Category Archives: Jaringan Blogger

7 Mitos Depresi Yang Wajib Kamu Ketahui

Depresi merupakan salah satu topik kesehatan yang jarang dibicarakan, padahal akhir akhir ini banyak kasus bunuh diri yang diduga dilatarbelakangi oleh depresi. Penyebabnya tentu saja karena kebanyakan penderita depresi tidak menyadari dirinya menderita depresi sehingga merasa tidak perlu mencari pertolongan atau pengobatan.

Baca juga: Apakah Anda Depresi?

Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), jumlah penderita depresi di seluruh dunia mencapai lebih dari 300 juta orang. Setiap penderita depresi sangat membutuhkan dukungan orang orang sekitar termasuk pengobatan. Salah satu cara memberikan dukungan adalah dengan melawan mitos depresi yang banyak beredar di masyarakat.

Berikut beberapa mitos depresi yang tentu saja tidak benar:

1. Depresi merupakan salah satu bentuk kesedihan

Depresi dan kesedihan adalah dua hal yang berbeda, jangan dicampuradukan. Seseorang yang menderita depresi bukan berarti orang tersebut berada dalam kondisi sangat sedih. Kesedihan adalah bagian dari situasi emosional yang bisa hilang dalam beberapa saat, sedangkan depresi adalah penyakit mental yang menetap.

Kesedihan yang dialami seseorang bisa segera hilang dan diganti dengan situasi emosional yang lain. Mereka tetap bisa menikmati dan mengelola kondisi kejiwaannya. Berbeda dengan orang yang sedang depresi, mereka hampir tidak mungkin lagi menikmati sesuatu yang sebelumnya membuat mereka bahagia.

2. Depresi dan kecemasan merupakan sesuatu yang berhubungan dan saling mengisi

Meskipun depresi dan kecemasan kadang datang berbarengan dan memiliki gejala yang sama, keduanya merupakan sesuatu yang berbeda.

Orang yang sedang mengalami gangguan cemas tampak mengalami kekhawatiran yang berlebihan, ketegangan otot yang berat, kesulitan berkonsentrasi, lemas, susah tidur dan mudah tersinggung. Orang yang depresi sedang akan cenderung mengalami perubahan pada nasfu makan, tidak berminat menyalurkan hobi, merasa tidak bertenaga, merasa bersalah dan tidak berguna serta kesulitan berkonsentrasi.

Depresi dan kecemasan membutuhkan penanganan yang berbeda sehingga menjadi sangat penting untuk mengetahui perbedaan keduanya.

3. Kamu bisa menyingkirkan depresi dengan berpikir positif

Memaksa penderita depresi untuk berpikir positif hanya akan membuat depresi yang mereka alami bertambah parah. Berpikir positif tidak akan mampu mengubah proses kimiawi yang terjadi di dalam otak. Daripada memaksa mereka berpikir positif, cobalah menjadi seseorang yang tidak menghakimi sehingga mereka bisa bebas dan nyaman diajak bicara. Bila kamu berpikir mereka membutuhkan pertolongan, cobalah mencarikan pertolongan yang mereka butuhkan.

4. Yang dibutuhkan hanya obat anti depresi

Mengobati depresi tidak semudah membalikan telapak tangan. Memang banyak penderita depresi yang merespon dengan baik obat obatan anti depresi, tetapi tidak sedikit pula yang responnya kurang bagus. Beberapa penderita depresi membutuhkan obat obatan anti depresi yang dikombinasikan dengan olahraga, perubahan pola hidup dan pola makan.

Menderita depresi bukan berarti kamu harus minum obat obatan anti depresi. Terdapat banyak pilihan pengobatan depresi. Untuk mengetahui pengobatan yang tepat untukmu, cobalah mengajak dokter berdiskusi dan mencari pengobatan yang tepat.

5. Obat obatan anti depresi akan mengubah kepribadianmu

Ini adalah mitos yang paling menakutkan. Siapa sih yang mau kehilangan dirinya sendiri? Namun, banyak studi yang berhasil membuktikan bahwa obat obatan anti depresi tidak secara signifikan mampu mengubah kepribadian seseorang.

Meskipun demikian, ada beberapa studi yang menyimpulkan adanya perubahan kepribadian dari neurotikisme ke ekstroversi. Ketidakseimbangan neurotikisme merupakan sesuatu yang umum terjadi pada orang yang sedang ketergantungan zat dan penderita depresi. Perubahan ini tentu saja merupakan sesuatu yang baik.

Yang masih belum jelas adalah apakah perubahan kepribadian ini terjadi merupakan akibat langsung dari obat yang diminum atau dari perbaikan mood yang terjadi.

Bila kamu takut mengalami perubahan kepribadian akibat minum obat obatan anti depresi, kamu bisa memilih obat obat anti depresi alamiah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak melakukan pengobatan.

6. Depresi merupakan tanda dari lemahnya mental

Ada banyak orang di luar sana yang malu kelihatan menderita depresi karena takut dianggap mentalnya lemah. Ini sama sekali tidak benar. Depresi adalah kondisi medis yang membutuhkan pengobatan. Depresi tidak ada bedanya dengan penyakit medis yang lain seperti diabetes dan kadar kolesterol yang tinggi.

Bila kamu merasa depresi, cobalah untuk terbuka dengan kondisimu itu pada orang yang kamu cintai. Jangan malu, saat menderita depresi, kamu membutuhkan dukungan mereka.

7. Kamu tidak depresi saat kamu berfungsi dengan baik

Saat kamu hidup dalam kehidupan sosial dan kamu aktif di dalamnya maka kamu gak mungkin menderita depresi. Apakah ini benar? Tentu saja salah. Depresi juga bisa dialami oleh orang yang sangat aktif dalam kehidupan sosial dan ini merupakan bentuk depresi yang paling berbahaya. Mengapa demikian? Karena mereka merasa tidak membutuhkan bantuan.

Depresi yang dialami oleh orang orang yang aktif dan sukses memang tampak baik baik saja dari luar, tetapi di belakang layar, mereka merasa kelelahan dan tidak bertenaga melakukan semua itu. Saat tidak mengerjakan sesuatu, mereka hanya termenung di atas tempat tidur.

Baca juga: 5 Tips Mudah Mengatasi Depresi

Depresi ringan pada orang orang aktif dapat menetap selama bertahun tahun dan bisa menghantarkan mereka ke keinginan bunuh diri. Jadi, jika kamu menemukan seseorang yang tidak tampak depresi dari luar, cobalah untuk mendengarkan apa yang mereka omongkan dan gunakan intuisimu untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Depresi adalah penyakit mental serius yang sangat membutuhkan dukungan dan pengobatan. Cobalah melakukan percakapan dari hati ke hati dengan orang yang kamu sayangi tentang depresi dan pastikan mereka tidak sendirian menghadapi situasi itu.

HAPPY 40TH ANNIVERSARY, GREASE!

Happy 40th anniversary Grease!

16 Juni, 40 tahun yang lalu, Grease resmi diluncurkan. Film ini punya peran vital dalam perkembangan Rockabilly di Indonesia. Terutama di segi busana.

Awalnya di negeri ini hanya dikenal terminologi Rock ‘n’ Roll. Yang dijadikan acuan adalah Elvis Presley. Rock ‘n’ Roll ini ya maksudnya Rockabilly. Namun kala itu—sebelum demam Punk Rock dan New Wave masuk Indonesia—belum terlalu populer istilah Rockabilly. Dalam konteks berdandan “Rock ‘n’ Roll” ini masih kental unsur koboinya.

Istilah Rockabilly pelan tapi pasti merangsek ke kehidupan anak muda kala Punk Rock dan New Wave mulai menggejala—terima kasih mesti dialamatkan kepada Stray Cats. Sejatinya apa yang disodorkan oleh Brian Setzer, Lee Rocker, dan Slim Jim Phantom; bukanlah Rockabilly dalam makna tradisional. Trio tersebut merevitalisasinya lewat Rockabilly Revival. Rockabilly dengan sentuhan Punk Rock di sana-sini. Unsur dandanan koboi (Hillbilly) jauh berkurang di Rockabilly Revival.

Sebelumnya film Grease juga, seingat saya, sudah masuk Nusantara. Namun baru menjadi tren saat Stray Cats diidolakan anak muda pada tahun 80an. Film Grease yang dirilis pada 1978 mengalami masa keemasan di Indonesia pada pertengahan 80an. Muda-mudi di kota-kota besar menontonnya kembali di pemutar VHS di rumah masing-masing, didapat melalui persewaan-persewaan video.

Fashion Danny Zuko (John Travolta) dkk menjadi salah satu tolok ukur penting berdandan Rockabilly yang baik dan benar. Dan jika jeli memperhatikan, Grease hampir nihil memasukkan gaya koboi dalam tata busananya.

Dirgahayu Grease! Born to hand jive!

Hemat Pengeluaran dengan Majalah Digital

Rasanya sudah lama ndak mampir-mampir ke lapak langganan di jalan Sumatera Gajah Mada, sekedar melihat perkembangan teknologi terkait hobi ataupun politik di Indonesia saat ini. Ya, sebagai bagian dari generasi milenia, yang namanya politik wajib tahu lah biarpun sedikit. Diimbangi juga dengan update dan upgrade pengetahuan akan hal-hal yang lagi nge-Trend belakangan ini. Namun sayangnya, […]

Catatan Mingguan Men Coblong: Lebaran

Umat Muslim bermaaf-maafan setelah sholat Idul Fitri 2018.

MEN Coblong merasa girang, riang.

Bertumpuk perayaan keagamaan yang jatuh bulan Juni ini membuat liku-laku hidupnya menjadi terasa lebih “lurus” dan sedikit “mulus”. Apalagi di bulan Juni ini “umat” Indonesia juga akan memiliki sebuah perayaan “Pilkada”.

Semoga “perayaan” Pilkada seramah perayaan beragam agama yang numplek jatuh bulan Juni.

Membayangkan Lebaran yang kalau ditelisik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata lebaran diartikan sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Pendapat berbeda juga terdengar lebih menarik dan erotik bagi Men Coblong. Sebagian orang Jawa mempunyai pendapat berbeda mengenai kata lebaran. Kata lebaran berasal dari bahasa Jawa yaitu kata “wis bar” yang berarti sudah selesai. Sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang dimaksud. “bar” sendiri adalah bentuk pendek dari kata “lebar” dalam bahasa jawa yang artinya selesai.

Saat ini, Pusat Bahasa hanya bisa memastikan bahwa kata “lebaran” merupakan sebuah kata dasar yang terdiri dari tiga suku kata, yaitu le + ba + ran.

Sungguh sebuah kata pun bisa memiliki beragam tafsir. Tafsir-tafsir yang indah, tentu masih bisa diperdebatkan tentu dengan cara-cara yang lebih masuk akal, logis, dan tidak nyerempet ke sana ke mari sehingga memunculkan kebenaran “tunggal” ala sebuah suku, agama, atau kelompok tertentu.

Men Coblong sendiri lebih menyukai kata “Lebaran” karena kesannya lebih Indonesia. Lebih merakyat dan lebih mistis mendarat di hati, pikiran dan perasaan Men Coblong di tengah “amuk” beragam argumentasi tentang mempertanyakan kembali menjadi “umat” Indonesia.

Men Coblong teringat ketika masih kanak-kanak. Tumbuh dan besar di sebuah lingkungan yang tidak pernah mengajarinya arti “berbeda”. Lingkungan yang dulu jika orang menyebut daerah “Cijantung” tentu pikiran orang-orang akan identik dengan beragam hal-hal berbau “kekerasan”. Kesannya “seram” karena sebagai seorang anak perempuan yang tumbuh-besar di lingkungan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), kemudian lebih dikenal sebagai Kopassus, Men coblong tumbuh sederhana.

Ketika bulan puasa, Men coblong juga ikut berpuasa, sekali pun tidak harus sampai tuntas. Rasanya ikut girang jika saat berbuka tiba, Men coblong juga ikut berbuka. Minimal ikut menikmati kesegaran buah kurma yang rasanya manis dan lucu bagi Men Coblong. Apalagi kalau bisa ikut berbuka puasa bersama dengan keluarga muslim.

Nikmatnya kolak kolang-kaling masih terasa sampai hari ini mengapung di palung tenggorokan Men Coblong. Menimbulkan muncratan-muncratan kenangan yang begitu indah mengalir deras ke dalam hati dan pikiran Men Coblong. Ibarat hujan deras yang jatuh mengguyur seluruh tanaman yang menjelang mati di dalam tubuh Men Coblong.

Kenangan Lebaran semasa kanak-kanak itu menimbulkan juga gelombang getir yang menghantam pikiran dan tubuh Men Coblong masa kini. Dulu, ketika kanak-kanak Men coblong tidak pernah merasa ada “kasta-kasta” dalam tubuh anak-anak yang tumbuh di lingkungan militer di Jakarta Timur itu, sekali pun Men Coblong tahu, untuk masuk ke lingkungan perumahan di Cijantung III, harus melewati beragam pos-pos keamanan.

Waktu SD Men Coblong bersama keluarga tinggal di Jalan Pualaka, nama-nama jalan di komplek perumahan itu mengambil nama jalan yang identik dengan daerah di Timor-Timur.

Tidak ada sekat, tidak ada hal-hal yang mengerat anak-anak masa itu untuk untuk merasa berbeda satu sama lain. Bahkan urusan jender juga tidak diingat anak-anak masa itu. Kenapa? Karena sebagai anak tentara, anak-anak di lingkungan Men Coblong juga biasa bermain perang-perangan. Biasanya siapa pun bisa memimpin sebagai komandan pasukan.

Biasanya jika komandan pasukan itu anak lelaki, anak-anak lain memetik daun nangka yang dijahit dengan lidi menyerupai mahkota, yang menunjukkan anak lelaki itu berbeda dari anak lain, karena anak-anak lain sepakat: anak yang dipilih jadi komandan pasukan harus berbeda. Perbedaan itu dari “mahkota” daun nangka yang bertengger di atas kepala.

Jika yang jadi komandan pasukan anak perempuan, maka anak yang lain akan membuat rangkaian mahkota dari bunga-bunga rumput.

Untuk senjata, biasanya anak-anak itu membuatnya dari pelepah daun pisang. Pokoknya semua ikut berperang dan berang melawan kelompok berbeda. Setelah main perang-perangan usai, biasanya pasukan yang tadinya berperang kembali rukun dan mulailah petualangan baru, mencari buah-buahan yang bisa mereka makan.

Anak-anak itu sering naik ke pohon jambu klutuk, jambu air, pohon mangga, dan pohon rambutan yang banyak tumbuh di sekitar area di Cijantung. Tidak ada batas lelaki dan perempuan. Anak perempuan pun bebas bergelantungan seperti kera di atas pohon.

Masalah baru muncul, ketika para orang tua menganggap anak perempuan tidak pantas bergelantungan di pohon. Anak perempuan tidak pantas bermain perang-perangan. Anak perempuan cocoknya main boneka dan main masak-masakan.

Tak ada yang menatuhi aturan itu. Ketika itu anak-anak itu tumbuh-besar dengan cara mereka. Yang satu berpuasa yang lain juga ikut berpuasa. Kesadaran itu muncul karena “cinta-kasih ” yang menetes tanpa dipaksakan, juga tanpa teori rumit tentang “Indonesia”. Bahkan ketika yang muslim ikut merayakan hari raya Waisak, dan ikut makan di rumah teman beragama Budha, tidak ada larangan dari orang tua. Tidak ada pertanyaan apakah menu makanan berupa ayam guling itu dipotong oleh orang seiman?

Ah, masa kecil yang indah. Tak ada kecurigaan. Tak ada “kasta-kasta” yang mengunci mulut, hati, pikiran dan perasaan kanak-kanak ketika itu. Perayaan keagamaan adalah “pesta” hati untuk mencintai satu sama lain.

Selamat Lebaran, mohon maaf lahir dan batin. Semoga hati dan pikiran kita dibersihkan untuk kembali “sadar” menjadi manusia “Indonesia” dengan beragam bentuknya. Yang satu sama lain tidak sama! [b]

The post Catatan Mingguan Men Coblong: Lebaran appeared first on BaleBengong.

Cara Produktif Melewati Hari Minggu 

Hari minggu terus akan dilewati baik dengan kumpul bareng keluarga ataupun dengan rekan, tapi bagaimana jika sedang bosan, atau sedang pada sibuk?   Banyak cara bisa dilakukan untuk mensiasati hal tersebut agar tidak ada kesan monoton dan membosankan.   Berikut tips bagaimana cara melewati hari minggu agar tidak monoton dan tentunya cukup produktif ala penunggu kabarportal.com …