Author Archives: webmaster

Kenangan BlackBerry, dari TC hingga Promote Contact

Generasi 2000-an tentu tidak asing dengan BlackBerry Messenger (BBM). Terlebih pada massa kejayaannya BBM memiliki kisah yang cukup unik untuk dijadikan topik saat ini. BBM akan berhenti beroperasi di Indonesia terhitung sejak 31 Mei 2019. Kenapa? Persaingan yang begitu sengit telah membuat layanan pesan ini angkat bendera putih. Baca Juga: Review Film Lukisan Nyi Roro […]

The post Kenangan BlackBerry, dari TC hingga Promote Contact appeared first on kabarportal.

Inilah Dia, Sepuluh Perempuan Legenda Kuliner Bali

Para legenda inilah yang turut membentuk tradisi kuliner Bali.

Merayakan Hari Kartini, 21 April 2019, mari bersua para perempuan pembawa popularitas menu khas Bali ini. Kenapa sepuluh? Karena energi merangkumnya baru sepuluh, silakan ditambahkan yoa.

  1. Dadong Songkeg: Tahu Pejeng

Jangan menunda untuk menemui Dadong Songkeg di Pejeng, Gianyar. Perempuan lanjut usia yang terlihat eksotis dengan rambut gimbal panjang sampai betisnya. Ia terlihat jarang mengenakan baju atas, hanya kamen dan sabuk kain melilit pinggangnya.

Tak mungkin tak tersihir penampilan dadong ini. Dengan tekun memotong-motong tahu yang baru saja membeku setelah dimasak di tungku rumahnya. Melayani pembeli yang datang, memasukkan tahu ke kresek dan menerima pembayaran. Tangkas.

Menemukan rumah sekaligus dapur produksi tahunya yang gurih dan padat ini bukan hal mudah, Tak ada papan nama atau nomor rumah. Hanya mengandalkan ingatan jika sudah pernah ke sana. Jika belum, jaraknya sekitar 10 menit dari Pasar Pejeng ke arah Utara. Rumahnya di kanan jalan pinggir jalan raya Pejeng.

Tahu sudah matang sekitar pukul 3 sore. Ada juga yang digoreng tapi baru siap sekitar pukul 5. Tak hanya citarasa tahunya yang pulen karena padatnya sari kedelai, namun perjumpaan dengan Dadong Songkeg membuat hati ini kembung. Tips penting jika tak sabar mengunyah tahu di dapurnya, jangan lupa bawa sambel.

The post Inilah Dia, Sepuluh Perempuan Legenda Kuliner Bali appeared first on BaleBengong.

Saatnya Membicarakan Menstruasi sebagai Hal Lumrah


Ilustrasi menstruasi. Sumber charm.co.id.

Kenapa darah menstruasi dianggap kotor dan membuat jijik?

Waktu itu saya berusia sekitar 12 tahun. Tepat setelah pulang sekolah minggu. Matahari tengah di puncaknya dan cuaca terik. Saya berlari memanggil Mama. Saya berteriak karena menemukan bercak darah di celana dalam saya.

Saya takut karena sebelumnya sempat terjatuh saat memanjat pohon jambu air di halaman gereja. Saya takut jangan-jangan ada luka di dalam organ kelamin saya. Namun, bercak darah itu hadir tanpa nyeri juga pun tak ada luka di mana-mana.

Kemudian, Mama saya mengajak saya masuk kamar. Mama mengatakan bahwa itu adalah tanda bahwa saya sudah sah menjadi seorang anak gadis. Ia kemudian membisikkan saya untuk tidak terlalu takut dan tak perlu meributkannya.

Sehabis itu, saya ketahui bahwa itu adalah siklus haid. Siklus bulanan yang akan hadir sebagai pertanda bahwa tak ada pembuahan sehingga dinding rahim pun luruh. Pengertian terakhir ini saya ketahui pastinya setelah saya sibuk mencari di buku Biologi kenapa darah bisa keluar dari organ kewanitaan.

Berbulan-bulan setelah itu, darah haid tak langsung lancar. Kadang ia datang pun kadang tak datang.

Dan saya sebal sekali harus memakai pembalut. Rasanya sungguh tak nyaman. Hingga suatu hari saya terpaksa dipulangkan dari sekolah karena ternyata ada darah menempel di rok seragam.

Saya ingat betul. Saat itu saya akan maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan Fisika kemudian teman-teman satu kelas berbisik-bisik. Mereka menertawakan saya hingga guru yang saat itu juga seorang perempuan mengajak saya ke kamar P3K.

Dia bertanya kenapa saya tidak memakai pembalut. Saya pun diizinkan untuk pulang sekolah lebih awal.

Kontroversi

Pada tahun 2014, Instapoet Rupi Kaur didera kontroversi. Pemicunya sebuah foto di akun instagramnya. Ada bercak darah di piyama dan ranjangnya yang ia sebut sebagai darah menstruasi. Oleh Instagram foto yang diunggah tersebut dihapus. Alasannya dianggap tidak sesuai dengan aturan komunitas layanan Instagram.

Hal tersebut lantas mendapatkan perlawanan dari Rupi Kaur. Dia mengunggah foto dan juga puisi tentang bagaimana darah menstruasi perempuan dianggap tidak layak untuk komunitas Instagram sementara ada banyak foto perempuan terbuka dan melenggang dengan bebas saja di jagad maya.

Dari hal ini, terdapat standar ganda tentang bagaimana dunia melihat tubuh perempuan. Perempuan berbikini dengan lekuk yang indah adalah hal yang boleh diunggah sementara suatu siklus biologis yang juga sungguh nyata dari perempuan yakni menstruasi dilarang untuk diceritakan.

Menilik kembali kepada pengalaman saya. Ada teman satu kelas saya baik perempuan maupun laki-laki berbisik-bisik jijik dan menertawakan saya karena bercak darah di rok saya. Tentu saja ini bukanlah suatu pengalaman menyenangkan. Saya sempat memprotesnya kepada mama saya. Kemudian, Mama saya menyebutkan bahwa darah haid adalah darah kotor sehingga tidak mudah bagi orang-orang untuk tidak jijik.

Jika kalian tahu, sejujurnya saat itu, saya bingung bagaimana darah bisa menjadi jorok dan keluar dari vagina? Namun, saya hidup dalam kebingungan itu. Hingga akhirnya saya masuk Fakultas Kedokteran. Sungguh itu bukan darah kotor.

Harus Membicarakannya

Menstruasi adalah hal nyata dan alami dari tubuh perempuan. Darah menstruasi yang keluar dari organ intim perempuan berasal dari luruhnya dinding rahim (endometrium). Dinding rahim yang luruh ini dapat kembali menebal. Ketika endometrium ini menebal kemudian terjadi pembuahan maka haid akan berhenti.

Saat itu, dinding rahim yang menebal tersebut dipersiapkan secara sempurna untuk kehamilan. Dan jika pembuahan tidak terjadi maka siklus haid akan kembali lagi.

Nyatanya jika kita menguliti siklus ini maka menstruasi tidak hanya sekadar luruh dan darah tetapi juga melibatkan hormon dan kelenjar pituitari juga hipotalamus. Sungguh kompleks dan alami.

Mengapa kita harus membicarakannya? Banyak alasan bagi kita untuk tidak perlu merasa malu untuk membicarakannya.

Pertama, menstruasi adalah yang membedakan kita dengan laki-laki. Ini terjadi di dalam tubuh kita. Suatu proses yang alami dan juga indah. Kita harus menerimanya. Selain itu keajaiban dinding rahim untuk menebal dan mempersiapkan diri jika terjadi kehamilan merupakan proses yang lagi-lagi juga merupakan suatu kesatuan dengan siklus menstruasi.

Kedua, sama seperti kita bangga dengan lekuk lengan, panggul, pun wajah dan bola mata kita yang bulat dan besar, maka menstruasi juga adalah bagian nyata dari kewanitaan kita. Menstruasi datang bersamaan dengan mekarnya payudara kita, terbentuknya panggul kita dan perasaan kegadisan kita yang terbit sebagai tanda-tanda kedewasaan seorang perempuan.

Jika kita bangga membicarakan panggul kita, lalu, kenapa kita harus malu-malu membicarakan darah haid kita?

Ketiga, meski siklus menstruasi disebutkan datang setiap bulan nyatanya hal tersebut tidak lantas begitu saja tanpa variasi. Saat awal-awal haid seringkali ia hadir tidak teratur. Kuantitas darahnya juga dapat berupa bercak ataupun pada sekelompok gadis justru kuantitas darah haidnya cukup banyak.

Perempuan-perempuan muda ini kerap takut dan juga bingung, apakah siklus haid mereka normal? Kenapa sebentar datang dan kenapa kadang tiga bulan tidak datang? Atau kenapa setiap mereka menjelang haid, jerawat dan produksi minyak wajah mereka meningkat?

Hal-hal begini sering sekali dipertanyakan, tetapi sangat jarang hadir dalam obrolan-obrolan di kedai kopi atau kelompok nongkrong. Membicarakan siklus haid yang tak biasa atau mood yang naik turun menjelang haid, seringkali topik begini segera diganti.

Padahal, dengan membicarakannya, kemungkinan besar rasa bingung akan mereda. Sebab, berbagi pengalaman akan selalu lebih menyenangkan dibanding membaca halaman internet dengan segudang informasi yang sungguh lagi-lagi harus disaring kebenarannya.

Pada perempuan dewasa, haid juga tidak serta merta tanpa gangguan. Terdapat nyeri haid yang menyertainya. Jika nyeri haid berlebihan dan selalu terjadi setiap bulan, kondisi ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Karena ada suatu kondisi abnormal yang disebut endometriosis.

Dari sini, kita bisa melihat tidak ada dampak negatif dari membicarakan menstruasi. Justru sebaliknya kita perempuan bisa saling berbagi pengetahun dan pengetahuan. Ini bisa menyebar ke banyak gadis-gadis muda di luar sana yang mungkin masih bingung dalam menghadapi masa transisi pubertas mereka.

Standar Ganda

Selain manfaat, maka kita perempuan harus melawan. Tubuh kita bukan hanya sekadar untuk komoditas produk pakaian dan make up. Di mana sangat lazim bagi dunia membicarakan tentang bentuk ideal payudara, berat badan ideal kita, warna kulit kita tetapi sungguh tidak lazim bagi dunia membicarakan tentang menstruasi kita.

Iklan-iklan ditelevisi hanya menampilkan adegan-adegan perempuan yang malu karena darah haidnya tembus. Maka, keluarlah produk-produk pembalut yang panjang dan tebal.

Produk ini tidak salah. Memang hal tersebut kita butuhkan di dunia yang sibuk ini. Namun, coba bandingkan dengan variasi iklan pakaian dan make up! Tidak ada yang salah dan memalukan dari darah yang keluar dari tubuh kita.

Saya tidak mengatakan bahwa mari kita tidak memakai pembalut dan membiarkan darah haid tumpah di pakaian kita. Sama sekali bukan. Saya hanya ingin mengatakan bahwa menstruasi tidak sesederhana darah keluar dari organ kewanitaan, melainkan sebuah proses fisiologis yang nyata. Malah, seringkali tidak serupa persis pada setiap perempuan. Membicarakannya akan memberikan sebuah pengetahuan dan penghargaan akan kesehatan dan tubuh kita.

Bukankah akan sangat menyenangkan ketika seorang gadis 12 tahun sedang berlari di halaman sekolah dan tanpa panik pergi ke kamar mandi dan mengetahui bahwa tubuhnya sudah memasuki fase biologis yang penting.

Ia hanya memerlukan pembalut dan kembali menjadi murid perempuan 12 tahun yang tengah bermain di lapangan sekolah. Ia tidak perlu dipandang jijik ataupun pulang sekolah lebih dahulu seolah-olah menstruasi adalah diare akut yang perlu segera ke dokter dan istirahat.

Kita harus membicarakannya dan kita juga harus memberikan edukasi mumpuni tentang organ reproduksi dan siklus menstruasi pada banyak gadis menjelang puber ataupun sedang pubertas. Karena pengetahuan yang baik akan mengantarkan generasi ini kepada sebuah sudut pandang yang lebih baik tentang tubuh mereka yang semoga juga akan membuat mereka menghargai tubuh mereka.

Kita yang mungkin tak lagi berada pada usia pubertas ini juga tak perlu malu membicarakannya. Ada banyak pengetahuan dalam ilmu kedokteran tentang haid yang jika kita ketahui dengan cukup dapat memberikan perasaan nyaman ataupun petunjuk tentang tubuh dan organ reproduksi kita.

Jika esok hari, siklus menstruasimu datang tiba-tiba dan saat itu engkau sedang berkencan maka tak perlu merasa malu. Yang perlu kau lakukan hanya mengatakan pada kekasihmu jika tamu bulananmu datang dan kau memerlukan pembalut lalu kembali melanjutkan makan malam mu.

Jika ia merasa jijik dan memaksa pulang, saya rasa kamu perlu mempertimbangkan teman kencanmu tersebut. [b]

The post Saatnya Membicarakan Menstruasi sebagai Hal Lumrah appeared first on BaleBengong.

TRUEDY: TRIBUTE TO LADY GAGA

Went to Hard Rock Cafe Bali on Wednesday, 27 March, with Sanur Cool Cats to see Tribute to Lady Gaga by Truedy.

I didn’t really follow Lady Gaga before. Till I watched The Dirt. No, wait, that’s the biopic of Mötley Crüe. I started giving a better attention to Lady Gaga after A Star is Born was screened in theatres. Call me shallow, to be honest, I like that movie. I give 3 stars out of 5. Well, maybe (almost) 4.

But I Gocar-ed all the way to Kuta not to know more about Lady Gaga. I came to support Truedy. I like what she’s doing. Always exploring, expanding her horizons. Not long ago, she sang with The Hydrant Bali, duetted with Marshello, doing rockabilly. Before that she did Tori Amos night. While last night: Lady Gaga.

And she did a great job.

Go watch the video below. Witness how adventurous, wildly creative, and powerful she was. Oh, amazing outfit, too.

Photo: Alejandro JS.

Love you, brave girl.