catatan perjalanan : menunggu

pernah kubayangkan, suatu hari pada sebuah dermaga yang sepi, aku akan menunggumu. 

.
.
dengan segelas kopi hitam tanpa gula yang akan membuat penantian ini menjadi lebih dramatis dari biasanya : rindu dan pahit yang mencekik kerongkongan. lalu akan kubaca sebuah buku berjudul hidup ini, sekumpulan esai pendek tentang kenyataan-kenyataan yang menyedihkan tapi tak terelakkan. dengan sandal jepit usang, talinya mungkin akan segera putus, tapi tak demikian dengan harapanku yang tak pernah pupus. 

.
.
aku akan menunggumu sembari melempar kerikil-kerikil kecil ke lautan, menghitung berapa banyak waktu yang telah kubuang. sesekali mungkin akan lewat burung camar, atau bangau, entahlah. yang pasti aku akan mengumpat mereka yang bisa terbang tanpa beban. sedang aku, terpuruk tak karuan. 

.
.
aku akan memandang kosong ke depan, pada perahu nelayan yang baru pulang. pada ikan-ikan yang menjadi rebutan, sambil terus saja aku membuat perumpamaan : seandainya sedikit saja aku pernah kau rindukan.


**) untung jawa, maret 2016.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *