Category Archives: Artikel

Siaran Lagi, Ngeblog Lagi

Minggu malam, 11 Oktober 2009, adalah kali kedua BBC on Air di Bali FM, setelah pada minggu sebelumnya memulai siaran perdananya. Setelah melalui diskusi yang panjang di milis Baliblogger, direncanakan akan ada 3 narasumber yang akan bercerita mengenai manfaat nge-blog, yaitu Luh De Suriyani, Dian Ina dan Saylow. Sepertinya bakalan seru, karena karena ketika blogger tersebut memiliki segudang pengalaman nge-blog, dan tentu saja akan menarik apabila didiskusikan.
Continue reading

Pelatihan Ngeblog Hingga Mengudara Di Bali FM

Oleh Winarto

Satu pelatihan telah terselesaikan lagi. Ya, Minggu 7 Maret kemarin adalah pelatihan ngeblog untuk pelajar SMA/SMK se-Bali untuk tahap kedua. Kegiatan ini adalah hasil “keroyokan” tiga organisasi/komunitas di Bali yaitu Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana Bali, Bali Blogger Community (BBC), dan Sloka Institute. Sebagaimana diketahui, kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama diselenggarakan pada 21 Februari 2010 di Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Jembrana; dan tahap kedua dilakukan pada hari Minggu tanggal 7 Maret 2010 di Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng.

Pada pelatihan tahap pertama, saya memilih untuk bergabung dengan tim Klungkung. Di pelatihan tahap kedua kemarin, sebenarnya saya ingin berpetualang bersama tim Singaraja (Buleleng). Namun, karena harus mengawal BBC on Air di Bali FM, dengan sangat terpaksa, adventure ke Singaraja harus tertunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Tapi, hal itu bukan menjadi suatu masalah, sebab Gianyar juga pasti memberikan daya tarik tersendiri.

Tim Gianyar, dikomandani oleh Baliun. Di milis Bali Blogger Community, dua hari sebelum kegiatan telah dilakukan koordinasi keberangkatan tim Gianyar. Sang komandan ternyata harus berangkat Minggu pagi ke Gianyar karena ada upacara di kampung halamannya, sedangkan tim yang lain menyusul. Setidaknya ada 5 orang telah mengkonfirmasi bahwa akan berangkat ke Gianyar, yaitu Winarto, Gung WS, John Black, Wirama dan Bagus Andryan. Kedua nama yang disebutkan terakhir adalah generasi muda harapan bangsa yang patut diacungi jempol, karena meskipun masih SMA, namun telah memiliki kompetensi dalam bidangnya masing-masing. Wirama adalah salah satu penggiat dan pengembang Open Source Linux sedangkan Bagus Andryan adalah juara kedua menulis di Kompas Muda tahun 2010.

Berdasarkan koordinasi online di milis, disepakati bahwa tim Gianyar akan berkumpul di Radio Bali FM pukul 11.00 WITA, kecuali Wirama karena berdomisili di Klungkung. Saya mulai persiapan setelah menonton film Doraemon dan Crayon Sinchan dan berangkat ke Bali FM empat puluh menit kemudian. Ketika hendak keluar dari halaman rumah, ada sebuah SMS masuk. Ternyata dari Bagus Andryan, memberitahu bahwa sudah sampai di Bali FM. Saya membalas pesan itu bahwa masih dalam perjalanan menuju ke Bali FM.

Sekitar 15 menit kemudian, saya pun tiba di Bali FM dan benar, ada seseorang yang sudah ada di depan Bali FM. Kebetulan saya belum pernah ketemu Bagus Andryan. Seusai memarkir kendaraan, saya menyapa dan bertanya apakah seseorang yang sedang mendengarkan musik memakai earphone itu adalah Bagus Andryan, dan ternyata memang benar bahwa dialah juara kedua menulis Kompas Muda itu. Sambil ngobrol ringan, kami menunggu kedatangan teman-teman yang lain yaitu Gung WS dan John Black. Semoga tidak lama menunggu.

Harapan itu tidak semua terpenuhi. Gung WS tiba di Bali FM kira-kira pukul 11.20 WITA. Saya mencoba menghubungi John Black. Sempat tidak ada kabar tentangnya. Namun setelah mencoba beberapa kali, akhirnya bisa menghubungi. John Black minta agar ditunggu karena belum tahu lokasi pelatihan. Saya, Bagus Andryan dan Gung WS pun menunggu lumayan lama, sebab mendekati jam 12.00 WITA, Mr. John belum tampak juga di Bali FM. Setelah jarum jam melewati 5 menit dari jam 12.00 WITA, akhirnya semua tim Gianyar yang janjian ketemuan di Bali FM lengkap dan langsung menuju ke Gianyar melalui jalur kota, bukan By Pass Ida Bagus Mantra.

Di siang hari yang sangat panas itu, menjadi lebih dingin ketika semangat dan sepenuh hati untuk berbagi melalui pelatihan blog. Sesudah menempuh tiga puluh menit perjalanan akhirnya kami tiba di lokasi SMA 1 Gianyar yang berada di Jalan Ratna. Setelah memarkir sepeda motor, ada ide untuk mencari makan terlebih dahulu. Seusai mencari teman-teman Pers Mahasiswa Akademika yang sudah berada di SMA 1 Gianyar sejak Sabtu, saya, Bagus Andryan, John Black dan Gung WS pun kembali ke lokasi parkir untuk mencari makan siang. Gung WS yang dipercaya menjadi komandan penunjuk jalan karena yang sudah familiar dengan Gianyar pun mengajak untuk makan bakso. Tidak sampai sepuluh menit, akhirnya sampai juga di warung bakso Solo.

Ada yang pesan bakso, adapula yang pesan mie ayam, dan apapun….minumnya teh botol Sosro. Tidak lupa terima kasih untuk Mr. John Black yang sudah traktir. Puas dan kenyang, kami berempat kembali ke SMA 1 Gianyar untuk persiapan pelatihan dan mengecek segala perlengkapan, termasuk koneksi, karena belajar dari pelatihan tahap satu yang mengalami permasalahan pada koneksi internet. Kami tidak ingin tragedi dua minggu yang lalu terulang lagi dalam pelatihan di Gianyar kali ini.

Salah seorang panitia dari Pers Mahasiswa Akademika mengantar kami ke ruang Multimedia SMA 1 Gianyar. Tiba di ruang itu, saya terkejut karena melihat fasilitas ruang komputer yang betul-betul bagus dan ternyata masih relatif baru. Karpetnya masih bersih dan tampak baru serta meja-meja belum banyak coret-coretan ala anak-anak sekolah. Penasaran dengan komputer di ruang multimedia, saya pun ingin mengetahui bagaimana koneksinya. Ada beberapa pengurus OSIS SMA 1 Gianyar yang berada di sana sedang berinternet dan membuka Youtube dan Facebook. Terlihat sangat lancar video-video yang tampil di Youtube. Jadi, kesimpulan sementara koneksi internet bisa diandalkan untuk pelatihan ngeblog.

John Black terlihat sedang mempersiapkan LCD dan materi presentasi. Saya dan teman-teman BBC yang lain menghidupkan semua komputer yang ada di sana sambil mencobanya. Tidak lupa membuka email untuk memantau dan mengabarkan perkembangan pelatihan di lokasi lain. Hampir mendekati jam 15.00 WITA, terlihat peserta pelatihan sudah memasuki ruangan. Dari enam belas (16) meja yang ada di ruang multimedia, terisi lima belas (15) orang yang berasal dari lima (5) sekolah, yaitu SMA 1 Gianyar, SMA 1 Payangan, SMA 1 Tampaksiring, SMA 1 Sukawati dan SMA 1 Ubud.

Beberapa saat kemudian, Baliun yang tiba 30 menit sebelum pelatihan, memulai dengan membuka dan memperkenalkan Bali Blogger Community. Dilanjutkan dengan John Black yang menjelaskan tentang blog dan praktek membuat dan mengelola sebuah blog. Beberapa peserta ternyata telah memiliki blog, namun dengan menggunakan Blogspot. Dalam setiap pelatihan, Bali Blogger Community menggunakan engine WordPress karena lebih user friendly dan mudah dalam mengelola serta mendesain.

Ketika John Black menjelaskan di depan, teman-teman BBC yang tergabung di tim Gianyar berada di belakang untuk membantu peserta, kalau-kalau ada peserta yang membutuhkan bantuan. Wirama yang memberitahu lewat Facebook bahwa terlambat datang, akhirnya datang dan bergabung dengan teman-teman yang lain di ruang Multimedia SMA 1 Gianyar. Peserta pelatihan sebagian besar sudah memiliki bekal komputer dan ngeblog, sehingga pelatihan berjalan dengan lancar, bahkan ada yang telah beberapa langkah lebih maju ketimbang penjelasan yang diberikan oleh John Black yang memberikan penjelasan secara setahap demi setahap.

Pelatihan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut akhirnya selesai. Peserta telah dipandu untuk membuat dan mendaftar, mengkonfigurasi, mengelola dan mengintegrasikan blog dengan Facebook. Selain itu diberikan tips-tips sederhana agar blog ramai dikunjungi, seperti rajin memperbarui blog dan melakukan blog walking serta meninggalkan komentar di blog milik orang lain. Dan tidak lupa, para peserta diajak untuk bergabung dalam milis Bali Blogger Community. Setelah berfoto bersama, para peserta pelatihan pun kembali bergabung dengan teman-teman mereka untuk melanjutkan lomba koran dinding, sedangkan tim BBC akan meninggalkan SMA 1 Gianyar untuk menuju ke Pasar Senggol Gianyar dan siaran di Radio Bali FM.

Sampai di Pasar Senggol Gianyar dan kemudian memarkir sepeda motor, kami masuk ke pasar itu. Sudah banyak penjual makanan, minuman, mainan dan pakaian menjajakan barang dagangan mereka. Demikian pula, para pengunjung terlihat hilir mudik di sana, tidak terkecuali kami yang hanya berjalan-jalan menyusuri dan menambah keramaian pasar senggol di kala sore hari. Sepertinya hanya Baliun dan Gung WS yang membeli beberapa jajanan, hingga akhirnya kami memutuskan untuk ke Radio Bali FM di Kawasan Batu Bulan karena jam 19.00 WITA, tim Gianyar akan mengudara di acara BBC on Air. Baliun yang semula hendak ikut siaran dengan terpaksa dibatalkan karena ada panggilan untuk pulang ke rumah.

Rute pulang sore itu menempuh jalur kota, tidak lewat By Pass Ida Bagus Mantra karena di sana banyak debu dan jalanan yang rusak serta sedang dalam perbaikan. Lalu lintas jalan menuju ke Radio Bali FM tidak terlalu ramai hingga tidak terasa sudah sampai di daerah Batu Bulan. Masih tiga puluh menit lagi menuju BBC on Air. Di studio telah siap Nana, yang sedang siaran Jelang Malam. Ketika memutar sebuah lagu, Nana keluar dan berkenalan dengan teman-teman BBC.

Setelah Nana menutup program Jelang Malam, kami berlima pun memasuki studio dan bersiap-siap mengudara. Topik yang diangkat kali ini adalah pelatihan blog yang telah dilakukan. Secara bergantian, kami menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh Nana, kadang diselingi dengan canda ringan dan foto-foto di studio. Ketika hampir jeda, Okri dan Indra dari Pers Mahasiswa Akademika muncul di studio dan bergabung untuk ikut siaran dan memberikan informasi terkait dengan lomba koran dinding dan pelatihan ngeblog, termasuk lomba blog yang akan diselenggarakan untuk kelompok jurnalistik SMA/SMK se-Bali. Informasi lomba dapat dilihat di website Bali Blogger Community.

Waktu menunjukkan hampir pukul 20.00 WITA, dan BBC on Air pun akan ditutup. Sebenarnya akan ada laporan langsung dari teman-teman yang ada di Tabanan dan Singaraja. Namun karena ada masalah teknis pada telepon di Bali FM, rencana tersebut terpaksa dibatalkan. Akhirnya, di Bali FM pula kami berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun saya sangat yakin akan ada event lain yang akan menemukan kami kembali, minimal perjumpaan secara online. Senang bisa berkumpul dan berbagi.

Diambil dari http://winarto.in/2010/03/pelatihan-ngeblog-hingga-mengudara

Pak Menteri, Perbaikilah Koneksi Internet Kami

Pagi ini aku baru memastikan, semua tempat pelatihan blog kami mengalami hambatan yang sama: koneksi internetnya lelet setengah mati. Ini yang mengacaukan pelatihan kami.

Minggu kemarin, Pelatihan Blog Pelajar SMA/SMK se-Bali diadakan serentak di tiga kabupaten di Bali. Kegiatan ini merupakan kerjasama Bali Blogger Community (BBC) – Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana – Sloka Institute. Pelatihan dasar blog ini diadakan di seluruh kabupaten/kota di Bali yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Karangasem dalam dua gelombang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda lebih besar yang diadakan Persma Akademika, Workhsop Jurnalistik dan Lomba Koran Dinding tingkat Pelajar SMA/SMK se-Bali. Pelatihan blog kami masukkan dalam agenda karena, menurut kami, sudah saatnya pers abu-abu juga menggunakan media multimedia seperti blog untuk mempublikasikan karya jurnalistiknya. Kording tuh jadul banget..

Selain itu, pengenalan blog untuk pelajar juga penting karena saat ini makin banyak pelajar yang familiar dengan internet. Sayangnya, penggunaan internet ini lebih banyak untuk akses jejaring sosial semacam Facebook. Tentu saja kami tidak anti Facebook. Berjejaring itu penting. Tapi kami melihat ada kecenderungan bahwa terlalu banyak Fuckbooking, eh, Fesbukan juga tidak bagus. Pelajar perlu mengenal blog sebagai alternatif kegiatan berinternet ria.

Maka, ketika ada ide membuat pelatihan blog untuk pelajar se-Bali dari Akademika, aku atas nama Sloka dan BBC menyambutnya dengan suka cita untuk bekerja sama. Kami sudah lama ingin mengadakan kegiatan seperti ini.

Nah, gelombang pertama dimulai kemarin di tiga tempat: wilayah Badung dan Denpasar diadakan di SMA 4 Denpasar; wilayah Karangasem, Klungkung, dan Bangli di SMA 2 Semarapura, Klungkung; dan wilayah Jembrana di SMA 1 Negara. Tim dari BBC sebagai pemateri terbagi pula ke tiga kabupaten ini. Teman-teman dari Persma Akademika sudah ke masing-masing tempat sehari atau dua hari sebelumnya karena mereka juga memberikan pelatihan jurnalistik.

Aku sendiri kebagian kasih pelatihan blog di Klungkung. Teman lain dari BBC ada Lina, Rahaji, Winarto, Agung Pushandaka, Lode, Bani, dan Udin. Kami berbagi peran selama pelatihan. Ada yang kasih materi, ada yang membantu peserta praktik. Adapun dua tim lainnya dikoordinir Eka Dirgantara untuk di Denpasar dan Bowo untuk wilayah Jembrana.

Sekitar pukul 3 sore, pelatihan blog pun dimulai. Peserta pelatihan adalah juga peserta lomba kording di masing-masing wilayah. Di Klungkung, misalnya, ada lima tim kording yang ikut lomba kording. Mereka ini ikut juga pelatihan blog. Tiap kelompok peserta pelatihan blog ada tiga anggota. Jadi ya ada sekitar 15 peserta dengan laptop masing-masing.

Pelatihan ini diadakan di salah satu kelas SMA 2 Semarapura. Koneksi menggunakan wireless, bukan jaringan area lokal alias local area network.

Pas baru mulai sih koneksinya bagus. Ketika aku memperkenalkan teori dasar blog seperti pengertian blog, ciri-ciri atau karakter blog, tujuan orang ngeblog, jenis-jenis blog, manfaat blog, sampai mengenal penyedia blog, koneksinya oke. Aku menyampaikan materi ini sambil memperlihatkan beberapa contoh blog anggota BBC. Dan, semuanya lancar. Koneksinya cepet banget.

Tapi hambatan mulai datang ketika kami masuk praktik ngeblog. Materinya seperti mendaftar blog, konfirmasi email, memilih desain, dan seterusnya. Baru berjalan sekitar 30 menit, Rahaji sudah mengeluh. “Koneksinya ngengek. Baru mau daftar saja sudah pada macet,” katanya..

Akses Internet pas Pelatihan Blog

Untuk mencari koneksi internet yang lebih cepet, kami pindah tempat pelatihan. Dari yang semula di kelas, kami pindah ke lapangan terbuka. Sekitar 15 peserta itu terpaksa lesehan di tengah lapangan berharap menemukan koneksi yang lebih lancar. Hasilnya patuh dogen alias sami mawon. Koneksi benar-benar ancur!

Kami semua terjebak macet di lalu lintas dunia maya karena kecilnya jalur yang kami pakai untuk melanjutkan pelatihan ini. Karena tak ada perubahan berarti dalam hal koneksi, kami pindah kembali ke ruang kelas dengan sedikit perubahan. Beberapa laptop dimatiin sehingga hanya ada satu laptop untuk tiap kelompok. Artinya hanya ada lima laptop plus satu untuk presentasi.

Ah, tapi ini juga tak banyak menolong. Kami berjalan sangat lambat di dunia maya meski cuma untuk login, apalagi membuat tulisan baru.

Parahnya koneksi lelet ini tak hanya di Klungkung. Eka di Denpasar mengabarkan hal sama. Bowo di Negara juga demikian. Pelatihan di tiga wilayah di Bali ini terhambat ngengeknya koneksi.

Lalu, pagi ini aku baca laporan lebih panjang dari masing-masing wilayah. Ini yang ditulis John di milis BBC, “Pelatihan di SMU 4 Denpasar agak mengecewakan. Koneksinya tidak stabil karena koneksi internet yg di gunakan adalah koneksi 3G M2 saya. Ini pun dikroyok 11 notebook, dan itu juga koneksi nya tidak stabil.”

Ini tulisan Pak De di milis BBC juga. “acara pelatihan mulai terganggu dengan koneksi yang lumayan super lemot.!! ketika registrasi user di wordpress lancar. tetapi mulai bermasalah ketika harus membuka account aktivasi email. dari sini yang mulai tersendat-sendat-nya alur pelatihan.”

Membaca laporan dari Denpasar dan Negara, aku haqqul yakin, pelatihan kami memang terhambat gara-gara leletnya koneksi internet. Niat kami untuk melatih pelajar SMA/SMK agar mereka familiar dengan blog ternyata tak berjalan lancar. Hambatan terbesarnya itu tadi, koneksi lelet setengah mati.

PasBegitu mengalami kemacetan internet itu, aku kok langsung inget Menteri Komunikasi dan Informatika. Aku pikir dialah yang harus bertanggung jawab membangun koneksi internet yang lebih lancar. Parahanya selama jadi menteri, aku lebih sering membaca idenya yang penuh kontroversi. Malah, terakhir dia mau membuat Rancangan Peraturan Menteri untuk memantau konten atau materi di internet.

Jadi begini, Pak Menteri. Daripada bikin aturan yang melanggar kebebasan informasi itu, lebih baik perbaiki koneksi internet kita agar lebih kenceng. Kalau koneksi lebih lancar, tentu kami bisa melatih pelajar lebih bagus lagi. Lalu, makin banyak pelajar bisa punya blog. Mereka akan punya kegiatan lain ketika berinternet.

Kalau mereka punya aktivitas lain ketika berinternet, tentu itu akan mengurangi kekhawatiran Pak Menteri bahwa mereka akan menyalahgunakan internet. Berikan dukungan, Pak. Bukan hanya larangan untuk kami.

Ngobrol Social Media di Radio Bali FM

Term of reference BBC on Air untuk tanggal 22 November 2009 yang berjudul “Social Media Di Mata Kawula Muda” dan diposting di milis Baliblogger sama sekali tidak direspon. Dimungkinkan karena semua lagi konsentrasi pada acara ulang tahun BBC. Meskipun demikian, tiga blogger muda di BBC yaitu Eka Dirgantara, Lina PW dan Gung WS telah menyatakan siap untuk menjadi narasumber BBC on Air.

Jam 19 WITA kurang 10 menit, Eka Dirgantara, Lina PW dan Gung WS sudah berada di dalam studio Bali FM bersama dengan Nana,pemandu rutin BBC on Air di Bali FM. Mereka bertiga telah siap menjadi narasumber BBC on Air yang mengangkat tema “Social Media di Mata Kawula Muda.

Topik tersebut diangkat karena perkembangan teknologi informasi akhir-akhir ini tidak bisa dibendung lagi, dan akhir-akhir ini sedang marak dan booming bermacam-macam bentuk social media (Secara definitif, konsep tersebut dapat dilihat di Wikipedia) yang meliputi social networking, blogging, microblogging, photo dan video sharing atau sejenisnya. Kehadirannya telah menjangkiti semua golongan masyarakat, terutama anak-anak muda. Mereka menggunakan social media tersebut untuk berbagai macam aktivitas, baik untuk menjalin komunikasi, pendidikan/edukasi, hiburan dan sebagainya.

BBC on Air dibuka dengan opening oleh Nana yang dilanjutkan dengan perkenalan ketiga narasumber yang mengaku masih berstatus mahasiswa rajin, baik rajin kuliah maupun rajin beraktivitas dalam berbagai macam social media. Masing-masing dari mereka memiliki blog, akun di Facebook, Twitter dan memanfaatkan internet untuk menunjang aktivitas mereka sebagai seorang mahasiswa, misalkan untuk pengerjaan tugas matakuliah, berkomunikasi dengan teman-teman, refreshing dan hiburan. Bagi Eka dan Gung WS yang berkuliah di bidang desain grafis, internet juga menjadi sebuah sumber inspirasi.

Dari pemaparan Eka Dirgantara, Lina PW dan Gung WS, internet dan social media dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam hal yang positif. Namun demikian, terdapat efek negatif yang dibawa oleh internet apabila tidak berhati-hati memanfaatkannya, apalagi kalau sampai ketagihan, maka akan dapat menurunkan produktivitas. Hal tersebut senada dengan komentar dari Ibu Sri di Gianyar, bahwa terdapat ketakutan dari pihak orang tua manakala anak-anak mereka mulai mengenal internet dan social media. Orang tua khawatir bahwa anak-anak mereka akan terjerusmus ke hal-hal yang negatif dan bisa menurunkan semangat dan produktivitas belajar bila tidak bisa membagi waktu.

Oleh sebab itu, adalah penting memanfaatkan internet dan segala bentuk social media untuk hal-hal yang positif dan mendatangkan kebaikan. Tidak lupa, beraktivitas di dunia maya jangan sampai melupakan kegiatan-kegiatan di dunia nyata. Perlu pengelolaan waktu yang tepat sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan.

Diambil dari http://winarto.in/2009/11/ngobrol-social-media-di-radio-bali-fm/

Memopulerkan Jurnalisme Warga di Udara

Oleh Winarto

Sesuai dengan perencanaan yang telah didiskusikan di milis Baliblogger dan term of reference yang disusun untuk BBC on Air di Bali FM, maka pada hari Minggu, 15 November 2009 diadakan talkshow yang bertema “Jurnalisme Warga Bali”. Narasumber yang hadir pada BBC on Air kali ini adalah Luh De Suriyani, yang akan berbagi dan sharing mengenai citizen journalism dan portal citizen journalism bagi warga Bali, Balebengong.

Konsep dan perkembangan citizen journalism terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi terutama internet yang diikuti dengan berbagai macam social media; baik social networking, blogs, photo sharing, micro-blogging, video sharing dan lain sebagainya. Pada citizen journalism, warga masyarakat biasa diberikan kesempatan untuk mengumpulkan, melaporkan, menganalisis dan menyebarkan berita dan informasi yang ada di sekitar mereka. Dalam jurnalisme warga, masyarakat ditantang untuk berani merekam setiap berita informasi yang ada di sekitarnya untuk kemudian dilaporkan dalam bentuk-bentuk berupa video, artikel berita ataupun foto.

Secara kebetulan, Kick Andy episode minggu ini yang ditayangkan hari Jumat malam dan diputar ulang hari Minggu sore, menyajikan topik mengenai “Menjadi Saksi Mata“. Dalam episode tersebut, dihadirkan masyarakat yang berhasil merekam berbagai kejadian unik, lucu, dramatis ataupun langka. Seperti diketahui bahwa Metro TV memiliki satu acara “I Witness MetroTV“, yang memberikan ruang bagi warga masyarakat untuk terlibat dalam jurnalisme warga. Jurnalisme warga baru menjadi topik yang banyak diperbincangkan dan akan menjadi suatu yang menarik jika warga masyarakat yang merekam dan melaporkan berita dan informasi yang ada di sekitarnya dan luput dari pemberitaan media massa.

Di Indonesia, telah banyak portal yang menyediakan ruang untuk menampung “gairah” masyarakat dalam jurnalis warga. Beberapa portal tersebut adalah PANYINGKUL, Kompasiana, Politikana, Wikimu, I Witness MetroTV dan sebagainya. Antusiasme warga masyarakat dalam merespon website yang menyediakan ruang untuk jurnalisme warga tersebut. Cobalah tengok ke masing-masing website tersebut, tentu ada banyak penulis yang notabene warga masyarakat biasa yang tertarik pada jurnalisme warga, serta tidak ketinggalan komentar-komentar dari masyarakat pula yang ditinggalkan pada masing-masing tulisan yang diposting.

Bale Bengong dan Jurnalisme Warga Bali
Booming jurnalisme warga melalui berbagai social media merupakan fakta yang menarik untuk dipelajari dan direspon. Di Bali pun tidak mau ketinggalan. Terdapat Bale Bengong yang dirintis dan dikelola oleh beberapa rekan jurnalis dan blogger di Bali yang bertujuan untuk tempat berbagi informasi apa saja tentang Bali. Portal tersebut dikelola secara partisipatif oleh siapapun yang peduli dan ingin berbagi informasi tersebut. Bale Bengong sekaligus merupakan bagian dari upaya mewujudkan jurnalisme warga di Denpasar maupun Bali (Untuk lebih mengetahui tentang Bale Bengong silahkan klik di sini).

Melalui Bale Bengong, warga di Bali khususnya ditantang untuk berani mengabarkan sesuatu berita dan informasi, termasuk mengangkat persoalan-persoalan yang ada di sekitarnya, bahkan sekaligus menyusun solusinya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu dimotivasi agar mereka mau diajak terlibat dalam penyusunan informasi dan berita, sebab prinsip dari jurnalisme warga adalah warga tidak hanya menjadi konsumen tapi juga sebagai produsen/penghasil sekaligus pengelolaan informasi itu sendiri mulai dengan cara membuat, mengawasi, mengoreksi, menanggapi, atau sekadar memilih informasi yang ingin dibaca.

Tantangan yang dihadapi oleh Bale Bengong sebagai salah satu media citizen journalism di Bali adalah bersumber dari masyarakat itu sendiri, yaitu mengenai kesadaran masyarakat akan arti penting sebuah informasi dan berita. Meskipun tertatih-tatih untuk “memprovokasi” masyarakat di Bali, namun upaya tersebut terus dilakukan melalui berbagai macam pelatihan gratis Citizen Journalism sekaligus pelatihan pembuatan blog ke masyarakat yang diorganisir oleh beberapa jurnalis di Bali, Bali Blogger Community dan Sloka Institute. Melalui upaya tersebut, paling tidak traffic Bale Bengong dan komentar-komentar yang masuk terus mengalami peningkatan.

Beberapa langkah kemajuan terjadi di Bale Bengong. Pada bulan Juli 2009, Saylow, sebagai webmaster Bale Bengong, mengubah theme website tersebut (Lihat Sepuluh Hal Baru di Bale Bengong). Tampak sangat menarik. Selain itu, Vivanews juga bekerjasama dengan Bale Bengong dalam U Report. Pada bulan Oktober lalu, Bale Bengong pun memperoleh award di ajang Pesta Blogger 2009 yang diselenggarakan di Jakarta untuk kategori “Blog harian dan umu m terbaik”. Tentu, hal tersebut adalah sesuatu hal yang sangat membanggakan. Meski demikian, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk memopulerkan citizen journalism di Bali khususnya dan website Bale Bengong.

Seperti telah dikemukakan di awal, telah banyak media yang menyediakan wadah untuk citizen journalism. Salah satu portal citizen journalism yang mampu mengalahkan media mainstream adalah Ohmynews yang berasal dari Korea. Bercermin dari website tersebut, tentu bisa mendorong Bale Bengong untuk lebih maju lagi sebagai salah satu media citizen journalism. Tentu, hal tersebut akan bisa terjadi terdapat partisipasi didukung penuh oleh warganya.

Diambil dari http://winarto.in/2009/11/memopulerkan-citizen-journalism-dan-balebengon…