Oleh Winarto
Koran dinding? It’s so yesterday. Ini zaman Facebook, blog, twitter. Ini zaman di mana media tak lagi statis, hanya dibaca oleh siswa di sekolahnya, dan tanpa interaksi. Ini zamannya anak sekolah lebih melek pada media internet.
Pagi ini aku baru memastikan, semua tempat pelatihan blog kami mengalami hambatan yang sama: koneksi internetnya lelet setengah mati. Ini yang mengacaukan pelatihan kami.
Anton Muhajir, Contributor, Badung | Thu, 11/26/2009 1:29 PM | Surfing Bali
Twenty-three-year-old Luh Putu Eka Swandewi was excited as she read a message in her laptop screen. Staring at her laptop screen, she read the message from Yahoo!: "Congratulations, Eka."
"Hooray.I made it!" she said while raising her hands. Some of her friends in the room gave her applause.
Term of reference BBC on Air untuk tanggal 22 November 2009 yang berjudul “Social Media Di Mata Kawula Muda” dan diposting di milis Baliblogger sama sekali tidak direspon. Dimungkinkan karena semua lagi konsentrasi pada acara ulang tahun BBC. Meskipun demikian, tiga blogger muda di BBC yaitu Eka Dirgantara, Lina PW dan Gung WS telah menyatakan siap untuk menjadi narasumber BBC on Air.
Basah kuyup jadi hadiah penutup untuk Eka Dirgantara pada perayaan dua tahun Bali Blogger Community (BBC). Eka Ozawa, begitu kami biasa menyapanya merujuk pada hobinya mengoleksi bintang film biru ternama Maria Ozawa, adalah Ketua Panitia Perayaan Dua Tahun BBC.
Luh Putu Eka Swandewi, 23 tahun, berteriak senang membaca pesan di layar komputer jinjing (laptop) di depannya. “Hore.. Akhirnya aku berhasil,” katanya sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi. Beberapa temannya di ruangan menyambut teriakan itu dengan tepuk tangan.
Oleh Winarto
Sesuai dengan perencanaan yang telah didiskusikan di milis Baliblogger dan term of reference yang disusun untuk BBC on Air di Bali FM, maka pada hari Minggu, 15 November 2009 diadakan talkshow yang bertema “Jurnalisme Warga Bali”. Narasumber yang hadir pada BBC on Air kali ini adalah Luh De Suriyani, yang akan berbagi dan sharing mengenai citizen journalism dan portal citizen journalism bagi warga Bali, Balebengong.
Konsep dan perkembangan citizen journalism terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi terutama internet yang diikuti dengan berbagai macam social media; baik social networking, blogs, photo sharing, micro-blogging, video sharing dan lain sebagainya. Pada citizen journalism, warga masyarakat biasa diberikan kesempatan untuk mengumpulkan, melaporkan, menganalisis dan menyebarkan berita dan informasi yang ada di sekitar mereka. Dalam jurnalisme warga, masyarakat ditantang untuk berani merekam setiap berita informasi yang ada di sekitarnya untuk kemudian dilaporkan dalam bentuk-bentuk berupa video, artikel berita ataupun foto.
Sabtu (14/11) ini adalah minggu ketiga kami, Bali Blogger Community (BBC), memberikan pelatihan komputer untuk difabel di Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (Yakkum) di Abiansemal, Badung. Buatku sendiri ini yang kedua kali karena minggu lalu aku tidak ikut.
Dari sekian kali pelatihan yang kami adakan, menurutku pelatihan kali ini memang paling mengesankan. Bisa jadi karena pesertanya adalah para difabel atau penyandang cacat.
Maaf kalau ini terlalu mewakili sudut pandang arus utama (mainstream). Tapi melihat difabel tak terhalang oleh keterbatasan tubuh memang memberikan kesan mendalam bagiku. Para difabel ini antusias belajar tentang desain grafis, menggunakan tabel, atau sekadar menulis di komputer. Karena itulah pelatihan ini bagiku terasa sangat berbeda dibanding pelatihan-pelatihan yang pernah kami berikan.
Ini tentang orang-orang yang, setidaknya menurutku, punya dedikasi. Mmm, tentang mereka yang bersedia melintas batas-batas formalitas. Tak usah terlalu formal dengan sebuah ikatan. Semata kemauan bersama untuk berbagi dan bercerita.
Ini tentang teman-teman di Bali Blogger Community (BBC). Tentang teman-teman yang tak selalu menyenangkan, sebenarnya. Sebab kadang-kadang ada pula teman yang seperti hanya menunggu untuk bertepuk tangan ketika kami bisa menjebol gawang lawan. Tapi toh tepuk tangan pun tetap diperlukan dalam sebuah pertandingan.
Ini tentang orang-orang selalu saja patut aku banggakan. Teman-teman yang bersedia berbagi waktu, ilmu, pengetahuan, atau sekadar cerita di dunia maya. Oya, maaf. Bukan hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata. Tentang mereka yang dengan suka rela membagi miliknya untuk kelompok lain yang mungkin membutuhkannya lewat blog, radio, pelatihan, donor darah, dan seterusnya.