Tag Archives: POTRET PERJALANAN

Timur dan Tutup Tahun: Merekam Perjalanan

Karangasem, penghujung tahun 2016. Ke timur, lagi dan lagi. Seperti yang sudah-sudah, ada dahaga yang mesti dibasuh perjalanan. Duduk berkendara mengejar cakrawala, senja yang aduhai menawan, semacam larut dalam stagnansi yang sekejap.  Rumah. Pesinggahan. Jasri. Tirta Gangga. Taman Ujung. Candi Dasa.    Rute yang sama. Misi yang hampir sama – menangguhkan diri dari korosi: hal-hal […]

SALAM

  Tibalah kita semua, makhluk-makhluk yang tiba pada angka tahun yang baru.  Kita terkesima, berdecak dan berseru. Menggigil, awas dan waspada. Sembari mengingat, merangkum dan mengira-mengira seperangkat kejadian apasaja di waktu lewat. Lalu, dengan gempita atau dalam sunyi menantikan dan mereka-rupa sesuatu yang akan tiba. Selamat tinggal yang ditukar dengan selamat datang. Mereka, semacam siklus […]

Perkins dan Wolfe

Apakah editor benar-benar membuat buku jadi lebih baik atau hanya membuat itu berbeda? Seorang editor yang tanpa penolakan, mungkin juga keisengan, bisa jadi sebuah basa-basi kesopanan – mau begitu saja membacai setumpuk naskah yang dilemparkan ke mejanya. Dengan sedikit pengantar, sang kurir memberi informasi bahwa naskah  itu sudah ditolak di kota, dan ia mendapatkannya dari seorang desainer […]

Rebahan dan Hal-hal yang Ganjil

Rebahan – Bin Idris* bulan bulat yang sempurna. pendar cahayanya yang menenangkan. ada cemas yang reda, duhai Yang mengaruniai kebajikan serta keberanian. adalah sesiapa saja yang berusaha terjaga. yang hidup dari satu percakapan ke percakapan lain. yang mencari, yang menemukan, yang menghormati akar. apa-apa yang tercecer dari pikiran-pikiran yang kaya, lalu mengada dan menjadi. pikiran-pikiran yang […]

Hibernasi dan Musim Semi yang Sebentar Lagi

Sehabis pertemuan dan sepanjang perjalanan pulang, selalu ada yang datang dari pikiran yang tak bisa diam. Kira-kira begini ringkasannya. Sebenarnya untuk apa kita menulis. Kenapa kita kerap kali malas untuk menulis. Apakah menulis itu perlu semacam syarat. Betul, ia datang dari sebuah kebiasaan. Perilaku yang dengan sadar dan taat untuk terus diabadikan. Lalu, apakah dengan […]