catatan perjalanan : pulang

apa yang paling kamu rindukan dari sebuah kata pulang? rumah untuk berteduh, atau tatapan mata yang tak bosan mempertanyakan alasan untuk setiap tetes peluh yang luruh? sedangkan pada setiap jengkal yang kita tinggalkan, waktu adalah sebuah keniscayaan. masing-masing kita berjalan ke depan, meski tak bersamaan. lalu, yang tertinggal adalah potongan fragmen yang sebentar lagi kita namakan kenangan.
.

.
untuk siapa, untuk apa sebuah perjalanan dilakukan? untuk mencari jawaban, atau hanya mengusir kebosanan? untuk masa muda yang penuh keangkuhan? untuk sebuah petualangan? untuk mencarimu, di situ? sedangkan aku dan kamu sama-sama tahu, kita melangkah dalam kesendirian. sesekali, mungkin sesekali, namamu kulafalkan, hanya untuk menggenggam ingatan. 

.

.
apa yang kamu rindukan dari sebuah kata pulang? saat bertahun-tahun kemudian, beginilah yang kita tinggalkan. acak, dan berserak.


**) pulau untung jawa, maret 2016.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *