi Sebanyak-Banyaknya

Bagi yang kesatu kalinya melakukan pembelian mobil, menggali informasi jenis-jenis mobil tersebut sangat penting. Di samping memahami sekian banyak  tipe, kita juga dapat tahu mana mobil yang mempunyai kualitas. Bagaimana perawatannya dan apa saja keunggulan dan kekurangannya.

Pada era kini ini, menggali informasi mengenai mobil bukanlah perkara sulit. Anda dapat mencari dengan berselancar di internet. Mengunjungi situs produsen-produsen mobil. Membaca berita-berita otomotif. Atau menyimak informasi di forum-forum otomotif.

Satu urusan lagi yang tidak kalah penting ialah mengetahui bagaimana harga purna jual setelah pemakaian mobil itu di pasaran. Jangan hingga Anda memilih jenis mobil yang sulit dipasarkan kembali.

Bila hendak mendapatkan informasi dari spesifikasi mobil hingga harga jual serta dapat membanding-bandingkannya untuk mengejar harga terbaik, di Cermati.com Anda dapat memperoleh semuanya jadi satu. Cukup mengklik menu Pinjaman (Kredit Mobil) di cermati.com, susunan mobil mulai dari harga termurah hingga termahal dari segala jenis dan merek bakal tersaji di hadapan Anda. 

  1. Siapkan Dana Minimal 25% dari Harga Mobil

Persentase tersebut melulu berlaku andai Anda hendak membeli mobil secara kredit. Mengapa mesti 25%? Sebab Bank Indonesia (BI) menerapkan aturan Down Payment (DP) yang diperlukan untuk melakukan pembelian mobil sebesar 25%. Ada baiknya bila Anda punya dana lebih, berikan saja DP di atas 25%. Sebab kian besar DP yang diberikan, kian kecil kredit yang dibayarkan tiap bulannya.

  1. Cari Waktu yang Tepat guna Membeli Mobil

Waktu yang tepat untuk mendatangi dealer ialah ketika dealer tersebut menyerahkan penawaran eksklusif atau promo. Biasanya dealer akan menyerahkan diskon besar-besaran pada akhir bulan sebab bersangkutan dengan target penjualan yang hendak dicapai.

Diselenggarakannya pameran pun menjadi masa-masa yang tepat untuk melakukan pembelian mobil. Biasanya dealer bakal membuka gerai promosi di sana. Jika Anda mengejar promosi yang bagus, simpanlah brosur yang didapat dari delaer sebagai informasi untuk menciptakan perbandingan. Jangan sungkan-sungkan guna bertanya untuk customer service tentang hal-hal yang hendak Anda tahu.

Sebagai informasi, ketika ada promo, dealer sering menyerahkan diskon berupa potongan DP yang cukup besar. Jadi, Anda dapat menghemat uang guna pembayaran DP.

  1. Tidak Terburu-Buru dan Tampil Percaya Diri Saat ke Dealer

Untuk mengejar mobil yang benar-benar cocok kebutuhan, Anda jangan tergesa-gesa. Banyak urusan yang mesti dipertimbangkan. Mulai dari sistem keamanan, kenyamanan, garansi, hingga pelayanan purna jual. Bila Anda mengunjungi dealer, bersikaplah sewajarnya dan katakan bahwa kita siap guna membeli bila harga yang diserahkan cocok.

 

The post 5 Tips Dalam Membeli Mobil Baru Dengan Harga Murah appeared first on Devari.

Ruang Singgah, Pertolongan Pertama pada Kejiwaan


Ruang Singgah adalah komunitas yang bergerak di bidang kesehatan jiwa. Sebuah tempat singgah orang-orang yang membutuhkan, agar mereka bisa melanjutkan perjalanan kembali setelah pulih, dan membantu orang lain.

Tim Ruang Singgah ada di 3 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, dan Bali. Kami terbentuk karena semangat yang sama, yaitu menolong sesama di bidang kesehatan jiwa. Komunitas ini berdiri karena kami melihat banyaknya Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang membutuhkan bantuan, namun bingung harus meminta bantuan ke mana. Atau bisa juga mengalami kendala biaya dan takut distigma.

Komunitas Ruang Singgah menjadi jembatan antara ODMK dengan para ahli seperti psikiater, psikolog, maupun terapis. Pada akhir tahun 2018, salah satu dari kami menonton video United Hatzalah, ambulans motor yang cepat tanggap dan mampu langsung datang menyelamatkan korban. Dan layanan ini gratis serta dijalankan oleh para sukarelawan.

Dari situ tercetuslah ide untuk membuat Pertolongan Pertama pada Kejiwaan (P3K) yang bisa cepat tanggap menangani kasus kejiwaan. Nama Ruang Singgah didapatkan oleh dua relawan dalam sebuah mobil travel dari Jakarta ke Bandung pada 7 Februari 2019.

Pada 12 Februari 2019 nama Ruang Singgah sempat diganti menjadi Peluk Jiwa bersamaan dengan didapatkannya tim inti di Jakarta. Pada malam harinya terjadi perekrutan tertutup untuk tim Jakarta. Setelah itu kami sempat vakum beberapa bulan.

Lalu pada tanggal 9 Juni 2019 nama Ruang Singgah kembali digunakan. Dan kami mulai aktif merencanakan kegiatan yang akan diselenggarakan mulai bulan Juli 2019 di Bali.

Teman Mendengar


Fitur utama kami adalah Teman Mendengar. Divisi ini adalah tulang punggung Ruang Singgah dan berisikan para sukarelawan yang sudah dilatih untuk menjadi Teman Mendengar yang baik.

Teman Mendengar beranggotakan sukarelawan-sukarelawan yang datang dari beragam latar belakang. Semuanya datang dengan satu tujuan, membantu sesama yang membutuhkan.

Pada Minggu (18/8) lalu pertemuan Teman Mendengar dilaksanakan di kantor Balebengong.id, Denpasar Utara. Para relawan Teman Mendengar duduk lesehan berdiskusi cara-cara dan prinsip mendengarkan yang baik dan efektif, dipandu psikiater Dokter Rai.

Teman Mendengar akan mendengarkan masalah-masalah para klien dalam format empat mata lewat pertemuan langsung maupun perantara seperti pesan tertulis dan telepon. Saat mendengar, Teman Mendengar akan mencatat rangkuman masalah dan akan menyerahkan rangkuman tersebut ke klien untuk nantinya klien bawa ke ahli yang dirujuk seperti psikolog, psikiater, atau terapis.

Rangkuman masalah tersebut nantinya akan diserahkan oleh Teman Mendengar ke Tim Riset (kerahasiaan terjamin) untuk dipelajari dan dilakukan riset mendalam yang bekerjasama dengan para ahli.

The post Ruang Singgah, Pertolongan Pertama pada Kejiwaan appeared first on BaleBengong.

Merasakan Cerita Anak-Anak Bebandem tentang Bencana

dok. Balebengong.id

Bebandem adalah salah satu desa yang ditetapkan menjadi kawasan rawan bencana erupsi Gunung Agung.

Gunung Agung mulai menunjukan aktivitasnya sebagai salah satu gunung api yang aktif di Bali. Terhitung sejak September tahun 2017, gejala dan tanda-tanda erupsi Gunung Agung sempat menyebabkan kepanikan warga di sekitar Gunung Agung khususnya Kabupaten Karangasem.

Secara keseluruhan dampaknya sekitar 40.000 orang harus dievakuasi dari 22 desa. Proses evakuasi sempat pikuk akibat simpang siurnya berita melalui pesan singkat dan media sosial menyebabkan terjadinya “shock” semisal warga dengan paniknya menjual hewan ternak dengan harga murah, terjadinya kemacetan di jalan ruas utama kota, dan mengungsinya secara acak hingga mereka harus berpindah-pindah.

Inilah yang menjadi cerita yang dikenang oleh anak-anak SMPN 3 Babandem saat membagikan pengalaman mereka di acara Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Kegunungapian yang dilaksanakan oleh tim Institut Teknologi Bandung (ITB), didukung sejumlah lembaga lain. Media jurnalisme warga Balebengong.id juga terlibat pada 13-14 Agustus 2019.

Ni Luh Cahyani (murid kelas VII c) menuliskan pengalamannya saat berpindah-pindah saat Gunung Agung dalam status Siaga 1. “Di saat terjadi erupsi Gunung Agung pada tahun 2017 yang lalu, saya mengungsi di Kabupaten Gianyar. Saya mengungsi di sana selama kurang lebih 5 bulan dan saya bersekolah di SDN 1 Blahbatuh. Di sana saya punya banyak sekali teman. Setelah saya mengungsi di Gianyar, saya pindah ke Desa Pertima Kabupaten Karangasem. Di sana saya mengungsi bersama paman, kakek, dan nenek saya. Saya tidak bersekolah tetapi saya punya banyak teman. Setelah itu barulah saya pindah ke tempat pengungsian terakhir saya yaitu di Desa Bungaya Kangin Kabupaten Karangasem. Saya bersekolah di SDN 3 Bungaya Kangin. Setelah sekian lama saya tinggal di Bungaya barulah saya dijemput dan diajak pulang oleh kedua orang tua saya” tulisnya dalam sesi membuat kording sekolah. Hal serupa juga dituliskan oleh murid-murid lain.

Cerita lain tentang perasaan anak-anak menghadapi bencana alam tersebut seperti “Pada tanggal 22 September 2017, Gunung Agung mengeluarkan asap yang sangat tebal dan juga mengeluarkan abu yang lebat. Pada hari itu juga pas kami ulangan pertama dan akhirnya kami tidak jadi ulangan pertama. Akhirnya kami disuruh pulang dan segera mengungsi oleh kepala Dusun Banjar Gula. Dan akhirnya kami pulang lalu kami diajak mengungsi oleh orang tua kami ke Singaraja, Buleleng untuk mencari tempat yang lebih aman. Orang tua kami menjual ternak kami dengan harga yang sangat murah. Hati kami sangat sedih dan kami tidak mau meninggalkan halaman kami yang sangat indah.” Tulis Ni Nengah Susanti (murid VIII b).

Hati kami sangat sedih dan kami tidak mau meninggalkan halaman kami yang sangat indah

Ni Nengah Susanti (murid VIII b SMPN 3 Bebandem)

Selain menjadi kenangan tentu ada hikmah dan hal yang dapat dipetik dari hal ini seperti pengalaman yang dibagikan oleh Ni Kadek Ayu Fitriani (murid VII c) yakni “Pada tanggal 22 September 2017, saya diungsikan oleh pemerintah di Desa Ulakan tetapi masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan ingin masyarakat saya mengungsi di Desa Tengangan Pegringsingan. Saya sangat sedih karena harus meninggalkan rumah dan berpisah dengan kawan-kawan saya. Pada saat saya diungsikan saya baru kelas 5 SD. Sudah seminggu saya di pengungsian saya pun mulai masuk sekolah SD 1 Tenganan. Saya merasa senang karena bisa masuk sekolah lagi walaupun tidak bisa bersama-sama dengan kawan-kawan semua. Hari pun berlalu dan saya dan teman-teman saya kedatangan tim PMI dan saya dan teman-teman diajarkan untuk membuat tas dari bahan plastik (mendaur ulang sampah plastik bekas minuman). Dan akhirnya saya bisa membuat tas dari sampah plastik. Lima bulan sudah lamanya saya mengungsi dan akhirnya pulang ke rumah. Saya sangat senang karena bisa sekolah lagi dan bisa kembali ke rumah. Dan saya sangat senang karena saya bisa pulang ke rumah membawa ketrampilan kerajinan dari sampah plastik. Demikian pengalaman saya saat di pengungsian.”

Dan akhirnya saya bisa membuat tas dari sampah plastik

Ni Kadek Ayu Fitriani (murid VII c SMPN 3 Bebandem)

Inilah cerita-cerita mereka yang nantinya menjadi pengalaman dan refrensi mereka saat menghadapi bencana yang serupa di kemudian hari. Hal tersebut yang diharapkan dari Balebengong.id, bagaimana mereka dapat mengabadikan momen dan cerita mereka sehingga mereka tidak panik lagi saat menghadapi bencana. Kesiapsiagaan tentang bencana sangat perlu mereka ketahui sejak dini sebab desa dan lokasi sekolah mereka dekat dengan Gunung Agung yang kini masih beraktivitas.

The post Merasakan Cerita Anak-Anak Bebandem tentang Bencana appeared first on BaleBengong.

Ubud Village Jazz Fest 2019: Harmoni Musik, Arsitektur, dan Penonton

panggung dengan video mapping merah putih di panggung UVJF 2019

Arsitektur bambu unik menghiasi lanskap Arma Museum & Resort Ubud, tempat perhelatan Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2019. Di tahun ketujuh penyelenggaraannya, seperti tahun sebelumnya, penamaan panggung masih sama: Giri, Pagi, dan Subak.

Ketiganya memiliki perannya masing-masing dalam membangun sebuah suasana yang membuat nyaman setiap musisi yang bermain di atasnya. Ada sebelas group musisi kenamaan luar negeri, dan dalam negeri yang mampu menghidupkan ketiga panggung secara bergiliran.

Sebut saja beberapa nama yang tertera di panggung Giri yakni Aram Rustamyants “New Centropezn Quartet” musisi asal Rusia yang telah terkenal juga di Jerman, Belgia, dan Spanyol. Ilugdin Trio, musisi asal Russia yang mengusung jazz modern, dan Sri Hanuraga Trio Feat Dira Sugandi, musisi kebanggaan Indonesia. Ia tampil mempesona dan hangat di tengah-tengah pengunjung yang menjaga degupnya dalam setiap permainan instrumen yang mereka tampilkan.

Tak jauh dari sana, panggung Padi menjadi panggung yang asyik masyuk menyajikan beberapa musisi pilihan seperti Arcing Wires, musisi yang berkolaborasi memainkan original komposisi yang mereka ciptakan. Arching Wires berasal dari Sydney, Australia. MLD Spot Jazz Season 4, sebuah band yang terbentuk dari kompetisi pencarian bakat MLDARE2PERFORM, Harry Mitchell Trio, musisi asal Australia yang pada tahun 2017 meraih penghargaan “Young Australian Jazz Musician of the year”, dan Michaela Rabitsch & Robert Pawlik Quartet, musisi kenamaan Austria.

Kecil tetapi intim, beberapa musisi juga tampil di panggung Subak, di antaranya adalah Yvon Thibeault “perspectives”, drummer Jazz asal Kanada yang saat ini tinggal di Bali. Erik Verwey Trio, musisi yang berasal dari negeri Kincir Angin, Belanda, Pete Jung Quartet, Musisi Korea yang mengusung genre Jazz progressive, serta ada Anggi Harahap Quintet, seorang pemain saxofon muda berasal dari Sumatera.

Tak kalah menarik adalah opening ceremony pada hari pertama UVJF ini. Dibuka oleh sederetan sambutan mulai dari panitia UVJF, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Gianyar, tenaga ahli sekretaris Kementerian Bidang Manajemen Krisis Kepariwisataan, dan Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“UVJF memberikan makna tersendiri untuk kemerdekaan Indonesia. Event ini merupakan salah satu upaya melestarikan seni budaya yang memiliki nilai jual yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan,” Ujar I Gusti Ngurah Putra selaku Tenaga Ahli Sekretaris Kementerian Bidang Manajemen Krisis Kepariwisataan.

Tak kalah seru, semua pihak yang memberikan sambutan berkumpul dan sama-sama membunyikan Okokan, salah satu alat musik bunyi-bunyian yang pada umumnya terbuat dari bahan kayu yang dilobangi hampir menyerupai kentungan. Setelah kemudian beberapa menitnya berdatangan pasukan tari Okokan yang mengisi penuh seluruh pangung Giri ini. Tepuk tangan pengunjung, dan cuaca yang cerah berangin menjadi pertanda baik dibukanya acara ini. Sekitar 2.000 pengunjung menunjukan antusiasme mereka dengan mengikuti irama jazz dari panggung satu ke panggung lainnya, seperti mata seorang pembaca ingin melahap banyak buku.

Hari ke-2 Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2019 diadakan tepat pada Hari Kemerdekaan RI (17/08). Merangkum seluruh gambaran keindahan esensi, yang sejatinya, dapat dirasakan setiap pendengar musik: menenteramkan, menenangkan, menggembirakan, mengharukan, dan memanjakan telinga. Pagelaran hari kedua yang sekaligus merupakan penutupan acara UVJF ini dipenuhi oleh sederet nama-nama musisi yang tampil memukau di setiap panggungnya.

Dimulai pada pukul 15.30 Wita, ada sekitar dua belas band yang mengisi tiga panggung UVJF kali ini. Subak menjadi panggung pertama sebagai saksi di mana aksi pianis muda berbakat Jacob Jayasena Trio (14) Feat Nadine Adriana (15) boleh menunjukan kelihaiannya. Setelahnya, musik mengaliri panggung padi, panggung di mana terdapat penampilan yang apik dari Kopi Jazz Kediri Feat Cendana Singers, sebuah band jazz yang berasal dari komunitas pecinta jazz di Kediri (Kediri Jazz Coffee).

Beralih ke panggung utama, Giri, penonton disuguhkan oleh penampilan menarik dari Voyager 4, band asal Perancis yang mengusung genre musik modern jazz. Penampilan berlanjut dari panggung ke panggung. Sebut saja setelahnya di panggung Giri ada sederet musisi yang tampil di atasnya dengan format band: Otti Jamalus Trio feat Yance Manusama, Hajar Bleh Big Band, dan line up utama berasal dari New York, USA, yang paling ditunggu-tunggu penikmat jazz. Aaron Goldberg Trio mampu membuat semua penonton bangkit berdiri dengan tepuk tangan setelah penampilannya.

Tak mau kalah, panggung Padi-pun menampilkan musisi yang menambah semarak pergelaran ini. Di antaranya Daniel Gorgone yang merupakan seorang pianis enerjik dan brilian yang sangat peduli terhadap persoalan rasa tradisi jazz Amerika dan kebudayaan di Itali, Eurasian Quintet Feat Dian Pratiwi, dan Nancy Ponto “Tribute to Ismail Marzuki”.

Sedangkan di panggung Subak diramaikan oleh permainan Caleb Fortuin & Bali Friends, Reza Askari, Trio “Roar”, dan Yuri Mahatma “Straight and Stretch”. Penampilan demi penampilan mempesona dibalut dengan video mapping yang mampu menambah elok suasana.

Di tengah-tengah pertunjukan tersebut, ada hal yang istimewa yaitu pemberian penghargaan Lifetime Achievement kepada pemain bass ternama yang lahir di Bandung, 64 tahun lalu, Yance Manusama. Ketika naik di atas panggung, Yance menuturkan pandangannya mengenai penghargaan dan ajang UVJF ini, “Speechless. Bangga sekali rasanya mendapatkan apresiasi ini , dan Ubud Village Jazz Festival memang selalu menjadi event yang istimewa, yang terbaik yang pernah ada di Indonesia,” tuturnya.

Berlokasi di Arma Museum & Resort, hari terakhir dari pergelaran utama UVJF 2019 ini pun mampu menggaet sekitar 2.000 penonton.

Sebelum berpuncak di Arma, ada sejumlah perhelatan Pre-Event Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2019. Di antaranya di Movenpick Resort & Spa menjadi pembuka pertama bagi rangkaian agenda roadshow UVJF.

Dihiasi dengan dua band jazz kenamaan dari Indonesia dan Rusia, lebih dari seratus pasang mata terpukau melihat dan mendengar masing-masing line up beraksi di panggungnya. Dua band tersebut adalah Aram Rustamyants’ New Centropezn Quartet yang berasal dari Rusia dan juga Eurasian Quintet feat Dian Pratiwi yang berasal dari Indonesia. “Ini menarik untuk mempererat hubungan kedua Negara melalui musik,” ujar Astrid Sulaiman, Vice Chairman UVJF.

Mengambil tempat di Movenpick Resort and Spa membuat gelaran Pre Event UVJF semakin hangat dalam balutan suasana yang elegan. Yuri Mahatma, Co-founder UVJF mengungkapkan bahwa penempatan musisi dalam Pre Event UVJF ini tak terlepas dari market pada venue itu sendiri. “Kami selalu melihat dari market dan venue. Kalau di Movenpick itu segmen marketnya adalah mix antara Asia dan Eropa, sehingga untuk musisi yang tampil pun kami menghadirkan dari Rusia dan dari Indonesia,” tambah Yuri.

Acara yang ramai digelar pada Jumat (9/8) dimulai pada pukul 19.30 WITA. Dibagi dua sesi, masing-masing musisi menunjukan kehilaiannya dalam mengalunkan lantunan irama Jazz dengan durasi penampilan masing-masing satu jam. Publik berhasil dibuai penampilan demi penampilan, lantunan irama jazz yang memerdekakan jiwa dan pikiran.

The post Ubud Village Jazz Fest 2019: Harmoni Musik, Arsitektur, dan Penonton appeared first on BaleBengong.