Kularikan motor dengan kecepatan sedang.Ditanganku ada sebungkus rujak. Siang-siang makan rujak, plus jus jeruk kayaknya nikmat.

Siang itu, di komplek rumahku. Panas. Sepi.

Depan rumah, berhenti. Buka pintu gerbang. Masuk ke garasi. Buka pintu garasi

*ceklik*…

“Lho dikunci? ” dalam hatiku. Aku teriak “MBAK…MBAK”. Sepi. Aku pikir kakak sepupuku sedang tidur dikamar belakang. Aku gedor pintu garasi. Pintu yg menguhubungkan garasi dengan ruangan dalam. Masih juga hening. “Mungkin ia keluar”.

Aku mencoba pintu ruang tamu. Sama saja. Terkunci juga. Pintu sebelah dapur. Sama juga. Terkunci juga.

Sial. Mau makan rujak kok kekunci diluar gini?” pikirku.

Sesaat aku berpandang-pandangan dengan anjingku. Ia terjebak dengan rantai terlilit di pepohonan. Memandangku seperti memohon untuk dilepas. Kubiarkan saja. Aku terjebak diluar rumah, dia terjebak dipepohonan. Adil !.

Waktu kecil, aku biasa naik ke atap rumah. Dari depan, naik ke pagar rumah. Sedikit akrobatik dan aku bisa naik ke atap rumah, lalu masuk ke lantai dua rumahku.

Tapi sekarang ?. Agak lucu rasanya kalau musti berakrobat siang-siang panas seperti ini. Lagian, aku takut diteriaki maling. Gak lucu kan, bonyok digebukin karena disangka maling, padahal mau masuk ke rumah sendiri ?.

Dari garasi aku liat ada plafon yang terbuka, dekat dengan mobilku yang terparkir menghadap keluar. Terbuka cukup lebar untuk masuk ke dalam. “Ya tak apalah. Daripada menahan nafsu lama pingin makan rujak“.

Aku lepas sandalku. Dengan bantuan bemper mobilku, sedikit akrobat. Berpegangan di kisi-kisi yang mulai agak rapuh. Mencari-cari tempat pijakan yang kuat. Setelah sampai diatas, aku berpikir untuk turun kebawahnya. Ada pintu kayu yang belum terpasang, tergeletak. Aku tekan-tekan kakiku disana, memastikan kuat menahan beban tubuhku. Setelah yakin dengan pijakan itu… “hup”. Sampai dengan selamat didalam.

Aku ke dapur mencari piring. Dan mulai menikmati rujak

***

Eh gus, lewat mana tadi? “. Tanya kakakku dalam bahasa bali. “Atas” sahutku sekenanya.

Lho ngapain naik?. Kunci kan tergantung di dinding garasi?. Di tempat biasanya

Eh?“. Aku lupa, biasanya juga kunci diletakkan disana kalau tak ada orang dirumah.

Bodoh !!.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *